Free Essay

Turbocyclone

In:

Submitted By nuraini
Words 5019
Pages 21
LAPORAN AKHIR
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENELITIAN

PENGGUNAAN MEDAN MAGNET DAN TURBO CYCLONE
UNTUK MEREDAM KEBISINGAN DAN
EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTOR

BIDANG KEGIATAN:
PKMP

Oleh: Nuraini Lusi 106511400369/2006
Mukhamad Harun Rasyid 106511404729/2006
Mukhamad Suhermanto 108513414362/2008
Slamet Sutikno 108513414363/2008

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
MALANG
2010

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA 1. Judul Kegiatan : Penggunaan Medan Magnet Dan Turbo Cyclone Untuk Meredam Kebisingan Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor 2. Bidang Kegitan : ( ) PKMP ( ) PKMK ( ) PKMT ( ) PKMM 3. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian ( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa ( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora ( ) Pendidikan
4. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Nuraini Lusi b. NIM : 106511400369 c. Jurusan : Pendidikan Teknik Mesin d. Universitas : Universitas Negeri Malang e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Ds.Kapedi Bluto Kab. Sumenep HP.085730477753 f. Alamat E-mail : liluza_x@yahoo.com 5. Anggota Pelaksana Kegiatan : 3 orang 6. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Mardi Wiyono, S.T, M. Pd b. NIP : 19620301 198601 1 001 c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Bandara Palmerah XX/Blok T2, Vila Gunung Buring Malang. Telp: (0341) 717306 7. Biaya Kegiatan Total : Rp 7.000.000 a.Dikti : Rp 7.000.000 b.Sumber lain : - 8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 Bulan Menyetujui, Malang, Mei 2010 Ketua Jurusan Ketua Pelaksana Kegiatan

Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd. Nuraini Lusi NIP. 195910281987031014 NIM. 106511400369 Pembantu Rektor III Dosen Pendamping

Drs.Kadim Masjkur, M.Pd. Dr. Mardi Wiyono S.T., M.Pd
NIP. 195412161981021001 NIP. 196203011986011001 Penggunaan Medan Magnet Dan Turbo Cyclone Untuk Meredam Kebisingan Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Nuraini lusi, Mukhammad Harun Rasyid, Mukhamad Suhermanto, Slamet Sutikno, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

ABSTRAK Para pengendara sepeda motor biasanya memilih mengganti knalpot standar dengan knalpot freeflow untuk menambah daya sepeda motor mereka. Dengan modifikasi tersebut, sepeda motor mereka menjadi lebih bertenaga, tetapi penggunakan knalpot tersebut menimbulkan suara bising dan emisi gas buang yang tinggi. Dari uraian diatas peneliti berinisiatif menggunakan medan magnet dan Turbo Cyclone sebagai penambah daya alternatif pada sepeda motor yang ramah lingkungan. Disebut ramah lingkungan karena tidak menimbulkan kebisingan dan emisi gas buang menjadi lebih rendah karena Turbo Cyclone manyebabkan pembakaran lebih sempurna.Peneliti menggunakan Sepeda Motor Honda Supra X Tahun 2002 sebagai obyek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang berisi data nilai kebisingan dan emisi sepeda motor berdasarkan variasi tebal magnet, penggunaan Turbo Cyclone dan penggunaan knalpot freeflow. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan signifikan antara tebal magnet dan penggunaan Turbo Cyclone terhadap kebisingan dan emisi sepeda motor yang dihasilkan dari knalpot freeflow pada putaran rendah (1500 rpm). Kebisingan terendah dicapai pada penggunaan magnet dengan diameter 30 mm tanpa mengggunakan Turbo Cyclone. Emisi terendah dicapai pada penggunaan magnet dengan diameter 30 mm dengan mengggunakan Turbo Cyclone. Dari perbandingan hasil pengujian tebal magnet berpengaruh terhadap kebisingan dan emisi sepeda motor. Terbukti dengan diameter magnet terbesar dapat diperoleh nilai kebisingan dan emisi terendah. Selain itu penggunaan magnet dan Turbo Cyclone pada sepeda motor terbukti lebih ramah lingkungan. Hal itu terbukti pada diameter 30 mm dengan mengggunakan Turbo Cyclone dengan hasil pengujian kadar CO 0,316%, C02 1,984%, HC 49 ppm, dan NOx 8087 ppm.

