Free Essay

Docx

In:

Submitted By nellawulandari
Words 3152
Pages 13
PROSES PENELITIAN Pengamatan Bidang Masalah yang Luas, Pengumpulan Data Awal, Definisi Masalah

PROSES PENELITIAN UNTUK PENELITIAN TERAPAN DAN DASAR
Penyelidikan ilmiah dalam metode hipotesis-deduktif dapat dibahas terkait dengan dua aspeknya yang berbeda--proses (process) menyusun kerangka konseptual dan hipotesis untuk pengujian, dan desain (design), yang meliputi perencanaan studi aktual, berurusan dengan aspek tertentu seperti lokasi studi, pemilihan sampel, serta pengumpulan dan analisis data.

PENGAMATAN TERHADAP BIDANG MASALAH YANG LUAS
Identifikasi bidang masalah yang luas melalui proses pengamatan dan fokus pada situasi yang dibahas. Bidang masalah yang luas mengacu pada seluruh situasi dimana seseorang melihat sebuah kemungkinan dalam konteks organisasi yang perlu diselesaikan.
Contoh bidang masalah luas yang bisa diamati yaitu volume penjualan sebuah produk, pengendalian persediaan atau program pelatihan yang tidak efektif. Bidang masalah yang luas bisa dipersempit menjadi lebih spesifik dengan pengumpulan sejumlah data awal pendahuluan, baik melalui wawancara maupun penelitian literatur

PENGUMPULAN DATA AWAL
Melalui wawancara yang tidak terstruktur, wawancara terstruktur dan penelitian perpustakaan akan mambantu peneliti untuk mendefinisikan masalah secara lebih spesifik dan menyusun teori, menguraikan variabel-variabel yang mungkin berpengaruh. Sifat informasi yang diperlukan oleh peneliti untuk tujuan tersebut dapat diklassifikasikan secara luas kedalam tiga bagian :
Informasi latar belakang mengenai organisasi, yaitu faktor kontekstual
Filosofi manajemen, kebijakan perusahaan, dan aspek struktural lainnya.
Persepsi, sikap, dan respons perilaku dari anggota organisasi dan sistem klien (sejauh dapat diterapkan). informasi-informasi tersebut dapat diperoleh dari publikasi dokumen yang tersedia, situs web perusahaan, arsip perusahaan dan sumver lainnya. Data yang diperoleh melalui sumber yang telah ada dan tidak perlu dikumpulkan sendiri oleh peneliti disebut data sekunder. Sedangkan data yang dikumpulkan untuk penelitian dari tempat aktual terjadinya peristiwa melalui pengamatan atau penyebaran kuisioner disebut data primer.

Proses pengumpulan data awal yang diperoleh dari wawancara kepada responden baik dengan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur akan memberi pewawancara gagasan yang baik mengenai dinamika yang berlaku dalam sistem. Langkah selanjutnya setelah wawancara adalah menabulasi berbagai jenis informasi yang telah diperoleh selama wawancara dan menentukan bila ada pola dalam respon yang dapat dilihat.
Dari tabulasi yang menunjukkan variabel tertentu bagi peneliti maka langkah berikutnya, yaitu melakukan survei literatur yang merupakan satu cara untuk meringkaskan data sekunder dan adalah langkah penting dalam proses penelitian untuk mendefinisikan masalah penelitian. Survei literatur merupakan dokumentasi dari tinjauan menyeluruh terhadap karya publikasi dan nonpublikasi dari sumber sekunder dalam bidang minat khusus bagi peneliti.
Langkah pertama dalam proses tersebut meliputi pengidentifikasian berbagai bahan publikasi dan nonpublikasi yang relevan. Langkah kedua adalah pengumpulan informasi relevan baik melalui pencarian diperpustakaan maupun aksesnya ke sumber online. Langkah ketiga adalah menulis tinjauan literatur.

DEFINISI MASALAH
Setelah memperoleh data awal dari wawancara dan tinjauan literatur, proses selanjutnya adalah mempersempit masalah dari dasar yang semula luas dan menekan persoalan dengan lebih jelas. Definisi masalah adalah pernyataan dari pertanyaan yang jelas, tepat dan ringkas atau persoalan yang diinvestigasi untuk menemukan jawaban, atau solusi. Contoh masalah yang didefinisikan dengan baik adalah seberapa besar pengaruh harga dan kualitas pada penilaian konsumen terhadap produk?
Ringkasnya, permasalahan penelitian merupakan dasar mengapa penelitian dilakukan, dituangkan dalam latar belakang penelitian, dan latar belakangnya dimulai dari hal yang bersifat umum kemudian mengerucut ke permasalahan yang lebih spesifik. Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda. Rumusan masalah hendaknya dapat mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih dan dinyatakan dalam kalimat tanya.

