Free Essay

111111

In:

Submitted By chitos2189
Words 4543
Pages 19
RANGKUMAN KIMNAL

SPEKTROFOTOMETRI

ISTILAH: 1. Spektroskopi
Ilmu yg mempelajari interaksi radiasi dan materi 2. Spektrofotometri
Pengukuran kuantitatif dari interaksi radiasi elektromagnetik pada 1 atau lebih panjang gelombang dengan suatu detektor 3. Spectrum
Tampilan dari intensitas radiasi teremisikan, absorbs, atau hamburkan oleh sampel vs kuantitas energi foton (E), panjang gelombang (λ) atau frekuensi (v) 4. Radiasi elektromagnetik (RE)
Bentuk energi yg ditransmisikan melewati ruang dengan laju yg besar bersifat dualism (bisa sbg gelombang atau partikel energi/foton)
Bisa disebut sbg cahaya dlm daerah uv-vis
Sifat sbg gelombang: a. Memantul/ reflection b. Membias/ refraction belok c. Berinterferensi/ interference ganggu d. Berdifraksi/ diffraction pecah

5. Panjang gelombang (λ)
Jarak antar dua puncak gelombang 6. Frekuensi (v)
Jumlah gelombang yg melintasi satu titik tertentu selama waktu tertentu

Λ makin kecil E makin besar Frekuensi besar

INTERAKSI RADIASI DAN MATERI
Fenomena gelombang refraksi dan refleksi
Fenomena energi absorbs dan emisi

absorbs transmisi emisi

refleksi refraksi

BAGAIMANA RADIASI DAN MATERI BERINTERAKSI? 1. Merubah SPIN a. NMR b. ESR 2. Mengubah arah orientasi electron * Gelombang micro 3. Mengubah konfigurasi * IR 4. Mengubah distribusi electron a. UV-VIS b. X-Ray 5. Mengubah konfigurasi nuclear/ inti
G-ray

TIPE SPEKTROFOTOMETRI

1. Berdasarkan jenis radiasi
Sinar X, UV, VIS, IR, NMR

2. Berdasarkan interaksi
Asorbsi UV, VIS, AAS
Emisi flurometri, difraksi sinar X

PENYERAPAN SINAR Po p

T = P/Po

HUKUM LAMBERT-BEER

A = absorbansi a = absorptivitas ε = absorptivitas molar = a x MR b = tebal kuvet biasanya 1cm

PENYIMPANGAN HUKUM LAMBERT BEER * Ketidaklinearan hubungan konsentrasi dengan serapan/ absorbansi

Penyebab : 1. Sebab kimia a. Ionisasi
Hb H+ +B-
Pencegahan : menggeser kesetimbangan kea rah bentuk yg akan diukur.
Jika yg diukur HB, maka larutan dalam keadaan asam. Jika yg dikur B- maka tambahkan basa. Karena OH dari basa bereaksi dengan H+ akan membentuk H2O yang tidak memberikan absorbansi. b. Hidrolisis

Pencegahan : menggeser kesetimbangan kea rah bentuk yg diukur. Misal dalam Cr2O7, maka ditambahkan asam. c. Pengompleksan

2. Sebab instrument a. Radiasi tidak monokromatis
Jika nilai λ lebih dari 1 a beragam b. Kelelahan alat
Kebanyakan dipake -______- #

3. Sebab nyata a. Larutan terlalu encer
Efek penjenuhan sinar, shg radiasi tdk terserap b. Larutan terlalu pekat
Interaksi antar partikel kuat, penyerapan terganggu

SPEKTRUM ABSORBSI DAN TRANSMISI

ASPEK | ABS | %T | Saat Λ maks | maksimum | Minimum | Sumbu y | A | %T |

INSTRUMENTASI

Sumber sinar pemilih λ kuvet detector pengolah sinyal skala/perekam/unit digital

SUMBER SINAR utk UV-Vis deuterium, tungsten, atau Xe lamp.

WADAH CUPLIKAN
Material harus transparan, biasanya lebar/ diameternya 1cm.
Utk UV kuarsa
Vis kuarsa, kaca
IR NaCl, AgCl, KBr

PEMILIH PANJANG GELOMBANG 1. Filter optic radiasi yg tidak diinginkan di blok memilih 1 λ utk diteruskan ke kuvet a. Filter absorbs terbatas utk sinar vis, menurunkan %T b. Filter interferens %T tinggi, pita sempit 2. Monokromator mendispersi radiasi dan memiliki pita yg diinginkan
Bagian2nya : a. Celah masuk mempersempit radiasi yg masuk b. Lensa kolimator mengubah sinar menjadi berkas sinar sejajar c. Media pendispersi prisma (pembiasan) sinar dibiaskan dengan kisi/grating (pemantulan) d. Lensa fokus mefokuskan sinar ke celah keluar e. Celah keluar mengisolasi sinar yg diinginkan utk melewat kuvet

3. Interferometer modulasi λ pd frekuensi berbeda
Digunakan transducer/ detector yg mengkonversi kuantitas fisik/ kimia menjadi sinyal listrik, voltase, atau arus
Syarat tranducer: a. Sensitivitas tinggi b. Noise rendah c. Respon λ besar d. Output linear

TIPE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

1. Single beam

Sinar mengenai 1 sampel dalam kuvet

2. Double beam in space

Sinar akan mengenai beam splitter utk dibagi cahanya dan mengenai reference cell (blanko) untuk dideteksi oleh detector yg berbeda dan dibaca di amplifier

3. Double beam in time

Sinar akan dibagi di beam chopper, kemudian akan mengenai reference cell dan sampel cell, dan langsung dikoreksi oleh hanya 1 detektor sebelum masuk ke amplifier

4. Multichannel

Utk digunakan dalam mencari λ maks. Dimana sinar akan terbagi menjadi beberapa λ dengan grating, kemudian dicari abs terbesar utk mengetahu λ maksnya.

APLIKASI SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

Analisis kualitatif tidak berguna karena pita melebar info yg didapat sedikit

Analisis kuantitatif sensitifitas baik (limit deteksi 10-4 sampai 10-6), selektif, speksifik, ketepatan cukup baik, sederhana dan murah

Utk analisis kuantitatif HARUS KERJA DI λ MAKS! respon sinyal (absorbansi) berada dalam kondisi maks sensitifitas baik, limit deteksi rendah, kesalahan tereduksi

*limit deteksi = konsentrasi terkecil yg dpt diukur/ dibaca oleh sebuah alat

*pengukuran ABS yg baik pada 20-80%T
KENAPA?
1. kalo diukur pd konsentrasi rendah perubahan kecil konsentrasi menyebabkan perubahan %T yg besar. sebaliknya kalo pada konsentrasi yg gede, perubahan %T nya kecil

2. karena relative error diatas 80%T dan dibawah 20%T itu besar banget kesalahan pengukuran jg besar

BLANKO, ANALAT DAN STANDAR

Blanko
-isinya pelarut dan pereaksi, tanpa analat
-diperlakukan sama

Abs analat sesungguhnya = Abs analat terbaca – Abs blanko

Analat
Zat yg dianalisis harus berwarna agar dapat diukur di sinar tampak
Cara : a. oksidasi reduksi kayak titrasi pake KMnO4 dimana ketika kelebihan pereaksi setetes dapat menyebabkan warna pink hilang jadi tak berwarna. Hal tsb karena MnO4- (pink) berubah menjadi Mn2+ (tak berwarna) b. kompleks
Fe+SCN- (FeSCN)2+ merah
Pd2+ + I- (PdI4)2- (kuning) c. gabungan keduanya