Kata kunci : medan magnet, turbo cyclone, kebisingan, emisi gas buang

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan karunia besar dan kita harus pandai bersyukur atas nikmat-Nya. Sholawat serta salam tetap terlimpahkan kepada Rasulullah SAW, Keluarga, Sahabat, dan orang-orang yang senantiasa istiqomah di jalan-Nya.
Program ini sangat bermanfaat bagi penulis karena merupakan bentuk aplikasi ilmu yang telah diperoleh di Perguruan Tinggi. Pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari bantuan segenap pihak yang terlibat, oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih terutama kepada: 1. Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional yang telah membiayai kami dalam melakukan program ini. 2. Drs. Kadim Masjkur, M.Pd selaku Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan UM yang telah memotivasi dan menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan program PKMP kami. 3. Tim Penalaran UM yang telah menuntun dan merevisi segala kekurangan penulis. 4. Dr. Mardi Wiyono S.T., M.Pd selaku pembimbing yang bersedia menyempatkan waktu untuk membimbing meskipun disibukkan dengan tugas-tugas mengajar dan stuktural di kampus. 5. Kepada kedua orang tua penulis, Ayah dan Ibu tercinta yang tidak hentinya selalu mendukung kami dalam menjalankan tugas perkuliahan ini dan juga membiayai kami hingga bisa kuliah sekarang ini. 6. Kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebut satu persatu yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan kontribusi bagi pelaksanaan dan penulisan tugas laporan ini.
Akhirnya, Semoga karya ini bermanfaat untuk penulis dan umumnya masyarakat yang membutuhkan.

Malang, Juli 2010

Penulis

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Desa Ngabab Kecamatan Pujon wilayah Kabupaten Malang, merupakan daerah yang sangat potensial. Mata pencaharian penduduk Desa Ngabab sebagian besar (97%) adalah petani. Alat transportasi sepeda motor sangat dibutuhkan untuk berangkat ke ladang maupun untuk mengangkut hasil pertaniannya ke pasar, sepeda motor dijadikan pilihan sebagai alat transportasi, karena sepeda motor mampu melewati jalan setapak di antara ladang-ladang petani. Sepeda motor yang digunakan di bidang pertanian harus memiliki daya yang lebih tinggi daripada sepeda motor yang digunakan untuk beraktifitas sehari-hari, karena sepeda motor tersebut mendapat beban yang lebih besar dan selalu melewati medan yang berat (tanjakan). Berdasarkan observasi peneliti, sepeda motor Honda Supra X Tahun 2002 merupakan sepeda motor yang paling banyak digunakan petani Desa Ngabab untuk mengangkut hasil pertaniannya, yaitu sekitar 887 motor.
Petani di Desa Ngabab memilih mengganti knalpot standar dengan knalpot freeflow untuk menambah daya sepeda motor mereka. Dengan modifikasi tersebut, sepeda motor menjadi lebih bertenaga sehingga kegiatan pengangkutan sayuran dapat berjalan lancar, tetapi penggunakan knalpot tersebut menimbulkan suara bising. Suara bising tersebut sangat mengganggu masyarakat Desa Ngabab, khususnya para ibu dan anak-anak ketika istirahat siang.
Penelitian Prayogo (2006) menyatakan bahwa dengan penambahan medan magnet, didapatkan perbaikan unjuk kerja dan penurunan emisi gas buang. Adapun penggunaan turbo cyclone dapat menghemat BBM mulai dari 10% hingga 40%, dan akselerasi meningkat mulai dari 20% sampai 40% (Mahmudi, 2005).
Dari uraian di atas peneliti berinisiatif untuk menggunakan medan magnet dan turbo cyclone sebagai penambah daya alternatif pada sepeda motor petani di Desa Ngabab yang ramah lingkungan. Ramah lingkungan karena tidak menimbulkan kebisingan dan emisi gas buang menjadi lebih rendah karena pembakaran lebih sempurna. Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul ” Penggunaan Medan Magnet dan Turbo Cyclone untuk Meredam Kebisingan dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor”.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka perumusan masalah adalah sebagai berikut: 1. Apakah variasi kuat medan magnet berpengaruh terhadap kebisingan dan emisi sepeda motor Honda Supra X tahun 2002 pada putaran rendah (1500 rpm)?
2. Apakah kebisingan dan emisi sepeda motor Honda Supra X tahun 2002 dengan penggunaan medan magnet dan turbo cyclone yang dihasilkan dari knalpot freeflow pada putaran rendah (1500 rpm) lebih ramah lingkungan daripada yang dihasilkan tanpa penggunaan medan magnet dan turbo cyclone?

