Free Essay

Manajemen

In:

Submitted By edylukman
Words 1768
Pages 8
Merancang Jaringan
Supply Chain
Dosen :
Moch Mizanul Achlaq

Pendahuluan
Perancangan jaringan supply chain juga merupakan satu kegiatan penting yang harus dilakukan pada supply chain management.
Implementasi strategi supply chain hanya bisa berlangsung secara efektif apabila supply chain memiliki jaringan dengan konfigurasi yang sesuai.
Artinya, struktur atau konfigurasi jaringan bisa menentukan apakah suatu supply chain akan bisa menjadi responsif atau efisien. Sebagai contoh kalau Supply chain ingin responsif maka konfigurasi jaringannya harus ditunjang oleh fasilitas produksi dan gudang yang lebih banyak dan tersebar di berbagai lokasi pemasaran. Sebaliknya, suatu supply chain akan efisien apabila jaringan yang ada relatif tersentralisasi dengan fasilitas yang lebih sedikit.

Pendahuluan
Pada dasarnya jaringan supply chain merupakan hasil dari beberapa keputusan strategis berikut.
Pertama adalah keputusan tentang lokasi fasilitas produksi dan gudang dan keputusan tentang pembelian.
Kedua adalah keputusan outsourcing, yakni akan mengerjakan sendiri suatu kegiatan tertentu atau mensubkontrakkan ke pihak lain. Ketiga adalah keputusan tentang aliran produk atau barang pada fasilitas-fasilitas fisik tersebut. Masing-masing keputusan tersebut tentunya didasari oleh banyak pertimbangan seperti kondisi ekonomi, sosial, keamanan, politik, budaya, dan lingkungan.

Pendahuluan
Jadi, pertimbangan fleksibilitas dan kemampuan untuk beradaptasi terhadap lingkungan bisnis sangat penting dalam merancang konfigurasi suatu supply chain.
Jaringan yang kita maksud dalam konteks supply chain tentunya tidak hanya mengacu pada fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh suatu organisasi.
Secara tradidional memang banyak perusahaan yang melakukan sendiri hampir semua kegiatan supply chain mulai dari perancangan produk, produksi dan distribusinya.
Bahkan banyak perusahaan yang memiliki anak perusahaan sebagai pemasok bahan Baku.
Model ini dinamakan dengan integrasi vertikal.

Pendahuluan
Fenomena supply chain banyak berubah dari model integrasi vertikal ke model yang secara kepemilikan lebih tersebar karena banyak perusahaan yang melakukan outsourcing ke pihak ketiga.
Banyak perusahaan yang tadinya melakukan sendiri kegiatan pengepakan dan penyimpanan sekarang mengalihkan kegiatan tersebut ke pihak ketiga.
Jaringan supply chain yang kita maksud di sini tidak hanya terbatas pada fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh satu organisasi, tetapi melingkupi semua fasilitas dimana proses-proses supply chain secara keseluruhan dilaksanakan mulai dari ekstraksi bahan baku hingga produk sampai ke tangan konsumen.

Pendahuluan
Bab ini akan membahas beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalarn perancangan jaringan supply chain.
Secara lebih spesifik kita akan membahas model kuantitatif yang bisa digunakan sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan tersebut. Tradeoff Dalam Merancang
Jaringan Supply Chain
Banyak pertimbangan yang perlu diperhitungkan dalain membuat keputusan tentang jaringan supply chain.
Pertimbangan strategi supply chain dan pertimbangan lingkungan bisnis sama-sama penting dalam mengambil keputusan tersebut.
Dari sisi strategi supply chain, keputusan tentang konfigurasi sangat menentukan efektif tidaknya strategi yang ditetapkan.
Sebagai contoh, perusahaan yang ingin responsif terhadap pasar cenderung memiliki fasilitas yang lebih banyak dan biasanya menempatkan fasilitas produksi atau gudang dekat dengan pasar.
Namun keputusan untuk menempatkan fasilitas produksi atau gudang dekat pasar sering kali berimplikasi pada ongkos-ongkos supply chain yang lebih tinggi.

Tradeoff Dalam Merancang
Jaringan Supply Chain
Di sisi lain, supply chain yang ingin berkompetisi atas dasar harga biasanya akan mencari tempat-tempat yang murah untuk lokasi operasi, walaupun akhirnya mereka harus mengirim bahan baku maupun produk jadi pada jarak yang sangat jauh.
Tentu saja perusahaan-perusahaan yang menerapkan kebijakan seperti ini yakin bahwa peningkatan biaya transportasi lebih rendah dibandingkan dengan penurunan biaya-biaya produksi sehinga biaya keseluruhan akan berkurang dengan menempatkan pabrik di lokasi-lokasi tersebut.
Konfigurasi supply chain tergantung juga pada karakteristik produk dan model distribusinya.