BAB 5 : PROSES PENELITIAN
Kerangka Teoritis dan Penyusunan Hipotesis

KERANGKA TEORETIS
Kerangka teoritis adalah model konseptual yang berkaitan dengan bagaimana seseorang menyusun teori atau menghubungkan secara logis beberapa faktor yang dianggap penting untuk masalah, atau kerangka teoritis membahas saling ketergantungan antar variabel. Penyusunan kerangka konseptual membantu kita mengendalikan atau menghipotesiskan dan menguji hubungan tertentu untuk meningkatkan pemahaman kita mengenai dinamika situasi.
Karena kerangka teoritis membahas antar variabel maka sangat perlu untuk mengidentifikasi dan menguraikan variabel dengan jelas. Variabel adalah apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai. Nilai bisa berbeda pada berbagai waktu untuk objek atau orang yang sama, atau pada waktu yang sama untuk objek atau orang yang berbeda. Contoh variabel yaitu unit produksi, absensi dan motivasi.
Empat jenis variabel utama, yaitu:
1. Variabel terikat (dependent variabel)
Variabel yang menjadi minat utama studi atau merupakan variabel utama yang menjadi faktor yang berlaku dalam investigasi.
2. Variabel bebas (independent variabel)
Variabel yang mempengaruhi variabel terikat entah secara positif maupun negatif. Yaitu, jika terdapat variabel bebas variabel terikat juga ada.
3. Variabel moderator (moderating variabel)
Variabel yang mempunyai hubungan ketergantungan yang kuat dengan hubungan variabel terikat atau variabel bebas. Dimana, kehadiran variabel ini mengubah hubungan awal antara bebas dan variabel terikat.
4. Variabel antara (intervening variable)
Variabel yang mengemuka sebagai fungsi dari variabel bebas, dan membantu dalam mengonseptualisasi dan menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Langkah-langkah membuat model konseptual atau kerangka teoritisnya yaitu: 1) Tetapkan nama variabel yang diteliti; 2) Pembahasan harus menyebutkan alasan kaitan antarvariabel; 3Bila sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, maka harus ada indikasi dalam pembahasan apakah hubungannya akan positif atau negatif; 4) Harus ada penjelasan mengapa hubungan tersebut diperkirakan berlaku; 5) Deskripsikan teori dalam bentuk diagram skematis kerangka teoretis.

PENYUSUNAN HIPOTESIS
Setelah mengidentifikasi variabel penting dan menetapkan hubungan antar variabel melalui pemikiran logis dalam kerangka teoritis selanjutnya kita berada dalam posisi untuk menguji apakah hubungan yang diteorikan benar-benar terbukti kebenarannya. Menguji hubungan tersebut dengan analisis statistik atau melalui analisis kasus negatif dalam penelitian kualitatif. Hasil pengujian memberi solusi untuk memecahkan masalah. Penyataan yang dapat diuji disebut Hipotesis. Hipotesis merupakan jawaban sementara yang hendak diuji kebenarannya. Namun tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif tidak memerlukan hipotesis
Dalam sebuah penelitian, hipotesis dapat dinyatakan dalam beberapa bentuk:
· Pernyataan hipotesis (format jika-maka); hipotesis dapat menguji apakah terdapat perbedaan antara dua kelompok atau antara beberapa kelompok yang terkait dengan variabel. Untuk menguji apakah hubungan atau perbedaan yang diperkirakan tersebut eksis atau tidak, hipotesis dapat disusun sebagai proposisi atau dalam bentuk pernyataan jika-maka.Contoh:Karyawan yang lebih sehat akan lebih jarang mengambil cuti sakit; Jika Karyawan lebih sehat, maka mereka akan lebih jarang mengambil cuti saki.
· Hipotesis direksional adalah hubungan antara dua variabel atau membandingkan dua kelompok dengan menggunakan istilah-istilah positif, negatif, lebih dari, kurang dari, dan semacamnya. Contoh: Wanita lebih bermotivasi di banding pria.
· Hipotesis nondireksional adalah hipotesis yang mendalilkan hubungan atau perbedaan, tetapi tidak memberikan indikasi mengenai arah dari hubungan atau perbedaan tersebut.
· Hpotesis nol (hipotesis nihil atau null hypotheses) adalah proposisi yang menyatakan hubungan yang difinitif dan tepat di antara dua variabel. Korelasi populasi antara dua variabel adalah sama dengan nol atau bahwa perbedaan dengan mean (rerata hitung) dua kelompok dalam populasi adalah sama dengan nol (atau suatu angka tertentu). Dapat dinyatakan sebagai berikut:

H0 : µM = µW atau H0 : µM - µW

Di mana H0 mewakili hipotesis nol, µM adalah mean (rerata hitung) tingkat motivasi pria, dan µW adalah mean tingkat motivasi wanita.

· H ipotesis alternatif untuk contoh diatas secara statistik akan dinyatakan sebagai berikut:

