Free Essay

Mcdonnalds Consumer Behaviour

In:

Submitted By wijaya2205
Words 3456
Pages 14
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Jika Anda sedang mengemudi di jalan umum dan menemui sebuah lambang berupa dua busur kuning cerah yang menyerupai huruf M, apakah yang terbersit dalam pikiran Anda? Ya, ingatan Anda kemungkina besar langsung tertuju kepada restoran McDonald dan makanan cepat saji yang lezat di lidah. McDonald’s Corporation tidak diragukan lagi merupakan sebuah raksasa dunia dalam bisnis makanan siap saji. Diawali dengan pendirian restoran pertamanya di tahun 1940 oleh dua bersaudara Dick dan Mac McDonald, rangkaian rumah makan siap saji yang menyediakan pilihan menu khas seperti hamburger, minuman ringan, kentang goreng, filet ayam serta beberapa pilihan hidangan lokal sesuai lokasi restoran masing-masing. Mereka memperkenalkan "Speedee Service System" pada tahun 1948, yang kemudian menjadi pinsip dasar restoran siap-saji modern.

Namun kini restoran tersebut sudah dikenal di seluruh dunia, dan restoran tersebut juga sudah tersebar di 118 negara di dunia, salah satunya Indonesia. Dapat dikatakan hampir semua orang menyukai makanan yang disajikan oleh restoran tersebut. Baik tempat dan pelayanan yang diberikan oleh restoran tersebut sangatlah baik. Manajemen yang dilakukan oleh restoran tersebut sangat memperhatikan keinginan para konsumen. Itu sebabnya restoran tersebut dijadikan restoran faforit untuk semua orang.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara pihak restoran McDonalds memahami prilaku konsumen ?
2. Jenis consumer behavior apa yang diimplementasikan oleh McDonald’s ?

1.3 Tujuan penelitian
Berdasarkan permasalahan diatas, maka penelitian yang penulis buat ini bertujaun untuk untuk mengetahui sejauh mana restoran McDonald memahami prilaku para konsumen.

1.4 Metodelogi Penelitian

Menurut cara perolehannya dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa metode diantaranya :
1. Melalui data sekunder, yaitu data yang berasal dari pihak lain yang telah dikumpulkan dan diolahnya terlebih dahulu.
2. Dan menurut sumbernya, dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data melalui dokumentasi, yaitu mencari data-data melalui media internet.

1.5 Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara untuk masalah yang diteliti, yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
Restoran cepat saji McDonald’s mampu memenuhi kebutuhan para konsumennya dengan jenis perilaku konsumen Budaya.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low – involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high – involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
1) Pemikiran yang benar tentang konsumen
Konsumen adalah orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

2) Penelitian konsumen sebagai suatu bidang yang dinamis
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi.

2.2 Roda analisis konsumen

Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan pemasar untuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik. Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen: afeksi dan kognisi, lingkungan, dan perilaku.

Elemen pertama adalah afeksi dan kognisi. Afeksi merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian, misalnya apakah konsumen menyukai sebuah produk atau tidak. Kognisi mengacu pada pemikiran konsumen, misalnya apa yang dipercaya konsumen dari suatu produk. Afeksi dan kognisi berasal dari sistem yang disebut sistem afeksi dan sistem kognisi. Meskipun berbeda, namun keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat dan saling memengaruhi.

Manusia dapat merasakan empat tipe respons afektif: emosi, perasaan tertentu, suasana hati/mood, dan evaluasi. Setiap tipe tersebut dapat berupa respons positif atau negatif. Keempat tipe afeksi ini berbeda dalam hal pengaruhnya terhadap tubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya, semakin besar pengaruh perasaan itu terhadap tubuh, misalnya terjadi peningkatan tekanan darah, kecepatan pernapasan, keluarnya air mata, atau rasa sakit di perut. Bila intensitasnya lemah, maka pengaruhnya pada tubuh tidak akan terasa.

Sistem kognisi terdiri dari lima proses mental, yaitu: memahami, mengevaluasi, merencanakan, memilih, dan berpikir. Proses memahami adalah proses menginterpretasi atau menentukan arti dari aspek tertentu yang terdapat dalam sebuah lingkungan. mengevaluasi berarti menentukan apakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk, positif atau negatif, disukai atau tidak disukai. Merencanakan berarti menentukan bagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan. Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah dan menentukan alternatif terbaik, sedangkan berpikir adalah aktivitas kognisi yang terjadi dalam keempat proses yang disebutkan sebelumnya.

Fungsi utama dari sistem kognisi adalah untuk menginterpretasi, membuat masuk akal, dan mengerti aspek tertentu dari pengalaman yang dialami konsumen. Fungsi ke dua adalah memproses interpretasi menjadi sebuah task kognitif seperti mengidentifikasi sasaran dan tujuan, mengembangkan dan mengevaluasi pilihan alternatif untuk memenuhi tujuan tersebut, memilih alternatif, dan melaksanakan alternatif itu.

Besar kecilnya intensitas proses sistem kognitif berbeda-beda tergantung konsumennya, produknya, atau situasinya. Konsumen tidak selalu melakukan aktivitas kognisi secara ekstensif, dalam beberapa kasus, konsumen bahkan tidak banyak berpikir sebelum membeli sebuah produk.