C. Tujuan Program Tujuan yang diharapkan dapat dicapai dalam penulisan Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengaruh variasi kuat medan magnet terhadap kebisingan dan emisi sepeda motor Honda Supra X tahun 2002 pada putaran rendah (1500 rpm).
2. Mengetahui kebisingan dan emisi sepeda motor Honda Supra X tahun 2002 yang dihasilkan dari penggunaan medan magnet, dan turbo cyclone yang dihasilkan dari knalpot freeflow pada putaran rendah (1500 rpm) lebih ramah lingkungan daripada yang dihasilkan tanpa penggunaan medan magnet dan turbo cyclone.

D. Luaran yang Diharapkan Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi tentang prosentase perbandingan kebisingan dan emisi yang dihasilkan knalpot freeflow dari penggunaan medan magnet dan turbo cyclone pada sepeda motor dengan knalpot freeflow ataupun standar.

E. Asumsi Sepeda motor yang digunakan terbatas pada Supra X tahun 2002 yang menggunakan knalpot freeflow. Putaran mesin ditentukan 1500 rpm tanpa beban dan dalam keadaan digantung, padahal sesungguhnya di lapangan kondisi mesin terbebani.

II TINJAUAN PUSTAKA
A. Magnet Magnet atau magnit adalah suatu materi yang mempunyai suatu medan magnet. Magnet adalah suatu materi yang mempunyai medan magnet. Materi tersebut bisa dalam berwujud magnet tetap atau magnet tidak tetap. Magnet yang sekarang ini ada hampir semuanya adalah magnet buatan. Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/N) dan kutub selatan (south/S). Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap memiliki dua kutub (Sungkono, 2007). Satuan intensitas magnet menurut sistem metrik pada International System of Units (SI) adalah tesla dan SI unit untuk total fluks magnetik adalah weber. 1 weber/m2 = 1 tesla, yang mempengaruhi satu meter persegi.