HA : µM < µW Yang sama dengan HA : µW > µM

Di mana HA mewakili hipotesis alternatif dan µM berturut-turut adalah mean tingkat motivasi pria dan wanita.
Langkah-langkah yang harus diikuti dalam pengujian hipotesis:
1. Menyatakan hipotesis nol dan alternatif.
2. Memilih uji statistik yang tepat berdasarkan data, parametrik atau nonparametrik.
3. Menentukan tingkat signifikasi yang diinginkan.
4. Memastikan jika hasil dari analisis computer menunjukkan bahwa tingkat signifikansi terpenuhi.
5. Jika nilai hitung lebih besar daripada nilai kritis , hipotesis nol ditolak dan alternatif diterima. Jika nilai hitung lebih kecil daripada nilai kritis , hipotesis nol diterima dan alternatif ditolak.
DESAIN PENELITIAN Setelah mengidentifikasi variabel dalam suatu situasi masalah dan mengembangkan kerangka teoretis, langkah selanjutnya adalah mendesain penelitian sehingga data yang diperlukan dapat dikumpulkan dan dianalisis untuk sampai pada solusi. Terdapat enam aspek dasar desain penelitian yaitu tujuan studi, jenis investigasi, tingkat intervensi, konteks studi, unit analisis, dan horizon waktu studi. Aspek-aspek lainnya yakni, pengukuran, metode pengumpulan data, desain sampel, dan analisis data. TUJUAN STUDI : EKSPLORATIF, DESKRIPTIF, PENGUJIAN HIPOTESIS (ANALITIS DAN PREDIKTIF), ANALISIS STUDI KASUS Studi dapat bersifat eksploratif atau deskriptif, atau dilakukan untuk menguji hipotesis. Studi kasus merupakan penyelidikan studi yang dilakukan dalam situasi organisasi lain yang mirip, yang juga merupakan metode pemecahan masalah, atau untuk memahami fenomena yang diminati dan menghasilkan pengetahuan yang lebih lanjut tentang fenomena tersebut. Studi kasus bergantung pada tahap peningkatan pengetahuan mengenai topik yang diteliti. Keputusan desain menjadi semakin ketat saat kita berlanjut pada tahap eksploratif, dimana kita berusaha mengeksplorasi bidang penelitian organisasi yang baru ke tahap deskriptif; kita mencoba menjelaskan karakteristik tertentu dari fenomena yang menjadi pusat perhatian ke tahap pengujian hipotesis; menguji apakah hubungan yang diperkirakan memang terbukti dan jawaban atas penyataan penelitian telah diperoleh. Berikut tahap – tahap nya secara rinci : 1. Studi ekspolaratif (exploratory study) Studi ekspolaratif dilakukan jika tidak banyak yang diketahui mengenai situasi yang dihadapi atau tidak ada informasi yang tersedia mengenai bagaimana masalah atau isu penelitian yang mirip diselesaikan di masa lalu. Dalam kasus tersebut, studi awal yang ekstensif perlu dilakukan untuk mendapatkan keakraban dengan fenomena situasi, dan memahami apa yang terjadi sebelum kita membat sebuah model dan menyusun desain ketat untuk investigasi menyeluruh. 2. Studi deskriptif (descriptive study) Studi deskriptif dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti dalam suatu situasi. Cukup sering, studi deskriptif dilakukan di organisasi untuk mempelajari dan menjelaskan karakteristik sebuah kelompok karyawan, misalnya usia, tingkat pendidikan, status kerja, dan lama kerja orang Hispanik atau Asia, yang bekerja dalam sistem.. 3. Pengujian hipotesis (hypothesis testing) Yang termasuk dalam pengujian hipotesis, biasanya menjelaskan sifat hubungan tertentu, atau menentukan perbedaan antarkelompok atau kebebasan (independensi) dua atau lebih faktor dalam suatu situasi. Studi deskriptif yang menampilkan data yang bermakna membantu dalam :
Ø Memahami karakteristik sebuah kelompok dalam situasi tertentu.
Ø Memikirkan secara sistematis mengenai berbagai aspek dalam situasi tertentu.
Ø Memberikan gagasan untuk penyelidikan dan penelitian lebih lanjut.
Ø Membuat keputusan tertentu yang sederhana (seperti berapa banyak dan jenis orang seperti apa yang sebaiknya ditransfer dari satu departemen ke departemen lainnya). 4. Analisis Studi kasus Studi kasus meliputi analisis kontekstual dan mendalam terhadap hal yang berkaitan dengan situasi serupa dalam organisasi lain. Tetapi, studi kasusu yang bersifat kualitatif berguna dalam menerapkan solusi pada masalah terkini berdasarkan pengalaman pemecahan masalah di masa lalu. Hal tersebut juga berguna untuk memahami fenomena tertentu dan menghasilkan teori lebih lanjut untuk pengujian empiris. 5. Tinjuan Tujuan Studi Dalam studi eksploratif, peneliti pada dasarnya berminat untuk menyelidiki faktor-faktor situasional untuk memperoleh pengertian mengenai karakteristik fenomena yang diteliti. Studi eksploratif tidak dilakukan jika karakteristik atau fenomena yang tampak dalam sebuah situasi diketahui eksis, dan seseorang ingin mampu menjelaskannya secara lebih baik dengan memberikan riwayat mengenai faktor terkait. JENIS INVESTIGASI : KAUSAL VS KORELASIONAL Manajer harus menentukan apakah yang diperlukan adalah studi kausal (causal study) atau korelasional (correlational) untuk menemukan jawaban atas persoalan yang dihadapi. Yang pertama dilakukan adalah menentukan hubungan sebab-akibat yang definitif. Tetapi, jika yang diingankan oleh manajer adalah sekedar identifikasi faktor-faktor penting yang berkaitan dengan masalah, maka studi korelasional dipilih. Studi di mana peneliti ingin menemukan penyebab dari satu atau lebih masalah disebut studi kausal (causal study) dan jika peneliti berminat untuk menemukan variabel penting yang berkaitan dengan masalah, studi tersebut disebut studi korelasional (correlational study). TINGKAT INTERVENSI PENELITI TERHADAP STUDI Tingkat intervensi peneliti terhadap arus kerja normal di tempat kerja mempunyai keterkaitan langsung dengan pilihan studi yang dilakukan, kausal atau korelasional. Studi korerasional dilakukan dalam lingkungan alami organisasi dengan intervensi minimum oleh peneliti dan arus kerja yang normal. Dalam studi yang dilakukan untuk hubungan sebab-akibat, peneliti mencoba untuk memanipulasi variabel tertentu untuk mempelajari akibat manipulasi tersebut pada variabel terikat yang diteliti. Dengan kata lain peneliti, peneliti sengaja mengubah variabel tertentu dalam konteks dan mengintervensi peristiwa sejauh peristiwa tersebut terjadi secara normal dalam organisasi Tingkat intervensi peneliti bergantung pada apakah studi yang dilakukan korelasional atau kausal dan juga pentingnya menentukan hubungan kausal yang melebihi semua tingkat keraguan. Sebagian besar masalah organisasi jarang membutuhkan studi kausal. Dalam semua kasus, intervensi peneliti menjadikan perubahan dalam situasi yang mana studi kausal jarang dilakukan, kecuali dalam beberapa bidang penelitian. SITUASI STUDI : DIATUR DAN TIDAK DIATUR Penelitian organisasi dapat dilakukan dalam lingkungan yang alami, dimana pekerjaan berproses secara normal (yaitu dalam situasi tidak diatur) atau dalam keadaan artifisial dan diatur. Studi korelasional selalu dilakukan dalam situasi tidak diatur, sedangkan kebanyakan studi kausal yang ketat dilaksanakan dalam situasi yang diatur. Studi korelasional yang dilakukan dalam organisasi disebut studi lapangan. Studi yang dilakukan untuk menentukan hubungan sebab-akibat menggunakan lingkungan alami yang sama, dimana karyawan berfungsi secara normal disebut eksperimen lapangan. Eksperimen yang dilakukan untuk menentukan hubungan sebab-akibat yang melampaui kemungkinan dari dugaan yang meragukan dalam pembuatan sebuah lingkungan yang artifisial dan teratur, dimana semua faktor yang tidak berhubungan dikontrol dengan ketat. Subjek yang sama dipilih dengan hati-hati untuk merespon stimuli tertentu yang dimanipulasi. Studi tersebut dianggap sebagai eksperimen lab (lab experiment). HORISON WAKTU (STUDY CROSS-SECTIONAL DAN STUDY LONGITUDYNAL) Study One- Shot Atau Cross-Sectional Study one-shot atau cross-sectional merupakan studi yang dapat dilakukan dengan data yang hanya sekali dikumpulkan, mungkin selama periode harian, mingguan, atau bulanan, dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian. Study Longitudinal Tetapi jika peneliti ingin mempelajari orang atau fenomena pada lebih dari satu batas waktu dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian disebut study longitudinal. Misalnya peneliti mungkin ingin mempelajari perilaku karyawan, sebelum dan sesudah pergantian manajemen puncak, untuk mengetahui pergantian tersebut.

