Free Essay

Kewarganegaraan

In:

Submitted By syahnitiska
Words 6505
Pages 27
Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB), dalam Teaching Human Rights, United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.

John Locke menyatakan bahwa ham adalah hak yang dibawa sejak lahir yang secara kodrati melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu gugat (bersifat mutlak).

Koentjoro Poerbapranoto ( 1976 ), Hak Asasi adalah hak-hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga sifatnya suci.

Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ham adalah hak yang melekat pada diri manusia yang harus dihormati dijaga dan dilindungi oleh setiap individu guna untuk mencapai keseimbangan kepentingan perseorangan dan kepentingan umum.

Berkaitan dengan nilai-nilai HAM, paling tidak ada tiga (3) teori yang dapat dijadikan kerangka analisis yaitu teori realitas (realistic theory), teori relativisme kultural (cultural relativism theory) dan teori radikal universalisme (Peter Davis,1994).

Teori realitas mendasari pandangannya pada asumsi adanya sifat manusia yang menekankan self interest dan egoisme dalam dunia seperti bertindak anarkis. Dalam situasi anarkis, setiap manusia saling mementingkan dirinya sendiri, sehingga menimbulkan chaos dan tindakan tidak manusiawi di antara individu dalam memperjuangkan egoisme dan self interestnya. Dengan demikian, dalam situasi anarkis prinsip universalitas moral yang dimiliki setiap individu tidak dapat berlaku dan berfungsi. Untuk mengatasi situasi demikian negara harus mengambil tindakan berdasarkan power dan security yang dimiliki dalam rangka menjaga kepentingan nasional dan keharmonisan sosial dibenarkan. Tindakan yang dilakukan negara seperti di atas tidak termasuk dalam kategori tindakan pelanggaran HAM oleh negara. Sementara itu teori relativitas kultural berpandangan bahwa nilai-nilai moral dan budaya bersifat partikular (khusus). Hal ini berarti bahwa nilai-nilai moral HAM bersifat lokal dan spesifik, sehibgga berlaku khusus pada suatu negara. Dalam kaitan dengan penerapan HAM, menurut teori ini ada tiga model penerapan HAM yaitu:

penerapan HAM yang lebih menekankan pada hak sipil, hak polotik dan hak pemilikian pribadi
Penerapan HAM yang lebih menekankan pada hak ekonomi dan hak sosial
Penerapan HAM yang lebih menekankan pada hak penentuan nasib sendiri (self determination) dan pembangunan ekonomi
Model pertama banyak dilakukan oleh negara-negara yang tergolong dunia maju, model ke dua banyak diterpakan di dunia berkembang dan untuk model ketiga banyak diterapkan di dunia terbelakang.
Selanjutnya teori radikal universalitas berpandangan bahwa semua nilai termasuk nilai-nilai HAM adalah bersifat universal dan tidak bisa dimodifikasi untuk menyesuaikan adanya perbedaan budaya dan sejarah suatu negara. Kelompok radikal universalitas manganggap hanya ada satu paket pemahaman mengenai HAM bahwa nilai-nilai HAM berlaku sama di semua tempat dan di sembarang waktu serta dapat diterapkan pada masyarakat yang mempunyai latar belakang budaya dan sejarah yang berbeda. Dengan demikian pemahaman HAM berlaku sama dan universal bagi semua negara dan bangsa.
Hak mempunyai unsur-unsur sebagai berikut: a) pemilik hak; b) ruang lingkup penerapan hak; c)pihak yang bersedia dalam penerapan hak (James w. Nickel, 1996). Ketiga unsur tersebut menyatu dalam pengertian dasar tentang hak. Dengan demikian hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi.

Hak merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Dalam kaitan dengan pemerolehan hak paling tidak ada dua teori yaitu teori McCloskey dan teori Joel Feinberg (James W. Nickel, 1996). Dalam teori McCloskey dinyatakan bahwa pemberian hak adalah untuk dilakukan, dimiliki, dinikmati atau sudah didilakukan. Sedangkan dinyatakan bahwa pemberian hak penuh merupakan kesatuan dari klaim yang absah (keuntungan yang didapat dari pelaksaan hak yang disertai pelaksanaan kewajiban). Dengan demikian keuntungan dapat diperoleh dari pelaksanaan hak bila disertai dengan pelaksanaan kewajiban. Hal itu berarti antara hak dan kewajiban merupakan dua hal tidak dapat dipisahkan dalam perwujudannya. Karena itu ketika seseorang menuntut hak juga harus melakukan kewajiban.

Istilah yang dikenal di Barat mengenai Hak-hak Asasi Manusia ialah “right of man” ternyata tidak secara otomatis mengakomodasi pengertian yang mencakup “right of woman”. Karena itu istilah “right of man” diganti dengan “human right” oleh Eleanor Roosevelt karena dipandang lebih netral dan universal.. Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB), dalam Teaching Human Rights, United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa “Human rights could be generally defined as those rights which are inherent in our nature and whithout which can not live as human being” (hak asasi manusia adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia).

Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang, dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM).
Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah Pengadilan Khusus terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat. Pelanggaran HAM yang berat diperiksa dan diputus oleh Pengadilan HAM meliputi :
1. Kejahatan Genosida.
2. Kejahatan Terhadap Kemanusiaan.
Kejahatan Genosida adalah perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama, dengan cara :
1. Membunuh anggota kelompok.
2. Mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok.
3. Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya.
4. Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok.
5. Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain.
Kejahatan Terhadap Kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, berupa :
1. Pembunuhan.
2. Pemusnahan.
3. Perbudakan.
4. Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa.
5. Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional.
6. Penyiksaan.
7. Perkosaan, perbudakan seksual, palcuran secara paksa, pemaksaan kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara..
8. Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras kebangsaan, etnis, budaya, agama, jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional.
9. Penghilangan orang secara paksa.
Kejahatan Apartheid.

Kasus TRI SAKTI dalah peristiwa penembakan, pada 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka.Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, leher, dan dada. TRAGEDI SEMANGGI YAITU menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998, masa pemerintah transisi Indonesia, yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh jakarta serta menyebabkan 217 korban luka – luka.

Terjadinya penganiayaan pada praja STPDN oleh seniornya dengan dalih pembinaan yang menyebabkan meninggalnya Klip Muntu pada tahun 2003.

Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara adalah cara pandang serta sikap bangsa indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan persatuan kesatuan wilayah dan bhineka tunggal ika untuk mencapai tujuan nasional. Saya menambahkan pengertian Wawasan Nusantara menurut para ahli yaitu :
Prof.Dr. Wan UsmanWawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.
Kelompok kerja LEMHANAS 1999
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

B. Tujuan Wawasan Nusantara

Tujuan wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang-perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa, ataupun daerah.

Semua aktivitas yang dilakukan untuk Negara pasti didasarkan atas suatu tujuan, begitupula suatu wawasan nusantara. Tujuan wawasan nusantara tercakup dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan social. Selain daripada Pembukaan UUD 1945 wawasan nusantara memiliki tujuan dari segi sosialnya yaitu : menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia.

C. Landasan Wawasan Nusantara

Landasan dari Wawasan Nusantara itu sendiri secara idiil adalah berasaskan Pancasila, sedangkan secara konstitusional diatur di dalam UUD 1945.

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Selain itu, Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

D. Unsur Wawasan Nusantara

Unsur dasar Wawasan Nusantara antara lain:

1. Wadah (Contour)

Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya.

2. Isi (Content)

Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945.

3. Tata laku (Conduct)

Hasil interaksi antara wadah dan isi wasantara yang terdiri dari :

- tata laku Bathiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.

- tata laku Lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan, perbuatan, dan perilaku dari bangsa Indonesia.

Kedua tata laku tersebut mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta terhadap bangsa dan tanah air sehingga menimbulkan rasa nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.