Tradeoff Dalam Merancang
Jaringan Supply Chain
Produk softdrinks seperti Coca-Cola yang pada intinya adalah produk fungsional dan harga menjadi salah satu faktor dominan dalam bersaing memiliki pabrik di hampir setiap wilayah, bukan hanya karena ingin responsif terhadap kebutuhan pasar, tetapi karena ingin mencapai efisiensi dalam proses pengiriman.
Produk Coca-Cola adalah produk yang relatif mahal biaya transportasinya sehingga agar produk mereka sampai ke tangan konsumen dengan harga murah, Coca-Cola harus meminimalkan jarak transportasi.
Pada gambar di bawah ini terlihat dua alternatif konfigurasi untuk memasarkan suatu produk yang dibuat di satu pabrik ke 16 area konsumen yang berbeda.
Pada gambar pertama terlihat ada empat gudang yang dimiliki perusahaan ditempatkan di empat wilayah regional yang berbeda.
Pada gambar berikutnya ada perampingan struktur supply chain dimana jumlah gudangnya dikurangi menjadi dua.

Tradeoff Dalam Merancang
Jaringan Supply Chain

Tradeoff Dalam Merancang
Jaringan Supply Chain

Tradeoff Dalam Merancang
Jaringan Supply Chain
Apa implikasi dari dua konfigurasi tersebut terhadap ongkosongkos supply chain dan terhadap kecepatan supply chain merespon kebutuhan konsumen? Ada beberapa hal yang bisa dianalisis di sini:
1. Pada konfigurasi pertama, ongkos transportasi dari pabrik ke gudang akan lebih besar. Mencapai skala ekonomi pengiriman lebih sulit pada konfigurasi pertama. Walaupun volume produk yang didistribusikan sama, kebutuhan sumber daya pengiriman dari pabrik ke gudang (misalnya truk dan sopir) akan lebih banyak pada konfigurasi pertama.
2. Biaya pengiriman dari gudang ke lokasi toko atau daerah pelanggan akan lebih besar pada konfigurasi yang kedua.
Dengan hanya ada dua gudang, rata-rata jarak kirim dari gudang ke toko atau pusat pelanggan akan lebih jauh.

Tradeoff Dalam Merancang
Jaringan Supply Chain
3. Biaya-biaya tetap yang berkaitan dengan fasilitas (dalam hal ini gudang) akan lebih besar pada konfigurasi pertama. Tentu mudah dipahami bahwa dengan adanya 4 gudang perusahaan harus membayar biaya tetap dan biaya operasional untuk empat gudang. Mengurangi jumlah gudang menjadi dua akan mengurangi biaya-biaya tersebut, walaupun tidak berarti berkurang menjadi setengahnya.
4. Waktu respon akan lebih cepat pada konfigurasi pertama.
Selama persediaan di gudang terkelola dengan baik, order dari tiap-tiap toko akan lebih cepat bisa dipenuhi karena lead time pengiriman dari gudang ke pelanggan lebih pendek.
5. Biaya persediaan akan lebih tinggi pada konfigurasi pertama karena tiap-tiap gudang akan memiliki stok sendiri, baik cycle stock maupun safety stock. Semakln terpusat gudang-gudang penyimpanan suatu produk, semakin rendah fluktuasi permintaan agregat di gudang tersebut sehingga safety stock bisa dikurangi.
Fenomena ini dikenal dengan istilah risk pooling effect.

Beberapa Faktor Lingkungan yang Harus Dipertimbangkan
Aspek lingkungan bisnis sangat penting dipertimbangkan dalam merancang konfigurasi supply chain.
Beberapa hal yang termasuk dalam cakupan lingkungan bisnis dan perlu dievaluasi secara cermat dalam mengambil keputusankeputusan yang terkait dengan konfigurasi supply chain adalah:
• Faktor ekonomi makro
• Faktor sosial politik
•Faktor teknologi
•Faktor keamanan

Beberapa Faktor Lingkungan yang Harus Dipertimbangkan
Faktor ekonomi makro menyangkut stabilitas keuangan seperti tingkat inflasi dan nilai tukar mata uang, tariff dan insentif pajak, dan sebagainya.
Faktor sosial politik terkait dengan kultur masyarakat, tingkat penerimaan mereka terhadap kehadiran investasi asing, ketersediaan tenaga kerja yang dibutuhkan, peraturan ketenagakerjaan dan kebijakan pemerintah lainnya.
Faktor kemanan peranannya dalam menentukan apakah suatu negara atau wilayah cukup menarik untuk dijadikan tempat operasi atau fempat untuk mendapatkan input (seperti bahan baku) bagi suatu supply chain.