DESAINS EKSPERIMEN
Desain eksperimen dilakukan untuk menguji kemungkinan hubungan sebab dan akibat antar variabel. Desain eksperimen terbagi atas dua kategori: eksperimen lab dan eksperimen lapangan.

EKSPERIMEN LAB
Eksperimen Laboratorium dilakukan untuk membuktikan hubungan sebab akibat dalam suatu situasi buatan (laboratorium). Kontrol dan manipulasi variabel “pengganggu” (Nuisance) dan variabel bebas, paling baik dilakukan dalam eksperimen lab.
Kontrol dan Manipulasi
Kontrol; dilakukan untuk mengontrol variabel “pengganggu” dengan tidak memasukannya ke dalam eksperimen.
Contoh: Manajer SDM meneliti pengaruh pelatihan membuat Situs Web pada sekretaris baru. Maka para sekretaris yang telah mempunyai pengalaman atau paham tentang Web sebelumnya, tidak dimasukkan di dalam eksperimen
Manipulasi; kita membuat tingkat yang berbeda pada variabel bebas untuk menilai dampak pada variabel terikat. Manipulasi variabel bebas disebut juga perlakuan (treatment).
Contoh: Menguji pengaruh penerangan terhadap produktifitas operator mesin jahit

MENGONTROL VARIABEL PENGGANGGU YANG MENCEMARI
Memadankan Kelompok; dilakukan dengan memadankan (matching) berbagai kelompok dengan memilih karakteristik yang mengacaukan dan secara sengaja menyebarkannya ke semua kelompok.
Misalnya: terdapat 20 wanita di antara 60 angggota, maka di tiap kelompok ditempatkan 5 wanita, sehingga pengaruh gender tersebar dalam 4 kelompok.
Randomisasi; menentukan dan menempatkan anggota kelompok ke dalam 4 kelompok secara acak.
Misalnya: kita akan menentukan 4 kelompok dari 60 anggota, maka di tiap kelompok diundi secara acak. 15 orang pertama dari 60, dimasukkan sebagai kelompok I, begitu selanjutnya.

VALIDITAS INTERNAL
Validitas Internal mengacu pada keyakinan kita terhadap hubungan sebab dan akibat.
Dalam Eksperimen Lab di mana hubungan sebab dan akibat dibuktikan, validitas internal bisa dikatakan tinggi.
Validitas Internal merujuk pada tingkat keyakinan kita tentang pengaruh kausal (bahwa variabel X mempengaruhi variabel Y)

VALIDITAS EKSTERNAL
Validitas Eksternal atau eksperimen lab yang dapat digeneralisasi. Jika kita menemukan hubungan sebab akibat setelah mengadakan suatu eksperimen lab, kita belum tentu yakin bahwa hubungan kausalitas tersebut juga akan berlaku dalam suatu komunitas yang lebih besar (organisasi). Dalam hal tersebut, kita tidak bisa yakin sepenuhnya bahwa hubungan sebab akibat yang ditemukan dalam eksperimen lab, berlaku juga dalam situasi lapangan.
Validitas Eksternal mengacu pada tingkat generalisasi dari hasil sebuah studi kausal pada situasi, orang, atau peristiwa lain.

EKSPERIMEN LAPANGAN
Eksperimen Lapangan dilakukan dalam suatu lingkungan alami di mana pekerjaan dilakukan sehari-hari, namun kepada satu atau lebih kelompok diberikan perlakukan tertentu.
Eksperimen Lapangan mempunyai validitas eksternal yang lebih tinggi (hasilnya dapat digeneralisasi pada situasi organisasi lainnya), namun mempunyai validitas internal lebih rendah, yaitu kita tidak bisa yakin mengenai seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y.

TRADE OFF ANTARA VALIDITAS INTERNAL DAN EKSTERNAL
Eksperimen Lab; validitas internal tinggi, tapi validitas eksternal rendah.
Eksperimen Lapangan; validitas eksternal tinggi, tapi validitas internal rendah.
Untuk memastikan kedua jenis validitas, peneliti biasanya menguji hubungan kausalitas dalam suatu situasi buatan (lab) yang dikontrol secara ketat, setelah hubungan dibuktikan, kemudian menguji hubungan kausalitas dalam eksperimen lapangan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI VALIDITAS INTERNAL
Pengaruh Sejarah
Peristiwa, kejadian, atau faktor tertentu yang muncul, berdampak bahkan mengacaukan hubungan kausalitas antara kedua variabel (bebas dan terikat), sehingga memengaruhi validitas internal.
Pengaruh Maturasi
Merupakan sebuah fungsi dari proses -biologis dan psikologis- yang berlaku dalam responden sebagai hasil dari perjalanan waktu. Meliputi pertambahan usia, kelelahan, rasa lapar, dan kebosanan.
Pengaruh Pengujian
Testing Effect memengaruhi validitas internal akibat prates dan pascates yang dilakukan sebelumnya untuk menguji pengaruh sebuah perlakuan. Kepekaan responden akan prates dan pascates dapat mengacaukan hubungan kausal antar variabel.
Pengaruh Instrumentasi
Muncul disebabkan perlakuan berbeda pada instrumen pengukuran.
Misalnya tentang kinerja pegawai , manajer A mengukur dengan total produksi, manajer B dengan menghitung barang cacat, manajer C yakni jumlah orang yang dipekerjakan.
Pengaruh Bias Seleksi
Seleksi subyek yang tidak tepat atau tidak cocok untuk kelompok eksperimen dan kontrol dapat memengaruhi validitas internal.