E. Hakekat Landasan Nusantara

Hakekat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara atau nasional, dalam pengertian tentang tata cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Sedangkan asas Wawasan Nusantara terdiri dari:

1. Kepentingan/Tujuan yang sama

2. Keadilan

3. Kejujuran

4. Solidaritas

5. Kerjasama

6. Kesetiaan terhadap kesepakatan

Dengan latar belakang budaya, sejarah, kondisi, dan konstelasi geografi serta memperhatikan perkembangan lingkungan strategis, maka arah pandang wawasan nusantara meliputi :

- Ke dalam Bangsa Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan.

Ke luar Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional harus berusaha untuk mengamankan kepentingan nasional dalam semua aspek kehidupan baik politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan, dan keamanan demi tercapainya tujuan nasional.

Kedudukan Wawasan Nusantara berdasarkan paradigma nasional dapat dilihat dari hirarkhi paradigma nasional sebagai berikut:

Ø Pancasila (dasar negara) =>Landasan Idiil

Ø UUD 1945 (Konstitusi negara) =>Landasan Konstitusional

Ø Wasantara (Visi bangsa) =>Landasan Visional

Ø Ketahanan Nasional (KonsepsiBangsa) =>Landasan Konsepsional

Ø GBHN (Kebijaksanaan Dasar Bangsa) =>Landasan Operasional

F. Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara Dengan Adanya Era Kapitalisme

Penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.

Implementasi dalam kehidupan kewilayahan, adalah menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dipercaya.
Strenght : titik fokus yang menjadi keuntungan bagi indonesia : kesuburan alam, SDA, potensi alam, strategis ( lalu lintas perdagangan ) weakness : karena
Implementasi dalam kehidupan ekonomi, adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.

Implementasi dalam kehidupan sosial budaya, adalah menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup di sekitarnya dan merupakan karunia Sang Pencipta.
Implementasi dalam kehidupan pertahanan dan keamanan, adalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI.
Sosialisasi Wawasan Nusantara :

Menurut sifat/ cara penyampaian:
a. Langsung : ceramah, diskusi, tatap muka
b. Tidak langsung : media massa
Menurut metode penyampaian :
a. Ketauladanan
b. Edukasi
c. Komunikasi
d. Integrasi
Beberapa tantangan Implementasi Wawasan Nusantara :

Pemberdayaan Masyarakat
John Naisbit dalam bukunya GLOBAL PARADOX menyatakan : negara harus dapat memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.
Pemberdayaan masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam bentuk aktivitas dan partisipasi masyarakat untuk mencapai tujuan nasional hanya dapat dilaksanakan oleh negara-negara maju dengan Buttom Up Planning, sedang untuk negara berkembang dengan Top Down Planning karena adanya keterbatasan kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan landasan operasional berupa GBHN.
Kondisi nasional (Pembangunan) yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangan dan ini merupakan ancaman bagi integritas. Pemberdayaan masyarakat diperlukan terutama untuk daerah-daerah tertinggal.
Dunia Tanpa Batas
a. Perkembangan IPTEK
Mempengaruhi pola fikir , pola sikap dan pola tindak masyarakat dalam aspek kehidupan. Kualitas sumber daya Manusia merupakan tantangan serius dalam menghadapi tantangan global.
b. Kenichi Omahe dalam bukunya “Borderless Word” dan “The End of Nation State” menyatakan : dalam perkembangan masyarakat global, batas-batas wilayah negara dalam arti geografi dan politik relatif masih tetap, namun kehidupan dalam satu negara tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global yang berupa informasi, investasi, industri dan konsumen yang makin individual. Untuk dapat menghadapi kekuatan global suatu negara harus mengurangi peranan pemerintah pusat dan lebih memberikan peranan kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
Perkembangan Iptek dan perkembangan masyarakat global dikaitkan dengan dunia tanpa batas dapat merupakan tantangan Wawasan Nusantara, mengingat perkembangan tsb akan dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak di dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Era Baru Kapitalisme
a. Sloan dan Zureker
Dalam bukunya “Dictionary of Economics” menyatakan Kapitalisme adalah suatu sistim ekonomi yang didasarkan atas hak milik swasta atas macam-macam barang dan kebebasan individu untuk mengadakan perjanjian dengan pihak lain dan untuk berkecimpung dalam aktivitas-aktivitas ekonomi yang dipilihnya sendiri berdasarkan kepentingan sendiri serta untuk mencapai laba guna diri sendiri.
Di era baru kapitalisme,sistem ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan melakukan aktivitas-aktivitas secara luas dan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat sehingga diperlukan strategi baru yaitu adanya keseimbangan.
b. Lester Thurow
Dalam bukunya “The Future of Capitalism” menyatakan : untuk dapat bertahan dalam era baru kapitalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan (balance) antara paham individu dan paham sosialis.
Di era baru kapitalisme, negara-negara kapitalis dalam rangka mempertahankan eksistensinya dibidang ekonomi menekan negara-negara berkembang dengan menggunakan isu-isu global yaitu Demokrasi, Hak Azasi Manusia, Lingkungan hidup.
Kesadaran Warga Negara
a. Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban
Manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Hak dan kewajiban dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan.
b. Kesadaran bela negara
Dalam mengisi kemerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan non fisik untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, memberantas KKN, menguasai Iptek, meningkatkan kualitas SDM, transparan dan memelihara persatuan.
Dalam perjuangan non fisik, kesadaran bela negara mengalami penurunan yang tajam dibandingkan pada perjuangan fisik.

ari segi geografis dan Sosial Budaya, Indonesia meruapakan negara bangsa dengan wialayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen. Keunikan wilayah dan dan heterogenitas menjadikan bangsa Indonesia perlu memilikui visi menjadi bangsa yang satu dan utuh .
Keunikan wilayah dan heterogenitas itu anatara lain sebagai berikut :

Isi Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara mencakup :
1. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Kewilayahan, dalam arti :
Strenght :
1.Indonesia bercirikan negara kepulauan atau maritim, dengan itu indonesia memiliki laut yang luas sehingga hal ini merupakan kelebihan dari indonesia yang memiliki potensi laut yang bisa dimanfaatkan untuk bidang ekonomi
2.Wilayah subur dan dapat dihuni, sehingga indonesia memiliki beragam flora dan fauna yang tentunya juga dapat dimanfaatkan untuk kehidupan masyarakat dan sebagai salah satu pendapatan negara dan indahnya alam indonesia bisa dijadikan tempat pariwisata untuk membuat para turis berdatangan.
3. Letak negara indonesia yang strategis berada didua benua dan dua samudra yang merupakan jalur perdagangan bagi negara luar.
Weakness : keindahan yang dimiliki oleh indonesia tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh indonesia, sebagai contoh beberapa pulau-pulau dan pantai yang indah di indonesia yang bisa dijadikan tempat pariwisata yang menguntungkan untuk mengundang turis berdatangan malah diberikan kepada negara luar untuk menguasainya sehingga hasil keuntungannya bukan untuk indonesia.
Tidak dapat menjaga alam yang dimiliki indonesia dengan segala kelebihannya, dan malah menjadi dampak buruk bagi masyarakat indonesia ex: buang sampah dan penebangan hutan karena banyak pulau-pulau di Indonesia membuat pemerintah indonesia tidak memberikan beberapa pulau tertentu yang jauh dari pusat pemerintahan ex : jakarta dengan papua (infrastruktur)
Opportunity
Dengan posisi wilayah indonesia yang merupakan jalur perdagangan laut bagi negara lain, dapat dimanfaatkan dengan kebijakan untuk memungut pajak bagi negara yang melewati indonesia
Trait
bencana alam wilayah kita terpecah belah

2. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi, dalam arti :
Strenght
potensi alam : laut, batu bara, minyak : GDP peran koperasi untuk membantu kesejahteraan masyarakat secara merata (kekeluargaan) sistem perekonomian indonesia yang dimana terdapat peran dimana pemerintah dan rakyat dapat menentukan mekansime pasar sehingga tidak ada pihak yang lebih dominan weakness korupsi banyak impor daripada ekspor banyak utang opportunity bbm potensi alam memicu timbulnya ukm yang memanfaaatkan sda trait banyaknya korupsi di indonesia membuat investor tidak percaya jika tidak dapat memanfaatkan potensi alam yang ada kita selalu dimanfaatkan negara luar sehingga tidak pernah maju

3. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial dan
Budaya, dalam arti :
Strenght :
Indonesia memiliki banyak suku sehingga mempunyai keberagaman budaya yang menjadi jati diri bangsa indonesia dan menjadi keistimewaan indonesia dengan negara lain walaupun indonesia terdiri dari beragam suku namun dengan keberagaman ini justru akan menimbulkan sikap saling menghargai satu sama lain ditengah perbedaan yang ada sehingga tercapai persatuan dan kesatuan nasional (bhinneka tunggal ika)
Weakness : kurang appresiasi masyarakat terhadap budaya sulitnya mencapai kesepakatan karena terlalu banyak pemikiran yang berbeda

Opportunity kita bisa memperkenalkan indonesia kepada khalayak luar dengan keberagaman budayanya

trait konflik agama konflik suku (kepentingan individu) cara pandang, perilaku, gaya hidup, sikap, nilai

4. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan
Pertahanan Keamanan, dalam arti : strenght : adanya pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan yang seimbang dalam segala aspek kehidupan berdasarkan uud dan pancasila adanya nilai-nilai moral yang ada dimasyarakat indonesia yang bisa membuat mawas terhadap luar kepemimpinan nasional yang mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat (demokrasi)

Weakness : kurang pertahanan keamanan di indonesia terutama laut dan udara kurangnya anggota Tentara angkatan laut dan udara kurangnya senjata untuk pertahanan dan keamanan kita tidak punya kjs keamanan pertahanan dengan negara lain
Opportunity
sebenarnya masyarakat indonesia memiliki kesadaran bela negara yang tinggi untuk mempertahankan kedaulatan dan budaya negara (kasus malaysia), tapi tidak didukung oleh pemerintah yang tidak memiliki kemampuan untuk itu
Trait
secara geografis anacaman dari luar akan dengan mudah menembus wilayah laut dan udara ancaman dari negara-negara terdekat yang merupakan negara kesemakmuran (memiliki kjs dengan negara adikuasa)

geopolitik
Istilah Geopolitik pertama kali digunakan oleh Rudolf Kjeellen, seorang ahli politik dari Swedia pada tahun 1905, sebagai cabang dari geografi politik, geopolitik fokus pada perkembangan dan kebutuhan akan ruang bagi suatu negara. Geopolitik mengkombinasikan teorinya Friedrich Ratzel’s tentang perkembangan alami sebuah negara dengan Heartland Theory (teori kawasan inti) dari Halford J. Mackinder’s untuk membenarkan praktek-praktek yang bersifat ekspansionis dari beberapa negara.
Berikut ini beberapa defenisi tentang Geopolitik:
1. Menurut Hagget,
Geografi Politik merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan pemerintahan atau kenegaraan yang meliputi hubungan regional dan internasional, pemerintahan atau kenegaraan dipermukaan bumi. Dalam geografi politik, lingkungan geografi dijadikan sebagain dasar perkembangan dan hubungan kenegaraan. Bidang kajian geografi politik relatif luas, seperti aspek keruangan, aspek politik, aspek hubungan regional, dan internasional. http://ms.wikipedia.org/wiki/Geografi 2. Menurut Sunarso2006
Geopolitik secara etimologi berasal dari kata geo (bahasa Yunani) yang berarti bumi yang menjadi wilayah hidup. Sedangkan politik dari kata polis yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri atau negara, dan teia yang berarti urusan (politik) bermakna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Sebagai acuan bersama, geopolitik dimaknai sebagai ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat tinggal suatu bangsa.
http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html
3. Menurut Preston E. James
Geopolitik berasal dari dua kata, yaitu “geo” dan “politik”. Maka, Membicarakan pengertian geopolitik, tidak terlepas dari pembahasan mengenai masalah geografi dan politik. “Geo” artinya Bumi/Planet bumi.
Geopolitik secara etimologi berasal dari kata “geo” (bahasaYunani) yang berarti bumi yang menjadi wilayah hidup. Sedangkan politik dari kata polis yang berarti kesatuan masyarakat atau negara yang berdiri sendiri. Jadi Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar faktor – faktor geografi, strategi dan politik suatu negara.
Bagi bangsa Indonesia yang mendiami wilayah Negara kepulauan harus memahami kaidah – kaidah geopolitik yang dimanfaatkan untuk menyusun kebijakan politik negara yang berbasis pada wilayah Negara sebagai Negara kepulauan. Geopolitik yang dikembangkan oleh bangsa Indonesia di dalam wadah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah geopolitik yang dijiwai oleh filsafah dan ideologi pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 yang di berinama Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD (Undang – Undang Dasar) 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan mengharagai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional. Karena Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan terdiri dari berbagai suku bangsa, ras, dan agama yang beranekaragam maka Indonesia harus dapat mengatasi segala serangan yang di luar maupun yang ada di dalam, oleh karena itu konsepsi dan fungsi dari wawasan nusantara di Indonesia harus di tingkatkan dengan cara :
1. Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.
2. Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai cangkupan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
3. Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan Negara merupakan pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.
4. Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan Negara tetangga.

Apakah semua konsepsi yang ada di atas ini sudah berjalan dengan baik di Indonesia? Jawabannya belum karena pada kenyatannya wawasan nusantara di era sekarang ini seperti memudar artinnya kebannyakan dari masyarakat di Indonesia belum paham betul apa yang namannya WASANTARA (Wawasan Nusantara), disamping itu karena pengaruh dari lingkungan yang timbul di masyarakat yang dapat mengubah pola dan cara pandang masyarakat Indonesia sendiri sehingga masyarakat Indonesia lebih mengikuti tren dan budaya bangsa lain yakni sudah mulai kebarat –baratan atau hedonisme yang dapat memicu masyarakat menjadi individualism dan cenderung lemah dalam mempertahankan wilayahnya sendiri. Seperti pada kasus perebutan kekuasaan di perbatasan Indonesia-Malaysia pada agustus 2010 yang lalu. Dalam kasus tersebut tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau yang di bawa ke Johor dan dimintai keterangan oleh Marine Police Malaysia. Namun pada kenyatannya ketiga petugas DKP (DinaskelautandanPerikanan) Indonesia saat itu sedang bertugas memastikan bahwa kapal nelayan Malaysialah yang di duga menangkap ikan tanpa izin di perairan Indonesia. Mengapa bisa terjadi hal memalukan seperti itu, hal tersebut dikarenakan lemahnya wawasan nusantara di Indonesia yang selama ini hanya di jadikan “pemanis” maksudnya tidak dipergunakan dengan baik oleh bangsa Indonesia. Selain itu peranan seorang pemimpin dalam suatu bangsa haruslah dapat menjaga masyarakatnnya dengan baik sehingga masyarakat itu menjadi tentram dan sejahtera. Sebagai satu kesatuan Negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif, sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Dengan mengacu pada kondisi geografi bercirikan maritim, maka diperlukan strategi besar (grand strategy) maritime sejalan dengan doktrin pertahanan defensive aktif dan fakta bahwa bagian terluar wilayah yang harus dipertahankan adalah laut. Implementasi dari strategi maritime adalah mewujudkan kekuatan maritim (maritime power) yang dapat menjamin kedaulatan dan integritas wilayah dari berbagai ancaman.
Sedangkan Geostrategi adalah suatu strategi yang memanfaatkan konstelasi geografi dalam menentukan kebijakan dan sasaran – sasaran, untuk mencapai tujuan nasional. Geostrategi berasal dari kata geografi dan strategi. Geografi merujuk kepada ruang hidup nasional, wadah atau tempat hidupnnya bangsa dan negara Indonesia. Strategi diartikan sebagai ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam keadaan perang maupun damai. Geostrategi meliputi Konsepsi Ketahanan Nasional, Hakekat Ketahanan Nasional, Azas Ketahanan Nasional dan Sifat Ketahanan Nasional.
Konsepsi ketahanan nasional meliputi :
• Konsep nasional dari geostrategi mengenai suatu kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan.
• Konsepsi Ketahanan nasional adalah pedoman atau sarana untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dan keamanan.
• Hakikat konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah peraturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional.
Hakekat ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnnya menuju kejayaan bangsa dan negara.
Azas ketahanan nasional meliputi :
• Azas kesejahteraan dan keamananteraan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang esensial. Tanpa kesejahteraan dan keamanan system kehidupan nasional tidak akan berlangsung.
• Azas komprehensif atau menyeluruh terpadu
Kehidupan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan secara menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, selaras, serasi dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara.
• Azas mawas ke dalam dan mawas keluar
Perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya.
1. Mawas ke dalam
Bertujuan menumbuhkan hakekat, sifat dan kondisi kehidupan berdasarkan nilai - nilai.
2. Mawas ke luar
Bertujuan untuk mengantisipasi dan ikut berperan serta dalam mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri.
• Azas kekeluargaan
Mengandung keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Sifat ketahanan nasional meliputi :
• Mandiri
Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan.
• Dinamis
Ketahanan Nasional tidaklah tetap. Ia dapat meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan kondisi bangsa.
• Wibawa
Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara lanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan keseimbangan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa.
• Konsultasi dan Kerjasama
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia lebih mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan, moral dan kepribadian bangsa.
Hemat saya bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan Negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut dengan Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif. Sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