Gravity Location Models
Model ini digunakan untuk menentukan lokasi suatu fasilitas
(misalnya gudang atau pabrik) yang menjadi penghubung antara sumber-sumber pasokan dan beberapa lokasi pasar.
Jadi kalau fasilitas yang dimaksud di sini adalah pabrik maka tujuannya adalah mendapatkan lokasi yang meminimalkan biayabiaya transportasi bahan baku dari supplier ke pabrik dan biayabiaya transportasi dari pabrik ke pasar.
Logika yang sama bisa digunakan bila fasilitas yang dimaksud tadi adalah gudang yang menjadi penyangga antara beberapa pabrik yang memproduksi barang tersebut dan beberapa lokasi pasar di mana produk-produk tersebut akan didistribusikan.

Gravity Location Models
Model ini menggunakan beberapa asumsi.
Pertama, ongkos-ongkos transportasi diasumsikan naik sebanding dengan Volume yang dipindahkan. Kedua, baik sumber-sumber pasokan maupun pasar bisa ditentukan lokasinya pada suatu peta dengan koordinat x dan y yang jelas.
Jadi beberapa data yang diperlukan dalam model ini adalah ongkos transportasi per unit, beban per unit jarak dari semua posisi pasokan ke kandidat lokasi fasilitas dan dari kandidat lokasi fasilitas tersebut ke semua lokasi pasar, volume yang akan dipindahkan, serta koordinat lokasi pasokan maupun lokasi pasar.

Gravity Location Models
Misalkan kita notasikan:
Ci
ongkos transportasi per unit beban per kilometer antara kandidat lokasi fasilitas dengan lokasi pasar atau lokasi sumber pasokan. Vi beban yang akan dipindahkan antara fasilitas dengan sumber pasokan atau lokasi pasar
(xi;yi) koordinat x dan y untuk lokasi pasar atau sumber pasokan i
Ji
jarak antara lokasi fasilitas dengan sumber pasokan atau pasar i

Gravity Location Models
Jarak antara dua lokasi pada model ini dihitung sebagai jarak geometris antara dua lokasi yang dihitung dengan formula berikut:

dimana (x0, y0) adalah kandidat koordinat fasilitas yang dipertimbangkan. Tujuan dari model ini adalah mendapatkan lokasi fasilitas yang meminimumkan total ongkos-ongkos pengiriman yang bisa diformuIasi kan sebagai:

Gravity Location Models
Untuk mendapatkan nilai (xo, y0) yang optimal, yakni yang meminimumkan total ongkos pengiriman TC, dg cara berikut:
Hitung jarak ji. untuk semua i
(yakni antara lokasi kandidat fasilitas dan lokasi sumber pasokan atau pasar i)
Tentukan koordinat lokasi dengan rumus berikut:

Dimana x0n dan y0n masing-masing adalah koordinat x dan y yang dihasilkan

Gravity Location Models
Contoh 1
Sebuah perusahaan memiliki enam cabang pemasaran dimana masing-masing cabang tersebut merupakan gudang-gudang lokal. Perusahaan ingin mendirikan satu gudang regional yang akan melayani ke enam gudang lokal tersebut sedemikian sehingga biaya-biaya transportasi secara keseluruhan minimum.
Lokasi ke enam gudang tersebar seperti pada gambar 4.2.
Di samping mengetahui posisi masing-masing gudang lokal, perusahaan juga memiliki perkiraan biaya transportasi maupun beban yang akan dipindahkan ke masing-masing gudang lokal tersebut. Datanya ditunjukkan pada Tabel 4.1:

Gravity Location Models

Gravity Location Models

Gravity Location Models
Dengan menggunakan (0, 0) sebagai koordinat awal dari lokasi fasilitas maka iterasi 1 bisa dikerjakan

Gravity Location Models
Dengan demikian maka dipero]eh nilai x dan y yang baru sebagai berikut: Selanjutnya posisi x dan y yang baru ini akan dijadikan input pada iterasi ke dua. Dengan menggunakan cara yang sama diperoleh koordinat baru (5.4, 6.9). Dua iterasi berikutnya menghasilkan titik yang sama yaitu (5.1, 6.9) sehingga titik itulah dianggap posisi gudang regional yang optimal.