Standar
Zat/ larutan yg mendapat perlakuan sama spt analat, tp konsentrasinya sudah diketahui
Biasanya dibuat persamaan regresi dengan memplotkan konsentrasi (sb x) dan absorbansi (sb y)

Kalo di kalkulator, b (slope/m), dan a (intercept)

Kurva standar yg baik biasanya dilihat dari nilai R nya. Jika makin mendekati 1, maka semakin baik.

r koefisien korelasi deviasi dari tiap titik dengan titik pd garis lurus
R kuadrat dari koefisien korelasi kisaran 0-1

TIPE KALIBRASI 1. Kalibrasi eksternal a. Dibuat std eksternal 2,5,10 ppm kyk yg biasa kita lakuin di lab b. Sensitivitas (sinyal/kosentrasi) std = sampel c. Sinyal hanya karena analat d. Tidak memperhitungkan matriks sampel (ada gangguan dr zat lain) dan instrumental drift (kelelahan alat)

2. Standar adisi a. Ditambahkan sejumlah standar kedalam sampel b. Sinyal diukur sbg fungsi dari konsentrasi std yg ditambahkan c. Memperhitungkan matriks sampel, tp gak instrumental drift
Jadi, absorbansi sampel sudah terkoreksi karena std jg sudah ditambhkan ke dalamnya.
Co/ mau ngukur kandungan Fe dalam bayam, maka dibuat std Fe, dan ditambahkan ke dalam sampel.

3. Standar internal a. Senyawa lain ditambahkan ke dalam std dan sampel secara kimia mirip analat b. Mengkoreksi drift dan efek matriks
Biasanya kalo udh tau absorbansi pada waktu tertentu, misal 1 jam, kalo tiba2 pengukurannya ga segitu, berarti alatnya udah cape, dan abs nya hrus dikoreksi.

METODE PENGUKURAN Metode | %T | blanko | C2 | serapan normal | 20%-80% | 0 | ∞ | serapan tinggi pekat bgt | <20% | = 0 | ∞ | Renik encer bgt | >>> 80% | =0 | C | ketelitian tinggi | Sejumlah alat menunjukkan T atau A sangat berdekatan | = 0 | C |

*metode ini udah jarang dipake, karena ribet. Biasanya kalo %T nya ketinggian atau kerendahan, bisa diencerkan atau dipekatkan aja.

TITRASI SPEKTROFOTOMETRI

T = titran
A = analat
P = produk

Penjelasan : a. Contohnya adalah titrasi KMnO4 dengan asam oksalat. Awalnya, produk dan analat tidak berwarna (ε=0) dan titran berwarna (ε>0)
Ketika analat bereaksi dengan titran membentuk produk tetap tidak berwarna grafik absorbance lurus
Namun ketika di titik dimana semua analat habis bereaksi, dan terjadi kelebihan titran yg berwarna, grafik absorbance mulai naik larutan akhirnya berwarna sesuai warna titran.

b. Pada titrasi ini produk lah yg berwarna, titran dan analat tidak berwarna. Sehingga ketika titran dan analat bereaksi menghasilkan produk, intensitas warna terus naik. Hingga dititik dimana produk tidak lagi dihasilkan, hanya ditambahkan terus titran, intensitas warna akan stabil (grafik lurus)

c. Pada titrasi ini, analat berwarna, produk dan titran tidak berwarna. Sehingga awalnya larutan berwarna dan intensitas terus menurun karena terbentuknya produk yg tidak berwarna. Intensitas warna akan mencapai titik stabil ketika tidak ada lagi produk yg dihasilkan.

d. Pada titrasi ini, produknya tidak berwarna, namun titran dan analat berwarna. Hal ini menyebabkan intensitas warna terus turun hingga satu titik, lalu ketika tidak ada lagi produk yg dihasilkan, grafik akan kembali naik disebabkan penambahan warna dari titran.

e. Pada titrasi ini, produk dan titran berwarna, sementara analat tidak berwarna. Awalnya intensitas warna akan terus naik seiring dengan terbentuknya produk yg berwarna, namun di suatu titik, warnanya akan naik bukan karena warna produk, tp karena warna titran. Dikarenakan εT> εp kurva tittran lebih curam dibanding produk.

f. Pada titrasi ini, produk dan titran berwarna, analat tidak berwarna. Prinsipnya sama dengan poin e, hanya saja εp> εT. Sehingga kurva produk lebih curam dibanding titran

SPEKTROSKOPI UV

ISTILAH: 1. Kromofor
Kelompok electron yg menghasilkan serapan radiasi.

2. Auxocrome
Substituent yang meningkatkan intensitas absorpsi dan memungkinkan λ berubah.

PELARUT
Syarat : 1. Transparan thd λ yg digunakan a. Harus diatas cut off air agar tidak terganggu. Nilai λ yang menghasilkan =1 b. Tanpa konjugasi 2. Pengaruh thd pita absorpsi dan λ maks

Perbedaan isooktana 3 puncak
Etanol 1 puncak
Akan lebih baik 3 puncak karena pita absorpsi nya lebih sempit, dan λ maks lebih akurat 3. Pengaruh λ maks a. Blue shift : п- п* b. Red shift : n- п*

PENGARUH SUBSTITUSI 1. Efek bathokromik (red shift)
Pergeseran ke tingkat energi yg lebih rendah λ nya naik 2. Efek hipsokromik (blue shift)
Pergeseran ke tingkat energi lebih tinggi λ nya turun 3. Efek hiperkromik
Intensitas naik karena adanya substituent auxocrome 4. Efek hipokromik
Intensitas turun

APLIKASI 1. Pemantauan hasil fraksinasi dengan kromatografi 2. Analisis kuantitatif komponen a. VIS : karoten, klorofil, gula, AA, dll b. UV : senyawa aromatic, AA kedelai c. Penentuan aktivitas enzi

KROMATOGRAFI

Artinya pemisahan komponen dalam contoh dgn distriusi komponen pd 2 fase yg tdk saling campur (fase diam dan fase gerak)
Kroma warna , graphy menulis

Klasifikasi kromtografi 1. Berdasarkan fase gerak dan fase diam Fase diam | Fase gerak | Kromatografi | Padat | Cair | LSC | | Gas | GSC | cair | Cair | LLC | | gas | GLC |

2. Berdasarkan interaksi a. Adsorbs b. Partisi c. Pertukaran ion d. Permease/ filtrasi 3. Berdasarkan bentuk ruang penyangga a. Planar : kertas, TLC b. Kolom : KCKT, GC,

TUJUAN ANALISIS 1. Kualitatif ada std. yg dibandingkan Rf (planar) Reterdation Factor, atau tR (kolom) waktu retensi 2. Kuantitatif planar (spektro), kolom (luas kurva)

*Analitis identifikasi komponen
Preparative bagian dr isolasi dan pemurnian komponen

KROMATOGRAFI PLANAR
Sistem terdiri dari: 1. Fase diam : kertas, lapis tipis 2. Fase gerak : tunggal, campuran 3. Jarak start finish 4. Waktu 5. Rf

*dilakukan penjenuhan utk melancarkan gerak eluen selama elusi cara ditutup rapat selama 10-15 menit

KROMATOGRAFI KERTAS
-Mekanisme : 1. Adsorbs kertas 2. Partisi air air di kertas – eluen
-Arahnya descending (turun) dan ascending (naik)
-Deteksi : pewarnaan (semprot, celup, uapi, gabungan)
-Rf = jarak komponen/ jarak eluen