Geopolitik secara etimologi berasal dari kata “geo” (bahasaYunani) yang berarti bumi yang menjadi wilayah hidup. Sedangkan politik dari kata polis yang berarti kesatuan masyarakat atau negara yang berdiri sendiri. Jadi Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar faktor – faktor geografi, strategi dan politik suatu negara.
Bagi bangsa Indonesia yang mendiami wilayah Negara kepulauan harus memahami kaidah – kaidah geopolitik yang dimanfaatkan untuk menyusun kebijakan politik negara yang berbasis pada wilayah Negara sebagai Negara kepulauan. Geopolitik yang dikembangkan oleh bangsa Indonesia di dalam wadah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah geopolitik yang dijiwai oleh filsafah dan ideologi pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 yang di berinama Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD (Undang – Undang Dasar) 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan mengharagai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional. Karena Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan terdiri dari berbagai suku bangsa, ras, dan agama yang beranekaragam maka Indonesia harus dapat mengatasi segala serangan yang di luar maupun yang ada di dalam, oleh karena itu konsepsi dan fungsi dari wawasan nusantara di Indonesia harus di tingkatkan dengan cara :
1. Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.
2. Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai cangkupan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
3. Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan Negara merupakan pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.
4. Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan Negara tetangga.

Apakah semua konsepsi yang ada di atas ini sudah berjalan dengan baik di Indonesia? Jawabannya belum karena pada kenyatannya wawasan nusantara di era sekarang ini seperti memudar artinnya kebannyakan dari masyarakat di Indonesia belum paham betul apa yang namannya WASANTARA (Wawasan Nusantara), disamping itu karena pengaruh dari lingkungan yang timbul di masyarakat yang dapat mengubah pola dan cara pandang masyarakat Indonesia sendiri sehingga masyarakat Indonesia lebih mengikuti tren dan budaya bangsa lain yakni sudah mulai kebarat –baratan atau hedonisme yang dapat memicu masyarakat menjadi individualism dan cenderung lemah dalam mempertahankan wilayahnya sendiri. Seperti pada kasus perebutan kekuasaan di perbatasan Indonesia-Malaysia pada agustus 2010 yang lalu. Dalam kasus tersebut tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau yang di bawa ke Johor dan dimintai keterangan oleh Marine Police Malaysia. Namun pada kenyatannya ketiga petugas DKP (DinaskelautandanPerikanan) Indonesia saat itu sedang bertugas memastikan bahwa kapal nelayan Malaysialah yang di duga menangkap ikan tanpa izin di perairan Indonesia. Mengapa bisa terjadi hal memalukan seperti itu, hal tersebut dikarenakan lemahnya wawasan nusantara di Indonesia yang selama ini hanya di jadikan “pemanis” maksudnya tidak dipergunakan dengan baik oleh bangsa Indonesia. Selain itu peranan seorang pemimpin dalam suatu bangsa haruslah dapat menjaga masyarakatnnya dengan baik sehingga masyarakat itu menjadi tentram dan sejahtera. Sebagai satu kesatuan Negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif, sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Dengan mengacu pada kondisi geografi bercirikan maritim, maka diperlukan strategi besar (grand strategy) maritime sejalan dengan doktrin pertahanan defensive aktif dan fakta bahwa bagian terluar wilayah yang harus dipertahankan adalah laut. Implementasi dari strategi maritime adalah mewujudkan kekuatan maritim (maritime power) yang dapat menjamin kedaulatan dan integritas wilayah dari berbagai ancaman.
Geostrategi adalah perumusan strategi nasional dengan memperhitungkan kondisi dan konstelasi geografi sebagai factor utamanya. Disamping itu dalam merumuskan strategi perlu memperhatikan kondisi social, budaya, penduduk, sumber daya alam, lingkungan regional maupun internasional.
Geostrategi juga merupakan cabang dari geopolitik yang berurusan dengan strategi. Definisi geostrategi. Geostrategi adalah perumusan strategi nasional dengan memperhitungkan kondisi dan konstelasi geografi sebagai factor utamanya. Disamping itu dalam merumuskan strategi perlu memperhatikan kondisi social, budaya, penduduk, sumber daya alam, lingkungan regional maupun internasional.

Sedangkan Geostrategi adalah suatu strategi yang memanfaatkan konstelasi geografi dalam menentukan kebijakan dan sasaran – sasaran, untuk mencapai tujuan nasional. Geostrategi berasal dari kata geografi dan strategi. Geografi merujuk kepada ruang hidup nasional, wadah atau tempat hidupnnya bangsa dan negara Indonesia. Strategi diartikan sebagai ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam keadaan perang maupun damai. Geostrategi meliputi Konsepsi Ketahanan Nasional, Hakekat Ketahanan Nasional, Azas Ketahanan Nasional dan Sifat Ketahanan Nasional.
Konsepsi ketahanan nasional meliputi :
• Konsep nasional dari geostrategi mengenai suatu kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan.
• Konsepsi Ketahanan nasional adalah pedoman atau sarana untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dan keamanan.
• Hakikat konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah peraturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional.
Hakekat ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnnya menuju kejayaan bangsa dan negara.
Azas ketahanan nasional meliputi :
• Azas kesejahteraan dan keamananteraan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang esensial. Tanpa kesejahteraan dan keamanan system kehidupan nasional tidak akan berlangsung.
• Azas komprehensif atau menyeluruh terpadu
Kehidupan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan secara menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, selaras, serasi dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara.
• Azas mawas ke dalam dan mawas keluar
Perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya.
1. Mawas ke dalam
Bertujuan menumbuhkan hakekat, sifat dan kondisi kehidupan berdasarkan nilai - nilai.
2. Mawas ke luar
Bertujuan untuk mengantisipasi dan ikut berperan serta dalam mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri.
• Azas kekeluargaan
Mengandung keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Sifat ketahanan nasional meliputi :
• Mandiri
Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan.
• Dinamis
Ketahanan Nasional tidaklah tetap. Ia dapat meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan kondisi bangsa.
• Wibawa
Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara lanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan keseimbangan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa.
• Konsultasi dan Kerjasama
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia lebih mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan, moral dan kepribadian bangsa.
Hemat saya bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan Negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut dengan Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif. Sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

Bela negara adalah tekad, sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada negara kesatuan republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan uud 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. pembelaan negara bukan semata-mata tugas tni, tetapi segenap warga negara sesuai kemampuan dan profesinya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non-fisik, secara fisik dengan mengangkat senjata menghadapi serangan atau agresi musuh, secara non-fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertanankan Negara dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme, yakni kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara.