Gravity Location Models

Gravity Location Models
Pendekatan gravity location models menentukan lokasi fasilitas dengan menggunakan volume dan biaya per volume per jarak sebagai pembobot.
Dengan demikian, lokasi yang terpilih, seperti yang ditunjukan pada gambar 4.3 di alas, lebih mendekat ke daerah pemasaran yang memlbutuhkan pasokan dengan volume tinggi dan ongkos transportasinya mahal

Review
Konfigurasi jaringan supply chain sangat berpengaruh terhadap efisiensi dan kecepatan respon supply chain tcrsebut. Supply chain yang ingin responsif biasanya memiliki fasilitas yang Iebih banyak dan tersebar di Iebih banyak wilayah (dan cenderung mendekati pasar) dibandingkan dengan supply chain yang berfokus pada efisiensi.
Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam merancang konfigurasi suatu supply chain. Dalam memutuskan di mana pabrik akan didirikan misalnya, berbagai aspek lingkungan bisnis seperti kondisi ekonomi, social politik, keamanan, dan infrastruktur harus dipertimbangkan dengan seksama.
Supply chain dewasa ini menghadapi lingkungan bisnis yang semakin dinamis. Kecenderungan untuk melakukan outsourcing dan perubahan sisi permintaan maupun pasokan yang cepat membuat konfigurasi supply chain juga perlu sering ditinjau ulang untuk menyesuaikannya dengan kondisi yang paling mutakhir.

Similar Documents

Free Essay

Manajemen

...nKELOMPOK 10 KOMUNIKASI MANAJERIAL DAN TEKNOLOGI INFORMASI Disusun Oleh : 1. Arbima Anugrah 2. Aryanti Kurniasri 3. Utari Taebenu Mata Kuliah : Manajemen Dosen : Paul Eduard Sudjiman UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA I Kata Pengantar Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah dan masih memberikan berkat, kesehatan, dan kesempatan kepada kita semua, khususnya bagi kami sebagai penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya, yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen. Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada pengarang buku atau artikel-artikel yang berhubungan dengan Komunikasi Manajerial dan Teknologi Informasi, yang telah membantu kami dengan tulisan-tulisan buku ataupun blognya. Serta kepada dosen mata kuliah Manajemen yang telah memberikan kesempatan untuk membuat makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih sangat banyak kekurangan, baik dari segi inti masalah atau desain yang disusun. Oleh karena itu, kami dengan kerendahan hati memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam makalah ini. Harapan kami, makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua mengenai Komunikasi Manajemen dan Teknologi Informasi agar dapat menjadi pedoman dalam kehidupan kita mendatang. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati. Bandung, April 2013 Penulis II Daftar Isi Kata Pengantar ...........................................................................

Words: 2405 - Pages: 10

Free Essay

Manajemen

...MODUL 9 MSDM STAFFING DOSEN: SUDRADJAD, MM UNIVERSITAS MERCU BUANA MODUL 9 STAFFING A. Pilihan Strategik Rekrutmen dan seleksi merupakan suatu tantangan tersendiri bagi para manajer dan direksi karena sangat menentukan pencapaian tujuan perusahaan. Banyak masalha yang dihadapi Indonesia yang terkait dengan lapangan/kesempatan kerja, misalnya suplai angkatan kerja yang melebihi permintaan pasar kerja, masalah pengangguran, masalah kualifikasi karyawan dan lain sebagainya. Dalam suatu perusahaan, tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tercapainya tujuan perusahaan. Dalam proses rekrutmen dan seleksinya perusahaan harus menggunakan prosedur rekrutmen dan seleksi yang objektif, terperaya dan absah. Oleh karena itu pihak perusahaan harus menentukan ragam pilihan strategis dalam rekrutmen dan seleksi karyawan baru, antara lain: 1. Perusahaan dapat membuat suatu pilihan strategis yang berfokus pada pendekatan gender dan lingkungan social. 2. Perusahaan dapat memilih karyawan baru (atau menyewa tenaga kerja kurang terlatih atau yang terlatih dan professional). 3. Perusahaan membuat keputusan dengan memperhatikan anggaran yang tersedia untuk rekrutmen dan seleksi karyawan. 4. Perusahaan dapat membuat suatu pilihan strategis untuk mencari sumber tenaga kerja yang belum dimanfaatkan. 5. Perusahaan membuat keputusan strategis dengan memperhatikan kecanggihan teknologi dari cara baru rekrutmen dan seleksi. 6. Perusahaan...

