Free Essay

Pengendalian Tindakan Personel Dan Budaya

In:

Submitted By pawnriver
Words 913
Pages 4
BAB 3 Pengendalian Tindakan,Personel, dan Budaya

Ada berbagai macam bentuk pengendalian, pada bab sebelumnya telah dibahas mengenai pengendalian hasil. Pada bab ini akan dibahas 3 pengendalian lainnya yaitu tindakan, personel, dan budaya.
A. Pengendalian Tindakan
Pengendalian tindakan merupakan bentuk pengendalian yang paling langsung mempengaruhi perilaku karyawan, dengan cara memastikan karyawan bertindak sesuai dengan yang diinginkan oleh organisasi.

Pengendalian tindakan memiliki 4 bentuk dasar yaitu :
- Pembatasan perilaku
Pembatasan perilaku merupakan bentuk paksaan dari pengendalian tindakan. Dalam pembatasan ini karyawan dibatasi untuk melakukan hal yang tidak seharusnya. Pembatasan dapat dilakukan secara administratif maupun fisik.
Contoh pembatasan fisik : penggunaan kunci, password dan pembatasan akses. Contoh pembatasan administratif : pembatasan kewenangan pengambilan keputusan tertentu.
- Penilaian Pratindakan
Penilaian pratindakan dilakukan saat proses perencanaan dari tindakan karyawan yang dikendalikan. Dengan penilaian atas rencana tersebut kemudian diputuskan menyetujui atau tidak rencana tersebut. Penilai juga dapat meminta untuk memodifikasi rencana atau meminta mengubah rencana, sebelum melakukan persetujuan kembali.
- Akuntabilitas tindakan
Akuntabilitas tindakan yang dimaksud adalah meminta karyawan untuk bertanggung jawab atas tindakan yang mereka lakukan.
Untuk mengimplementasi akuntabilitas tindakan diperlukan :
1. Mendefinisikan tindakan yang dapat diterima dan tidak diterima
2. Mengkomunikasikannya kepada karyawan
3. Mengamati dan melacak apa yang terjadi
4. Memberi penghargaan atas tindakan yang baik dan memberi hukuman atas tindakan yang salah
(namun seringkali akuntabilitas lebih dikaitkan dengan hukuman dibanding reward)
- Redudansi
Redudansi dilakukan dengan menugaskan lebih banyak karyawan atau peralatan untuk mengerjakan tugas melebihi yang dibutuhkan, atau paling tidak menyediakan karyawan cadangan dengan tujuan meningkatkan kemungkinan hasil dari yang ditugaskan lebih memuaskan

B. Pengendalian tindakan dan masalah pengendalian
Pengendalian tindakan dapat berjalan baik, karena seperti jenis pengendalian lain, dapat mengatasi satu atau lebih dari tiga permasalahan dasar pengendalian
Jenis pengendalian tindakan Masalah pengendalian Kurangnya pengarahan Masalah motivasi Keterbatasan individu
Pembatasan perilaku X
Review pratindakan X X X
Akuntabilitas tindakan X X X
Redundansi X X

C. Pencegahan versus Deteksi
Pengendalian tindakan dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuannya apakah pencegahan atau deteksi perilaku yang tidak diinginkan. Pembedaan ini penting karena pengendalian yang dapat mencegah hal yang tidak diinginkan, apabila efektif, akan menjadi bentuk pengendalian terkuat karena biaya atas perilaku yang tidak diinginkan tidak akan terjadi. Pengendalian jenis deteksi berbeda dengan jenis pencegahan karena diterapkan setelah perilaku yang tidak diinginkan terjadi. Pengendalian ini dapat efektif jika deteksi tepat waktu sehingga dapat menghentikan perilaku yang tidak diinginkan dan koreksi atas efek dari perilaku tersebut.
Jenis pengendalian tindakan Tujuan Pencegahan Deteksi
Pembatasan perilaku Kunci pada aset berharga
Pemisahan tugas -
Review pratindakan Persetujuan biaya
Review anggaran -
Akuntabilitas tindakan Spesifikasi kebijakan dihubungkan ke reward and punishment Internal audit berorientasi pada kepatuhan
Peer Review
Redundansi Menugaskan beebrapa orang pada 1 tugas penting -