Pengaruh Regresi Statistik
Pengaruh ini muncul jika anggota yang terpilih untuk kelompok eksperimen mempunyai skor awal yang ekstrem pada variabel terikat.
Misalnya: Jika seorang manajer akan menguji apakah dia dapat meningkatkan kepandaian menjual bagian penjualan, maka si manajer sebaiknya tidak memilih mereka dengan kemampuan yang sangat rendah atau sangat tinggi untuk eksperimen.
Pengaruh Mortalitas
Pengurangan anggota dalam kelompok eksperimen, kontrol, atau keduanya, saat eksperimen berlangsung dapat memengaruhi validitas internal.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI VALIDITAS EKSTERNAL
Validitas Eksternal bisa berkurang dikarenakan dalam eksperimen lab, seleksi jenis subyek yang dilibatkan dan dipilih untuk eksperimen bisa sangat berbeda dari jenis karyawan yang direkrut oleh organisasi.
Validitas Eksternal yang maksimal bisa diperoleh dengan memastikan bahwa, sedapat mungkin, kondisi eksperimen lab sedekat dan secocok mungkin dengan situasi dunia nyata.
Dalam hal ini, eksperimen lapangan menpunyai validitas eksternal yang lebih besar daripada eksperimen lab.

JENIS DESAIN EKSPERIMEN DAN VALIDITAS INTERNAL
Semakin singkat rentang waktu eksperimen, semakin kecil kemungkinan dipengaruhi Pengaruh Sejarah, Maturasi, dan Mortalitas. Eksperimen yang berlangsung satu atau dua jam, biasanya tidak menemui kendala dalam hal tersebut.

JENIS DESAIN EKSPERIMEN
Desain Eksperimen Semu
Desain Eksperimen Semu (Quasi-experimental Design) teridiri atas prates dan pascates desain kelompok eksperimen.
Desain Empat Kelompok Salomon
Desain eksperimental yang mengatur dua kelompok eksperimen dan dua kelompok kontrol, memberikan prates dan pascates kepada satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol, dan hanya memberikan pascates kepada kelompok eksperimental dan kontrol yang lain.
Double-Blind Study
Studi di mana elaku eksperimen maupun subyek tidak menyadari siapa yang diberi perlakuan sebenarnya dan siapa yang seakan-akan (placebo).
Desain Eksperimen Murni
Desain Eksperimen yang meliputi perlakuan, kelompok kontrol, dan merekam informasi sebelum dan sesudah kelompok eksperimen diberi perlakuan. Disebut juga
Ex Post Facto Experimental Design dilakukan untuk membuktikan hubungan sebab–akibat. Tidak ada manipulasi variabel bebas dalam eksperimen lab atau lapangan, namun subyek yang telah diberi stimulus dan tidak, dipelajari.
Misalnya: Untuk mempelajari pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan, maka data kinerja kedua kelompok baik yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya ataupun belum, dikumpulkan. Desain Eksperimen Ex Post Facto, dilakukan jauh setelah pelatihan itu dilakukan sebelumnya.
Simulasi
Alternatif eksperimentasi lab dan lapangan yang saat ini dipergunakan dalam penelitian bisnis adalah simulasi karena simulasi berada diantara eksperimen lab dan lapangan, sejauh lingkungan diciptakan secara artifisial tetapi tidak jauh berbeda dari realitas.

Similar Documents

Free Essay

Docx

...Docx Insomnia I woke up, bathed in sweat. Once again a nightmare disturbed my night´s sleep. It was too early to early to get up, but I was restless. I knew I would not be able to fall asleep again, doesn´t matter how hard I´d try. I hated to get up at an unearthly hour! I rolled out of bed and trudged into the kitchen to have some lemonade. It was still dark outside and the windy weather made the trees outside scratch against my windows. The thought about my nightmare disgusted me. I drank my glass of lemonade at one go. Afterwards I went to the bathroom to get some cold water in my face to refresh up a bit. I looked myself in the eyes in the mirror with dislike, wondering why such nightmares were torturing me night after night. I hated myself for that, but could not help it anyway. All day long at work I was absent and worn out. All I could think about was that I wanted some sleep. I felt like I did not sleep a wink last night. Pictures from the nightmare whirled around in my head like an infinite movie. The whole day was a pure nightmare too, people looked strangely at me like I was a sick person instead of asking how I felt. But on the other hand I would not like to answer if they did anyway. None of their business. That night I lay in my bed and stared around in the room for indefinite time. I felt so tired, but I was afraid of falling asleep to get hunted by nightmares again. I thought about how I could make an end of this riot. I was sick and tired of that condition...