Landasan pembentukan bela negara adalah wajib militer. Bela negara adalah pelayanan oleh seorang individu atau kelompok dalam tentara atau milisi lainnya, baik sebagai pekerjaan yang dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa sadar (wajib militer). Beberapa negara (misalnya Israel, Iran) meminta jumlah tertentu dinas militer dari masing-masing dan setiap salah satu warga negara (kecuali untuk kasus khusus seperti fisik atau gangguan mental atau keyakinan keagamaan). Sebuah bangsa dengan relawan sepenuhnya militer, biasanya tidak memerlukan layanan dari wajib militer warganya, kecuali dihadapkan dengan krisis perekratan selama masa perang.

Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Spanyol dan Inggris, bela negara dilaksanakan pelatihan militer, biasanya satu akhir pekan dalam sebulan. Mereka dapat melakukannya sebagai individu atau sebagai anggota resimen, misalnya Tentara Teritorial Britania Raya Dalam beberapa kasus milisi bisa merupakan bagian dari pasukan cadangan militer, seperti Amerika Serikat National Guard

Di negara lain, seperti Republik China (Taiwan), Republik Korea, dan Israel, wajib untuk beberapa tahun setelah seseorang menyelesaikan dinas nasional,

Sebuah pasukan cadangan militer berbeda dari pembentukan cadangan, kadang-kadang disebut sebagai cadangan militer, yang merupakan kelompok atau unit personil militer tidak berkomitmen untuk pertempuran oleh komandan mereka sehingga mereka tersedia untuk menangani situasi tak terduga, memperkuat pertahanan negara.

B. Pengertian Bela Negara di Indonesia

Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.

Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.

Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Demokrasi
Menurut Harris Soche
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat, karena itu kekusaan pemerintahan itu melekat pada diri rakyat atau diri orang banyak dan merupakan hak bagi rakyat atau orang banyak untuk mengatur, mempertahankan dan melindungi dirinya dari paksaan dan pemerkosaan orang lain atau badan yang diserahi untuk memerintah. .(http://www.scribd.com)

¬ Menurut Hennry B. Mayo
Kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana di mana terjadi kebebasan politik.

Kata "demokrasi" berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
( http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi)
¬ Demokrasi pengertian etimologis mengandung makna pengertian universal. Abraham Lincoln th 18673 memberikan pengertian demokrasi “ government of the people, by the people, and for the people”.

¬ Menurut etimologi/bahasa, demokrasi berasal dari bahasa yunani yaitu dari demos = rakyat dan cratos atau cratein=pemerintahan atau kekuasaan. Demokrasi berarti pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat. Oleh karena itu dalam sistem demokrasi rakyat mendapat kedudukan penting didasarkan adanya rakyat memegang kedaulatan.

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Pertanyaan mendasarnya adalah benarkah bahwa demokrasi yang kita anut saat ini (one man-one vote) telah sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Apakah sistem demokrasi saat ini telah sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa kita sebagaimana tertuang dalam sila keempat “Kerakyatan yang dipimpim oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan”. Nampaknya demokrasi yang kita adopsi terlalu western oriented atau lebih tepatnya American Oriented, sistem demokrasi yang belum tentu cocok dengan budaya Indonesia.
Apakah benar bahwa setiap Anggota DPRD tingakat II, Tingkat I, DPR Pusat, Bupati/Walikota, Gubernur, hingga Presiden, harus dipilih langsung oleh rakyat? Jika kita berkaca kenyataan saat ini, sebagian besar Pilkada sering terjadi kerusuhan dan memicu konflik horizontal sesama warga sekitar. Siap menang, namun tidak siap kalah itulah watak para petinggi negeri ini. Hal ini jelas merugikan dan berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Sebenarnya, penulis sendiri tidak heran jika setiap adanya perhelatan pemilu atau pilkada terjadi kerusuhan, fitnah sana-sini, black campaigm, dll. Di tataran mahasiswa saja yang notabene kalangan intelektual dan elit masyarakat, hal-hal tidak terpuji ini kerap terjadi saat terjadinya pemilihan Ketua BEM baik level fakultas apalagi level universitas. Mencoba mengambil hikmah dari kontestasi politik kampus, penulis menarik beberapa kesimpulan terkait prasyarat minimum untuk melaksanakan demokrasi one man-one vote di Indonesia.

Pertama, Masyarakat harus cerdas dan melek politik. Masyarakat harus memahami bahwa suara mereka akan berdampak kepada masa depan negeri ini. Suara mereka akan menentukan kemana arah kebijakan negeri ini akan diambil, kepada siapa suara rakyat ini kita percayakan, dan minimal suara kita menentukan siapa yang akan menjadi nahkoda negeri ini dalam beberapa tahun ke depan.

Kedua, Tingkat kesejahteraan harus mencukupi. Omong kosong kita berbicara demokrasi jika kesejahteraan masyarakat masih di bawah standar kelayakan. Yang ada adalah demokrasi transaksional. Praktek-praktek suap akan marak terjadi. Alhasil, bias politik dan legitimasi dari proses politik itu pun dipertanyakan.

Ketiga, tingkat intelektualitas masyarakat juga harus di atas rata-rata. Demokrasi adalah ruang publik dimana tidak ada boleh adanya kebenaran tunggal. Kebenaran dalam alam demokrasi pun harus diuji melalui rasionalitas karena rasionalitas adalah alat yang menyatukan perbedaan-perbedaan di masyarakat (Gerung, 2010).Melihat ketiga prasyarat tersebut, penulis menarik kesimpulan bahwa secara idealisme bahwa demokrasi one man-one vote seperti saat ini adalah sistem yang paling ideal bagi Indonesia, namun jika kita melihat realitas masyarakat Indonesia yang sebagian besar masih rabun politik, rendah tingkat kesejahteraan, dan intelektualitasnya maka sistem demokrasi one man-one vote di setiap pemilu atau pilkada perlu kita renungkan kembali.

Similar Documents

Free Essay

Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan Di Indonesia

...NAMA : M. Syauqi Jazil NIM : 135030201111081 K Class 2013 TAKE HOME UTS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia   Sebelum Proklamasi Kemerdekaan   Pada jaman Hindia Belanda di kenal dengan nama “Burgerkunde”. Pada waktu itu ada 2 buku resmi yang digunakan, yaitu : a. Indische Burerschapkunde, yang di bicarakan dalam buku tersebut, masalah masyarakat pribumi. Pengaruh barat, bidang sosial, ekonomi, hukum, ketatanegaraan dan kebudayaan, masalah pertanian, masalah perburuhan. Kaum menengah dalam industri dan perdagangan, terbentuknya dewan rakyat, masalah pendidikan, kesehatan masyarakat, pajak, tentara dan angkatan laut.  b. Rech en Plich ( Bambang Daroeso, 1986: 8 9) karangan J.B. Vortman yang dibicarakan dalam buku tersebut yaitu :Badan pribadi yang mengutarakan masyarakat dimana kita hidup, obyek hukum dimana dib icarakan eigondom eropah dan hak-hak atas tanah. Masalah kedaulatan raja terhadap kewajiban-kewajiban warga negara dalam perinta Hindia Belanda. Masalah Undang-Undang, sejarah alat pembayaran dan kesejahteraaan Adapun tujuan dari buku tersebut, yakni: agar rakyat jajahan lebih memahami hak dan kewajibannya terhadap pemerintah Hindia Belanda, sehingga diharapkan tidak menganggap pemerintah belanda sebagai musuh tetapi justru memberikan dukungan dengan penuh kesadaran dalam jangka waktu yang  panjang.   Pada tahun 1932 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan yang disetujui Volksraad, bahwa setiap ugru harus...