*Bagian A terdiri dari 4 spot, yakni 5, 2, 1, dan 3. Kemudian setelah elusi ke 2, terjadi pemisahan pada 3 -- 6 dan 1—4. *Bagian B terdiri dari 6 bagian pd elusi 1, dan 1 bagian yg terpisah pada elusi 2
*bagian C terdapat 7 spot pada elusi 1, dan 3 spot yg terpisah pada elusi 3

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

Deteksi dengan UV, dan dengan pereaksi
Peralatan tabung kromatografi, dan lempengan
Teknik ascending
Tujuan analitis, preparative, mencari eluen terbaik

Eluen terbaik : menghasilkan spot terbanyak dan terpisah

Tahap pemilihan : eluen polar dan non polar kesimpulan sifat zat campuran eluen

Adsorben : 1. Polaritas relative
Kekuatan utk mengadsorpsi spesies tertentu

2. Kapasitas adsorbs
Jumlah gram solute yg dpt diadsorbsi per gram alumina

3. Jenisnya : anorganik dan organik Alumina, kiesel guhr (asam silikat), fosfat, kalsium sulfat, karbon aktif, selulosa, pati, manitol, dekstran

KROMATOGRAFI KOLOM 1. Mekanisme a. Partisi b. Adsorpsi c. Eksklusi d. Pertukaran ion 2. Sistem pemberian fase gerak a. Frontal
Sampel kolom adsorben jenuh +sampel kolom yg paling lemah teradsorbsi, turun + sampel dst…

-tidak memisahkan komponen
-memberikan gambaran afinitas berbagai zat thd adsorben

b. Pergeseran
Fase gerak : larutan zat yg lebih kuat teradsorbsi dibandingkan komponen sampel
A digeser B, B digeser C, C digeser D urutan keluar dr kolom a, B, C, dan D

c. Elusi

Syarat : 1. Kolom tidak kelebihan beban solute 2. Efek difusi sekecil mungkin a. Pengepakan kolom b. Peningkatan laju 3. Adsorpsi dan desopsi dr fase diam hrus cepat 4. Distribusi solute antara 2 fase berubah linear

Sistem elusi 1. Elusi isokratik hanya 1 jenis 2. Elusi gradient berubah komposisinya

Parameter Kromatografi Kolom

1. Koefisien partisi (K) = Cs/Cm
Cs = [A]s
Cm = [A]m

2. tR (waktu retensi) waktu yg dibutuhkan molekul yg tertahan pd fase diam utk mencapai detector setelah injeksi

3. tm (waktu mati) waktu yg dibutuhkan molekul yg tidak tertahan pd fase diam utk mencapai detector setelah injeksi

4. Vr (volume retensi)
Volume fase gerak yg dibutuhkan utk menggerakkan molekul dari injeksi hingga detector

5. W (baseline width)
Lebar pita senyawa yg terukur pd garis dasar

6. Rerata laju migrasi linear solute = V = L/tR
L = panjang kolom

7. Faktor kapasitas menggambarkan laju migrasi sampel/solut pada kolom

K’ = 1-5 jika k<1 maka elusi terlalu cepat. K>1 elusi telalu lambat

8. Faktor selektivitas kemampuan memisahkan komponen dari suatu kolom (selektivitas kolom)

9. Efisiensi kolom gambaran kuantitatif efisiensi kolom untuk memisahkan komponen (jumlah plat teoritis) a. Jumlah lempeng teoritis (N)

b. HETP / JSPT (Jarak setara dengan pelat teoritis)
HEPT = L/N
Biasanya terganggu karena: 1) Difussi eddy (a) ketidakterturan kemasan, keragaman jalur partikel dlm kolom 2) Difusi molekul (b) difusi zat dlm carier gas pita melebar efisiensi menurutn 3) Tahanan td alih massa (c) waktu yg diperlukan utk kesetimbangan zat dlm 2 fase

10. Resolusi menggambarkan keterpisahan dua buah pita atau puncak

R =1 3% overlap
R = 1.5 0.2% overlap

Panjang kolom jadi 2x lipat R jadi akar 2.

KROMATOGRAFI GAS

PRINSIP PEMISAHAN Fase gerak | Fase diam | Kromatografi | Gas inert tidak terjadi interaksi dgn analat | Solid retensi analat tailing pd peak | GSC | | Cair baik | GLC |

Prinsip : Partisi analat antara fase gerak gas dengan fase diam berupa cairan yg diimobilisasi pada permukaan solid yg inert

Sampel berupa gas, senyawa volatile, atau zat yg dapat diupkan, stabil panas, dan umumnya nonpolar.

Instrumentasi : 1. Gas pembawa a. Inert helium, nitrogen, hidrogen b. Ada filternya c. Diatur oleh pressure regulator dan flow controller d. Pengukur laju alir gas itu rotometer (terletak di colom head, dan soap bubble meter/ flow meter yg terletak di ujung kolom. 2. Sampel a. Injeksi sampel dengan microsyringe b. Volume sampel Kolom kapiler ≈ 10-3 μL
Kolom biasa ≈ 10 sampai 20 μL 3. Kolom a. Ditempatkan di oven b. Tipenya kolom kemas (koil, ukuran 60-100 mesh, dibuat dr gelas/alumunium/stainless steel/ tembaga) c. kolom kapiler (2m-50m dibentuk koil dari stainless steel, gelas, plastic, alumunium, dan Teflon) WCOT (wall coated open tubular) – fase diam pd dinding kapiler- dan SCOT (support coated open tubular)-dinding kapiler dilapisi support material dan fase diam dilapiskan pada support material tsb 4. Fase diam a. Volatilitas rendah b. Td minimal 100oC atau diatas suhu kolom c. Stabil scr termal d. Inert secara kimia e. Memiliki k’ dan α yg sesuai dgn solute yg dipisahkan f. Contohnya apiezon L, OV101 (dimetil silicon), OV3, OV17 (50% phenildimetil silicon), Desil 300, carbowax 20M (polyetilen glikol) 5. Detektor
Karakteristik detector sensitive, stabil, respon linier, suhu min dr suhu ruang sampe 400oC, mudah dan hasil dpt dipercaya a. FID (flame ionization)
Effluent keluar kolom campur hydrogen dan udara dibakar ion nya pnya arus listrik b. TCD (thermal conductivity)
Perubahan konduktivitas termal gas analat ada! c. SCD (sulfur chemiluminescence)
Reaksi sulfur dlm analat thd ozon. Luminescence = [sulfur] d. ECD (electron capture)
Penangkapan electron dr emitter analat arus turun e. AED (atomic emission)
Pengukuran spectra emisi molekul sampel

ASPEK KUALITATIF 1. Menentukan kemurnian senyawa organik klo ga murni nnti ada peak tmbahan 2. Efektivitas prosedur permunian zat 3. Identifikasi komponen dlm campuran tR

ASPEK KUANTITATIF 1. Pake volume retensi
VR = tRF
VM = tMF

V : Volume retensi t : Waktu retensi R untuk spesi yang ditahan, M untuk spesi yang tidak ditahan
F : Laju alir rata-rata volumetrik

2. α = KB KA
= tRB - tM tRA - tM

= (t’R)B (t’R)A

ELEKTROFORESIS
Adalah metode pemisahan berdasarkan laju migrasi pada suatu medan listrik PEMISAHAN FASE TUNGGAL
Dipengaruhi oleh : a. Jumlah dan keadaan gugus yg dpt diionkan b. pH lingkungan c. keberadaan ion lain
Teknik
1. single phase a. friksi molekuler b. elektrostatis 2. dual phase a. adsorpsi b. solubilitas c. pengikatan logan d. interaksi ionic
Frictional force (gaya gesek) F (gaya elektroforetik) > gaya gesek (fv) agar dpt bergerak

+
+
_

F = gaya elektroforetik = gaya listrik

Bergerak F>fv
Stesy state F=fv
Teori lapis ganda Helmholtz
Ion dalam larutan dikelilingi oleh ion yg berbeda muatan.