2.3 Segmentasi Pasar

Pengertian segmentasi pasar itu sendiri adalah proses membagi-bagi pasar yang semula berprilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang berprilaku lebih seragam. Atau proses pengelompokkan bagian-bagian pasar yang berprilaku sama dari keseluruhan perilaku pasar yang beragam. Secara umum, tujuan segmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam.
1) Segmentasi pasar dan kepuasan
Pengelompokan inilah yang sering kita dengar sebagai segmentasi pelanggan. Segmentasi ini mutlak dilakukan secara bervariasi. Dapat di bagi beberapa segmen berdasarkan :
• letak geografis
• volume pembelian demografis
• produk yang dibeli
• sesuai kebutuhan Anda
Umumnya, tiap segmen adalah unik dan juga memberi kontribusi yang berbeda terhadap organisasi.

2) Segmentasi dan profitabilitas
Tingkatkan Efisiensi Proses Produksi
Proses produksi yang efisien akan menghasilkan penghematan. Semakin berhemat, semakin rendah pula biaya produksi. Dengan semakin rendahnya biaya produksi, maka margin keuntungan juga samakin tinggi. Terapkan prinsip-prinsip “Total Quality Management” sistem produksi Anda untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.

Fokus Pada “Core Business” Terpenting Anda
Apakah Anda sudah mengetahui apa sebenarnya Core Business di mana Anda harus menfokuskan waktu, energi dan pikiran? Jika Anda melenceng pada hal-hal yang tidak penting, maka yang sedah Anda lakukan adalah pemborosan sumberdaya yang sangat berharga, yaitu waktu Anda.

Berdayakan Orang-orang Yang Berdedikasi Melalui Kepemimpinan
Manusia adalah sumberdaya terpenting dalam organisasi Anda. Semakin tinggi tingkat penghargaan Anda pada aspek manusia, semaking tinggi pula tingkat kemampuan untuk menciptakan keberhasilan organisasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan organisasi yang efektif, Anda akan mampu membawa organisasi Anda ke level yang lebih tinggi dan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pula.

Pertajam Kecerdasan Organisasi
Apakah organisasi Anda merupakan organisasi yang cerdas? Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi pula kemampuan organisasi Anda dalam menavigasikan diri ke arah masa depan yang lebih baik. Seberapa sering Anda memberikan pelatihan-pelatihan berkualitas bagi para karyawan untuk mempertajam kemampuan mereka dalam mengelola organisasi secara lebih profesional. Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan Anda.

Kompensasi Yang Sesuai
Manusia ingin dihargai. Jika Anda membayar lebih rendah dibandingkan kemampuan dan usaha yang sudah mereka berikan bagi organisasi Anda, mereka akan merasa dirugikan. Jika mereka merasa dirugikan, maka sebaiknya Anda jangan berharap mereka akan memberikan yang terbaik bagi organisasi Anda. Jika kita melihat negara-negara yang sistem ekonominya telah maju, kita melihat bahwa sistem kompensasi yang diterapkan merefleksikan kinerja.

3) Penggunaan segmentasi dalam strategi pemasaran
Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik:
• Measurable : Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur meskipun ada beberapa variabel yang sulitdiukur.
• Accessible : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
• Substantial : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani
• Differentiable : Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
• Actionable : Program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan melayani segmen-segmen yang bersangkutan.

Ø Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu:

a) Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.
b) Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.

Dari penjelasan mengenai segmentasi di atas, restoran McDonald di tujukan untuk semua kalangan. Baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua. McDonald sendiri ingin menjadikan restorant sebagai tempat untuk berkumpul.
Perusahaan tersebut juga menekankan pada kesejahteraan karyawannya. Dengan memberikan kesejahteraan kepada karyawan, maka karyawan pun juga memberikan cara kerja yang baik kepda perusahaan. Seperti memebrikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Dan ini terjadi kerja sama baik antara atasan, karyawan bahkan konsumen.
Namun untuk di Indonesia sepertinya restoran McDonald hanya diperuntukan untuk kalangan kelas menengah dan kalangan kelas atas saja. Untuk kalangan kebawah mereka tidak dapat menikamti makanan yang disajikan oleh restoran tersebut. Hal ini dikarenakan harga yang tidak mudah terjangkau untuk kalangan kelas bawah.
Namun restoran McDonald juga memperhatikan konsumennya. Seperti menyediakan makanan yang halal dan yang haram kepada konsumen. Karna tidak semua konsumen menyantap makanan yang Haram (contohnya daging babi atau pun anjing). Kemudian khususnya dinegara Indonesia, restoran tersebut menyediakan menu tambahan nasi. Karna nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Dan berbeda dengan Negara asal restoran tersebut. Restoran tersebut di Negara asalanya tidak menyediakan menu tambahan nasi karna memang masyarakat di sana tidak memakan nasi melankan gandum.
Kemudian restoran tersebut juga menyediakan menu breakfast, menu ini di peruntukan untuk para konsumen yang belum sempat sarapan sebelum melakukan aktifitas rutinnya.
Dan kini di setiap outlat/ restoran-restoran McDonald lainnya sudah menyediakan Wi-Fi untuk mereka yang ingin melakukan internet conection. B. Rencana perubahan
Rencana perubanan maksudnya adalah perilaku konsumen dimana mulai mengalami perubahan terhadap suatu produk. Hal ini daat di karenakan adanya rasa kecewa terhadap kelemahan produk.
Contoh : Konsumen Indofood mengurangi konsumsi produk karena ada beberapa kendala, seperti tidak tersedianya stok produk di pasar, kualitas yang menurun atau harga yang naik. C. Analisis konsumen dan perubahan struktur pasar a. Analisi konsumen
Ø Analisis konsumen dan kebijakan social
Analisis konsumen berguna untuk melihat bagaimana konsumen mengambil keputusan dan peran pemasaran di dalamnya. Proses pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang mengalami berbagai pentahapan sebagai berikut:
• Analisis Kebutuhan. Konsumen merasa bahwa dia membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginannya. Kebutuhan itu bisa dibangkitkan oleh dirinya sendiri ataupun stimulus eksternal. Stimulus bisa melalui lingkungan bergaul, sesuatu yang dilihat, ataupun dari komunikasi produk atau jasa perusahaan lewat media massa, brosur, dan lain-lain.
• Pencarian Informasi. Setelah kebutuhan itu dirasakan, konsumen kemudian mencari produk ataupun jasa yang bisa memenuhi kebutuhannya.
• Evaluasi Alternatif. Konsumen kemudian mengadakan evaluasi terhadap berbagai alternatif yang tersedia mulai dari keuntungan dan manfaat yang dia peroleh dibandingkan biaya yang harus ia keluarkan.
• Keputusan Pembelian. Konsumen memutuskan untuk membeli merek tertentu dengan harga tertentu, warna tertentu.
• Sikap Paska Pembelian. Sikap paska pembelian menyangkut sikap konsumen setelah membeli produk ataupun mengkonsumsi suatu jasa. Apakah dia akan puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan produk atau jasa tersebut atau tidak.