B. Medan Magnet Mempengaruhi Molekul Bensin Unsur kimia bensin yaitu iso oktan (C8H18) dan n-pentana (C5H12). Medan magnet mempengaruhi kandungan karbon (C) dan hidrogen (H) dalam bensin. Sehingga bisa memaksimalkan proses pembakaran dan mengurangi kadar CO2. Medan magnet berpengaruh terhadap pembakaran mesin, hal ini dapat diibaratkan sekumpulan orang di depan loket yang ingin membeli tiket. Jika antri secara rapi tentu pakaian tidak menjadi lusuh, badan tidak berkeringat, dan cepat memperoleh layanan. Begitu juga dengan bahan bakar yang mengalir, unsur karbon dan hidrogen akan lebih tertata saat melintasi medan magnet yang kita ciptakan, sehingga kedua unsur tidak tercampur, dan secara teratur dapat mengalami proses pembakaran. Keadaan ini yang bisa membuat kandungan zat berbahanya CO2 atau CO berkurang (Sungkono, 2007). C. Turbo Cyclone Turbo cyclone merupakan sebuah alat penghemat bahan bakar minyak
(BBM) dan penambah tenaga. Cara kerja turbo cyclone adalah dengan mempercepat dan meningkatkan pasokan udara ke ruang bakar.untuk memampatkan dan mempercepat aliran udara ke dalam ruang pembakaran, dengan pemasangannya diharapkan dapat menambah kebutuhan jumlah udara yang dibutuhkan, terutama pada saat mesin berputar pada kecepatan tinggi, sehingga juga dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses pembakaran yang berujung pada berkurangnya kadar emisi gas buang (Mahmudi, 2005). Prinsip kerjanya turbo cyclone adalah angin yang masuk ke karburator dibuat satu pusaran, sehingga lebih tertuju pada satu titik sehingga sistem pembakaran menjadi lebih sempurna. Aliran udara yang masuk menggerakkan turbin dan poros turbin menggerakkan propeller kompresor dengan kecepatan tinggi sehingga melipat gandakan udara yang masuk ke dalam ruang silinder. Pasokan udara yang cukup akan menghasilkan pengabutan bahan bakar yang sangat baik, sehingga diperkirakan tenaga motor bisa naik sepuluh persen (Anam, 2009). Pemasangannya ditanam di dalam pipa intake setelah saringan udara, sebelum masuk ruang mesin. Alat ini bekerja begitu mesin dihidupkan, adanya udara yang masuk langsung menggerakkan baling-baling turbin dan kompresor sehingga udara menjadi lebih padat dan meningkatkan kinerja mesin. D. Knalpot freeflow Salah satu cara untuk mendongkrak tenaga motor adalah dengan mengganti knalpot (exhaust ) dengan model racing atau freeflow. Knalpot racing lebih lancar dalam menyalurkan gas hasil pembakaran (Boy, 2008). Ada dua bentuk knalpot racing yang umum digunakan, yaitu bentuk panjang dan bentuk pendek. Bentuk yang panjang, efektif untuk memicu tenaga di putaran atas (menggapai top speed ). Adapun bentuk yang pendek sebaliknya, efektif untuk memicu tenaga di putaran rendah. Bentuk knalpot yang panjang, biasanya memiliki suara yang lebih lembut dan cenderung bulat atau sering disebut orang nge-bass. Bentuk yang pendek, biasanya memiliki suara yang lebih keras dan pecah atau sering disebut orang robek atau mrepek. E. Emisi Gas Buang Emisi adalah zat, energi dan komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk atau dimasukkannya ke dalam udara ambient yang mempunyai atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar. Sedangkan yang dimaksud dengan mutu emisi adalah emisi yang boleh dibuang oleh suatu kegiatan ke udara ambient (Marji, 2005). Menurut Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPN) terdapat lima parameter pencemaran udara antara lain: a. Partikulat b. Karbon monoksida (CO) c. Sulfur oksida (SOx) d. Nitrogen dioksida (NO2) e. Ozon (O3) Emisi dari kendaraan bermotor terutama bagian sistem pembakaran bahan bakar/ knalpot mengandung campuran kimia yang komplek dalam bentuk gas dan aerosol. Komposisinya ditentukan oleh jenis bahan bakar, kondisi pengoperasian mesin serta efek dari alat pengendali emisi pada mesin. Konstituen yang diemisikan yang sangat mempengaruhi keberadaan mesin adalah: a. Bau asap, karbon monoksida, HC, NOx, kebisingan. b. Dalam gas buang terdapat sulfur oksidan, karsinogenik. c. CO Kendaraan pada saat beroperasi akan mengalami proses pembakaran. Pembakaran sering terjadi tidak sempurna, sehingga akan menghasilkan polutan. Semakin besar persentase ketidaksempurnaan pembakaran, akan semakin besar polutan yang dihasilkan. Karbon monoksida dan asap kendaraan bermotor terjadi karena pembakarannya tidak sempurna yang disebabkan kurangnya jumlah udara dalam campuran yang masuk ke ruang bakar atau bisa juga karena kurangnya waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pembakaran. d. HC

F. Kebisingan Kata “bising” dalam kesehatan kerja, diartikan sebagai suara yang dapat menurunkan pendengaran, berkaitan dengan faktor intensitas, frekuensi, durasi, dan pola waktu. Kebisingan didefinisikan sebagai suara yang tidak dikehendaki, misalnya yang merintangi terdengarnya suara, musik dan lain-lain atau yang menyebabkan rasa sakit (Marji, 2005). Jadi, dapat disimpulkan bahwa kebisingan adalah bunyi atau suara yang tidak dikehendaki dan dapat mengganggu kesehatan, kenyamanan serta dapat menimbulkan ketulian.

III. METODE PENDEKATAN Metode penelitian merupakan suatu cara untuk memperoleh pengetahuan atau pemecahan masalah yang dikaji dalam bentuk penelitian. Prosedur yang harus ditempuh adalah penentuan obyek penelitian, pengumpulan data, dan metode analisis data. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium dengan kondisi dan perlengkapan yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk melakukan sebuah penelitian.

A. Variabel Penelitian * Variabel tergantung : Kebisingan dan emisi (CO, CO2, HC, dan NOX). * Variabel bebas : Magnet, turbo cyclone, knalpot freeflow, dan putaran mesin (1500 rpm). * Variabel kontrol : Kondisi mesin standar dan bahan bakar premium dari SPBU.