D. Kondisi menentukan efektivitas pengendalian tindakan
1. Perusahaan dapat menentukan tindakan yang diinginkan atau tidak
Pemahaman mengenai tindakan yang diinginkan dapat diperoleh dengan 2 cara dasar yaitu:
- Analisis pola tindakan/hasil pada situasi tertentu untuk mempelajari tindakan apa yang menghasilkan hasil yang terbaik
- Mendapat informasi dari orang lain mengenai tindakan mana yang diinginkan terutama untuk keputusan strategis
2. Perusahaan dapat memastikan bahwa tindakan diinginkan (tidak diinginkan) terjadi (tidak terjadi)
- Efektivitas pembatasan perilaku dan review pratindakan bergantung pada keandalan alat – alat atau prosedur administratif yang dipasang oleh perusahaan untuk memastikan tindakan yang (tidak) diinginkan itu (tidak) terjadi
- Efektifitas akuntabilitas tindakan memerlukan action tracking yang tepat. Untuk mengetahui action tracking sudah tepat ada beberapa kriteria :
a. Ketepatan : Jumlah kesalahan pada indikator yang digunakan untuk memberitahu tindakan apa yang telah terjadi
b. Objektivitas : Laporan atas tindakan yang telah terjadi bebas dari bias
c. Ketepatan waktu : Action tracking dilakukan tepat waktu sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi
d. Dapat dimengerti : Tindakan yang diperhatikan atas individu dapat dipahami
E. Pengendalian Personel
Pengendalian personel berusaha untuk membangun kecenderungan karyawan untuk mengendalikan/memotivasi dirinya sendiri. Tujuan dari pengendalian personel :
- Memastikan karyawan mengetahui apa yang diinginkan perusahaan
- Memastikan tiap karyawan dapat bekerja dengan baik, dan memiliki kemampuan dan sumberdaya yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan mereka dengan baik
- Meningkatkan kemungkinan tiap karyawan melaksanakan pengawasan pada dirinya sendiri
Pengendalian personel dapat diterapkan dengan cara :
- Seleksi dan penempatan
Seleksi dan penempatan melihat dari pendidikan, pengalaman, kesuksesan di masa lampau dan kepribadian serta kemampuan sosial, seringkali juga mengecek catatan kriminal para pelamar kerja.
- Pelatihan
Menyediakan informasi yang berguna mengenai tindakan atau hasil apa yang diekspektasikan dan bagaimana tugas harus dikerjakan
- Desain pekerjaan dan persediaan sumber daya yang dibutuhkan
Desain pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi karyawan yang telah direkrut. Sumberdaya kepada jenis pekerjaan tertentu harus tersedia, contohnya informasi, peralatan, persediaan, dukungan staff, bantuan pembuatan keputusan, atau kebebasan dari interupsi
F. Pengendalian Budaya
Pengendalian budaya dirancang untuk mendukung adanya pemantauan bersama, bentuk yang kuat dari tekanan kelompok terhadap individu yang melenceng dari nilai dan norma kelompok. Pengendalian budaya akan sangat efektif bila anggota kelom;ok memiliki ikatan emosional yang kuat.
Perusahaan dapat membentuk budaya perusahaan dengan beberapa cara yaitu:
1. Kode etik
2. Imbalan kelompok
3. Pendekatan lain :
- Mutasi intraorganisasi/rotasi karyawan
- Pengaturan fisik kantor
- Manajemen puncak menjadi panutan

G. Pengendalian personel/budaya dan masalah pengendalian Masalah pengendalian
Jenis pengendalian Kurangnya pengarahan Masalah motivasi Keterbatasan individu
Personel control
Seleksi dan penempatan X X X
Pelatihan X X
Rancangan pekerjaan dan menyediakan SD yang diperlukan X
Cultural Control
Kode etik X X
Imbalan kelompok X X X
Mutasi intraorganisasi/rotasi X X
Pengaturan fisik X
Tone at the top X

H. Efektivitas pengendalian personel dan budaya
Pengendalian personel/budaya memiliki beberapa kelebihan dibandingkan pengendalian hasil dan tindakan. Pengendalian ini dapat digunakan di hampir semua kondisi sampai batas tertentu, biayanya seringkali lebih rendah dibandingkan pengendalian lain yang lebih menonjol dan menimbulkan efek samping yang biasanya lebih sedikit.

