Free Essay

Perbedaan Hub, Switch, Bridge Dan Router

In:

Submitted By primawardhani
Words 1324
Pages 6
PERBEDAAN HUB, SWITCH, BRIDGE DAN ROUTER
1. HUB Merupakan perangkat jaringan yang melakukan interkonekasi antara sekelompok user. Hub memiliki banyak port yang memungkinkan beberapa titik bergabung menjadi satu jaringan, network yang diperbolehkan hanya network dengan tipe jaringan yang sama misalnya network dengan tipe jaringan Ethernet, network dengan tipe jaringan Token Ring, dll. Hub digunakan pada Topologi Star.
Secara konseptual Hub beroperasi pada layer 1 (Physical Layer) yang artinya hub tidak menyaring menerjemahkan sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data dan susunan pin pada kabel.
Sifat Hub :
• Manage / umanaged
• Stackable
• Shared /switched
• 10/100 Mbps
Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh komputer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali komputer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi collission lebih sering terjadi.
Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke Port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang sama (jalur broadcast yang sama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collision yang terjadi dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun ulangan. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara fisik, hub mempunyai lampu led yang mengindikasikan terjadi collision.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port.
Hal ini membuat pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat.

2. SWITCH Merupakan perangkat jaringan yang secara sederhana didefinisikan dengan sebutan multiport bridge (banyak jaringan), masing-masing port dapat mendukung satu workstation, jaringan Ethernet atau jaringan Token Ring.
Terdapat dua arsitektur dasar yang digunakan yaitu : cut-through dan store and forward. Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya. Sedangkan switch store and forward merupakan kebalikan dari switch cut-through, switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket memerlukan waktu, teteapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak menggangu jaringan.
Switch dengan spesifikasi 10/100 Mbps akan mengalokasikan 10/100 Mbps penuh untuk setiap portnya sehingga berapapun jumlah komputer yang terhubung, pengguna akan memiliki bandwidth penuh.
Switch bekerja di OSI Layer 2 (Data Link Layer) sehingga menforward data dan filter paket berdasarkan MAC Address dan dapat menghubungkan beberapa jaringan dengan tipe pengkabelan yang berbeda atau tipe topologi jaringan yang berbeda, misal Ethernet dan Fast Ethernet.
Pada saat mengirimkan data switch mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data. Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan terjadi tabrakan (collision) karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa switch lebih baik daripada hub baik secara perbandingan konseptual maupun secara prinsip kerjanya yang dapat membuat terjadinya collision.

3. BRIDGE Perangkat jaringan yang digunakan untuk menguhubungkan dua segmen jaringan yang berbeda. Dua segmen yang berbeda ini bisa berarti alamat jaringan yang berbeda atau jenis physical layer yang berbeda. Maksud dari jenis Physical layer yang berbeda adalah menghubungkan antara jaringan yang menggunakan kabel RJ-45 menuju jaringan yang menggunakan kabel coaxial, atau menghubungkan jaringan wireless dengan jaringan wireline. Untuk permasalahan perbedaan segmen pada alamat jaringan namun Physical layer-nya sama, maka sebenarnya switch sendiri bisa dipakai, dan dalam hal ini bisa dikatakan Bridge adalah switch dengan 2 port. Bridge berfungsi menghubungkan dua buah LAN yang sejenis sehingga dapat memiliki satu LAN yang jauh lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge. Bridge dapat menghubungkan dua LAN yang kedua-duanya menggunakan metode transmisi baseband atau broadband ataupun LAN dengan baseband dan LAN dengan broadband atau metode akses CSMA/CD dengan token passing dsb bergantung pada jenis brigde yang digunakan.
Secara umum ada 3 kategori Bridge, yaitu :
• Local Bridge : Menghubungkan beberapa LAN
• Remote Bridge : Menghubungkan LAN dengan WAN
• Wireless Bridge : Menghubungkan LAN dengan remote node
Cara kerja dari Bridge yaitu memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket paket diteruskan ke segmen tujuan. Dengan demikian bridge juga mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.
Bridge bekerja pada lapisan physical layer dan data link layer, sehingga akan mempengaruhi unjuk kerja LAN bila sering terjadi komunikasi sistem yang berada di LAN yang berbeda yang terhubung oleh bridge.

4. ROUTER

Perangkat jaringan (bisa berupa router buatan pabrik atau router PC yang artinya komputer yang diseting menjadi router) yang digunakan untuk menguhubungkan dua LAN yang berbeda dan mem-forward data dari satu jaringan ke jaringan lain (antar jaringan yang berbeda dengan subnet yang berbeda) berdasarkan Network Address. Router bekerja pada OSI Layer 3 yaitu Network Layer.
Router bekerja menggunakan routing table yang disimpan di memory-nya untuk memutuskan tentang kemana dan bagaimana paket dikirimkan. Router dapat memutuskan rute terbaik, oleh karena itu router lebih cerdas dibanding bridge, dapat digunakan untuk NAT yang memungkinkan jaringan private yang seharusnya tidak ada pada routing table internet dapat terkoneksi internet dengan meminjam alamat IP Publik jaringan tersebut yang diberikan oleh ISP.
Salah satu contoh router adalah Mikrotik Router dan Linksys WRT54GL yang pengaturan konfigurasinya bisa berfungsi juga sebagai bridge atau switch. Cara kerja nya mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protocol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan logical bukan fisikal. Router dapat memilih jalan alternatif yang terbaik (rute terbaik untuk transportasi data) apabila salah satu jalan ke tempat tujuan terputus. Router bekerja pada lapisan physical, data link, dan network layer sehingga tidak dapat digunakan sembarangan. Router umumnya paling tidak terhubung ke dua jaringan, dua LAN atau WAN ke LAN dan jaringan ISP (Internet Service Provider). Beberapa modem DSL dan cable modem juga memiliki fungsi router yang terintegrasi ke dalamnya sehingga memungkinkan beberapa komputer membentuj jaringan dan langsung terhubung ke internet.

Perbandingan :
No Router Brigde Switch Hub
1 Bekerja di OSI Layer 3 (Network Layer) Bekerja di OSI Layer 2 (Data Link Layer) Bekerja di OSI Layer 2 (Data Link Layer) Bekerja di OSI Layer 1 (Physical Layer)
2 Forward data berdasarkan alamat Network (IP Address) Forward data berdasarkan alamat tujuan paket (MAC Address) Hanya akan mengirimkan paket ke alamat yang dituju karena memiliki kemampuan untuk mendeteksi alamat komputer (MAC Address) yang dituju Membroadcast paket ke semua komputer yang terhubung ke hub
3 Dapat menghubungkan jaringan dengan subnet yang berbeda Hanya dapat menghubungkan jaringan dengan subnet yang sama
4 Tidak ada pembagian bandwidth Pembagian disetiap Port selalu sama
5 Dapat menghubungkan 2 logical network (berdasarkan protocol) yang berbeda Hanya menghubungkan logical network (berdasarkan protocol) yang sama Dapat menghubungkan jaringan dengan tipe LAN yang berbeda Hanya dapat menghubungkan jaringan dengan tipe LAN yang sama
6 Merupakan internetworking device Merupakan networking device Merupakan networking device Merupakan networking device

Similar Documents