Free Essay

Perkembangan Mobile Broadband Di Negara Maju vs Negara Berkembang

In:

Submitted By risma
Words 2646
Pages 11
Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

March 25

2013
Oleh: Rismania.V/840129

Tulisan ini memaparkan perbandingan perkembangan teknologi broadband, khususnya mobile broadband di Negara-negara maju dan Negara-negara berkembang serta dampak positif kehadiran teknologi tersebut di berbagai aspek sosial ekonomi.

Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi internet berkembang dari narrowband menuju broadband, dari kilobit menjadi gigabit. Semula internet hanya menghubungkan antara manusia satu dengan manusia yang lain, namun sekarang berkat internet broadband kita dapat terkoneksi dengan benda-benda,

misalnya cctv di rumah melalui speedy access monitor. Dunia jaringan saat ini telah berubah, tidak hanya darisegi kecepatannya saja, tetapi juga ukuran, skala, dan lingkupnya (Broadband Commission; 2012 : 6). Internet broadband harus dapat diakses oleh semua kalangan. Untuk itu pada tahun 2010 International Telecommunication Union (ITU) bersama-sama dengan PBB membentuk satu komisi khusus yaitu Broadband Commission sebagai upaya realisasi akses broadband dan akses konektivitas di seluruh penjuru dunia. Dan diharapkan pada tahun 2015 inklusi digital tersebut telah tercapai (Broadband Commission; 2012 : 12). Internet berkecepatan tinggi via telepon seluler merupakan salah satu cara yang paling memungkinkan untuk mencapai hal tersebut mengingat 15% dari total populasi dunia memiliki telepon genggam, dan nilai tersebut akan terus bertambah dengan pesat (Broadband Commission; 2012 : 13). Ericsson (2012) memperkirakan bahwa pelanggan pendapatan mobile broadband secara global mencapai 1.5 milyar dollar pada akhir tahun 2012 dan akan naik lebih dari 400% atau sekitar 6.5 milyar dollar di tahun 2018. Telepon seluler akan menjadi perangkat yang dominan dalam mengakses mobile broadband.

Tabel 1.1 Jumlah Pendapatan Aktif Mobile Broadband per Regional tahun 2010 & 2011
Active mobile broadband subscriptions by region in 2010 and 2011 (2011 figures are estimates) Developed Developing nations nations Arab Asia & The Americas

Global Active mobile broadband subscriptions 1,093 2011 (millions)

Africa

States Pacific

CIS

Europe

635

458

27

42

422

87

226

279

Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

2013

Per 100 people 2011 Active mobile broadband

15.7%

51.3%

8.0%

3.3%

11.7%

10.7%

31.3% 36.5%

29.7%

subscriptions 773 2010 (millions) Per 100 people 2010 11.2%

516

256

14

26

281

63

174

206

41.8%

4.5%

1.8%

7.4%

7.3%

22.5% 28.2%

22.1%

Source: International Telecommunication Union (June 2012)

via: mobiThinking

Sumber : http://mobithinking.com/mobile-marketing-tools/latest-mobile-stats/b diakses pada 15 Maret 2013 pukul 08.00 WIB).

Tabel di atas menunjukan bahwa jumlah langganan mobile broadband aktif secara global meningkat sebanyak 4,5% dalam kurun waktu 1 tahun antara tahun 2010-2011 yaitu mencapai $ 1.093 milyar. Jumlah langganan mobile broadband terbesar ada di negara-negara maju dengan jumlah 635 milyar di tahun 2011 atau terjadi penambahan lebih dari 10% dari tahun 2010. Afrika dan Arab merupakan dua negara dengan jumlah langganan terendah. Meskipun demikian, jumlah langganan mobile broadband di Afrika melonjak hampir 100% dalam kurun waktu satu tahun. Tingginya penetrasi mobile broadband tersebut membawa masyarakat pada era ekonomi digital global. Internet, khususnya internet pita lebar, telah menciptakan gelombang ketiga kapitalisme yang mengubah banyak aspek pasar- dari perilaku konsumen hingga bisnis model yang baru. Mobilitas, cloud computing, intelijen bisnis dan sosial media turut berkontribusi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di negara-negara berkembang (Oxford Economics, 2011 : 2).

1.2 Rumusan Masalah Perkembangan jaringan mobile saat ini semakin populer di negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Penelitian yang dilakukan oleh KPMG (2009) menyatakan bahwa perkembangan di industri telekomunikasi tersebut menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap jasa telekomunikasi prabayar. Di negara-negara berkembang pelanggan operator telekomunikasi prabayar mencapai 95%, dan bahkan di negara-negara maju jumlah pelanggan prabayar mencapai 40%.

Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

2013

Kehadiran internet pita lebar, baik pada jaringan kabel maupun nirkabel, tersebut berdampak pada gaya hidup dan kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Teknologi ini menawarkan kesempatan yang besar bagi kemajuan perkembangan sosial ekonomi, khususnya teknologi mobile broadband (Broadband Commission, 2012 :20). Oleh sebab itu, rumusan masalah dalam makalah ini yaitu antara lain : 1.2.1 Bagaimana perbandingan perkembangan mobile broadband di negara-negara berkembang vs negara-negara maju? 1.2.2 Aspek-aspek apa saja yang dipengaruhi oleh perkembangan mobile broadband tersebut?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan Makalah ini bertujuan untuk memberikan deskripsi perkembangan internet pita lebar

nirkabel di negara-negara maju dan di negara-negara berkembang. Melalui tulisan ini juga diharapkan dapat memberikan perbandingan di kedua kelompok negara tersebut. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk memaparkan aspek-aspek sosial ekonomi apa sajakah yang dipengaruhi oleh teknologi mobile broadband tersebut.

Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

2013

BAB II PEMBAHASAN Dampak multiplier industri telekomunikasi di berbagai negara sangat luar biasa, karena menjadi infrastruktur penggerak seluruh sektor mulai industri telekomunikasi itu sendiri, juga mendorong sektor perdagangan, manufaktur, sektor usaha kecil menengah sebagai penggerak ekonomi rakyat.Seiring perkembangan teknologi, layanan telekomunikasi telah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Jika sekitar 10 tahun lalu rata-rata seorang penduduk mengeluarkan biaya komunikasi masih relatif kecil, belakangan dengan kasat mata seorang pengguna telepon bisa menghabiskan pulsa hingga ratusan ribu rupiah (Sinaga, 2008).

2.1 Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju dan Negara Berkembang

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dikelompokkan menjadi lima tahapan (KPMG, 2009 :6) yaitu : a. Dari Analog ke Digital b. Dari Telekomunikasi Protokol ke Internet Protokol (IP) c. Dari narrowband menuju broadband d. Dari wireline menjadi wireless (termasuk di dalamnya seluler, satelit, gelombang mikro dan WiMax) e. Dari broadband 1444kbps menjadi broadband berkecepatan tinggi dengan kecepatan sampai dengan 100 Mbps dan 1Gbps untuk penggunaan domestik versi wireline serta jaringan 3G untuk broadband nirkabel (wireless).

Grafik 2.1 : Perkembangan TIK Global 2001 - 2011

Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

2013

Grafik di atas menunjukan pergerakan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara Global dari tahun 2001 sampai dengan 2011. Tren penggunaan Telepon seluler melonjak naik sangat signifikan dari hanya 20 pengguna hingga hampir 90 pengguna per 100 penduduk. Hal ini menunjukkan ada peningkatan lebih dari 70% dalam penggunaan telepon seluler tersebut. Tingginya kepemilikan telepon seluler di masyarakat tersebut memicu meningkatnya pendapatan dari penggunaan internet individual. Penggunaan internet individu hanya 10% di tahun 2001 menjadi sekitar 35% per 100 penduduk di tahun 2011. Kecenderungan lain yaitu meningkatnya penggunaan mobile broadband. Meskipun mobile broadband ini baru muncul di tahun 2007, namun jumlah individu yang menggunakan mobile broadband di tahun 2011 melampaui fixed broadband. Di tahun 2011 hampir 20% dari penduduk dunia yang memanfaatkan mobile broadband untuk memenuhi kebutuhan mereka terhadap dunia digital, dan prosentase penggunaan fixed broadband di tahun yang sama hanya mendekati angka 10%.