Words: 2131 - Pages: 9

Premium Essay

Manajemen

...Management Revised Edition Peter F. Drucker with Joseph A. Maciariello Contents Introduction to the Revised Edition of Management: Tasks, Responsibilities, Practices Preface 1 2 3 Part I 4 5 6 7 Part II 8 9 10 11 Part III 12 Introduction: Management and Managers Defined Management as a Social Function and Liberal Art The Dimensions of Management Management’s New Realities Knowledge Is All New Demographics The Future of the Corporation and the Way Ahead Management’s New Paradigm Business Performance The Theory of the Business The Purpose and Objectives of a Business Making the Future Today Strategic Planning: The Entrepreneurial Skill Performance in Service Institutions Managing Service Institutions in the Society of Organizations vii xxiii 1 18 26 35 37 45 51 65 83 85 97 113 122 129 131 iv Contents 13 14 15 16 Part IV 17 18 19 Part V 20 21 What Successful and Performing Nonprofits Are Teaching Business The Accountable School Rethinking “Reinventing Government” Entrepreneurship in the Public-Service Institution Productive Work and Achieving Worker Making Work Productive and the Worker Achieving Managing the Work and Worker in Manual Work Managing the Work and Worker in Knowledge Work Social Impacts and Social Responsibilities Social Impacts and Social Responsibilities The New Pluralism: How to Balance the Special Purpose of the Institution with the Common Good The Manager’s Work and Jobs Why Managers? Design and Content of Managerial Jobs Developing...

Words: 243737 - Pages: 975

Premium Essay

Akuntansi Manajemen

...Chapter 13 FOREIGN CURRENCY FINANCIAL STATEMENTS Answers to Questions 1 No. Translation of revenue and expense accounts at average exchange rates is an exception because average rates are merely an approximation of the exchange rates in effect at the transaction dates. In addition, paid-in capital accounts are translated at historical rates and dividends are translated at the exchange rates in effect at the time of payment. In contrast to translation, remeasurement into the currency of the reporting entity requires conversion of most nonmonetary items at historical rates and intercompany balances at reciprocal amounts. 2 A change in the functional currency of a subsidiary that results from restructuring manufacturing and distribution lines is not an accounting change because the change is necessitated by transactions and events different in substance from those previously occurring. [FASB Statement No. 52, paragraph 45] 3 A highly inflationary economy under Statement 52 is one that has cumulative inflation of approximately 100 percent or more over a three-year period. Judgment must be exercised in applying this rule to avoid changing functional currencies frequently due to minor differences in the inflation rate. 4 In accounting for a 60 percent owned foreign investee that operates in a highly inflationary economy, the financial statements of the foreign entity are remeasured using a U.S. dollar functional currency. Subsequently, the investor records...

Words: 10560 - Pages: 43

Free Essay

Manajemen Database

...Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved. +Created 11/09/2007 Version 1.2.5 #Release 24/10/2007 1 1. BASIS DATA (DATABASE) Data, Informasi dan Basis Data Data merupakan fakta mengenai suatu objek seperti manusia, benda, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang dapat dicatat dan mempunyai arti secara implisit. Data dapat dinyatakan dalam bentuk angka, karakter atau simbol, sehingga bila data dikumpulkan dan saling berhubungan maka dikenal dengan istilah basis data (database) [Ramez2000]. Sedangkan menurut George Tsu-der Chou basis data merupakan kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam aturan yang khusus. Informasi ini adalah data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang [Abdul1999]. Menurut Encyclopedia of Computer Science and Engineer, para ilmuwan di bidang informasi menerima definisi standar informasi yaitu data yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Definisi lain dari basis data menurut Fabbri dan Schwab adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan duplikasi data. Menurut Ramez Elmasri mendefinisikan basis data lebih dibatasi pada arti implisit yang khusus, yaitu: a. Basis data merupakan penyajian suatu aspek dari dunia nyata (real world). b. Basis data merupakan kumpulan data dari berbagai sumber yang secara logika mempunyai arti implisit. Sehingga data yang terkumpul secara acak dan tanpa mempunyai arti...

Words: 9441 - Pages: 38

Free Essay

Manajemen

...KASUS 1-2 WALMART JAWABAN >> Strategi yang yang dibuat WalMart adalah menjual produk bermerk dengan harga murah (low cost) untuk konsumen. WalMart menerapkan strategi dimana kompetitor tidaj dapat meniru atau terlalu mahal untuk ditiru. Dasar dasar yang mendukung Wal Mart adalah: 1. Rantai persediaan yang efisien dimana WalMart membujuk para pemasoknya untuk memiliki sambungan eletronik dengan toko-toko WalMart untuk meningkatkan pengawasan dan pengaturan persediaan produknya di WalMart, dan memastikan tidak adanya volume penjualan lebih dari 4%. Hal ini dilakukan agar WalMar tidak terlalu bergantung dengan pemasok, sehingga tidak ada pemasok yang bisa mempengaruhi kebijakan harga. 2. Pusat distribusi yang efisien, ini yang membuat WalMart menetapkan srategi penjenuhan dlam ekspansi toko yg dibuat sejauh mungkin dari pusat distribusi namun masih dalam jangkauan. Dengan pusat distribusi yang srategis dapat melayani 150-200 toko dalam sehari. Pusat distribusi beroprasi 24 jam dengan sabuk berjalan yang dipandu laser san teknik dok silang yang memungkinkan di satu sisi menerima barang dan sisi lainya mengisi pesanan secara serentak. 3. Armada distribusi sendiri yg terdiri dari 6.100 truk dengan 7.600 pengemudi mempermudahkan pengangkutan persediaan dan sistem komunikasi satelit yang memudahkan unutk informasi di bagi antara toko, pusat distribusi dan pemasok. Dan dengan sistem penggabungan pesanan barang memungkinkan perusahaan membeli barang satu truk penuh...