Words: 404 - Pages: 2

Premium Essay

Docx

...Harry Liu Lori Runkle Language class 2A 25 October 2012 Is Starbucks a Good Choice? Let us set a certain setting, “It is a cold night during the winter. It is freezing cold outside, and you decide to buy a cup of coffee to keep warm. (It is always a good choice to buy a cup of coffee in the cold winter.) There are several choices including Starbucks, COSTA, Macafee , or perhaps some Nestle instant coffee.” I suppose most of those people who live in urban areas would probably choose Starbucks. As a matter of fact, I myself am a Starbucks’ fan. I have always had a weak point for their latte and cappuccino. But still, there are many people who suppose Starbucks is very costly and that instant coffee is just as good. So here comes the problem, is Starbucks a sensible choice? Starbucks may give you an impression that they did many beneficial things for the environment. Even at the back of their invoice, they print their so-called “Share Planet” project to contribute to help the environment. Starbucks™ Shared Planet™ means focusing on the core areas where we have the biggest influence – ethical sourcing, environmental stewardship and community involvement.(Starbucks share the planet project) But what have have done? The bizarre policy in Starbucks which is aimed at preventing germs developing in the taps in its 10,000 stores worldwide, has outraged environmental groups. Every Starbucks branch...

Words: 1347 - Pages: 6

Premium Essay

Docx

...ACKNOWLEDGEMENT I would like to convey my sincere thanks to ALLAH because he has given me the opportunity to complete my internship .The Almighty for whom we are living in this beautiful world and able to conduct our works. Off course, I acknowledge the support & assistance given by a number of people. I am grateful to many individuals for the completion of the report successfully. Stamford University Bangladesh & Islami Bank Bangladesh limited both provided enormous support & guidance for my internship program. I would like to acknowledge my honorable assistant lecturer “Mostofa Mahmud Hasan”. He sincerely helped me and has given necessary suggestions in preparing my internship report .I like to express my gratitude to my honorable course co-coordinator Mahmuda Sultana, for all of her guidance & co-operation throughout my internship program. I am thankful to Md. Mosiur Rahman, Assistant officer Md. Mamunur Rashid. Probationary officer for all their continuous co-operation in every step from beginning to end of preparing this report. I would also like to take this opportunity to express my whole hearted gratitude to my fellow friends near and dear ones who faired encouragement, information, inspiration and assistance during the course of constructing this internship report. Executive Summary: This report will give a clear idea about total activities and its performance. Especially this report focuses on the “Analysis of Different Modes of Investment of...

Words: 1304 - Pages: 6

Premium Essay

Docx

...In the later 19th century, Finance was a part of the Economics. But due to the globalization and more expansion of international trade, Finance plays the major role for the economic development. The development of a modern economy would not have been possible without the use of money. Bank is an important and essential financial institution for the necessity of the use of money and the protection of the money. Bangladesh is now integral part of global market. As such there is an urgent requirement for Bangladesh to place the traditional banking pretties in harness with the global trades of a free market economy by following international Banking customs, practices and standards. Today clients of a bank in Bangladesh are exposed as well as interNational markets. They have to stay update with their practice and standards to meet the demands of achieving harmony in the high standards of a free economy. Rationale of the Study: Now a days banking sector have built up as the most important player of the economy. Economists have observed that loan is of the most important aspects of economic activity because of its great role in establishing various projects that generates production and thus generating employment. The only important aspect of loan is economic and social development in addition to achieving a suitable profit margin. Islamic banks consider loan as the basic motivation for community development and a means to get rid of social and economic problems through employment...

Words: 3793 - Pages: 16

Premium Essay

Docx

...The 6th International Scientific Conference “DEFENSE RESOURCES MANAGEMENT IN THE 21st CENTURY” Braşov, December 02-03, 2011 ORGANIZATIONAL CULTURE LTC. Tirtan Catalin Army Academy “Nicolae Bălcescu”/ Sibiu/ Romania Abstract: This article examines the existing literature on relationships between an organization and its culture, processes and approaches, individual efforts of those involved from leaders to employee. The paper further argues that certain organizational cultural attributes contribute to the shaping of future courses of action, failure or not in achieving change, and considerate the goals and strategies of the business. Next, this article focuses on vision, values, and mission as core descriptive of an organization and the climate required for successful achievement of the mission statement and vision statement. Basically, organizational culture is the personality of the organization, and will drive the employee’s efficiency and company performance levels. Culture is comprised of the assumptions, values, norms and tangible signs (artifacts) of organization members and their behaviors, and leadership. Keywords: Organizational, vision, mission, culture, performance, culture of forgiveness, and leadership 1. Introduction Organizational culture can be described as “the personality of an organization”, or simply as “how things are done around here”. It shows how employees think, act, and feel. Organization culture is a key aspect to the organization's success...

Words: 3008 - Pages: 13

Premium Essay

Docx

...PROLOGUE GILGAMESH KING IN URUK I WILL proclaim to the world the deeds of Gilgamesh. This was the man to whom all things were known; this was the king who knew the countries of the world. He was wise, he saw mysteries and knew secret things, he brought us a tale of the days before the flood. He went on a long journey, was weary, worn-out with labour, returning he rested, he engraved on a stone the whole story. When the gods created Gilgamesh they gave him a perfect body. Shamash the glorious sun endowed him with beauty, Adad the god of the storm endowed him with courage, the great gods made his beauty perfect, surpassing all others, terrifying like a great wild bull. Two thirds they made him god and one third man. In Uruk he built walls, a great rampart, and the temple of blessed Eanna for the god of the firmament Anu, and for Ishtar the goddess of love. Look at it still today: the outer wall where the cornice runs, it shines with the brilliance of copper; and the inner wall, it has no equal. Touch the threshold, it is ancient. Approach Eanna the dwelling of Ishtar, our lady of love and war, the like of which no latter-day king, no man alive can equal. Climb upon the wall of Uruk; walk along it, I say; regard the foundation terrace and examine the. masonry: is it not burnt brick and good? The seven sages laid the foundations THE COMING OF ENKIDU GILGAMESH went abroad in the world, but he met with none who could withstand his arms till be came to Uruk. But the men...