Similar Documents

Free Essay

Platinum

...BAB 3 PENGENDALIAN TINDAKAN, PERSONEL, DAN BUDAYA PENGENDALIAN TINDAKAN Pengendalian tindakan merupakan bentuk pengendalian yang paling langsung berusaha mempengaruhi perilaku karyawan dengan cara memastikan karyawan bertindak sesuai yang diinginkan organisasi. Pengendalian tindakan terdiri dari 4 bentuk dasar, yaitu : 1. Pembatasan perilaku adalah bentuk negatif dari pengendalian tindakan. Organisasi melakukan pembatasan bagi karyawan untuk melakukan hal yang tidak seharusnya. Pembatasan ini dapat berupa administratif maupun fisik. Contoh pembatasan fisik : penggunaan kunci, password dan pembatasan akses. Pembatasan administratif contohnya pembatasan kewenangan pengambilan keputusan tertentu dan pembagian tugas(segregation of duties). 2. Review pratindakan ini dilakukan saat proses perencanaan dan penganggaran, dengan review atas rencana tindakan kemudian menyetujui/tidak rencana tersebut, memodifikasi rencana atau meminta mengubah rencana, sebelum melakukan persetujuan. 3. Akuntabilitas tindakan implementasi akuntabilitas tindakan memerlukan: 1. Medefinisikan tindakan yang dapat diterima/tidak 2. Mengkomunikasikan kepada karyawan 3. Mengamati dan melacak apa yang terjadi 4. Memberi penghargaan atas tindakan yang baik dan memberi hukuman atas tindakan yang salah. Akuntabilitas tindakan biasanya diimplementasikan dengan negative reinforcement, yaitu tindakan lebih sering dihubungkan dengan hukuman daripada reward. 4. Redundansi dilakukan...

Words: 994 - Pages: 4

Free Essay

Sector Public Accounting

...I. KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN SEKTOR PUBLIK A. Pengertian dan ruang lingkup akuntansi sektor publik Istilah sektor publik memiliki pengertian yang bermacam-macam, hal ini merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik, sehingga setiap disiplin ilmu (politik, ekonomi hukum dan sosial) memiliki cara pandang dan definisi yang berbeda-beda. Dari sudut pandang ekonomi sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas (kesatuan) yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik. Sejalan dengan perkembangan maka di negara kita Akuntansi Sektor Publik didefinisikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pengelolaan dana masyarakat di lembaga–lembaga tinggi negara dan departemen dibawahnya, pemerintah daerah, BUMN,BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan suasta. Beberapa tugas dan fungsi sektor publik sebenarnya dapat juga dilakukan oleh sektor suasta misalnya untuk menghasilkan beberapa jenis pelayanan publik seperti layanan komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik dll, akan tetapi untuk tugastertentu tugas sekotr publik tidak dapat digantikan oleh sektor suasta, misalnya fungsi birokrasi pemerintahan. Sebagai konsekuensinya akuntansi sektor publik dalam beberapa hal bebeda dengan akuntansi padasektor suasta. Tujuan Akuntansi Sektor Publik * Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola...