Ø Analisis Kebijakan Sosial
Analisis kebijakan (policy analysis) dapat dibedakan dengan pembuatan atau pengembangan kebijakan (policy development). Analisis kebijakan tidak mencakup pembuatan proposal perumusan kebijakan yang akan datang. Analisis kebijakan lebih menekankan pada penelaahan kebijakn yang sudah ada. Sementara itu, pengembangan kebijakan lebih difokuskan pada proses pembuatan proposal perumusan kebijakan yang baru.

Namun demikian, baik analisis kebijakan maupun pengembangan kebijakan keduanya memfokuskan pada konsekuensi-konsekuensi kebijakan. Analisis kebijakan mengkaji kebijakan yang telah berjalan, sedangkan pengembangan kebijakan memberikan petunjuk bagi pembuatan atau perumusan kebijakan yang baru. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa analisis kebijakan sosial adalah usaha terencana yang berkaitan dengan pemberian penjelasan (explanation) dan preskripsi atau rekomendasi (prescription or recommendation) terhadap konsekuensi-konsekuensi kebijakan sosial yang telah diterapkan. Penelaahan terhadap kebijakan sosial tersebut didasari oleh oleh prinsip-prinsip umum yang dibuat berdasarkan pilihan-pilihan tindakan sebagai berikut:
• Penelitian dan rasionalisasi yang dilakukan untuk menjamin keilmiahan dari analisis yang dilakukan.
• Orientasi nilai yang dijadikan patokan atau kriteria untuk menilai kebijakan sosial tersebut berdasarkan nilai benar dan salah.
• Pertimbangan politik yang umumnya dijadikan landasan untuk menjamin keamanan dan stabilitas.

b. Perubahan struktur pasar konsumen
Struktur Pasar Konsumen terdiri dari Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli. Untuk struktur pasar yang terjadi pada restoran McDonal ini sendiri merupakan pasar monopolistic, yaitu terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Sifat-sifat pasar monopolistik :
§ Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
§ Mirip dengan pasar persaingan sempurna
§ Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
§ Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
§ Relatif mudah keluar masuk pasar

III. Proses pengambilan keputusan oleh konsumen A. Model proses pengambilan keputusan
Model-model pengambilan keputusan telah dikembangkan oleh beberapa ahli untuk memahami bagaimana seorang konsumen mengambil keputusan pembelian. Model-model pengambilan keputusan kontemporer ini menekankan kepada aktor yang berperan pada pengambilan keputusan yaitu konsumen, serta lebih mempertimbangkan aspek psikologi dan sosial individu. Dan secara umum ada tiga cara/model analisis pengambilan keputusan konsumen, yakni:
• Economic Models, pengambilan keputusan diambil berdasarkan alas an ekonomis dan bersifat lebih rasional.
• Psychological models, diambil lebih banyak akrena lasan psikoligs dan sejumlah faktos sosilogis seperti pengaruh keluarga dan budaya
• Consumer behaviour models. Model yang umumnya diambil kebanyakan konsumen, Dilandasi oleh faktor ekonomi rasional dan psikologis.

B. Tipe-tipe proses pengambilan keputusan
Tipe Pengambilan keputusan ( Decision making) adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran. Keputusan dibagi dalam 3 tipe : a. Keputusan terprogram/keputusan terstruktur, yaitu keputusan yang berulang-ulang dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah. b. Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur, yaitu keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan serta analisis yang terperinci. Contohnya: Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, seperti mesin kasir, untuk minuman, masak dan lain sebagainya. Dan untuk keputusan alokasi dana promosi. c. Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur, yaitu keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemecahan masalah
Ø Faktornya antara lain :
a) Masalah sederhana ( simple problem ) CORAK / JENIS MASALAH1
• • Ciri : berskala besar, tidak berdiri sendiri (memiliki kaitan erat dengan masalah lain), mengandung konsekuensi besar, pemecahannya memerlukan pemikiran yg tajam dan analitis .
• Scope : Pemecahan masalah dilakukan secara kelompok yang melibatkan pimpinan dan segenap staf pembantunya.
• Jenis : masalah yg terstruktur ( structured problems) & masalah yg tidak terstruktur ( unstructured problems ).