E = medan listrik (volt/cm) q = muatan bersih partikel f = koefisien hambatan massa bentuk
V = kecepatan molekul

Medan listrik F = f z e z koefisien hambatan
F jari-jari bentuk molekul
Contoh untukmolekul yang bulat
Hukum Stoke F’ = f = 6 R v Peralatan pertama kal Tiselius tidak ada pembentukan endapan pada elektroda elektrolisis tidak lengkap (elektroforesis)
Tehnik elektroforesis zona : 1. medium kertas a. selulosa biasa OH- pada kertas cenderung menyebabkan air pada buffer (medium) bermuatan positif efek osmosis menyebabkan pula molekul2 kecil yg memerlukan voltase tinggi efek panas buffer menguap mobilitas berubah efek difusi b. selulosa asetat
OH- nya diikat oleh asetat. Efek osmosis hilang, efek difusi masih ada. Sehingga diperbaiki dengan gel

2. gel a. alami ukuran tidak seragam. Efek difusi diatasi karena gel lebih kaku b. buatan poliakrilamida, agarosa jika [ ] tinggi ukuran pori kecil
Fungsi medium a. reseptor spot dari zat terlarut b. menyediakan jalur migrasi komponen
Sistem terdiri dari : a. medium b. buffer konduktor arus Jembatan konduksi antara 2 elektroda shg memungkinkan aliran medan listrik
Aplikasi contoh a. cara kering spot baru basahi spot bisa lebih kecil dan pekat b. cara basah basahi dlu baru spot jembatan konduksi sudah terbentuk
Faktor yg memperngaruhi pemisahan 1. voltase yg digunakan dan pengaruh termal 2. konsentrasi buffer jika [ ] buffer naik mobilitas ion turun konduktivitas naik pemanasan dan efek termal naik pemisahan tidak baik 3. pH buffer hati2 utk zat ampiprotik AA ketika mencapai PI akan netral dan tidak bermuatan 4. pengaruh elektrostatik perbedaan muatan karena beda zat 5. pengaruh difusi ketika ukuran besar, difusi lebih besar

ELEKTROFORESIS GEL DISKONTINU 1. dua konsentrasi gel a. stacking gel atas, pori2 lebih besar, poliakrilamida 5% b. separation gel bawah, pori2 lebih kecil, poliakrilamida 7,5% 2. terdapat 2 nilai buffer a. gel atas 6,7 b. gel bawaqh 8,9

PROSES PEMISAHAN

_
_
_
_

+
2
1

1
3
4
2
3
4

* SDS bereaksi dengan sisi hidrofobik protein dengan perbandingan teratur * Sehingga molekul protein akan membawa muatan yang berasal dari SDS, dengan ekor molekul protein yang mempunyai beragam BM * Sehingga dengan cara ini sampel akan mempunyai muatan yang sama tetapi BM nya berbeda. Dengan teknik ini kita dapat memisahkan protein berdasarkan BM ~ massa dari protein * besar jalur migrasi pendek * kecil jalur migrasi panjang

Jarak migrasi

Log BM

KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

Prinsip pemisahan
Fase gerak cairan
Fase diam cair/ padat

Berbeda karena: 1. Sensitive tinggi 2. Analisis kuantitatifnya akurat 3. Hasil pemisahannya baik

Tehnik pemisahan yg mendasari HPLC 1. Partisi
Berdasarkan distribusi analat dalam fase diam dan fase gerak a. Normal phase
Fase diam polar
Fase gerak non b. Reverse phase
Kebalikannya aja dr yg diatas ^^

2. Adsorbsi
Berdasarkan keterjerapan analat dalam fase diam. Biasanya fase diam nya alumina/ silica

3. Pertukaran ion
Co/ Asam amino, anion, kation sampel hrus bisa mengion.
Fase diamnya resin penukar ion/ kation

4. Size exclusion
Dikenal dgn permeasi/ filtrasi gel, yaitu misahin berdasarkan ukuran. Yg keluar duluan yg gede, karena ga terjerap di gel nya.

Instrumentasi
Fase gerak yg berupa cairan ada dalam botol2 reservoir, yang harus selalu penuh dan di selangnya ga boleh keisi udara, karena kalo ada udara akan merusak pompa.
Fase gerak tsb kemudian disedot dengan pompa, lalu dialirkan ke pulse dump/ degasser untuk menghilangkan gas2 terlarut dalam cairan.
Setelah itu dialirkan menuju filter untuk disaring, masuk ke dalam kolom untuk melakukan pemisahan, dan hasil peak nya dibaca di detector.

Reservoir
Dilengkapi dengan degasser untuk menghilangkan gas terlarut. Gas perlu dihilangkan agar tidak membentuk gelembung pada kolom, tdk menyebabkan pelebaran kurva, dan tidak menganggu detector.

Fase gerak 1. Elusi isokratik 1 jenis eluen 2. Elusi gradient ada komposisi eluen dgn berbagai kepolaran, dan perbandingan tertentu memperbaiki efisiensi pemisahan
Pompa
Syarat : 1. Tekanan tinggi 2. Output tekanan bebas pulsa 3. Laju alir antara 0,1-10 mL/detik 4. Kontrol laju alir dan reproduktabilitas baik 5. Tahan korosi

Jenis pompa: 1. Resiprok gerakan maju mundur piston
Keuntungan : tekanan tinggi, bisa dipake utk elusi gradient, laju alir konstan
Kekurangan : aliran memiliki pulsa 2. Displacement pump kayak syringe besar (ada chamber dan penyedotnya)
Keuntungan : aliran bebas dr viskositas eluen 3. Pneumatic pump/ pompa angin
Keuntungan: bebas dr pengaruh viskositas eluen
Kerugian : ga bisa utk elusi gradient, tekanan kurang dr 2000psi

Sistem injeksi sampel
Awalnya diinjeksikan dgn syringe melalui septum elastomeric reproduktabilitasnya buruk! digunakan sistem loop.

Kolom 1. Kolom kemas 2. Kolom kapiler 3. Kolom preparative
Guard kolom utk menyingkirkan kontaminan dlm eluen dan matriks sampel yg tdk sesuai dgn kolom. Bertujuan utk memperpanjang umur kolom.
Thermostat kolom menjaga suhu operasi kolom

Detector
Syarat:
1. Sensitive 2. Stabil 3. Respon linier 4. Respon cepat dan terbebas dr laju alir 5. Mudah, hasil dpt dipercaya

Tipe detector: 1. Bulk property detector respon thd sifat dr fase gerak (indeks refraktif, konstanta dielektrik, dan densitas) 2. Solute property detector respon thd sifat analat (absorbansi, fluorescence)

Contoh detector: 1. Detector absorbansi a. UV berfilter dilengkapi filter panjang gelombang b. UV bermonokromator Ada gratting c. IR 2. Detector fluoresen 3. Indeks refraktif 4. Elektrokimia Amperometri, polarografi, kolorimetri, dan konduktometri 5. Spektroskopi massa (MS)
Ratio masa thd muatan suatu ion. Ketika senyawa ditembakkan dan berubah menjadi ion, lalu dipilah berdasarkan BM nya, dan akan menghasilkan spectrum pada detector.

