Free Essay

Study Case Perilaku Organisasi Bab Emosi Dan Situasi Hati

In:

Submitted By nkamila
Words 463
Pages 2
Ribuan Karyawan Blok Cepu Mengamuk & Bakar Mobil
Sumber : Okezone.co.id - Sabtu, 1 Agustus 2015 - 17:11 wib

BOJONEGORO - Kerusuhan terjadi di proyek minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2015). Ribuan karyawan melakukan tindakan anarkis dengan merusak kantor dan mobil.
Kapolres Bojonegoro, Jawa Timur, AKBP Hendri Fiuser mengatakan kerusuhan di proyek minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, sudah berhasil dikendalikan. "Karyawan yang bertindak anarkis sudah bisa dikendalikan. Mereka bertindak anarkis, disebabkan marah tidak bisa keluar dari lokasi tempat bekerja untuk makan siang," jelasnya.
Ia menjelaskan kejadian keributan di lokasi proyek minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, terjadi Sabtu antara pukul 12.00-12.30 WIB. Saat itu waktunya karyawan proyek minyak Blok Cepu istirahat.
Ketika itu, jelas dia, ribuan tenaga kerja proyek minyak Blok Cepu, akan keluar dari lokasi proyek untuk makan siang. Tapi, menurut dia, ribuan karyawan terpaksa harus antre, karena hanya ada dua pintu keluar, yang biasanya bisa keluar melalui lima pintu. "Perubahan pintu keluar dari lima pintu menjadi dua pintu, karena kebijakan manajemen," jelas dia.
Karena lama menunggu, menurut dia, karyawan minyak Blok Cepu, yang berusaha keluar akhirnya bersitegang dengan petugas keamanan setempat, karena berdesak-desakkan. "Ribuan karyawan yang lama menunggu keluar, akhirnya marah dan merusak mobil dan kantor di proyek minyak Blok Cepu. Ada satu mobil yang dibakar, tapi kalau kantor tidak dibakar," tambah Bupati Bojonegoro Suyoto.
Ia membenarkan bahwa terjadinya kerusuhan di proyek minyak Blok Cepu, dipicu ribuan karyawan yang sulit keluar untuk makan siang, disebabkan adanya perubahan kebijakan manajemen.
"Kami masih belum tahu penyebab pastinya yang mengubah kebijakan soal pintu keluar. Yang jelas, ketika itu karyawan yang marah mencari petugas PT Tripatra, yang mengerjakan proyek minyak Blok Cepu," paparnya.
Yang jelas, menurut dia, pemkab akan mengundang kedua belah pihak yaitu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan PT Tripatra, untuk mendudukkan permasalahan yang terjadi, agar kondisi di lokasi proyek minyak Blok Cepu, bisa berjalan normal. "Saat ini ribuan pekerja proyek minyak Blok Cepu diliburkan," ucapnya.(ful)

Solusi Yang Ditawarkan
1. Sebaiknya fungsi fasilitas perusahaan diperhatikan oleh pemimpin perusahaan dengan memonitor melalui petugas sarana dan prasarana. Terutama di musim panas, cuaca panas rawan menyebabkan karyawan yang bekerja di luar perusahaan mudah lelah dan berkeringat karena kepanasan. Cuaca panas juga bisa mempengaruhi suasana hati karyawan saat bekeja bahkan dapat memicu emosi. Pengecekan fungsi penyegar ruangan (seperti AC, kipas angina, exhaustfan, dsb) perlu diperhatikan dalam kondisi seperti ini
2. Perusahaan dapat mengadakan kegiatan “relaksasi” selama 5 menit pada jam-jam tertentu, misalnya dapat berupa memutar musik yang menenangkan di dalam ruangan perusahaan yang menandakan para karyawan dapat berhenti melakukan aktivitas kerjanya sejenak untuk menikmati alunan lagu tersebut agar pikiran mereka rileks.
3. Pihak HR Perusahaan harus lebih giat melakukan monitor karyawan untuk meminimalisir adanya konflik internal antar karyawan yang dapat memicu ketidakharmonisan kondisi internal perusahaan.

Similar Documents

Free Essay

Pengaruh Job Satisfaction Terhadap Financial Performance Melalui Employee Engagement Dan Competitive Advantage Sebagai Intervening Variable Pada Perusahaan Retail Publik

...tentu saja organisasi membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi dan konsisten dari masing-masing karyawan dalam rangka untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan bertahan dalam lingkungan persaingan pasar yang tinggi (Newstrom and Davis, 2002). Berbagai strategi harus dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan kinerja lebih baik daripada pesaing agar bertahan dalam dalam lingkungan bisnis. Di Indonesia sendiri, persaingan bisnis semakin ketat dan kompetitif khususnya di sector retail. Dimana menurut Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo) dalam lima tahun terakhir dari tahun 2012 peningkatan omset ritel modern cukup pesat, hal ini juga didukung oleh pertumbuhan jumlah ritel yang pesat yaitu sebesar 7.787 retail selama 5 tahun terakhir ini, pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10-15% per tahun. Penjualan ritel pada 2006 masih sebesar Rp 49 triliun, namun melesat hingga mencapai Rp 110 triliun pada 2012 meningkat sebesar 10%- 15%, menyusul kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat yang relatif bagus. Bisnis ritel di tahun 2013 masih mencatat tren yang positif, namun masih kurang maksimal jika dibandingkan dengan tahun 2012 (Liputan6.com). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa persaingan bisnis terus mengalami kemajuan. Perkembangan dan juga keuntungan yang diperoleh tentu saja tidak dapat lepas dari kinerja keuangan perusahaan-perusahaan yang cukup baik dan berkembang (Carton dan Hofer, 2010). Dan juga kinerja keuangan perusahaan yang terus membaik dan bertumbuh menunjukkan...

Words: 17786 - Pages: 72