Words: 1743 - Pages: 7

Free Essay

People

...PENDIDIKAN SIVIK DAN KEWARGANEGARAAN TINGKATAN 2 Nama : ________________________________________________________________________________ Tingkatan : ________________________________________________________________________________ Tahun : ________________________________________________________________________________ BAND / PERNYATAAN STANDARD | DESKRIPTOR | TEMA | UNIT | EVIDENS | √ | 1 : TAHUB1 : Mengetahui asas identiti diri, keluarga, masyarakat, budaya, kewarganegaraan dan jenis cabaran masa depan | B1D1 : Mengetahui aspek kecemerlangan diri | 1 | 1 | B1D1E1 : Menyatakan empat aspek kecemerlangan diri | | | B1D2 : Mengetahui cara-cara untuk mencapai perpaduan dalam keluarga | 2 | 2 | B1D2E1 : Menyatakan cara-cara untuk mencapai perpaduan keluarga | | | B1D3 : Mengetahui hak orang lain yang perlu dihormati | 3 | 3 | B1D3E1 : Menyatakan hak orang lain yang perlu dihormati | | | B1D4 : Mengetahui jenis warisan kesenian pelbagai kaum di Malaysia | 4 | 5 | B1D4E1 : Menyatakan jenis warisan kesenian pelbagai kaum di Malaysia | | | B1D5 : Mengetahui sistem pemerintahan di Malaysia | 5 | 6 | B1D5E1 : Menyatakan sistem demokrasi berparlimen di Malaysia | | | B1D6 : Mengetahui ciri-ciri jentera pentadbiran negara yang stabil dan berkesan | 6 | 9 | B1D6E1 : Menyatakan ciri-ciri jentera pentadbiran yang stabil dan berkesan | | 2 : TAHU DAN FAHAMB2 : Mengetahui dan memahami identiti diri, keluarga, masyarakat, budaya, kewarganegaraan dan cabaran masa depan...

Words: 901 - Pages: 4

Free Essay

Kwn Tambahan

...Pengertian Pendidikan Kewarganegaan : *Menurut UU No 2 tahun 1989 tentang SIDIKNAS bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warganegara dan negara serta pendidikan pendahuluan bela Negara (PPBN) agar menjadi warga negara yang dapat dihandalkan oleh bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (PENDIDIKAN KEWAREGANEGARAAN. Hamdan Mansur dkk, penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Hal : 6). *Dalam UU No. 20 tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa, berbudi luhur, berkpribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif terampil disiplin, memiliki etos kerja, profesional, bertanggungjawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus menumbuhkan jiwa patriotik, mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan, kesetakawanan sosial, kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan dan berorientasi kemasa depan . (CERDAS, KRITIS, DAN AKTIF BERWARGANEGARA. Heri Herdiawanto & Jumanta Hamdayama. Penerbit Erlangga. Jakarta. Hal :3) Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan adalah seperangkat tindak cerdas dan penuh rasa tanggung jawab seorang warga negara dalam hubungan dengan negara dan memecahkan berbagai masalah hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (CERDAS...

Words: 3003 - Pages: 13

Free Essay

Kenegaraan

...Persekutuan Tanah Melayu 1948 PENGENALAN Sejak rancangan Malayan Union dicadangkan, seterusnya diumumkan dalam satu kertas putih pada akhir Januari 1946, pelbagai pihak terutamanya orang-orang Melayu telah bangkit menentang dengan kuatnya skim baru itu, anggota-anggota perkhidmatan awam Inggeris yang telah bersara dan pemimpin-pemimpin Melayu turut berganding bahu menentang rancangan union tersebut kerana syor-syornya yang jelas dilihat bakal memberikan kesan buruk kepada institusi pemerintahan beraja serta nasib masyarakat Melayu itu sendiri. Orang-orang Melayu mula sedar akan kerugian dan bencana yang akan mereka terima jika Malayan Union dilaksanakan. Malah, rancangan tersebut juga turut mendapat kritikan daripada orang-orang Cina dan India. Usaha penentangan dilakukan dalam pelbagai cara termasuklah tindakan memulaukan majlis-majlis berkaitan Malayan Union serta tindakan berkabung oleh orang-orang Melayu. Justeru itu, pada bulan Julai 1946, suatu jawatankuasa kerja telah dilantik yang terdiri daripada wakil-wakil Umno, wakil-wakil Raja-raja negeri Melayu dan wakil –wakil Kerajaan Inggeris untuk merangka suatu perlembagan yang baru bagi menggantikan Malayan Union. Hasilnya, perlembagaan Malayan Union yang diperkenalkan pada 1 April 1946 itu terpaksa dimansuhkan oleh Kerajaan Inggeris pada 31 Januari 1948 dan digantikan dengan Perlembagaan baru iaitu Perlembagaan Pesekutuan Tanah Melayu 1948. HALANGAN DAN TENTANGAN Umumnya, di samping usaha dan rundingan yang dijalankan...

Words: 2811 - Pages: 12

Free Essay

Character Building

...1. Apa yang anda harapkan dari pembelajaran CB kewarganegaraan? Mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga Negara yang dapat membantu untuk mengerti peran dan penempatan diri sebagai bagian dari suatu Negara. Dapat lebih memotivasi untuk memiliki sifat nasionalisme dan patriotisme yang tinggi. Serta membantu untuk memperkuat keyakinan kita terhadap pancasila sebagai ideologi Negara dan mengamalkan semua nilai yang terkandung didalamnya. 2. Jelaskan bahwa warga Negara merupakan sebuah status legal? Karena ia menjadi anggota dari Negara yang bersangkutan, ketika di masa lalu hidup bernegara belum ada, individu telah menjadi warga dari sebuah komunitas, apakah anggota keluarga, marga, suku, atau bangsa. 3. Jelaskan dimensi yang menjadi elemen penting dari status kewarganegaraan? 4. Jelaskan bahwa anda adalah warga Negara yang baik! Menjadi warga Negara yang baik menurut saya harus mempunyai karakteristik yaitu : memiliki sikap rasa hormat dan tanggung jawab, bersikap kritis, membuka dialog dan diskusi, bersikap terbuka, bersikap rasional, adil dan selalu bersikap jujur. Dan menurut saya, saya sudah cukup mempunyai karakteristik seperti itu 5. Apa yang dimaksud dengan nilai dan norma? Nilai merupakan segala sesuatu yang dianggap berharga oleh masyarakat, anggapan masyarakat tentang sesuatu yang diharapkan, indah, dan benar. Keberadaan nilai bersifat abstrak dan ideal. Sedangkan norma adalah aturan berperilaku dalam masyarakat yang mengatur perilaku manusia...

Words: 858 - Pages: 4

Free Essay

Business

...Manuel Saragih DATA PRIBADI [pic]   | Tempat, tanggal lahir | : Jakarta, 03 April 1990 | | Jenis kelamin | : Laki-laki | | Status | : Lajang | | Agama | : Protestan | | Kewarganegaraan | : Indonesia | | Alamat | : Jl. Swadaya No.13 | |  |   Jakarta Timur 13720 | | Telepon | : (021) 8708395 / 08561633983 | | e-mail | : [pic]manuelsaragih@gmail.com[pic]This e-mail | | |address is being protected from spam bots, you | | |need JavaScript enabled to view it [pic] |    BIDANG KEAHLIAN [pic] Manajer Pemasaran      PENGALAMAN KERJA [pic]     2010-Saat ini    PT. BOGA INTI SARI    Bogor, Jawa Barat District Sales Manager • Meningkatkan penjualan wilayah Jabotabek dari Rp 250 milyar per tahun menjadi Rp 350 milyar per tahun. • Mengkoordinir 250 agen distributor di wilayah Jabotabek. • Implementasi kursus dan pelatihan mengenai teknik dan strategi menjual yang efektif bagi karyawan baru, yang terbukti dapat meningkatkan penjualan secara lebih cepat. PENDIDIKAN ...