Words: 11097 - Pages: 45

Premium Essay

Docx

...Associate Level Material Bob Purcell Appendix B Price Elasticity and Supply & Demand Fill in the matrix below and describe how changes in price or quantity of the goods and services affect either supply or demand and the equilibrium price. Use the graphs from your book and the Tomlinson video tutorials as a tool to help you answer questions about the changes in price and quantity Event | Market affected by event | Shift in supply, demand, or both. Explain your answer. | Change in equilibrium | Frozen orange crops in California | Orange juice | Supply (left)—Not as many available oranges to offer consumers. | Price will increase and quantity will decrease. | Hurricanes in the Gulf Coast | Retail | Demand- food, water and emergency rescue. | Supply will increase and prices will decrease. | Cost of cotton decreases | cotton | Demand is higher due to lower prices and the supply lowers. | Price and quantity both decrease. | Technology improves efficiency in pasta manufacturing | pasta | Demand will remain the same and there will be little shift in supply. | Supply and demand are evenly balanced. | * 1. What do substitutes refer to in economics? Give an example of two substitutes. “When a fall in the price of one good reduces the demand for another good, the two goods are called substitutes” (Mankiw, 2007, p.68). Substitutes are goods that can be used to take the place of the other. For instance, if the price of Coca-Cola and Pepsi are high...

Words: 1022 - Pages: 5

Free Essay

Docx

...1. ------------------------------------------------- cupcake ------------------------------------------------- Ingredients • 2 1/4 cups all purpose flour • 1 1/3 cups sugar • 3 teaspoons baking powder • 1/2 teaspoon salt • 1/2 cup shortening • 1 cup milk • 1 teaspoon vanilla • 2 large eggs ------------------------------------------------- Easy Cupcake Recipe Directions Preheat oven to 350 degrees.  Line cupcake pans with paper liners. Combine flour, sugar, baking powder, and salt in a large mixing bowl.  Add shortening, milk, and vanilla.  Beat for 1 minute on medium speed.  Scrape side of bowl with a spatula. Add eggs to the mixture.  Beat for 1 minute on medium speed.  Scrape bowl again.  Beat on high speed for 1 minute 30 seconds until well mixed. Spoon cupcake batter into paper liners until 1/2 to 2/3 full. Bake for 20 to 25 minutes or until toothpick inserted in center comes out clean. Cool 5 minutes in pans then remove and place on wire racks to cool completely. Once cupcakes are completely cooled, frost with your favorite frosting recipe or decorate as you desire. 2. Cupcake ------------------------------------------------- Ingredients • 3 oz. unsweetened chocolate, melted • 1 teaspoon vanilla • 2 large eggs • 2/3 cup butter, softened • 1 and 1/4 cup water • 2 and 1/4 cup all purpose flour • 1 and 3/4 cup sugar • 1 teaspoon baking powder • 3/4 teaspoon baking soda • 1/4 teaspoon salt ------------------------------------------------- ...

Words: 863 - Pages: 4

Free Essay

Docx

...Insomnia I woke up, bathed in sweat. Once again a nightmare disturbed my night´s sleep. It was too early to early to get up, but I was restless. I knew I would not be able to fall asleep again, doesn´t matter how hard I´d try. I hated to get up at an unearthly hour! I rolled out of bed and trudged into the kitchen to have some lemonade. It was still dark outside and the windy weather made the trees outside scratch against my windows. The thought about my nightmare disgusted me. I drank my glass of lemonade at one go. Afterwards I went to the bathroom to get some cold water in my face to refresh up a bit. I looked myself in the eyes in the mirror with dislike, wondering why such nightmares were torturing me night after night. I hated myself for that, but could not help it anyway. All day long at work I was absent and worn out. All I could think about was that I wanted some sleep. I felt like I did not sleep a wink last night. Pictures from the nightmare whirled around in my head like an infinite movie. The whole day was a pure nightmare too, people looked strangely at me like I was a sick person instead of asking how I felt. But on the other hand I would not like to answer if they did anyway. None of their business. That night I lay in my bed and stared around in the room for indefinite time. I felt so tired, but I was afraid of falling asleep to get hunted by nightmares again. I thought about how I could make an end of this riot. I was sick and tired of that condition...

Words: 1336 - Pages: 6

Premium Essay

Docx

...ALEXANDRIA UNIVERSITY FACULTY OF COMMERCE [pic] Organizational Behavior and Management Instructor: Dr. Aly A. Messallam Term Paper Impact of Motivation On Employee’s Performance & Turnover Prepared By: Amr A. Lotfy Table of content 1- Abstract ……………………………………………….3 2- Introduction………………………………………….4 3- Literature review………………………………….4 4- Motivation theories…………………………...…5 5- Turnover…………………………………..………….11 6- Performance Improvement and Appraisal for Employees……………..15 7- Existing situation………………………………..17 8- Conclusion and suggestions………………..18 9- References…………………………………………..19 1- Abstract In any organization employee motivation is the key factor for organizational performance. Since motivation influences productivity, managers need to understand what motivates employees to reach peak performance. It is not an easy task to increase employee motivation because employees respond in different ways to their jobs and their organization's practices. Managers pay a heavy price when employees have motivation problems. When high-performing employees have unresolved motivation issues, their performance either declines or they leave for another job. When poor-performing employees are not motivated to improve, they drag down results, reduce productivity among their team members and, worse, seldom leave because they have no place to go. Alexandria Mineral Oils Company (AMOC) is an industrial company working in the field of petroleum...

Words: 4227 - Pages: 17

Premium Essay

Docx

...Wiki Loves Monuments: Photograph a monument, help Wikipedia and win! Production theory From Wikipedia, the free encyclopedia Jump to: navigation, search Production theory is the study of production, or the economic process of converting inputs into outputs. Production uses resources to create a good or service that is suitable for use, gift-giving in a gift economy, or exchange in a market economy. This can include manufacturing, storing, shipping, and packaging. Some economists define production broadly as all economic activity other than consumption. They see every commercial activity other than the final purchase as some form of production. Production is a process, and as such it occurs through time and space. Because it is a flow concept, production is measured as a “rate of output per period of time”. There are three aspects to production processes: 1. the quantity of the good or service produced, 2. the form of the good or service created, 3. The temporal and spatial distribution of the good or service produced. A production process can be defined as any activity that increases the similarity between the pattern of demand for goods and services, and the quantity, form, shape, size, length and distribution of these goods and services available to the market place. Contents * 1 Neoclassical Theory of Production * 1.1 Factors of production * 1.2 Total, average, and marginal product * 1.3 Diminishing returns * 1.4 Diminishing marginal returns...