Perkembangan metode analisis * Utk memperbaiki efisiensi kolom a. Memperpanjang ukuran kolom b. Mengurangi partikel pengisi kolom (H diperkecil) c. Mengoptimalkan laju alir fase gerak

Tandem HPLC dengan MS
Karena info dari detector UV kurang akurat/ terbatas, senyawa nya juga yg bisa didetect sederhana tehnik spektrometri yg melakukan scanning cepat dan akurat thd molekul yg dipisahkan spektrometri massa

Klo GC-MS kan mudah karena fase geraknya gas, lah kalo di HPLC kan cairan, trus gimana? digunakan kolom kapiler shg fase gerak yg masuk ke dalam sumber ion sedikit.

Fase gerak masuk ke kolom interface (suhu naik) diuapkan analat nya diionisasi diukur di detector
*fase geraknya harus mudah disingkirkan di interface dan stabil thd suhu agar tdk bereaksi dgn komponen.

Sumber ion 1. Elektron impact (EI)
Dihasilkan filament panas bereaksi dgn molekul analat ion analat yg tdk stabil dipisahkan di spektrometri massa 2. Chemical ionization (CI)
Digunakan gas (metana/ isobutana) ion gas menyerang molekul 3. Field ionization (FI)
Ionisasi pd daerah tsb.

Interface pada HPLC 1. Moving belt 2. Thermospray 3. Atmospheric pressure ionization 4. Electrospray 5. Particle beam

Aspek kualitatif 1. Digunakan utk menentukan kemurnian suatu zat. Biasanya kalo ga murni ada peak tambahan. 2. Mengukur efektivitas pemurnian zat 3. Identifikasi komponen dalam campuran dgn tR
Aspek kuantitatif 1. Extra column band broadening
Pelebaran kurva karena perbedaan laju alir antara bagian tengah dgn yg deket dinding kolom 2. Efisiensi kolom
Diameter dikurangi, ukuran partikel fase diam perlu dikecilkan tinggi pelat teoritis makin kecil (H) jumlah pelat nya makin banyak, laju alirnya makin tinggi KECE PARAH! :3
N = 3500 L / dp

N = jmlh pelat teoritis
L = panjang kolom (cm) dp = diameter partikel fase diam (micrometer)

3. Resolusi komponen
Menggambarkan keterpisahan dua buah puncak.

4. Faktor kapasitas

K’ = 1-5 jika k<1 maka elusi terlalu cepat. K>1 elusi telalu lambat

5. Faktor selektivitas

ELETROFORESIS KAPILER
Merupakan gabungan GC dan elektroforesis

Penjelasan: 1. Komponen dalam campuran ada di tabung kapiler (yg warna biru terang), ada potensial DC juga yg ngalir sepanjang tabungnya. 2. Molekulnya gerak, dimana ukuran, muatan, dan bentuk molekul analat yg kita pisahin berpengaruh thd mobilitas elektroforetik 3. Kolom kapiler nya itu silica, yg permukaannya bermuatan negative efek elektroosmotik

Karena silica negative, maka molekul2 analat yg paling cepet terpisah itu yang positif. Kenapa? Karena kan molekul positifnya udah berikatan tuh, nah kalo berdasarkan prinsip double layer Helmholtz, molekul positif yg udah nutupin silica, harusnya iketan lg sama yg negative (dr analat), makanya molekul negative ketahan lebih lama, dan molekul positif keluar lebih cepet.
Misal nih, kita punya muatan -1, -2, 0, +1, +2, maka yang akan keluar duluan itu +2, +1, o, -1, baru terakhir -2. 4. Sistem injeksi disini ada 2, yaitu: a. Injeksi hidrodinamik bantuan tekanan
Volume injeksi
PENTING NIH! Biasanya keluar di soal. Hehe :3
Volume sampel yg diinjeksikan pd sistem hidrodinamik dihitung dengan cara :

Dimana
ΔP adalah perbedaan tekanan (Pa) d adalah diameter kapiler bagian dalam (m) t adalah waktu menggunakan (det) η adalah viskositas buffer (kg m–1s–1),
L panjang tabung kapiler. The fact (m)
103 merupakan faktor konfersi m3 ke liter. b. Injeksi elektrokinetik bantuan arus listrik
Mol solute yg diinjeksikan pada sistem elektrokinetik

Dimana
C adalah konsentrasi solut t adalah waktu medan listrik diaplikasikan r adalah jari-jari kapiler µep adalah mobilitas elektroforetik solut µeof adalah mobilitas elektroosmotik
E adalah medan listrk yang digunakan
Kbuf adalah konduktivitas buffer.

5.

Digambar yg diatas, ada 3 istilah yg ada:
*µeof : mobilitas Elektroosmotik (EOF) yang bertambah secara vektorial efek elektroosmotik, jadi gerakan molekul analat karena kolom kapiler silica.

*µep: mobilitas analat atau mobilitas elektroforetik (EMF) ini gerakan selalu kearah katoda. Kenapa? Gue jg gtw -_______-a

*µeap: mobilitas aktual= µep + µeof ini gerak actual. Kasarnya nih, kalo gue punya 2 molekul berbeda muatan. Misal:
a. -3 gerakan µeof dia akan berkebalikan dengan arah µep nya.

Karena kan dia (-), maka keluar lebih lama dibanding yang (+) jadi µeap nya dia akan lebih kecil, karena kepake dulu utk saling tarik menarik. *kalo ga ngeh dateng pas belajar bareng aja

b. +2 gerakan µeof dia akan searah dengan arah µep nya.

Karena kan dia (+), maka keluar lebih cepet jadi µeap nya dia akan lebih besar, karena gak kepake dulu utk saling tarik menarik.

Kalo bingung coba liat gambar ini

*gambar yg diatas itu menunjukkan perbedaan arah/ kesamaan arahnya
*gambar yg kedua itu kayak ngasih tau selisihnya. Yg (+) lebih panjang, artinya nyampe detector lbh cepet dibanding yg (-).

6. Intinya ngomongin yg poin 5 adalah?
Elektroforesis itu bisa misahin muatan (+), (-), dan netral dalam 1 kali injeksi. Dimana analisisnya bisa dibantu sama marker (penanda) yg netral.
Syarat marker:
a. inert thd dinding kapiler, buffer, dan molekul cnth
b. cnth marker: aseton, metanol

7. Parameter identifikasi
Analisis kualitatif: Waktu migrasi (tM atau Mt) tM = L L= panjang tabung kapiler v tot v tot = mobilitas total = (µep + µeof) x E E = medan listrik

tM = l L L= panjang tabung kapiler µep V l = panjang kapiler efektif V = Tegangan listrik

Catatan: jangan tertukar v (mobilitas) dengan V (tegangan)

Analisis kuantitatif luas are dibawah kurva

a. Efisiensi

D= koefisien difusi

b. Selektifitas

c. Resolusi

HPCE (elektroforesis kapiler kinerja tinggi) 1. Konsentrasi sampel rendah 2. Kurva berkitan dgn difusi elektromigrasi 3. Ditentukan kecepatan gerak partikel
Kelebihannya efek termal bisa diatasi dgn : a. Mengurangi diameter kapiler b. Mengurangi kuat medan listrik c. Mengubah komposisi buffer yg lbh rendah d. Gunakan sistem kontrol suhu yg efisien
*problem alat kalor menyebabkan interaksi analat dan dinding kapiler meningkat Turbulensi lokal dsorbsi analat pd dinding kapiler kurva melebar
Utk mengurangi interaksi: EMF dikurangi a. Gunakan buffer ph ekstrem, konsentrasi tinggi b. +addtictive surfaktan, garam alkali, etilen glikol, dll c. Kapiler dilapisi

CGE (ELEKTROFORESIS KAPILER GEL)
-Tabung kapilernya diisi gel polimer
-biasanya dilakukan jika solute yg berbeda memiliki mobilitas elektroforetik yg sama
-contoh fragmen DNA dengan panjang berbeda memiliki ratio muatan dan ukuran yg sama. Kalo pake CE susah, jadi pake CGE lebih mudah berdasarkan bobot molekul.