Words: 7945 - Pages: 32

Free Essay

Control Management

...Modul Belajar: Sistem Pengendalian Manajemen (Management Control Systems) (Anthony and Govindarajan,12th Ed) Disusun oleh Bambang Kesit Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Jogjakarta, 2013 Kata Pengantar Modul ini disusun untuk membantu mahasiswa mempelajari Sistem Pengen-dalian Manajemen (SPM) sehingga mahasiswa mudah memahami dan mengerti materi SPM. Pemahaman terhadap Mata Kuliah (MK) SPM ini sangat penting bagi mahasiswa sejak mengambil MK ini karena SPM ini salah satu MK yang diujikan pada ujian komprehensif. Selama ini, sering dijumpai mahasiswa meskipun telah mengambil dan lulus MK SPM ini namun ketika ujian komprehensif banyak tidak menguasai dan lulus ujian. Modul ini terdiri dari Pengertian Sistem Pengendalian Manajemen, Goal Congruence, Pusat Pertanggungjawaban, Harga Transfer, Penyusunan Anggaran, Evaluasi Kinerja, dan slide perkuliahan. Modul ini masih sangat sederhana, semoga diwaktu mendatang bisa lebih disempurnakan. Terima kasih. Bab 1 Sistem Pengendalian Manajemen Sistem merupakan suatu cara tertentu yang dilakukan berulang-ulang untuk melaksanakan sesuatu atau sekelompok aktivitas. Pengendalian adalah proses penetapan standar agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. • Elemen-elemen Sistem Pengendalian 1...

Words: 3956 - Pages: 16

Free Essay

Exam Ob

...pengembangan produk, penetrasi pasar, rasionalisasi karyawan, divestasi, likuidasi dan joint venture (David, p.15, 2004). Pengertian strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Glueck dan Jauch, p.9, 1989). Pengertian strategi secara umum dan khusus sebagai berikut: 1. Pengertian Umum Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. 2. Pengertian khusus Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. Perumusan Strategi Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut...

Words: 2830 - Pages: 12

Free Essay

Sementara

...JURNAL MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BALANCED SCORECARD DAN MANAJEMEN STRATEGIK Umi Pratiwi Fakultas Ekonomi Universitas Soedirman Jalan HR. Bunyamin Grendeng Purwokerto Jawa Tengah Abstract: This article is about the application of the balanced scorecard in strategic management, from strategy formulation, planning, implementation, to performance evaluation. The application is useful in translating corporation strategy into operational activities which are absolutely needed in obtaining both short and long term objectives efficiently. In the absence of the translation, limited resources would likely be thoughtlessly. The scorecard, thus, serves as a controlling means for the corporation to utilize its resources in a sensible way. Kata kunci: balance scorecard, strategik manajemen PENDAHULUAN Tujuan perusahaan adalah mencari keuntungan atau laba yang tinggi, akan tetapi bukan itu tujuan utama satu-satunya. Ada yang lebih penting lagi yaitu kelangsungan hidup dari perusahaan tersebut. Jika perusahaan tidak dapat berkembang secara berkelanjutan, maka perusahaan tersebut akan kalah dalam persaingan. Untuk efisien dan efektifnya suatu perusahaan, sangat diperlukan adanya suatu struktur sistem pengendalian manajemen. Dalam pembangunan struktur sistem pengendalian manajemen tersebut, terdapat tiga komponen yang perlu didesain yaitu: (1) Struktur organisasi, yang dibangun sesuai dengan karakteristik lingkungan bisnis yang akan dimasuki oleh perusahaan; (2) Jejaring...

Words: 3469 - Pages: 14

Free Essay

Thesis

...digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan, pengukuran kinerja juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan sistem imbalan dalam perusahaan, misalnya untuk menentukan tingkat gaji karyawan maupun reward yang layak. Pihak manajemen juga dapat menggunakan pengukuran kinerja perusahaan sebagai alat untuk mengevaluasi pada periode yang lalu (Ceacilia Srimindarti, http://idjurnal.blogspot.com/2008/04/balanced-scorecard-sebagai-alternatif.html) Murphy and Russel (2002:2) menemukan bahwa penggunaan Balanced Scorecard dapat menggantikan Costumer Relationship Management (CRM) Strategi, yakni suatu strategi dimana perusahaan mencoba mengelola hubungan yang baik dengan para pelanggan untuk menciptakan nilai tambah untuk para pelanggan dan...