Words: 377 - Pages: 2

Free Essay

Manajemen

...Product Design Menghasilkan sebuah rancangan produk bisa memakan waktu dan biaya yang sangat besar, padahal disisi lain perusahaan dituntut untuk bisa menghasilkan rancangan dalam waktu cepat dan biaya yang murah. Desain produk mendefinisikan bentuk rantai pasokan, dan hal ini memiliki dampak yang besar pada biaya dan ketersediaan produk. Desain produk dan pilihan kompenen yang dibutuhkan untuk membangun produk-produk ini didasarkan pada teknologi yang tersedia dan persyaratan kinerja produk. Mendesain produk dari perspektif supply chain tujuannya adalah untuk merancang produk dengan bagian-bagian yang lebih sedikit, desain yang sederhana, dan kontruksi modular dari sub-rakitan yang generic. Rantai pasokan yang diperlukan untuk mendukung suatu produk yang dibentuk oleh desain produk, lebih fleksibel. Responsive, dan biaya rantai pasokan yang efisien. Karena semakin besar kemunkinan produk tersebut akan berhasil di pasar. Jika desain produk, pengadaan, dan orang-orang manufaktur dapat bekerja sama salam mendesain suatu produk, maka ada kesempatan luar biasa untuk menciptakan produk yang akan berhasil dan menguntungkan. Cross functional design team dengan perwakilan dari kelompok-kelompok ini memiliki kesempatan untuk berbaur atau bertukar wawasan yang terbaik dari setiap kelompok. Mereka dapat meminjau desain produk baru dan mendiskusikan isu-isu yang relevan. Pada saat yang sama, ketika mereka meninjau desain produk, cross functional design team juga dapat mengevaluasi...

Words: 255 - Pages: 2

Free Essay

Manajemen Keuangan Lanjutan

...dari para pemegang saham masing-masing perusahaan,sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642) Kelebihan dan Kekurangan Akuisisi * Kelebihan Akuisisi Keuntungan-keuntungan akuisisi saham dan akuisisi aset adalah sebagai berikut: a. Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham sehingga jika pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding firm, mereka dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada pihak Bidding firm. b. Dalam Akusisi Saham, perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan. c. Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan, akuisisi saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover). d. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643-644). * Kekurangan Akuisisi Kerugian-kerugian akuisisi saham dan akuisisi aset sebagai berikut : a. Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut,...

Words: 529 - Pages: 3

Free Essay

Manajemen Pemasaran

...Makalah Manajemen Pemasaran 20:11  ardy  5 Komentar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen. Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia. Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap...

Words: 5246 - Pages: 21

Free Essay

Manajemen Karir

...negatif). Karena itu karir ada yang baik, ada pula karir yang buruk. Ada perjalanan karir yang lambat, ada pula yang cepat. Tetapi, tentu saja semua orang mendambakan memiliki karir yang baik dan bila mungkin bergulir dengan cepat. Karir dapat diletakkan dalam konteks organisasi secara formal, tetapi karir dapat pula diletakkan dalam konteks yang lebih longgar dan tidak formal. Dalam kaitan arti yang terakhir ini, kita biasa mengatakan, misalnya, “karir si A sebagai pelukis cukup baik” dan si B mengakhiri karirnya di bidang politik secara baik”, dan sebagainya. Manajemen karir adalah proses pengelolaan karir pegawai yang meliputi tahapan kegiatan perencanaan karir, pengembangan dan konseling karir, serta pengambilan keputusan karir. Manajemen karir melibatkan semua pihak termasuk pegawai yang bersangkutan dengan unit tempat si pegawai bekerja, dan organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu manajemen karir mencakup area kegiatan yang sangat luas. Dalam penulisan ini tahapan yang akan dibahas adalah tentang perencanaan dan pengembangan karir. Perencanaan karir adalah perencanaan yang dilakukan baik oleh individu pegawai maupun oleh organisasi berkenaan dengan karir pegawai, terutama mengenai persiapan yang harus dipenuhi seorang pegawai untuk mencapai tujuan karir tertentu. Yang perlu digarisbawahi, perencanaan karir pegawai harus dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pegawai yang bersangkutan dan organisasi. Jika tidak, maka perencanaan karir pegawai tidak...