ALHAMDULILLAH :3
SEMANGAT UAS ITP 48
FIGHT FOR A!!!

-Amalia Khoirun Nisa-
F24110096

Similar Documents

Premium Essay

111111

...Lenovo Group Limited is the world's fourth largest personal computer manufacturer after Hewlett-Packard and Dell of the U.S. and Acer of Taiwan.In 2005, it purchased IBM's PC division. Lenovo produces desktops, laptops, servers, handheld computers, imaging equipment, and mobile phone handsets. Lenovo also provides information technology integration and support services, and its QDI unit offers contract manufacturing. Its executive headquarters are located in Beijing, China and in Morrisville, North Carolina, USA. It is incorporated in Hong Kong. Lenovo makes a variety of products for world wide sale.These products include: Lenovo ThinkCentre desktops Lenovo ThinkPad laptops and tablets Lenovo ThinkStation workstations Lenovo ThinkServer servers IdeaCentre desktops IdeaPad consumer-oriented laptops Lenovo 3000 J Series desktops Lenovo 3000 C, N, and V Series laptops LCD and CRT monitors ThinkVision projectors and monitors An agreement allows Lenovo to sell IBM-branded desktops and laptops until 2010. Ownership As of October 31, 2008, 50.4% of Lenovo is owned by public shareholders, 42.3% by Legend Holdings Limited...

Words: 2180 - Pages: 9

Free Essay

111111

...|家具名称 |配方 |等级 | |黑麻垂曼帘 |普通木材类 |普通布料类 |印染工艺 |10级 | |桦木圆桌 |普通木材类 |普通手艺 |  |10级 | |桦木立柜 |普通木材类 |普通木材类 |普通手艺 |15级 | |草编地毯 |闲杂材料一 |普通手艺 |灵巧手艺 |15级 | |漆花竹凳 |普通木材类 |印花工艺 |普通手艺 |20级 | |榛木床 |普通木材类 |普通木材类 |普通木材类 |20级 | |印花屏风 |普通木材类 |普通布料类 |印花工艺 |25级 | |文竹 |闲杂材料一 |闲杂材料二 |陶瓷类 |25级 | |君子兰 |装饰工艺 |闲杂材料三 |陶瓷类 |30级 | |蝴蝶兰 |普通木材类 |闲杂材料三 |陶瓷类 |30级 | |水仙 |装饰工艺 |闲杂材料一 |陶瓷类 |35级 | |仙人掌 |闲杂材料二 |闲杂材料三 |陶瓷类 |35级 | |银烛台 |普通金属类 |装饰工艺 |普通手艺 |40级 | |玉瓷画瓶 |灵巧手艺 |陶瓷类 |   |40级 | |踏春图 |绘画工艺 |普通手艺 |   |45级 | |漆花地板 |普通木材类 |印花工艺 |闲杂材料一 |45级 |   二级家具配方 |家具名称 |配方 ...

Words: 286 - Pages: 2

Free Essay

111111

...4/10/2012 APPLIED MICRO – PART 2 ECON 215/BBA 204, 4 October 2012 Introduction to Part 2 • Different approach • Build on theories used in first half • Less theory – more specific applications in lectures • Look at how far economics can take us • Economic approach v. political, ethical decisions • Can we really separate the economic from the political? • Continue with focus on incentives • But look more at how they are constructed (how markets themselves are  constructed) 1 4/10/2012 Construction of markets • Free markets operate within institutional boundaries • E.g. child labour – developed countries have legislated against it • Another e.g. – slavery: we now take it for granted that you cannot trade in  humans • What is considered ‘state intervention’  in one place is not in another. • What is market failure then? • When a market does not work in the way expected of an ideal market • In some schools of economic thought an ideal market is perfectly competitive • Others  might think ‘market failure’ is generation of high levels of income  inequality – • not a market failure in neo‐classical econ, because income inequality is a given • Important, therefore, to understand that the ideal market is politically  determined.  • It can only be defined with reference to the existing institutional structure • Institutions both influence individuals’ perceptions of their  interests/utility and constrain the choices available to them. ...

Words: 459 - Pages: 2

Free Essay

111111

...Релятивизм - философский принцип интерпретации природных, социокультурных, мировоззренческих, когнитивных объектов в их отношении друг к другу и к окружению. Абсолютизм - методологический подход в межкультурных исследованиях, характеризующийся абсолютизацией сходства между культурами Универсализм – методологический подход в межкультурных исследованиях, основной постулат которого − культуры равные, внешне разные, но в основе одинаковые. Этноцентризм − склонность этнических групп воспринимать и оценивать окружающий мир, явления и процессы в нем сквозь призму традиций и норм собственной группы, которые считаются эталоном. Этический подход − подход исследователя, занимающего позицию внешнего наблюдателя. симпатия, Эмический подход – подход в изучении явлений, при котором исследователь рассматривает любые элементы культуры с точки зрения непосредственного участника, т.е. изнутри системы. Эмпатия − возможность испытывать разные ощущения в процессе коммуникации на основе своих представлений о потребностях другого человека. стратегии редукции неуверенности, Теория адаптации – теория, описывающая приспособление индивида к новой среде (Я. Ким), которое проходит по схеме «два шага вперед, один назад». Биографической рефлексии метод − осмысление своей биографии с целью выяснения собственной идентичности и форм ее проявления в повседневной жизни. Наблюдение – метод целенаправленной и систематической фиксация явлений (сплошное и выборочное, включенное и невключенное, контролируемое...

Words: 749 - Pages: 3

Premium Essay

111111

...Energy & Resources Accounting for Emission Rights Introduction Accounting for greenhouse gas emissions remains a challenge, and market participants continue to wait for clear guidance from accounting standards setters. Formative efforts on the part of those standards setters have proven unsuccessful. The International Financial Reporting Interpretations Committee (“IFRIC”) initially took on this task, and issued IFRIC 3, Emission Rights. Unfortunately, considerable pressure from both the business community and European politicians, who objected to the financial statement consequences of applying that interpretation, led to its withdrawal by the International Accounting Standards Board (“IASB”) within a year of its issuance. In the US, the Emerging Issues Task Force (“EITF”) also attempted to address the related accounting issues in EITF Issue 03-14, Participants’ Accounting for Emissions Allowances under a “Cap and Trade” Program. However, it was never finalized, and ultimately removed from the EITF’s agenda. More recently, organizations have been advised of informal views from both the Financial Accounting Standards Board (“FASB”) and the Securities and Exchange Commission (“SEC”) on the appropriate accounting for emissions allowances held, especially since EITF 03-14 was tabled. As a consequence, many companies remain confused about the appropriate accounting treatments under both International Financial Reporting Standards (“IFRS”) and generally accepted accounting principles...