Words: 256 - Pages: 2

Free Essay

Hubungan Etnik

...Name : LAI BI CHAN ID : 1131121814 Title: Terangkan bagaimana kesepaduan dapat dijalinkan di kalangan masyarakat Malaysia Berlatarkan filem yang kamu tonton. Jawapan perlu mengandungi bab 2 – bab 5. Filem tersebut yang saya menontonkan pada hari selasa ialah namanya Spinning Gasing. Filem itu menyebutkan sekumpulan orang dewasa sedang berusaha untuk menjalankan dream-dream mereka. Selain itu, Filem itu juga terhadap tentang pelbagai kaum-kaum yang termasuk Melayu, Cina dan India. Akhirnya, kaum yang berbeza juga terhadap agama-agama lain. Sebagai contohnya ialah semua melayu agamanya islam, India ialah Hindu, dan Cina ialah Buddishism. Kelompok manusia yang ditentukan melalui perbezaan ciri-ciri budaya seperti adat resam, pakaian, bahasa, kegiatan ekonomi dan sebagainya. Rasa kekitaan sesuatu kumpulan etnik tertentu kerana anggotanya merasa disatukan dengan satu sejarah, nilai, sikap dan tingkahlaku yang sama. Kepercayaan atau rasa bangga di kalangan anggota sesebuah etnik bahawa budaya dan etnik mereka jauh lebih baik dan hebat daripada kelompok lain. Takrifan budaya ialah suatu cara hidup yang diamalkan oleh kumpulan tertentu dan meliputi sistem sosial, susunan organisasi ekonomi, politik, agama, kepercayaan, adat resam, sikap dll. Dalam filem itu, terdapat banyak hal tentang pelbagai jenis budaya sepertinya budaya kebendaan, ini ialah peralatan dan kelengkapan hidup seperti rumah, kereta, perahu, senjata dan sebagainya. Selain tu, juga ada budaya...

Words: 1014 - Pages: 5

Free Essay

Worthington Industries

...dioperasikan 53 tanaman di 11 negara dan membual 7.500 karyawan. John H. McConnell mendirikan perusahaan pada tahun 1955. Seorang pemimpin didirikan dengan lebih dari 1.000 pelanggan. Worthington baja disajikan berbagai pasar, termasuk otomotif, rumput dan taman, konstruksi, keras yang, furnitur, dan peralatan kantor, kontrol listrik, waktu luang dan rekreasi, peralatan dan pertanian menerapkan. Perusahaan menawarkan jangkauan terluas layanan di industri, dari menggorok dan blanking hidrogen anil, panas dicelup galvanis dan nikel plating. Pendiri mengembangkan nilai-nilai suatu perusahaan melalui Filsafat Worthington industri 'sebagai berikut: Penghasilan Aturan emas kami Orang-orang Pelanggan Pemasok Organisasi Komunikasi Kewarganegaraan Pada inti ofof nilai-nilai ini adalah aturan emas: perlakukan orang lain dengan cara yang salah satu ingin diperlakukan. Sistem Administrasi perusahaan Worthington dianggap di bawah bagian berikut: nilai-nilai, struktur organisasi, sumber daya manusia dan polities sistem reward. Pertanyaan Mengevaluasi sistem manajemen di industri Worthington dari sudut pandang bagaimana mereka membantu perusahaan untuk mengungguli para pesaingnya. ANALISIS Perusahaan Worthington baja memiliki empat faktor kunci keberhasilan dan memiliki Filsafat Worthington industri 'untuk membantu mengungguli pesaing dari mereka, sebagai berikut: 1.Value Perusahaan telah mengembangkan nilai-nilai perusahaan dan sebagai hasil yang Worthington...

Words: 268 - Pages: 2

Free Essay

Education

...INSTITUSI PENDIDIKAN GURU KAMPUS BAHASA MELAYU LEMBAH PANTAI, KUALA LUMPUR KERTAS CADANGAN PENYELIDIKAN TINDAKAN SHARIFAH KASTINAH BINTI HABIB MOHD KASSIM TAJUK : PENGGUNAAN SUMBER DARI “YOUTUBE” DAPAT MEMBANTU PEMBENTUKAN KONSEP KENDIRI MURID DALAM MATAPELAJARAN PENDIDIKAN SIVIK DAN KEWARGANEGARAAN PENYELIA : PUAN NOR RUL AZLIFAH BT ZULKAFLI JABATAN SAINS SOSIAL INSTITUT PENDIDIKAN GURU KAMPUS BAHASA MELAYU ISI KANDUNGAN : Muka surat PENDAHULUAN 3 1.1 Pengenalan 3 1.2 Refleksi Pengalaman Pengajaran dan Pembelajaran 5 FOKUS KAJIAN 7 2.1 Isu Kajian 7 2.2 Batasan Kajian 8 OBJEKTIF KAJIAN 9 3.1 Objektif Umum 9 3.2 Objektif Khusus 9 PERSOALAN KAJIAN 9 TINJAUAN LITERATUR 9 KUMPULAN SASARAN 14 PELAKSANAAN KAJIAN 14 PERANCANGAN PELAKSANAAN TINDAKAN 19 8.1 Jadual Tindakan Pelaksanaan 19 8.2 Anggaran Kos 19 SENARAI RUJUKAN 20 LAMPIRAN 23 PENDAHULUAN : 1.1 Pengenalan 1.2.1 Latarbelakang Kajian Konsep kendiri positif maupun negatif merupakan bidang yang agak sukar untuk dijelaskan kerana ianya berbentuk subjektif dan abstrak. Super(1963) dalam kajian Zainuddin(2010), merumuskan konsep kendiri sebagai suatu asas dalam pembentukan personaliti seseorang individu, yang mana ianya merangkumi penilaian, sikap dan persepsi seseorang itu terhadap dirinya sendiri...

Words: 4785 - Pages: 20

Free Essay

Uajy

...Antonius Maria Claret Hermawan Harry Nugroho Donon Sumberarum Moyudan RT 04/ RW 31 Sleman Yogyakarta 55563 Mobile : 085643752727 Email : arex_1986@yahoo.co.id CURRICULUM VITAE DATA PRIBADI Nama : Antonius Maria Claret Hermawan Harry Nugroho Tempat/ Tanggal Lahir : Dilli, 24 Oktober 1986 Kewarganegaraan : Indonesia Status : Belum Menikah Tinggi, Berat : 167 cm, 64 kg Kesehatan : Sangat baik (tidak merokok) Agama : Katolik Alamat : Donon Sumberarum Moyudan RT 04 / RW 31 Sleman, Yogyakarta 55563 Mobile : 08564 375 2727 Email : arex_1986@yahoo.co.id Antonius Maria Claret Hermawan Harry Nugroho Donon Sumberarum Moyudan RT 04/ RW 31 Sleman Yogyakarta 55563 Mobile : 085643752727 Email : arex_1986@yahoo.co.id LATAR BELAKANG PENDIDIKAN 1991 – 1992 : TK Ratu Damai, Dili Timor-timur 1992 – 1998 : SD Negeri 10 Perumnas, Dili Timor-timur 1998 – 1999 : SMP Negeri 1 Comoro, Dili Timor-timur 1999 – 2001 : SMP Negeri 6 Yogyakarta 2001 – 2004 : SMA Negeri 1 Godean, Sleman Yogyakarta 2004 – 2009 : Sarjana Strata-1 Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. PENGALAMAN ORGANISASI * Panitia Pekan Keakraban Fakultas Ekonomi (PEKAFE) : 09 September 2006 * Panitia Inisiasi Sanata Dharma (INSADHA)...