Words: 2911 - Pages: 12

Free Essay

Yes Information System

...15.1 DEPARTEMEN IS DAN END USER Departemen IS dalam Organisasi Sumber daya IT sangat beragam, mereka termasuk aset personel, aset teknologi, dan aset hubungan IT. Manajemen sumber daya informasi dibagi antara departemen pelayanan informasi (Information Services Department/ISD) dan end user. Manajemen sumber daya informasi (Information Resources Management/IRM) mencakup semua kegiatan yang terkati dengan perencanaan, pengorganisasian, memperoleh, mempertahankan, mengamankan, dan pengendalian IT sumber daya. Pembagian tanggung jawab tergantung pada banyak faktor, dimulai dengan jumlah aset IT dan sifat tugas yang terlibat dalam IRM, dan berakhir dengan kebijakan outsourcing. Sebuah keputusan besar yang harus dilakukan oleh manajemen senior adalah dimana ISD harus dilaporkan dalam hirarki organisasi. Sebagian karena alasan sejarah, tempat umum untuk menemukan ISD adalah di departemen akuntansi atau keuangan. Dalam stiuasi seperti tiu, ISD biasanya melapor kepada controller atau Chief Financial Officer (CFO). Para ISD mungkin juga melaporkan kepada salah satu dari berikut: 1) A Vice President of Technology 2) An Executive Vice President (misalnya, untuk administrasi) atau 3) CEO. THE IS DIRECTOR AS A “CHIEF” Untuk menunjukkan pentingnya area IS, beberapa organisasi memanggil direktur IS sebagai Chief Information Officer (CIO), mirip dengan Chief Financial Officer (CFO) dan Chief Operating Officer (COO). Biasanya, hanya orang penting atau wakil...

Words: 8057 - Pages: 33

Free Essay

Accounting

...berjudul “Kantor Akuntan Publik Mazars” dengan lancar. Makalah ini berisi informasi tentang kantor akuntan publik Mazars atau yang lebih khususnya membahas nilai-nilai yang diterapkan oleh Mazars,etika dan keunggulan teknis yang diaplikasikan oleh Mazars serta keahlian yang dimiliki oleh kantor akuntan publik ini. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua terkait kantor akuntan publik ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.   Jakarta, 21 September 2012 Penyusun DAFTAR ISI Abstrak | ............................... | i | Kata Pengantar | ............................... | ii | Daftar Isi | ............................... | iii | Mazars | ............................... | 3 | * Tentang Mazars | ............................... | 3 | * Mazars di Indonesia | ............................... | 3 | Nilai-nilai yang diterapkan Mazars | ............................... | 6 |  Etika dan keunggulan teknis Mazars | ............................... | 7 | Mazars merupakan aliansi Praxiaty | ............................... | 7 | Keahlian Mazars | ............................... | 8...

Words: 3653 - Pages: 15

Free Essay

Pengaruh Job Satisfaction Terhadap Financial Performance Melalui Employee Engagement Dan Competitive Advantage Sebagai Intervening Variable Pada Perusahaan Retail Publik

...membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi dan konsisten dari masing-masing karyawan dalam rangka untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan bertahan dalam lingkungan persaingan pasar yang tinggi (Newstrom and Davis, 2002). Berbagai strategi harus dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan kinerja lebih baik daripada pesaing agar bertahan dalam dalam lingkungan bisnis. Di Indonesia sendiri, persaingan bisnis semakin ketat dan kompetitif khususnya di sector retail. Dimana menurut Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo) dalam lima tahun terakhir dari tahun 2012 peningkatan omset ritel modern cukup pesat, hal ini juga didukung oleh pertumbuhan jumlah ritel yang pesat yaitu sebesar 7.787 retail selama 5 tahun terakhir ini, pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10-15% per tahun. Penjualan ritel pada 2006 masih sebesar Rp 49 triliun, namun melesat hingga mencapai Rp 110 triliun pada 2012 meningkat sebesar 10%- 15%, menyusul kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat yang relatif bagus. Bisnis ritel di tahun 2013 masih mencatat tren yang positif, namun masih kurang maksimal jika dibandingkan dengan tahun 2012 (Liputan6.com). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa persaingan bisnis terus mengalami kemajuan. Perkembangan dan juga keuntungan yang diperoleh tentu saja tidak dapat lepas dari kinerja keuangan perusahaan-perusahaan yang cukup baik dan berkembang (Carton dan Hofer, 2010). Dan juga kinerja keuangan perusahaan yang terus membaik dan bertumbuh menunjukkan bahwa perusahaan...

Words: 17786 - Pages: 72