b) Masalah rumit ( complex problem ) CORAK / JENIS MASALAH - 2 , yaitu masalah yg jelas faktor penyebabnya, bersifat rutin dan biasanya timbul berulang kali shg pemecahannya dapat dilakukan dengan teknik pengambilan keputusan yg bersifat rutin, repetitif & dibakukan.
• Contoh : penggajian, kepangkatan dan pembinaan pegawai, masalah perijinan, dsb.
• Sifat pengambilan keputusan : relatif lebih mudah atau cepat, salah satu caranya dengan penyusunan metode / prosedur / program tetap (SOP).

c) Masalah yg Terstruktur, yaitu penyimpangan dari masalah organisasi yang bersifat umum, tidak rutin, tidak jelas faktor penyebab dan konsekuensinya, serta tidak repetitif kasusnya.
• Sifat pengambilan keputusan : relatif lebih sulit dan lebih lama , diperlukan teknik PK yang bersifat non-programmed decision-making.

d) Masalah yg Tidak Terstruktur v Fakta dipisahkan dari opini atau spekulasi. Data objektif dipisahkan dari persepsi. v Semua pihak yg terlibat diperlakukan sebagai sumber informasi. v Masalah harus dinyatakan secara eksplisit/tegas, untuk menghindarkan dari pembuatan definisi yg tidak jelas. v Definisi yg dibuat harus menyatakan dg jelas adanya ketidak-sesuaian antara standar atau harapan yang telah ditetapkan sebelumnya dan kenyataan yg terjadi. v Definisi yg dibuat harus menyatakan dengan jelas, pihak-pihak yang terkait atau berkepentingan dengan terjadinya masalah. v Definisi yg dibuat bukanlah seperti sebuah solusi yang samar. Contoh: Masalah yang kita hadapi adalah melatih staf yang bekerja lamban. D. Pembelian
Pembelian adalah situasi dimana konsumen bersedia menukarkan sejumlah uangnya dengan sejumlah produk barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya.
Dengan melakukan pembelian makanan di restoran McDonald sebagaimana diketahui adalah salah satu restoran makanan cepat saji yang semakin lama semakin banyak digemari masyarakat karena kecepatan waktu dalam hal penyajiannya.
Demikian juga bagi kalangan mahasiswa yang sebagian besar berdomisili jauh dari orang tua, restoran tersebut merupakan restoran makanan cepat saji yang biasa dikonsumsi karena harganya yang terjangkau, mudah didapatkan karna tempatnya kini lebih mudah terjangkau.
Dengan semakin banyaknya restorant cepat saji lainnya yang ada di pasaran berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merk yang sesuai dengan keinginannya.
Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen makanan cepat saji untuk mengetahui pola pembeliannya. Dengan banyaknya brand/ nama restoran yang ada di pasaran akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan, warna, aroma, promosi dan harga. Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya ke pasar konsumen berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen.

E. Diagnosa perilaku konsumen
Persaingan dalam dunia bisnis dimasa sekarang baik di pasar dalam negeri/domestik mapun di pasar luar negeri. Apalagi negara Indonesa yang telah melakukan Asean Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2002, hal ini berarti pelaku bisnis yang ada di dalam negeri selain mereka harus bersaing dengan pelaku bisnis lokal mereka juga bersaing dengan pelaku bisnis luar negri karena mereka telah dibebaskan bea masuk produk yang mereka tawarkan di pasar dalam negeri. untuk mengenakan persaingan, perusahaan harus mampu memberikan kepada para pelanggannya, misalnya dengan memberikan produk yang mutunya lebih baik, harganya baik, pelayanannya lebih baik dari para pesaingnya.
Oleh karena itu kepuasan konsumen merupakan masalah penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Perilaku konsumen mencerminkan mengapa seseorang konsumen membeli suatu produk dan bagaiamana konsumen itu memilih dan membeli suatu produk. Konsumen akan membeli suatu produk untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkannya.
Oleh karena itu seorang konsumen akan memilih barang yang memenuhi harapannya. Dengan mengkaji perilaku konsumen perusahaan dapat mengetahui tentang hasil diagnosa siapa dan apa serta bagaimana kebenaran tentang pemakaian suatu poduk. Dari perilaku konsumen menyenangi produk saingan dan kurang menyenangi produk yang dihasilkan suatu perusahaan.

BAB III
ANALISIS

3.1 McDonald’s Dengan Consumer
McDonald tentunya menggunakan prinsip dari pengertian prilaku konsumen. Restoran tersebut mengenali bagaimana keinginan bahkan kebutuhan para pelanggannya. Pihak restoran McDonald melakukan pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, yaitu dengan mengadakan promosi melalui media iklan baik d TV, majalah, maupun surat kabar.

Kemudian melakukan inovasi terbaru setiap periode agar menarik keinginan dan kebutuhan para konsumen. Kemudian memberikan diskon untuk menarik pembeli. Menambahkan menu untuk anak, dan menu anak tersebut diberikan tambahan hadiah berupa mainan. Hal ini digunakan agar menarik perhatian konsumen pada anak-anak.