Words: 4828 - Pages: 20

Free Essay

111111

...CERTIFICATE IN FOUNDATION STUDIES CRITICAL THINKING (Intake 8) Assessment 1 (30%) Read the article below and respond to the questions below: You are allowed to search for related articles on this issue and respond to the questions below: NUS to decide on student sex blogger in a week's time By Dylan Loh | Posted: 31 October 2012 2011 hrs Source: http://www.channelnewsasia.com/stories/singaporelocalnews/view/1234575/1/.html SINGAPORE: The NUS will decide in a week's time whether to take any disciplinary action against a student for posting explicit videos and pictures of himself and his girlfriend online. Law student Alvin Tan, who met representatives of the National University of Singapore (NUS) on Wednesday, said he is worried about the possible consequences of his actions, including expulsion. He is currently on a leave of absence from the university, and intends to return to his studies in January, if allowed to. He apologized to the varsity's disciplinary board for affecting the school's reputation as a result of what he did. The media were not allowed to observe the NUS disciplinary proceedings. The board conducting the proceedings was made up of five members - three of them senior academics and two student leaders. Mr. Tan said: "I'm not sure what sort of action they would mete out. I really have no idea. There was not a single bit of the discussion that was directed towards that. I felt it was more like an interview to just get to know me as...

Words: 793 - Pages: 4

Premium Essay

111111

...Types The two primary forms of communication are one-way communication and two-way communication. One-way communication in business is when the business sends out a message to its customers or employees, but doesnâ??t accept responses from the customers or employees. One-way communication is important because it allows the business to share information with the customers who can benefit from the companyâ??s products or services. One of the most common forms of one-way communications in business is advertising, such as print ads in newspapers and magazines on billboards are examples. Two-way communication occurs when customers can also respond to the company in business communication. Social media marketing is a form of two-way communication has gained in popularity because it not only allows businesses to communicate with its prospects and customers, but it also allows the prospects and customers to respond. Effects When communication lines are open between a business and its customers, it can directly affect the sales of the business. When a business effectively communicates to prospects and customers how its products and services can benefit them, it converts prospects into customers. Good communication ultimately boosts the bottom line of a business. Related Reading: The Importance of the Grapevine in Internal Business Communications Identification Good communication can take on several different forms. The three primary forms of communication are verbal, written...

Words: 613 - Pages: 3

Free Essay

111111

...ՀՀ ԿՐԹՈՒԹՅԱՆ ԵՎ ԳԻՏՈՒԹՅԱՆ ՆԱԽԱՐԱՐՈՒԹՅՈՒՆ ՀԱՅԱՍՏԱՆԻ ՊԵՏԱԿԱՆ ԱԳՐԱՐԱՅԻՆ ՀԱՄԱԼՍԱՐԱՆ ՀԱՅՈՑ ՊԱՏՄՈՒԹՅԱՆ ԵՎ ՓԻԼԻՍՈՓԱՅՈՒԹՅԱՆ ԱՄԲԻՈՆ Ա.Ա.ԳԵՎՈՐԳՅԱՆ ԳԻՏՈՒԹՅԱՆ ՓԻԼԻՍՈՓԱՅՈՒԹՅՈՒՆ ԴԱՍԱԽՈՍՈՒԹՅՈՒՆՆԵՐԻ ՏԵՔՍՏԵՐ ԵՐԵՎԱՆ ՀՊԱՀ 2012 ՀՏԴ 001։1/14 (042.4) ԳՄԴ 72+87.3 ց7 Գ 479 Հաստատված է Հայաստանի պետական ագրարային համալսարանի գիտական խորհրդի կողմից ԳՐԱԽՈՍՆԵՐ՝ փ.գ.թ., դոցենտ Ա.Բաբաջանյան փ.գ.թ., դոցենտ Մ.Դեմիրճյան փ.գ.թ., դոցենտ Ա.Սարգսյան փ.գ.թ., դոցենտ Դ.Մոսինյան ԽՄԲԱԳԻՐ ՝ Ա.Կուրղինյան ԳԵՎՈՐԳՅԱՆ Ա.Ա. Գ 479 Գիտության փիլիսոփայություն։ Դասախոսությունների տեքստեր / Ա.Գևորգյան։ ՀՀ կրթ. և գիտ. նախարարություն.- Եր. ՀՊԱՀ, 2012.-98 էջ Ձեռնարկը նախատեսված է մագիստրատուրայի բոլոր մասնագիտությունների համար։ ՀՏԴ 001։ 1/14 (042.4) ԳՄԴ 72+87.3 ց7 ISBN 978-54-546-2 © Ա.Ա.Գևորգյան, 2012 © Հայաստանի պետական ագրարային համալսարան, 2012 Դասախոսություն I Ներածություն Ժամանակակից հասարակության կենսակերպը, համեմատելով 500, 300 կամ նույնիսկ 100 տարի գոյություն ունեցած հասարակական կենսաձևերի հետ, կտեսնենք, որ այն անասելի փոփոխություններ է կրել։ Հետադարձ հայացք նետելով մեր անցյալի վրա` վստահ կարող ենք ասել, որ հոգևոր մշակույթի ոչ մի ոլորտ, ոչ մի տարր այնքան էական ու դինամիկ ազդեցություն չի ունեցել հասարակական կենսոլորտի վերոհիշյալ ձևափոխությունների վրա, ինչպիսին որ ունեցել և ունի գիտությունը։ Ընդ որում` ոչ միայն մեզ շրջապատող իրերի առումով, այլ նաև մեր...

Words: 20143 - Pages: 81

Free Essay

111 1111 1111

...11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 11111111 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111 11111 1111111 111111 1111111 111111 1111111 1 1111 11111111 111 11111...

Words: 406 - Pages: 2

Free Essay

How to Calculate Subnets

...126 128 – 191 129 - 190 Broadcast 192 – 255 Address Borrow 3 bits S S S H H H H H # of subnets = 23 = 8 Subnet mask = 3 bits = 128 + 64 + 32 = 224 Range of hosts = 25 = 32 Range 0 – 31 32 – 63 64 – 95 96 – 127 128 – 159 160 – 191 192 – 223 224 – 255 Useable Range 33 - 62 65 - 94 97 -126 129 -158 161 -190 193 -222 Network ID Broadcast Address ©1999 Dan Foss How to Calculate Subnets Decimal/Binary Subnet Ranges Borrow 2 bits S S H H H H H H # of subnets = 22 = 4 = 00000100 Subnet mask = 2 bits = 128 + 64 = 192 = 11000000 Range of hosts = 26 = 64 = 01000000 [Range ……………………………] [Useable Range …………………...] Network ID 0 – 63 00 000000 – 00 111111 64 – 127 01 000000 – 01 111111 65 - 126 01 000001 – 01 111110 128 – 191 10 000000 – 10 111111 129 – 190 10 000001 – 10 111110 Broadcast 192 – 255 11 000000 – 11 111111 Address Borrow 3 bits S S S H H H H H # of subnets = 23 = 8 Subnet mask = 3 bits = 128 + 64 + 32 = 224 = 11100000 Range of hosts = 25 = 32 = 00100000 [Range ……………………………] Network ID 0 – 31 000 00000 – 000 11111 32 – 63 001 00000 – 001 11111 64 – 95 010 00000 – 010 11111 96 – 127 011 00000 – 011 11111 128 – 159 100 00000 – 100 11111 160 – 191 101 00000 – 101 11111 192 – 223 110 00000 – 110 11111 Broadcast 224 – 255 111 00000 – 111 11111 Address [Useable Range …………………...] 33 – 62 65 – 94 97 – 126 129 – 158 161 – 190 193 – 222 001 00001 – 001 11110 010 00001 – 010 11110 011 00001 – 011 11110 100 00001 – 100 11110 101 00001 – 101 11110 110 00001 – 110 11110 ...