Words: 5347 - Pages: 22

Free Essay

Manajemen Strategik

...BAB III ANALISA EKSTERNAL 3.1 Batasan industri dan kelompok strategis Batasan industry dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang menjadi pesaing utama dari perusahan. Perusahaan majalah Islam yang ada saat ini perkembangannya tidak terlalu signifikan, masih dikuasai oleh pemain-pemain lama yang mayoritas sudah berkecimpung lama pada industry majalah islam. Dengan kata lain sangatlah minim munculnya pemain-pemain baru pada industry ini. Untuk dapat memetakan pesaing atau perusahaan yang bergerak dalam industry majalah islam,maka dilakukan pengelompokan ke dalam kelompok -kelompok strategis. Penentuan pesaing pada industri majalah islam dilakukan dengan menggunakan poling di masyarakat melalui short message service secara acak kepada 100 orang responden. Dari poling short message service yang dilakukan, maka terbentuk hasil yang memperlihatkan peta persaingan pada industry majalah islam bagai berikut : 3.2 Analisa lingkungan industry mikro ( Five’s Porter ) Analisis industri dilakukan untuk memahami struktur lingkungan dari suatu industri. Struktur lingkungan industri berpengaruh kuat dalam menentukan strategi persaingan dalam suatu industri. Bedasarkan pada Porter Five Forces Model, struktur industri bergantung pada lima kekuatan, : 1. Rivalry among competing firms Rivalry among competing firms atau persaingan perusahaan-perusahaan yang saling terkait merupakan kekuatan yang relatif paling kuat dibandingkan dengan kekuatan lainnya. Strategi...

Words: 2531 - Pages: 11

Free Essay

Manajemen Pemasaran

...TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN CASE: PT. MULTISTRADA ARAH SARANA 1. Apakah Ekspansi menjadi pilihan tepat bagi PT. Multistrada Arah Sarana ? Berikan analisa 4C untuk membantu keputusan anda. Menurut kami, tindakan PT. Multistrada untuk melakukan ekspansi tidak tepat. Dengan melihat potensi pasar yang besar dan tantangan dari para competitor, seharusnya perusahaan mampu memanfaatkan potensi dan mengatasi tantangan dan hambatan yang ada, dalam rangka memperkuat pondasi perusahaan agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Pada kenyataannya, PT. Multistrada tidak memanfaatkan peluang tersebut, sehingga kami menyimpulkan bahwa PT. Multistrada belum siap untuk melakukan ekspansi. Pengalaman menunjukkan perusahaan yang tidak mempersiapkan dengan serius dan matang, berakibat kepada overexpansion dan akhirnya tutup. Yang paling utama, yang perlu dilakukan perusahaan sebelum ekspansi adalah membangun brand terlebih dahulu terutama di pasar lokal, walaupun harus mengeluarkan biaya yang besar, namun sepadan dengan hasil jangka panjang yang diperoleh, mengingat ketatnya persaingan kualitas dan harga. Konsekuensi dari ekspansi adalah kapasitas produksi harus memiliki utilitas maksimal, yang berarti tiap tahun tidak boleh terjadi penurunan penjualan. Biaya ekspansi yang besar menuntut tingkat pengembalian yang besar pula. Sebelum mengatasi tantangan yang lebih besar setelah ekspansi, perusahaan harus bisa mengatasi tantangan dan hambatan yang ada saat ini (tidak stabilnya...