Kemudian McDy percaya bahwa consumer berbeda dan mereka tidak memiliki motivasi dan keinginan yang berbeda, bedasarkan data Mcdy bahwa consumer menengah ke atas lebih menyukai menu makanan yang khas dengan McDy secara global yaitu burger, dalam hal ini seorang konsumen lebih menyukai menu makanan Hamburger dan Frenchfrise di bandingkan menu paket panas seperti rice + chicken + cola yang di sajikan oleh restoran McDonald. Karena menurut mereka, menu tersebut lebih enak dan lebih unik dari segi rasa maupun segi bentuk. Maka dari itu pentingnya memahami motivasi dan segmentasi consumer tersebut.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 KESIMPULAN

Dalam mendirikan sebuah usaha/ bisnis seperti restoran cepat saji seperti di atas. Kita harus mengetahui terlebih dulu bagaimana selera pasar atau selera konsumen. Apakah kita bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Walaupun pada dasarnya yang menjadi tujuan utama kita dalam mendirikan sebuah usaha adalah untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Namun jika kita tidak memperhatikan bagaimana kebutuhan konsumen, maka konsumen tidak akan mengkonsumsi produk yang kita hasilkan.
Seperti yang penulis telah bahas dalam studi kasus di atas mengenai restoran cepat saji McDonald. Ia mampu bertahan hingga saat ini dikarenakan mereka mampu memenuhi kebutuhan para konsumen. Salah satunya ialah dengan memberikan menu tambahan nasi untuk di Indonesia. Karena pada Negara asalnya restoran McDonald tersebut tidak ada menu nasi. Dan itu sudah membuktikan bahwa restoran trsebut mampu memenuhi kebutuhan para konumen.

Dan bahkan kini di setiap restoran sudah di pasang Wi-Fi untuk mempermudah konsumen yang makan di retoran tersebut untuk melakukan internetan. Dan itu menambah daftar bahwa restoran tersebut memenuhi kebutuhan konsumen. Dan setiap periode restoran tersebut juga melakukan inovasiinovasi yang lebih fresh, yaitu dengan memberikan menu special berupa menu breakfast. Jadi bagi para konsumen yang ingin sarapan atau belum sempat sarapan dapat memesan menu tersebut.

4.2 SARAN
Dari data di atas, penulis hanya ingin memberikan beberapa saran kepada para pebisnis. Utamakanlah kebutuhan para konsumen. Jika kalian hanya memikirkan bagaimana mencari sebuah keuntungan tanpa memikirkan bagaiamana cara memenuhi kebutuhan para konsumen. Perusahaaan atau uasaha yang anda bangun tidak akan tetap kokoh berdiri. Karna mempertahankan konsumen itu jauh lebih sulit dari pada mendapatkan konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

Budiarto Teguh, Dasar Pemasaran, Depok : Seri Diktat Kuliah Universitas Gunadarma http://tazmaniabenz.wordpress.com/2010/05/24/proses-pengambilan-keputusan-konsumen/ http://www.ciputraentrepreneurship.com/perusahaan-a-merek/internasional/perusahaan/3067-mcdonald-mendunia-berkat-agresifitas-berbisnis.html http://id.wikipedia.org/wiki/McDonald's http://irwointerparent.blogspot.com

Similar Documents

Premium Essay

Marketing Man

...February 05, 2013 Strategy from the Outside In: Profiting from Customer Value Write-Up - Part II I. Introduction In Strategy from the Outside In: Profiting from Customer Value, George S. Day and Christine Moorman use research to determine business strategies that separate successful from unsuccessful firms. This write-up shall have a section, titled § II. Brief Summary, which outlines each chapter in Chapters 7 through 13, including the conclusion. This write-up shall also have a section, titled III. Application, which shall apply the material from § II. Brief Summary to a firm (hereinafter "Firm A") with which I worked as a business consultant. Firm A is a multi-national holding company that specializes in acquiring, supporting, and growing its subsidiary companies through accelerated organic growth as well as through acquisitions and/or strategic joint ventures and divestitures. II. Brief Summary Chapter 7. The Third Imperative: Capitalize on the Customer as an Asset For a firm, the profitability of the customer asset - the sum of the discounted long-term profits associated with the customer's purchases and referrals - is based on three principles. First, that a firm must distinguish between behavioral loyalty – the frequency of customer purchases from a firm when a need arises – and attitudinal loyalty – an attachment to the firm and/or its specific products or services. Second, that a firm must manage customers to engage in behaviors that directly...

Words: 2009 - Pages: 9

Free Essay

Emotions and Logic in Consumerism

...Emotions and Logic in Consumerism Abstract Consumer purchase decisions are often linked to emotions and can lead to impulse and uninformed buying behavior. This creates a problem for marketers who rely on emotional appeals to increase sales. In order for businesses to grow in today’s economy, they must acquire new customers and at the same time retain the old ones. Research indicates that in order for advertising to be most effective in acquiring and retaining new customers, these emotions must also be linked to logic. This paper examines how marketers are using emotions and logic to generate the most sales and retain more customers. Emotions and Logic in Consumerism Advertising can be seen in virtually every aspect of our lives, and is almost inescapable. We encounter it on billboards, radio, every internet site, magazines, cell phone applications, clothing, television, restrooms, gas pumps, and many more sites. This year in the United States, Black Friday sales hit over $1 billion in online sales. The average cost for a 30 second time slot for a Super Bowl commercial was $3.5 million, according to USA Today. Psychologists, marketers and business people worldwide are interested in why consumers consume. What is the driving force behind why someone will spend so much more money on Black Friday as opposed to other days out of the year? And how can a business better exploit these consumers in order to make more money? With so much money involved in our consumption...