Words: 942 - Pages: 4

Free Essay

Intro to Programming Concepts

...UML Book | -ISBN-Author-Title-Price | +over$50( ) | TextBook | -Grade | +GradeRange3to6( ) | PictureBook | -Age | +AgeRange3to4( ) | Book Class START setBook(inISBN, inAuthor, inTitle, inPrice) ISBN= inISBN Aurthor= inAuthor Title= inTitle Price= inPrice END START Over$50 validatePrice(validInput) IF validInput AND Price > 50.00 THEN Print ISBN, Author, Title, Price ENDIF END START validatePrice validate=true IF Price Not numeric THEN validInput=false Display ‘Invalid Price’, Price ENDIF END Book Driver Algorithm START testBook Create Book 1 as new Book( ) inISBN= 111111 inAuthor= ‘Test Aurthor’ inTitle= ‘Test Title’ inPrice= 55.99 Book 1.setBook(inISBN, inAuthor, intitle, inPrice) Book1.Over$50( ) END START TextBook class setTextBook(inISBN, inAuthor, inTitle, inPrice, inGrade) ISBN= inISBN Aurthor= inAurthor Title= inTitle Price= inPrice Grade=inGrade END START GradeRange3to6 validateGrade(validate) IF validInput AND Grade < 6 AND > 3 THEN Print ISBN, Author, Title, Price, Grade ENDIF END Textbook Driver Algorithm START testTextBook Create TectBook 1 as new TextBook( ) inISBN= 222222 inAuthor=’Test2 Aurthor’ inTitle=’Test2 Title’ inPrice=35...

Words: 1298 - Pages: 6

Premium Essay

Bollywood

...19 remainder 1. The reminder tells you the day. Sunday 0 Monday 1 Tuesday 2 Wednesday 3 Thursday 4 Friday 5 Saturday 6 Answer: Monday Sequential Inputs of numbers with 8 1 x 8 + 1 = 9 12 x 8 + 2 = 98 123 x 8 + 3 = 987 1234 x 8 + 4 = 9876 12345 x 8 + 5 = 98765 123456 x 8 + 6 = 987654 1234567 x 8 + 7 = 9876543 12345678 x 8 + 8 = 98765432 123456789 x 8 + 9 = 987654321 Sequential 1's with 9 1 x 9 + 2 = 11 12 x 9 + 3 = 111 123 x 9 + 4 = 1111 1234 x 9 + 5 = 11111 12345 x 9 + 6 = 111111 123456 x 9 + 7 = 1111111 1234567 x 9 + 8 = 11111111 12345678 x 9 + 9 = 111111111 123456789 x 9 + 10 = 1111111111 Sequential 8's with 9 9 x 9 + 7 = 88 98 x 9 + 6 = 888 987 x 9 + 5 = 8888 9876 x 9 + 4 = 88888 98765 x 9 + 3 = 888888 987654 x 9 + 2 = 8888888 9876543 x 9 + 1 = 88888888 98765432 x 9 + 0 = 888888888 Numeric Palindrome with 1's 1 x 1 = 1 11 x 11 = 121 111 x 111 = 12321 1111 x 1111 = 1234321 11111 x 11111 = 123454321 111111 x 111111 = 12345654321 1111111 x 1111111 = 1234567654321 11111111 x 11111111 = 123456787654321 111111111 x 111111111 = 12345678987654321...

Words: 991 - Pages: 4

Premium Essay

Statistics

...+Pelican Stores 111 Pelican Road Pelican, Texas 111111 Phone: 111-111-1111 Fax: 111-111-1112 E-Mail: pelican@pelican.com Web: pelican1.com Managerial Report Group 9 Aroloye, Tinuade Knudson, Jason 02/05/12 +Pelican Stores Managerial Report 2 Introduction Based on a sample of 100 customers for Pelican Stores Net sales for the period, find below detailed sales analysis. Credit Card Payments As shown in table 1 below, it appears Proprietary card is the method of payment mostly used by customers followed by Master card, Visa, Discover and American Express. Method of Payment American Express Discover MasterCard Proprietary Card Visa Grand Total Frequency 2 4 14 70 10 100 Table 1. Relative Frequency 0.02 0.04 0.14 0.7 0.1 1 Demographics Breakdown Grouping customers on the basis of marital status and gender as shown on Table 2, it seems that Pelican stores have more married customers than single customers. Of those married customers, the majority of them are female. It appears the relevant frequency for married females and everyone else is 80% and 20% respectively. Also it seems married customers spend more money on purchases at the store more than single customers, average spend by married and singles appears to be $78.03 and $75.35 respectively (Table 6 on page 5). Pie Chart of Genders with Marital Status 4% 3% Married Female 13% Married Male Single Female 80% Single Male +Pelican Stores Managerial Report 3 Data on Regular Customer Table 3 is a...

Words: 753 - Pages: 4

Free Essay

Checkpoints

...PLFS: A Checkpoint Filesystem for Parallel Applications John Bent∗† Garth Gibson‡ Gary Grider∗ Ben McClelland∗ , , , , Paul Nowoczynski§ James Nunez∗ Milo Polte† Meghan Wingate∗ , , , ABSTRACT Categories and Subject Descriptors D.4.3 [Operating Systems]: File Systems ManagementFile organization General Terms Performance, Design Keywords High performance computing, parallel computing, checkpointing, parallel file systems and IO ∗ LANL Technical Information Release: 09-02117 Los Alamos National Laboratory ‡ Carnegie Mellon University § Pittsburgh Supercomputing Center † (c) 2009 Association for Computing Machinery. ACM acknowledges that this contribution was authored or co-authored by a contractor or affiliate of the U.S. Government. As such, the Government retains a nonexclusive, royalty-free right to publish or reproduce this article, or to allow others to do so, for Government purposes only. SC09 November 14–20, Portland, Oregon, USA. Copyright 2009 ACM 978-1-60558-744-8/09/11 ...$10.00. 100 Speedup (X) Parallel applications running across thousands of processors must protect themselves from inevitable system failures. Many applications insulate themselves from failures by checkpointing. For many applications, checkpointing into a shared single file is most convenient. With such an approach, the size of writes are often small and not aligned with file system boundaries. Unfortunately for these applications, this preferred data...

Words: 12373 - Pages: 50

Free Essay

Protocols

...4.7 NETWORK LAYER PROTOCOLS • IP (Internet Protocol) • ICMP (Internet Control Message Protocol) • ARP (Address Resolution Protocol) • RARP (Reverse Address Resolution Protocol) 4.7.1 The IP PROTOCOL • IP represents the heart of the Internet Protocol suite • Provides the main service of the layer: data transmission in connectionless mode – datagram IP Header Format IP Header Format (Including user data, this makes an IP packet) IP Header fields: • Version - Indicates the version of IP currently used (now 4); • IP Header Length - Indicates the datagram header length in 32-bit words (value = 5); • Type-of-service - Specifies how a particular upper-layer protocol would like the current datagram to be handled. Datagrams can be assigned various levels of importance through this field; • Total length - Specifies the length of the entire IP packet, including data and header, in bytes. • Identification - Contains an integer that identifies the current datagram (sequence number). This field is used for re-assembling the datagram fragments; • Flags - A 3-bit field for fragmentation control:  000 - last fragment;  001 - not last fragment;  010 - the fragmentation not allowed. • Fragment offset - measured in double-words (offset from main datagram); • Time-to-live - Maintains a counter that gradually decrements down to zero, at which point the datagram is discarded. This keeps packets from looping endlessly; • Protocol - Indicates which upper-layer...

Words: 1379 - Pages: 6