B. Obyek Penelitian Sepeda motor Honda Supra X tahun 2002 yang mesin dan komponen lainnya masih standar pabrik. C. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang berisi data skor nilai kebisingan dan emisi sepeda motor berdasarkan variasi tebal magnet, penggunaan turbo cyclone dan knalpot freeflow. D. Alat dan Bahan
. 1. Alat:
a. Tachometer, digunakan untuk mengukur putaran mesin.
b. Sound level meter, digunakan untuk mengukur kebisingan mesin.
c. Teslameter, digunakan untuk mengukur kuat medan magnet.
d. Tool set, yaitu peralatan yang digunakan untuk tune-up.
e. Alat uji emisi (gas analyser tester), yaitu alat yang digunakan untuk mengukur emisi gas buang motor.

2. Bahan

a. Turbo Cyclone b. Magnet dengan diameter10 mm, 20 mm, dan 30 mm. c. Knalpot freeflow E. Prosedur Kerja a. Persiapan Sebelum penelitian dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan persiapan alat dan bahan, mensetting alat uji pada ukuran nol (kalibrasi), melakukan tune up sepeda motor dengan keadaan standar, dan memanaskan mesin.
b. Penelitian * Mengukur kebisingan dan emisi sepeda motor berdasarkan variasi kuat medan magnet pada putaran mesin 1500 rpm sampai 5 kali dan mencatat hasil–hasil pengujian yang terjadi (hitung rata–rata). * Melakukan perbandingan kebisingan dan emisi sepeda motor antara penggunaan magnet, turbo cyclone dan knalpot freeflow pada putaran mesin 1500 rpm dengan tanpa penggunaan medan magnet dan turbo cyclone.

F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan memasukkan data yang diperoleh pada alat uji di lembar tabel penelitian.

IV. PELAKSANAAN PROGRAM
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan program yaitu mulai bulan Maret sampai bulan Mei 2010. Tempat yang dipakai dalam menyelesaikan penelitian yaitu di laboratorium Pusdiklat Suzuki Universitas Negeri Malang.

B. Instrumen Pelaksanaan START

Survey Lapangan
Studi literatur

Perumusan Masalah

Perencanaan Metode

Persiapan alat dan bahan

Pengujian kebisingan dan emisi sepeda motor berdasarkan variasi tebal magnet, penggunaan turbo cyclone, dan knalpot freeflow

Data valid
Tidak

Ya

Pengolahan Data

Analisa Data

Kesimpulan

END

Gambar 1. Diagram Alir Penelitian

C. Rancangan dan Realisasi Biaya No | Jenis Pengeluaran | Rancangan biaya | Realisasi biaya | 1 | Administrasi | 1.000.000 | 1.225.000 | 2 | Bahan | 1.500.000 | 1.075.000 | 3 | Dokumentasi | 500.000 | 400.000 | 4 | Peralatan Penunjang | 3.000.000 | 2.500.000 | 5 | Konsumsi | 500.000 | 780.000 | 6 | Transportasi | 500.000 | 1.020.000 | | Total | 7.000.000 | 7.000.000 |

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara variasi kuat medan magnet dan penggunaan turbo cyclone terhadap kebisingan dan emisi sepeda motor yang dihasilkan dari knalpot freeflow pada putaran rendah (1500 rpm).

Tabel 1. Hasil Akhir Pengukuran Kebisingan (Rata-rata) Perlakuan Pengujian | Dengan Turbo Cyclone (dB) | Tanpa Turbo Cyclone (dB) | | 1 m | 2 m | 3 m | 4 m | 1 m | 2 m | 3 m | 4 m | Tanpa Magnet | 83.76 | 81.7 | 81.7 | 80.36 | 86.36 | 83.58 | 82.46 | 81.32 | Magnet 10 mm | 84.14 | 83.78 | 81.98 | 80.64 | 86.04 | 83.96 | 82.06 | 81.56 | Magnet 20 mm | 84.02 | 82.18 | 81.92 | 81.64 | 84.64 | 79.86 | 79.46 | 78.76 | Magnet 30 mm | 84.9 | 81.7 | 80.56 | 80.08 | 82.02 | 80.22 | 79.14 | 78.24 |