Words: 3069 - Pages: 13

Premium Essay

Consumer Behavior Models and Consumer Behavior in Tourism

...Consumer Behavior Models in Tourism Analysis Study Muhannad M.A Abdallat, Ph.D. Assistant Professor Hesham El –Sayed El - Emam, Ph.D. Assistant Professor Department of Tourism and Hospitality, Faculty of Tourism and Archeology King Saud University ABSTRACT The theories of consumer decision-making process assume that the consumer’s purchase decision process consists of steps through which the buyer passes in purchasing a product or service. However, this might not be the case. Not every consumer passed through all these stages when making a decision to purchase and in fact, some of the stages can be skipped depending on the type of purchases. The reasons for the study of consumer’s helps firms and organizations improve their marketing strategies by understanding issues such as: • The psychology of how consumers think, feel, reason, and select between different alternatives (e.g., brands, products); • The psychology of how the consumer is influenced by his or her environment (e.g., culture, family, signs, media); • The behavior of consumers while shopping or making other marketing decisions; • Limitations in consumer knowledge or information processing abilities influence decisions and marketing outcome; • How consumers’ motivation and decision strategies differ between products, that differ in their level of importance or interest that they entail for the consumer; and • How marketers can adapt and improve their marketing campaigns and marketing strategies...

Words: 8162 - Pages: 33

Premium Essay

Marketing

...CHOCOLATE CONSUMERS FEELING GUILTY FOR THE WRONG REASONS Steven J. Greenland and Christopher Galloway Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia. INTRODUCTION New Zealanders are no strangers to taking on multinational companies when they view their actions as unethical. It was two New Zealand school girls who unearthed the GlaxoSmithKline (GSK) Ribena vitamin C (or lack of it) fiasco that resulted in fines and GSK having to pull misleading advertisements, not to mention a global wave of criticism washing over the pharmaceutical giant (e.g., New Zealand Herald 27th March 2007, Vasagar 2007). In 2009 the New Zealand public learned that Cadbury was substituting palm oil for cocoa butter in its chocolate (e.g., New Zealand Herald 4th May 2009). At the time many multinationals used palm oil in their products and while its use received considerable attention from conservationists, Cadbury was using only certified sustainable palm oil; a move that was part of a cost cutting exercise to help maintain pricing levels for its consumers. However, there was considerable public outcry, as well as protest by international environmental groups such as World Wildlife Fund (WWF) and local organisations such as the Auckland Zoo (over the potential loss of Orang-utan forest habitat to palm oil plantations). The negative publicity from the palm oil debate created damaging ‘noise’ for Cadbury’s ongoing worldwide ethical brand building efforts and its high profile announcements that...

Words: 2223 - Pages: 9

Premium Essay

D Department of Choice Chocolate

...Good and poor examples of executive summaries This is a GOOD example from an Accounting & Finance assignment. Footnote Executive Summary This report provides an analysis and evaluation of the current and prospective profitability, liquidity and financial stability of Outdoor Equipment Ltd. Methods of analysis include trend, horizontal and vertical analyses as well as ratios such as Debt, Current and Quick ratios. Other calculations include rates of return on Shareholders Equity and Total Assets and earnings per share to name a few. All calculations can be found in the appendices. Results of data analysed show that all ratios are below industry averages. In particular, comparative performance is poor in the areas of profit margins, liquidity, credit control, and inventory management. The report finds the prospects of the company in its current position are not positive. The major areas of weakness require further investigation and remedial action by management.Recommendations discussed include:  improving the average collection period for accounts receivable·   improving/increasing inventory turnover·   reducing prepayments and perhaps increasing inventory levels The report also investigates the fact that the analysis conducted has limitations. Some of the limitations include: forecasting figures are not provided nature and type of company is not known nor the current economic conditions data limitations as not enough information is provided or enough detail...

Words: 824 - Pages: 4

Premium Essay

Customer Is Not Always Right

...An Analysis on How to Handle Dysfunctional Customers And how they affect on Food Servers in selected Restaurants at Eastwood City ------------------------------------------------- A Method of Research and Thesis Paper Presented to the Faculty of the Hotel and Restaurant Management Arellano University - Pasig ------------------------------------------------- In Partial Fulfilment of the Requirement for the Degree in Bachelor of Science in Hotel and Restaurant Management Presented By: Calinao, Loreinn G. Tierra, Alyssa Marie G. Encio, Mary Bless Estrada, Erik E. Romero, Jerry Arellano University – Pasig Pag-Asa St. Brgy. Caniogan Pasig City Approval Sheet In partial fulfillment of the requirements for the degree of Bachelor of Science in Hotel and Restaurant Management this Method of Research entitled “AN ANALYSIS ON HOW TO HANDLE DYSFUNCTIONAL CUSTOMERS AND HOW THEY AFFECT FOOD SERVERS IN SELECTED RESTAURANTS IN EASTWOOD CITY” was prepared and submitted to the College of Hotel and Restaurant Management. PROF. LOUIE REYES Adviser Approved by the members of panel on October 2014. With a grade of ____ ________________________________________ Chairman _______________ _______________ _______________ Member Member Member Accepted in partial fulfillment of Bachelor of Science in Hospitality and Restaurant Management PROF. KATHERINE GUEVARRA ...