Words: 9401 - Pages: 38

Premium Essay

Docx

...Website: www.bangladesh-bank.org www.bangladeshbank.org.bd www.bb.org.bd Banking Regulation & Policy Department Bangladesh Bank Head Office Dhaka BRPD Circular No.02 Date: February 27, 2011 ---------------------Falgun 15, 1417 Chief Executives All Scheduled Banks in Bangladesh Policy Guidelines for Green Banking Introduction: We are aware that global warming is an issue that calls for a global response. The rapid change in climate will be too great to allow many eco-systems to suitably adapt, since the change have direct impact on biodiversity, agriculture, forestry, dry land, water resources and human health. Due to unusual weather pattern, rising greenhouse gas, declining air quality etc. society demands that business also take responsibility in safeguarding the planet. Green finance as a part of Green Banking makes great contribution to the transition to resource-efficient and low carbon industries i.e. green industry and green economy in general. Green banking is a component of the global initiative by a group of stakeholders to save environment. The state of environment in Bangladesh is rapidly deteriorating. The key areas of environmental degradation cover air pollution, water pollution and scarcity, encroachment of rivers, improper disposal of industrial medical and house-hold waste, deforestation, loss of open space and loss of biodiversity. In addition, Bangladesh is one of the most climate change vulnerable countries. In line with ...

Words: 2489 - Pages: 10

Free Essay

Docx

...Acknowledgements The authors wish to thank the entire OII team for their support of OxIS research. Our particular thanks to Prof. Helen Margetts, Dr Rebecca Eynon and Martin Dimov for their contributions to this report. We also wish to acknowledge Kunika Kono and David Sutcliffe for their design and editorial support of this report. For their early contributions to OxIS we would like to thank Prof. Richard Rose, Dr Adrian Shepherd, and Dr Corinna di Gennaro. All have helped shape the evolution of this research. We are grateful for the support of OxIS 2007 by the Higher Education Funding Council of England (HEFCE) and sponsorship of the OxIS 2007 Survey by The British Library, Cisco, Ofcom, and Talisma. Our colleagues from these sponsoring organisations have made valuable comments, helping to ensure that OxIS continues to address enduring as well as emerging issues of policy and practice. Please cite the source of text and data excerpts as: Dutton, W. and Helsper, E.J. (2007) The Internet in Britain: 2007. Oxford Internet Institute, University of Oxford (Oxford, UK). © The University of Oxford for the Oxford Internet Printed copies can be ordered from the enquiries assistant at: enquiries@oii.ox.ac.uk. Copies cost £5 each (to cover the cost of postage and handling). All orders should be sent along with full payment in UK Pounds Sterling to: Oxford Internet Institute, University of Oxford, 1 St Giles, Oxford OX1 3JS, United Kingdom. Please do not send cash. Cheques should be drawn...

Words: 25235 - Pages: 101

Premium Essay

Docx

...Ozone Layer Depletion: Introduction Are we damaging our protective blanket? Sunlight contains some ultraviolet light, and when we expose ourselves to too much of it, we get a sunburn. Over time, too much exposure to ultraviolet light can lead to cataracts and skin cancer. The earth has a layer in the upper atmosphere, consisting mostly of ozone gas, that filters out most of the ultraviolet in the sun's radiation. Recently there has been scientific evidence that we have been releasing gases that damage this layer. Our country and others have reacted by invoking legislation that should eliminate these contaminants from the atmosphere.   What does the Ozone Layer do? * Ozone absorbs 99% of the harmful ultraviolet (UV) radiation. Without the Ozone Layer * Most of the harmful UV radiation will penetrate the atmosphere. The Ozone Layer The ozone layer is a layer in Earth's atmosphere which contains relatively high concentrations of ozone (O3). This layer absorbs 97-99% of the sun's high frequency ultraviolet light, which is potentially damaging to life on earth. Over 90% of ozone in earth's atmosphere is present here "Relatively high" means a few parts per million—much higher than the concentrations in the lower atmosphere but still small compared to the main components of the atmosphere. It is mainly located in the lower portion...

Words: 937 - Pages: 4

Premium Essay

Docx

...BINDURA UNIVERSITY OF SCIENCE EDUCATION FACULTY OF COMMERCE DEPARTMENT OF ECONOMICS COURSE OUTLINE FOR ECONOMIC PRINCIPLES1 – EC101 Lecturers : A.Chingarande (0776326638), F. Tafirei (0772757491) & M. Mzumara (0712737723) Emails : achingarande@buse.ac.zw, ftafirei@buse.ac.zw & mmzumara@buse.ac.zw Consulting Times: Tuesdays and Thursdays 0900 Hrs – 1100Hrs or by appointment Venue : Office No H8 (Clinic Office) Main Campus Course Aims:   Provide a basis of factual knowledge of economics; Encourage the student to develop:  a facility for self-expression, not only in writing but also in using additional aids, such as statistics and diagrams, where appropriate;  the habit of using works of reference as sources of data specific to economics;  the habit of reading critically to gain information about the changing economy we live in; and  an appreciation of the methods of study used by the economist, and of the most effective ways economic data may be analysed, correlated, discussed and presented. Course Objectives:      Demonstrate knowledge and understanding of the specified content; Interpret economic information presented in verbal, numerical or graphical form; Explain and analyse economic issues and arguments, using relevant economic concepts, theories and information; Evaluate economic information, arguments, proposals and policies, taking into consideration relevant information and theory, and distinguishing facts from hypothetical statements and value...

Words: 1280 - Pages: 6