Grafik 2.2 : Pertumbuhan Populasi Vs Pertumbuhan Mobile-cellular

International Telecommunication Union (ITU) di tahun 2013 memprediksikan bahwa pertumbuhan pengguna seluler bergerak hampir menyamai dengan pertumbuhan jumlah penduduk dunia, dan lebih dari 50% atau sebanyak 3.5 milyar dari total 6,8 milyar ada di kawasan Asia Pasifik. Permintaan broadband yang mengalami peningkatan tersebut telah membuat bandwidth menjadi sumber pertumbuhan, namun seiring dengan semakin ketatnya persaingan antar operator telekomunikasi dan munculnya perang harga, maka bandwidth menjadi sebuah komoditas di negaranegara maju bahkan di beberapa kota metropolitan di negara-negara berkembang (KPMG, 2009: 7). Seiring dengan penetrasi seluler bergerak yang mendekati 100% dan terjadinya kejenuhan pasar,

Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

2013

menyebabkan tingkat pertumbuhan jatuh ke titik terendah baik di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang. Grafik 2.3 : Perbandingan Tingkat Pertumbuhan Abodemen Telepon Seluler Negara Maju Vs Negara Berkembang

Tingkat penetrasi seluler bergerak secara global saat ini mencapai angka 96% dengan komposisi pertumbuhan sebesar 128% di negara-negara berkembang dan 89% di negara-negara maju. (ITU, 2013: 1).

Grafik 2.4 : Perbandingan Penetrasi Mobile Broadband Negara Maju Vs Negara Berkembang

Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

2013

2.2 Penetrasi Broadband dan Pengaruhnya pada Aspek Ekonomi-Sosial Bank Dunia (2009) telah memprediksi bahwa setiap 10% peningkatan penetrasi broadband akan memicu peningkatan pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 1.21% di

negara-negara berpendapatan tinggi dan sebesar 1.38% di negara-negara yang memiliki pendapatan rendah. Saat ini Broadband merupakan infrastruktur yang sangat penting dalam perkembangan ekonomi digital secara global, dan negara-negara yang gagal dalam melakukan investasi di broadband beresiko dikeluarkan dari ekonomi internet saat ini, dan juga revolusi digital tahap selanjutnya serta internet di masa yang akan datang (ITU, 2012:8). Internet Protokol (IP) memungkinkan adanya koneksi broadband, dan kehadirannya tidak hanya memberikan pemberdayaan di bidang ekonomi saja. Koneksi internet berkecapatan tinggi tersebut membantu meningkatkan kualitas hidup kita dalam berbagai cara melalui ketersediaan akses di bidang kesehatan dan pendidikan, memudahkan pemahaman di bidang finansial, memfasilitasi pembayaran mobile (m-payments), serta transparansi di bidang pemerintahan adalah beberapa contoh kemudahan yang ditawarkan oleh internet broadband (ITU, 2012:8). Pertumbuhan ekonomi dan teknologi memiliki keterkaitan yang erat. Kondisi ekonomi saat ini mendorong investasi di bidang teknologi selaku pasar yang sedang berkembang dan permintaan terhadap teknologi tersebut meningkat. Bersamaan dengan itu pasar konvensional saat ini mencari berbagai cara untuk memangkas ongkos produksi dan melahirkan inovasi-inovasi (Oxford Economics, 2011: 2). Hal ini menjadi lingkaran kebaikan di mana teknologi digital memicu pendapatan

konsumen dan permintaan, pendidikan dan pelatihan, serta penggunaan modal dan sumber daya yang efisien sehingga kemudian diharapkan dapat memicu peningkatan pertumbuhan ekonomi khususnya di pasar yang berkembang (Oxford Economics, 2011: 2). Teknologi broadband menawarkan kesempatan besar dalam upaya pembangunan sosialekonomi. Telepon seluler telah menjadi sebuah portal yang sangat kuat yang menghubungkan kita dengan dunia maya, memberikan masyarakat beragam pilihan sehingga dapat mengambil

keputusan yang lebih baik. Beberapa sektor yang terkena dampak positif dari kehadiran mobile broadband ini antara lain : 2.2.1 Pertanian Jaringan mobile ini telah menjadi sebuah fenomena di berbagai belahan dunia. Di India, Bharti Airtel bekerjasama dengan IFFCO, sebuah lembaga dunia yang bergerak di bidang pertanian, berhasil meningkatkan produktivitas dan pendapatan lebih dari satu juta petani melalui aplikasi

Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

2013

informasi cuaca, harga komoditi, agronomi, holtikultura, skema pemerintah terhadap produk-produk pertanian, dan lain – lain. Aplikasi di telepon genggam mereka tersebut membantu para petani untuk dapat membuat keputusan yang tepat berkaitan dengan cara mereka bercocok tanam. Dengan lebih dari dua per tiga penduduk India yang memiliki mata pencaharian bertani, maka jumlah tersebut sangat signifikan sifatnya (ITU, 2012: 21). 2.2.2 Perbankan Mobile money merupakan revolusi di bidang perbankan yang berkembang berkat hadirnya mobile broadband. Menurut Boston Consulting Group, pada tahun 2015 diperkirakan ada 350 juta dollar Amerika yang disirkulasi melalui online banking di India saja. Airtel Money hadir di delapan negara Afrika dan India. Lembaga ini memudahkan penduduk yang tidak mempunyai akun di bank untuk dapat mengikuti arus finansial misalnya dengan memberikan fasilitas transfer uang (ITU, 2012: 21). 2.2.3 Pendidikan Seperti di sektor-sektor lainnya, teknologi dan konektivitas memainkan peranan penting dalam meningkatkan kualitas pada proses sistem, khususnya kegiatan yang terkait dengan

perencanaan, pengawasan, dan manajemen (Broadband COmission, 2013: 29). Bahkan di daerahdaerah miskin ,seperti Ghana dan Nigeria, ketersediaan teknologi memberikan solusi yang secara signifikan dapat meningkatkan efisiensi pada sistem edukasi mereka (Broadband Comission, 2013: 29). Banyak negara dan Lembaga Swadaya Masyarakat menyediakan komputer-komputer di berbagai sekolah sebagai upaya meningkatkan pendidikan primer. Di senegal, sebuah survey menemukan bahwa 27.8% dari siswa sekolah dilaporkan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik, dan 6.5% memahami pelajaran lebih baik berkat adanya konten pendidikan di teknologi informasi dan komunikasi. Kurikulum elektronik yang hadir melalui aplikasi-aplikasi telepon genggam dapat memberikan hasil edukasi yang baik. Portugal dan Uruguay juga telah meluncurkan programprogram yang memudahkan para murid dan guru mereka dengan laptop sebagai perangkat dasar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Di Senegal, Program The Jokko m-education telah berkontribusi dalam meminimalisir tingkat buta huruf di kalangan perempuan dan anak-anak dengan memanfaatkan SMS (ITU, 2012: 23). Di Indonesia, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, pada awal tahun 2013 meluncurkan program Indonesia Digital School (Indischool), yaitu sebuah program berupa penyediaan infratsruktur internet murah berteknologi wireless fidelity (WiFi) di sekolah-sekolah menengah di

Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

2013

Indonesia. Ada sekitar 1.500 sekolah di Jakarta yang sudah dapat mengakses program tersebut. Telkom menargetkan 3000 sekolah di DKI Jakarta dapat menikmati IndiSchool di pertengahan tahun 2013 (Majalah Kilau, Indonesia Digital Society, 2013: 18). 2.2.4 Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender Akses yang dimiliki oleh kaum perempuan terhadap teknologi relatif lebih sedikit dibandingkan kaum pria (ITU, 2012: 58). Ada kesenjangan yang cukup signifikan dalam hal kepemilikan telepon seluler, Cherie Blair Foundation & Vital Wave Consulting (2011) menemukan bahwa peluang seorang perempuan untuk dapat memiliki telepon seluler yaitu lebih sedikit 21% daripada pria. Meskipun teknologi tidak memiliki kecenderungan terhadap gender tertentu, tetapi teknologi informasi dan komunikasi tidak juga bisa dikategorikan bersifat ‘netral terhadap gender’ mengingat teknologi informasi dan komunikasi tersebut dimanfaatkan secara berbeda oleh pria dan perempuan di mana perspektif gender memiliki peranan dalam pengembangan konten aplikasi oleh pengembang (ITU 2012:58). Bank Dunia (2012) melaporkan bahwa pemberian alat untuk dapat mengakses teknologi informasi dan komunikasi kepada perempuan seperti telepon genggam dapat memicu kualitas hidup perempuan yang lebih baik dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. India merupakan contoh nyata bahwa teknologi informasi dan komunikasi turut

berkontribusi dalam hal pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender ini. Yayasan Azim Premji di India bekerja dengan memanfaatan komputer agar anak-anak perempuan di India tetap dapat bersekolah, di mana mereka menemukan bahwa sekitar 20% anak-anak perempuan di sana memiliki tingkat literasi yang lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. 2.2.5 Kesehatan ChildCount+, sebuah komunitas yang menitikberatkan kegiatannya pada isu-isu kesehatan di Ghana, memanfaatkan teknologi informasi dalam memonitor malnutrisi, imunisasi, malaria, diare, dan pnemonia. Selain itu, organisasi ini juga memberikan dukungan kepada wanita=wanita hamil dan yang baru melahirkan dengan meluncurkan modul perangkat lunak (software) untuk menekan angka penularan HIV dari ibu penderita HIV ke bayinya. Selain itu, rumah sakit-rumah sakit yang terhubung dengan koneksi broadband juga memudahkan diagnosis yang dilakukan jarak jauh. Di Nigeria, organisasi WE CARE menyediakan layanan konsultasi kesehatan melalui aplikasi di telepon genggam dan listrik tenaga surya bagi para pekerja dan ibu rumah tangga.

Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

2013

BAB III KESIMPULAN Jaringan dan layanan broadband tidak hanya sekedar infrastruktur sederhana, tetapi merepresentasikan serangkaian perubahan teknologi yang menjanjikan perubahan cara kita berkomunikasi, bekerja, bermain, dan melakukan bisnis. Penggunaan mobile broadband cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah orang yang memiliki telepon seluler. Jumlah kepemilikan telepon seluler tersebut bahkan hampir menyamai jumlah populasi dunia. Hal ini disebabkan adanya tren untuk memiliki telepon genggam atau gadget lebih dari satu, di mana masing-masing telepon genggam atau gadget tersebut berlangganan paket mobile broadband. Jumlah pelanggan yang mengakses internet via telepon genggam semakin meroket. ITU memperkirakan akses ke berbagai situs melalui telepon genggam diperkirakan akan melampaui akses internet via komputer di tahun 2015. Perkembangan mobile broadband berbeda antara negara-negara berkembang dan negaranegara maju. Dalam sepuluh tahun terakhir, teknologi informasi dan komunikasi berubah dan mengalami kemajuan yang pesat. Negara-negara maju memiliki penetrasi broadband yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara dunia ketiga. Hal ini disebabkan ketersediaan dan pembangunan infrastruktur yang belum memadai di negara-negara berkembang. Aspek-aspek sosial ekonomi yang dipengaruhi dan dipermudah berkat adanya teknologi broadband ini yaitu antara lain pendidikan, kesehatan, finansial, pertanian, hingga kesetaraan gender.

Perkembangan Mobile Broadband di Negara Maju Vs Negara Berkembang

2013

DAFTAR PUSTAKA The State of Broadband 2012: Achieving Digital Inclusion For All, diakses di http://www.broadbandcommission.org/Documents/bb-annualreport2012.pdf Oxford Economics : The New Digital Economy How it Will Trnsform Business, diakses di http://www.pwc.com/gx/en/technology/publications/assets/the-new-digital-economy.pdf Technology, Broadband, and Education Advancing the Education for All Agenda, diakses di http://www.broadbandcommission.org/work/working-groups/education/BD_bbcommeducation_2013.pdf KPMG Reports : The State of The Telecoms Industry in Asia Pacific, diakses di http://www.kpmg.com.hk/en/virtual_library/Information_Communications_Entertainment/State _of_telecoms.pdf Indonesia Digital Society, Majalah Kilau: hal. 18-21, ed. 025, Februari: 2013.

Similar Documents

Free Essay

Green

... Achmad PKMK Zainunddin Zulfi 6 Dian Kartika Sari PKMK 7 Radita Sandia PKMK Selonot Sehat (S2) Diit untuk Penderita Diabetes 8 AKADEMI PEREKAM Agustina MEDIK & INFO KES Wulandari CITRA MEDIKA AKADEMI PEREKAM MEDIK & INFO KES Anton Sulistya CITRA MEDIKA AKADEMI PEREKAM Eka Mariyana MEDIK & INFO KES Safitri CITRA MEDIKA AKADEMI PEREKAM MEDIK & INFO KES Ferlina Hastuti CITRA MEDIKA AKADEMI PEREKAM Nindita Rin MEDIK & INFO KES Prasetyo D CITRA MEDIKA AKADEMI PEREKAM MEDIK & INFO KES Sri Rahayu CITRA MEDIKA AKADEMI PERIKANAN YOGYAKARTA PKMK Kasubi Wingko Kaya Akan Karbohidrat yang Menyehatkan 9 PKMK Pemanfaatan Limbah Kayu Sebagai Bahan Utama Membuat Sangkar Burung Sekaligus Mengurangi Pemanasan Global Di Klaten Jawa Tengah Bolu Kulit Pisang Sebagai Peluang Usaha Mahasiswa APIKES Citra Medika Surakarta 10 PKMK 11 PKMK Tempe Lamtoro Kaya Gizi Sebagai Lauk 12 PKMK Rainbow Casava Nugget Alternatif Makanan Kaya Serat dan Gizi 13...

Words: 159309 - Pages: 638