Words: 13057 - Pages: 53

Premium Essay

Ethical Consumerism

...Recommendations 5 Bibliography 6 Executive Summary In a ethnicity of plenty, where organisation are selling very similar products at almost the same price, and of the same quality to even the similar consumers, These consumers are free of charge to make use of other, ethical criteria in making their choice between opposite options. There are definitely different levels of ethical consumption - with some people being highly morals determined, while some are just getting on a generally satisfactory bandwagon. The reality still that there is a rising crowd of ethical consumers which need to be taking seriously. Because now it is very easy to be an ethical consumer The Internet, press, and magazines are all spreading company’s information about where and how their products and services are being generated. Blogs and customer help desk are also help customers who by one way or the other had terrible experience or who have important inside information to obtain immediate international exposure. Exposing unethical conduct and practices is a definite title for journalists, so business organisation is under more enquiry than before. Businesses like Sainsbury’s are carefully but continuously examining how well they are meeting the evolving ethical expectations of consumers; they simultaneously respond to the trends of ethical consumerism; continue being profitably sustainable in a very flat economy. Introduction In response to theory of ethical consumerism, companies are now...

Words: 2274 - Pages: 10

Premium Essay

What Are the Most Important Factors That Influence Customer Satisfaction When Buying Online?

...What are the most important factors that influence customer satisfaction when buying online? Jing, L., Yang, Z, L. and Jun, M. (2012). Measuring consumer perceptions of online shopping convenience. Journal of Science Management, Vol.24 No.2, 2013, pp.191-214. Retrieved from www.emeraldinsight.com/1757-5818.htm In this article, the authors reveal one of the key factors to influence the perceptions of consumer when they do online shopping. The data the article uses is gained through organizational surveys of a major retail company in Hong Kong. The authors use this data to try to identify the key convenience dimensions of online shopping. Their research focuses on revealing the pivotal dimensions of convenience and the related sub-dimensions of online shopping. As the authors mentioned in the article, “Shopping convenience has been one of the principal motivations underlying customer inclinations to adopt online purchasing.” (p.191). The article is useful to my research topic, as the authors point out one of key factors in convenience of online shopping to customers, which is time-saving. The more time consumers spend on connecting with a service, the lower convenience degree consumers will perceive. (p.193). The main limitation of the article is the number of participants in this study is relatively small, thus the authors indicate that the scale items of this research in the future should be further modified or changed to improve validation. Although this article does...

Words: 261 - Pages: 2

Premium Essay

Nordstrom Case Analysis

...in the future. Businesses succeed by getting, keeping, and growing customers. Customers are the only reason you build factories, hire employees, schedule meetings, lay fiber-optic lines, or engage in any business activity. Without customers, you don’t have a business.” Companies must establish and maintain a high customer value for their products and services because consumers use customer value to make buying decisions. You make buying decisions in day-to-day life experiences. For example in buying for a bottled water drink. Should you buy the wilkins worth P15 or the evian water worth P65? In every buying decision, a consumer asks the same question: 'is what I am going to receive worth what I have to give up in order to get it?' The gain the consumer receives for the benefit is weighed against the cost the consumer must pay to acquire the benefit. The value the individual consumer places on a product or service becomes the customer value for that offering. This customer value is weighed against the customer values assigned for similar products and services that would provide a similar benefit. Consumers will typically purchase the item with the highest customer...

Words: 1714 - Pages: 7

Premium Essay

Customer Engagement

...Customer engagement Customer engagement (CE) is the engagement of customers with one another, with a company or a brand. The initiative for engagement can be either consumer- or company-led or the medium of engagement can be on or offline. CE aims at long-term engagement, encouraging customer loyalty and advocacy through word-of-mouth. Online customer engagement is qualitatively different from offline engagement as the nature of the customer’s interactions with a brand, company and other customers differ on the internet. Leveraging customer contributions is an important source of competitive advantage – whether through advertising, user generated product reviews, customer service FAQs, forums where consumers can socialise with one another or contribute to product development. Customer engagement is about encouraging your customers to interact and share in the experiences you create for them as a business and a brand. When executed well, a strong customer engagement strategy will foster brand growth and loyalty. NEED: CE-marketing is necessitated by a combination of social, technological and market developments: 1. Businesses are losing the power to dictate the communications agenda 2. Decreasing brand loyalty BUSINESS TO BUSINESS CONTEXT: Customer Engagement in a B2B (business to business) marketing context would typically include a collection of the following marketing programs: 1. Customer Advisory Board or Council 2. Customer Reference Program 3. Executive Sponsor...

Words: 2943 - Pages: 12

Premium Essay

Research Proposal

...How does celebrity endorsements influence consumer behavior in fast fashion industry? 1. Introduction The fashion industry has come a long way over the past two decades. In the early years, big players such as Marks & Spencer offered a relatively straightforward fashion retail choice. However, with the lower cost of starting a retail outlet, the market has become more crowded since then. So called fast fashion retailers, are by no means the only one who succeeded and grew over the past years. Overall, the fast fashion retailers experienced a greater growth compared to the fashion industry as a whole (Cachon and Swinney, 2011). Such retailers are now ubiquitous and spotting a person on the streets who does not wear at least one fast fashion clothing item is rare. The key point to success lies in their business model; making the trends available to everyone. The rapid global changes have restructured the way fashion retailers do business. In today’s competitive market, using celebrity endorser to promote brands on television is a fairly common practice (Erdogan et al. 2001). Celebrity endorsements is believed to help consumers remember the message of the advertisement and the brand name the celebrity is endorsing. This creates the personality of a brand because when a celebrity is paired with a brand, this image helps shape the image of that brand in the minds of consumers (Argrawal & Kamakura, 1995). Celebrity endorsement is a new strategy in brand selling...