Words: 1139 - Pages: 5

Free Essay

Akuntansi Manajemen

...PENGEMBANGAN SISTEM E-PROCUREMENT BERBASIS WEB PADA PT. ZARYFAN MAJU MANDIRI Deryl Ihsan Pratikno and Reza Fazrind Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia Yulian Sutopo Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu kegiatan proses pengadaan barang menggunakan e-procurement. Perusahaan membutuhkan progam yang tepat dalam menjalankan kegiatan operasionalnya sehari-hari. e-procurement adalah suatu aplikasi yang membantu perusahaan dalam pengadaan barang maupun jasa. e-procurement membantu penjadwalan pengadaan, membuat pengadaan lebih transparan, proses pegadaan, memungkinkan supplier-suplier baru bermunculan, dan juga membantu dalam pemilihan supplier. Dengan e-procurement, pihak perusahaan dapat menjalankan pengadaan secara online. Penelitian skripsi ini dilakukan pada PT. Zaryfan Maju Mandiri, dan difokuskan pada bagian admin. Dimaksudkan hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat dalam kegiatan perusahaan dalam menjalankan dan memajukan perusahaan. Kata Kunci : e-procurement, procurement, pengadaan, pemasok, pembelian. 1. Pendahuluan Sistem informasi telah menjadi kebutuhan bagi perusahaan yang berkembang. Hal ini ditandai dengan  pengetahuan bahwa informasi merupakan sumber daya vital yang sangat dibutuhkan oleh semua  perusahaan.  Sistem informasi yang didukung oleh kemajuan teknologi informasi akan memberikan competitive value bagi perusahaan untuk...

Words: 3209 - Pages: 13

Free Essay

Manajemen Pemasaran

...SERPIHAN SESAL Wahyu Nugraheni Ku ketuk pintu rumahnya, sambutan hangat hari ibunya yang langsung memeluk erat tubuhku. Ia meneteskan air mata, membisikkan kata-kata menyiksa. Jantungku berhenti berdetak, bibirku kaku, mataku terbelalak. Aku tak sanggup berdiri. Ingatanku mencoba memutar kembali semua kenangan itu. Kenangan antara dia dan diriku. Saat itu adalah hari Minggu, di rumah Tuhan kami dipertemukan. Namanya Nana, berparas cantik, rambutnya terurai panjang. Baru pertama kali aku melihatnya di Gereja ini. “Hai, Andy ya?” sapanya. “Iya, kamu siapa?” “Aku Nana, kamu putranya Pak Trimin kan?” Oh iya, aku lupa. Ayahku adalah pendeta di Gereja ini. Pantas saja ia mengenaliku. Berawal dari pertemuan di Gereja, keakraban kami berlanjut hingga menjadi sebuah status. Tepat di ulang tahunnya yang ke-16 tahun, aku menyatakan perasaanku serta kuberikan tiga buah boneka lumba-lumba berbeda ukuran sebagai hadiah ulang tahun dariku. Hari-hari kami lewati dengan bahagia, tanpa amarah, hanya kasih sayang. Nana, lagi dimana? Bisa jemput aku di Kalisat? Uangku habis, aku nggak bawa motor, nggak bisa pulang Pesan itu aku kirim ke nomor Nana. Jujur, aku tak tahu siapa yang harus aku hubungi selain Nana. Ia selalu ada disaat aku membutuhkannya. Benar saja, ia mengatakan bahwa ia akan segera datang. “Nana memang tak diragukan lagi kebaikkannya.” ungkapku saat itu. Detik berganti detik, menit berganti menit, tak ada tanda-tanda Nana datang. Tetes hujan mulai membasahi daun-daun...

Words: 2654 - Pages: 11

Free Essay

Pendekatan Manajemen

...MANAJEMEN PEMASARAN (PMS230) Kelas G Oleh : 1. Monica Putri Kristanti / 2. Windu Ardhanari Manurung / 140321330 3. Fransiska Natalia Stefanny / 140321337 Semester Ganjil 2015/2016 FE UAJY 1.   Pendekatan Mekanis * Mekanisasi (otomatisasi) : mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin * Pertimbangannya : ekonomis, kemanusiaan, efektif dan kemampuan lebih besar dan lebih baik * Keuntungannya : pekerja semakin terampil dan efektifitas semakin besar * Kelemahannya : pekerjaan membosankan para pekerja, mematikan kreatifitas dan kebanggaan mereka akan pekerjaannya Masalah yang timbul karena pendekatan mekanis : a. Pengangguran teknologis Mekanisasi berarti bahwa pekerjaan yang dilaksanakan dengan metode padat karya menjadi metode utama modal. Penggantian metode kerja ini akan mengakibatkan banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya, sebab tenaga satu mesin dapat mengganti pekerjaan dari banyak orang. Misalnya, menghitung bunga kredit rekening Koran secara manual dilakukan oleh 10 orang pekerja, pekerjaan ini akan dapat dilakukan hanya dengan satu computer dengan hasil lebih baik dan lebih cepat, sedangkan computer tadi hanya butuh dioperatori oleh satu orang saja. Jadi,akan menimbulkan 9 orang yang akan menganggur dan penganggur inilah yang disebut penganggur teknologis. Namun, moderenisasi ini tidak perlu ditakuti karena secara makro ekonomis pendapatan nasional semakin besar yang berarti semakin banyak proyek yang akan dibuka dan lapangan...

Words: 524 - Pages: 3