Words: 416 - Pages: 2

Free Essay

Delima

...Bantuan Persediaan IPT Bantuan Haemodialisis Bantuan Perkahwinan Bantuan Am Pelajaran IPT Bantuan Peralatan Kesihatan Bantuan Guaman Syarie Bantuan Tuisyen (Labuan Sahaja) Bantuan Perubatan Am 1. Bantuan Motorsikal OKU Bantuan Musibah Bantuan Galakan Hafaz al-Quran MAKLUMAT PEMOHON / KETUA KELUARGA No. K/Pengenalan : - Nama Sendiri No. Telefon (Rumah) : - Tarikh Lahir : - Tempat Lahir : Keadaan Fizikal 2. : : No. Passport / Tentera / Polis : : Status Kediaman - : Alamat (Sila Isi Ruang Yang Disediakan Dengan Lengkap Menggunakan HURUF BESAR) Sewa Tumpang Pinjaman No. Telefon : (Bimbit) - Umur : Taraf Perkahwinan : Kewarganegaraan : Sihat Lain-Lain. Nyatakan : ........................................................................ Sakit OKU Bujang Malaysia Berkahwin Janda Duda Lain-lain (Negara) : _______________________ Nyatakan :...

Words: 407 - Pages: 2

Free Essay

Wkwkwk

...PETUNJUK CB PANCASILA TOGETHER WE CAN CHANGE INDONESIA Informasi Umum 1. Character Building adalah salah satu matakuliah yang bertujuan untuk pembentukan karakter dan soft skill mahasiswa. 2. Di dalam mata kuliah Character Building ada tugas lapangan yang merupakan implementasi dari pembelajaran Teori di kelas. 3. Hal lain di BINUS untuk pembentukan karakter dan soft skill mahasiswa dengan diadakan kegiatan peduli untuk komunitas/ Community service dan di lakukan oleh mahasiswa selama aktif kuliah yang salah satunya adalah kegiatan bersama Teach For Indonesia 4. Dilakukan sinergi Character Building dengan Teach For Indonesia, agar kegiatan mahasiswa dapat melengkapi dan menjawab kebutuhan perusahaan terhadap lulusan yang SMART dan berkarakter. 5. Tugas lapangan CB diberi nilai oleh Dosen, pengakuan point/ jam community service adalah dari Teach For Indonesia. TOGETHER WE CAN CHANGE INDONESIA Output Dari Program Ini • Semua mahasiswa yang mengikuti pembelajaran CB terlibat aktif dalam kegiatan sebagai pelaksanaan dari apa yang disebutkan dalam LO matakuliah CB. • Kelima nilai (karakter utama) yang dicanangkan dihayati dan diamalkankan dalam pelakasanaan kegiatan proyek ini. • Pembelajaran CB terlaksana dengan baik, teori dan praktek berjalan bersamaan, memberi manfaat penting, baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat (khususnya mereka yang perlu mendapatkan perhatian khusus). • Mahasiswa, bersama dengan masyarakat luas, Pemerintah, dan masyarakat dunia, dengan semangat...

Words: 2174 - Pages: 9

Free Essay

Whistleblowing

...tindakan menyimpang karena menyalahi aturan inti pekerjaan dalam perusahaan yang harus dipatuhi oleh semua pekerja. Sedangkan menurut Moberg (1997) tindakan ini dikategorikan sebagai pengkhianatan terhadap perusahaan. Whistle Blowing dalam perusahaan (misalnya atasan) dapat disebut sebagai perilaku menyimpang tipe O jika termotivasi oleh identifikasi perasaan yang kuat terhadap nilai dan misi yang dimiliki perusahaan, dengan kepedulian terhadap kesuksesan perusahaan itu sendiri. Sedangkan tindakan whistle blowing yang bersifat ”pembalasan dendam” dikategorikan sebagai perilaku menyimpang tipe D karena ada usaha untuk menyebabkan suatu bahaya. Sementara itu, beberapa peneliti menganggap whistle blowing sebagai suatu bentuk tindakan kewarganegaraan yang baik (Dworkin & Nera, 1997), harus didorong dan bahkan dianugerahi penghargaan. Namun, whistle blowing biasanya dipandang sebagai perilaku menyimpang. Para atasan menganggapnya sebagai tindakan yang merusak yang kadang berupa langkah pembalasan dendam yang nyata (Near & Miceli, 1986). Para atasan berpendapat bahwa pada saat tindakan yang tidak etis terungkap, maka mereka harus berhadapan dengan pihak intern mereka sendiri. Penelitian Near & Miceli mengungkapkan bahwa whistle blower lebih memilih melakukan aksi balas dendam apabila mereka tidak mendapat dukungan yang mereka inginkan dari atasannya, insiden yang terjadi tergolong serius, dan menggunakan sarana eksternal untuk melaporkan kesalahan yang...

Words: 1553 - Pages: 7

Free Essay

Life Cost When I'M in College

...Matematika Ekonomi | 3 | C+ | 2.3 | 4 | Bahasa Indonesia | 3 | A- | 3.7 | 5 | Agama Kristen | 3 | B | 3.0 | | Jumlah | 20 | | 66.8 | | IPS | | 3.34 | Biaya : DPFP | : | 14.000.000 | Tetap | : | 1.600.000 | Variabel 20 x 170000 | : | 3.400.000 | Kesehatan | : | 150.000 | Terintegrasi | : | 150.000 | Persiapan Kealumnian | : | 25.000 | Kegiatan Kemahasiswaan | : | 275.000 | Buku | : | 200.000 | | | | Total Yang Harus Dibayar | : | 19.800.000 | Semester 2 No | Mata Kuliah | Sks | Nilai | | | | Huruf | Bobot | 1 | Sistem Informasi Manajemen | 3 | B+ | 3.3 | 2 | Statistik | 5 | B- | 2.7 | 3 | Teori Ekonomi | 6 | A | 4.0 | 4 | Bahasa Inggris | 3 | B+ | 3.3 | 5 | Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan | 3 | B | 3.0 | | Jumlah | 20 | | 66.3 | | IPS | | 3.31 | Biaya : Tetap | : | 1.600.000 | Variabel 20 x 170000 | : | 3.400.000 | Kesehatan | : | 150.000 | Terintegrasi | : | 150.000 | Persiapan Kealumnian | : | 25.000 | Kegiatan Kemahasiswaan | : | 275.000 | Buku | : | 200.000 | | | | Total Yang Harus Dibayar | : | 5.800.000 | Semester 3 No | Mata Kuliah | Sks | Nilai | | | | Huruf | Bobot | 1 | Manajemen Pemasaran | 6 | B | 3.0 | 2 | Manajemen Operasional | 6 | A | 4.0 | 3 | Manajemen Keuangan | 6 | B+ | 3.3 | 4 | Ekonomi Manajerial | 3 | A- | 3.7 | | Jumlah | 21 | | 72.9 | | IPS | | 3.47 | Biaya : Tetap | : | 1.600.000 | Variabel 21 x 170000 | : | 3.570.000 | Kesehatan...

Words: 771 - Pages: 4

Free Essay

Challenges for National League for Democracy in Myanmar Democratization: Examining the Role and Effectiveness of the Nld as Opposition Party

...Abstract National League for Democracy shocks the Myanmar’s government by winning the 1990 election, and has become the symbol of democratization hope for the people ever since. This paper will reveal what have the NLD truly accomplished during the 1990-2010 period in the term of Myanmar’s democratization, and how effective it is as an opposition side. Chapter 1: Introduction Background Democracy has become a justification for governmental systems to lead themselves into good governance. It is believed that democracy is a part of the best governmental system, which can maintained its growth and stability by positive and pro-active attitude from its people (Rosyada, Jamil. 2005:113). This led to government openness by check and balances mechanism, which open the doors into good governance. The trend has finally reached Southeast Asia region in second half of the twentieth, thanks to third world democratization wave (1974-1990) classified by Samuel Huntington. Some of the nations are having dynamics to face democratization persistence to reduce centralistic power from the authoritarian. They are, to say: Indonesia, Filipina and Thailand. While Myanmar are having the exact opposite when their civilian government being overpowered by the military. However, the development of democracy culture in Myanmar is still highly hoped by its people, shown by the 1990 election where National League for Democracy, Myanmar’s Opposition party, won. Although the result of the election was...

Words: 2348 - Pages: 10