Words: 1811 - Pages: 8

Free Essay

Post Purchase Behaviour

...BUYER BEHAVIOUR POST PURCHASE BEHAVIOUR Word count: 1,900 According to Blackwell, M & E (2006, P4), Buyer behaviour can be defined as “Activities people undertake when obtaining, consuming and disposing of products and services” In this essay, I will be focusing specifically on “Post purchase behaviour”, in which I’ll be discussing and evaluating if customers that are satisfied with a supplier and/or their offering will become loyal? According to Giese and Cote (2000), Customer Satisfaction is defined as “A summary affective response of varying intensity with a time-specific point of determination and limited duration that is directed towards focal aspects of product acquisition and/or consumption” While Customer Loyalty is said to be “a deeply held commitment to re-buy or re-patronize a preferred product/service consistently in the future, thereby causing repetitive same-brand or same brand-set purchasing” (Oliver, 1999). However, there are two distinctive ways of describing loyalty; One being attitude, whereas different feelings create an individual’s overall attachment to a product, service, or organization (Hallowell, R, 1996). The other being behavioural, which include customer continuing to purchase services from the same supplier, increasing the scale and or scope of a relationship, or the act of recommendation without having an attachment to the product, service or organisation (Hallowell, R, 1996). FIG 1. Reicheld and Sasser (1990) argues that satisfaction...

Words: 1935 - Pages: 8

Premium Essay

Consumer Behaviors

...Consumer Behavior Models in Tourism Analysis Study Muhannad M.A Abdallat, Ph.D. Assistant Professor Hesham El –Sayed El - Emam, Ph.D. Assistant Professor Department of Tourism and Hospitality, Faculty of Tourism and Archeology King Saud University ABSTRACT The theories of consumer decision-making process assume that the consumer’s purchase decision process consists of steps through which the buyer passes in purchasing a product or service. However, this might not be the case. Not every consumer passed through all these stages when making a decision to purchase and in fact, some of the stages can be skipped depending on the type of purchases. The reasons for the study of consumer’s helps firms and organizations improve their marketing strategies by understanding issues such as: • The psychology of how consumers think, feel, reason, and select between different alternatives (e.g., brands, products); • The psychology of how the consumer is influenced by his or her environment (e.g., culture, family, signs, media); • The behavior of consumers while shopping or making other marketing decisions; • Limitations in consumer knowledge or information processing abilities influence decisions and marketing outcome; • How consumers’ motivation and decision strategies differ between products, that differ in their level of importance or interest that they entail for the consumer; and • How marketers can adapt and improve their marketing campaigns and marketing strategies...

Words: 8162 - Pages: 33

Premium Essay

Consumer Behavior

...Disposition, Recylce and Reuse | 10 | 2.8 Group Influence | 11 | 3. Conclusion | 12 | 4. Appendix | 13 | Introduction ‘Consumer behaviour is the study of the processes involved when individuals or groups select, purchase, use or dispose of products, services, ideas or experiences to satisfy needs and desires’ (Solomon, 2010, p. 33) We chose Le Marché supermarket to record our observations. Marché Retail Pvt Ltd, has been in the food business for the last 20 years. Well located, aesthetically designed and well stocked with the best from across the globe, the large format stores under the brand name Le Marché. Le Marché caters to the food requirements of people at every level. By offering the convenience of shopping in comfort, assisted by customer focused staff, and a wide selection of exotic and basic groceries to choose from, Le Marché aims to be the preferred destination for food shopping in India. We visited the store on 27th October around 5 pm and recorded our observations. To record our observations we kept in mind the various components of Consumer Behaviour, like: * Meaning * Learning * Self Concept & Personality * Culture * Research * Motivation * Dispositon * Group Influence Observer 1 (Meaning) Consumer Meaning differs with respect to an individual, his past experience, his future expectations and his background in terms of his culture, age, gender, income, lifestyle, use...

Words: 3192 - Pages: 13

Free Essay

Consumer Behaviour

...CONSUMERS BEHAVIOUR TOWARDS MENS FAIRNESS CREAMBY EMAMI. INTRODUCTION:- In the present era of competition the very existence of anybusiness depends upon its customer bank. Customer is the king in present business world. Gone are the days when producer or seller used to rule the business world.Today customer is the main pillar on which any business stands. Due to entry of theMNC's there is cut throat competition in the market. They have already established inurban markets and now rural and suburban are share the thrust areas. We havechoosed "To Study the Consumer Buying behavior towards men¶s fairness Cream byEMAMI" to have a deep knowledge of consumer behavior regarding fairness creams. Inmy research we have tried to find out how much EMAMI brand is used? Why this brandis used?Factor affecting their purchase behavior like price, quality, results, etc. We alsohave tried to find out relation in buying behavior rand age, sex, family income. Theresearch study is a comprehensive survey to reach deep in the consumption pattern of the target customer. Previously, domain of ladies only. Male became more conscious for their look. The growing demand of different cosmetics and skin care products for men proves that men are now taking care of their skin. In year 2004´Fair and Handsome conducted a survey to know the attitude of Indian customers towards use of cosmetics products Indian male take an average of 20minutes in front of mirror to groom themcompared with Indian...

Words: 392 - Pages: 2