Tabel 2. Hasil Akhir Uji Emisi (Rata-rata) Perlakuan Pengujian | Dengan Turbo Cyclone | Tanpa Turbo Cyclone | | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | Nox (ppm) | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | NOx (ppm) | Tanpa Magnet | 0.326 | 2.314 | 52.8 | 8091.8 | 0.638 | 2.706 | 76.8 | 8094.2 | Magnet 10 mm | 0.374 | 2.006 | 36 | 8090.6 | 0.324 | 2.156 | 49 | 8092.6 | Magnet 20 mm | 0.358 | 2.184 | 13.6 | 8089 | 0.362 | 2.158 | 51.6 | 8093.6 | Magnet 30 mm | 0.316 | 1.984 | 49 | 8087 | 0.326 | 2.324 | 53.2 | 8093 |

Turbo cyclone berpengaruh dalam menurunkan emisi gas buang pada sepeda motor, sesuai dengan kajian teoritik yang menyatakan bahwa turbo cyclone merupakan suatu alat untuk memampatkan dan mempercepat aliran udara ke dalam ruang pembakaran, dengan pemasangannya diharapkan dapat menambah kebutuhan jumlah udara yang dibutuhkan, terutama pada saat mesin berputar pada kecepatan tinggi, sehingga juga dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses pembakaran yang berujung pada berkurangnya kadar emisi gas buang. Kendaraan pada saat beroperasi akan mengalami proses pembakaran. Pembakaran sering terjadi tidak sempurna, sehingga akan menghasilkan polutan. Semakin besar persentase ketidaksempurnaan pembakaran, akan semakin besar polutan yang dihasilkan. Karbon monoksida (CO) dan asap kendaraan bermotor terjadi karena pembakarannya tidak sempurna yang disebabkan kurangnya jumlah udara dalam campuran yang masuk ke ruang bakar atau bisa juga karena kurangnya waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pembakaran. Pembakaran yang sempurna akan menghasilkan tingkat konsumsi bahan bakar yang ekonomis dan berkurangnya kandungan karbon monoksida (CO) pada gas buang, karena pada pembakaran sempurna campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar seluruhnya dalam waktu dan kondisi yang tepat. Cara kerja turbo cyclone adalah dengan mempercepat dan meningkatkan pasokan dan memampatkan udara ke ruang bakar sehingga dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses pembakaran yang berujung pada berkurangnya kadar emisi gas buang (Anam, 2009). Selain penggunaan turbo cyclone, medan magnet dengan diameter terbesar juga berpengaruh terhadap gas buang. Prinsip kerja turbo cyclone adalah angin yang masuk ke karburator dibuat menjadi satu pusaran sehingga lebih tertuju pada satu titik sehingga sistem pembakaran menjadi lebih sempurna (Anam, 2009). Aliran udara yang masuk menggerakkan turbin dan poros turbin menggerakkan propeller kompresor dengan kecepatan tinggi sehingga melipat gandakan udara yang masuk ke dalam ruang silinder. Pasokan udara yang cukup akan menghasilkan pengabutan bahan bakar yang sangat baik.
Emisi terendah (kadar CO 0,316%, C02 1,984%, HC 49 ppm, dan NOx 8087 ppm) dicapai pada penggunaan magnet dengan diameter 30 mm dengan menggunakan turbo cyclone. Dari perbandingan hasil pengujian kuat medan magnet berpengaruh terhadap kebisingan dan emisi sepeda motor. Terbukti dengan diameter magnet terbesar dapat diperoleh emisi terendah. Sesuai dengan pernyataan Sungkono (2007) yang menyatakan bahwa medan magnet mempengaruhi kandungan karbon (C) dan hidrogen (H) dalam bensin, sehingga bisa memaksimalkan proses pembakaran dan mengurangi kadar CO2.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan perumusan masalah, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Variasi kuat medan magnet berpengaruh terhadap kebisingan dan emisi sepeda motor Honda Supra X tahun 2002 pada putaran rendah (1500 rpm), hasil terendah adalah pada penggunaan magnet 30 mm (78.24 dB). Sedangkan emisi terendah (kadar CO 0,316%, C02 1,984%, HC 49 ppm, dan NOx 8087 ppm) pada penggunaan magnet 30 mm dan turbo cyclone. Penggunaan turbo cyclone tidak terbukti menurunkan kebisingan, tetapi menurunkan emisi. 2. Kebisingan dan emisi sepeda motor Honda Supra X tahun 2002 dengan penggunaan medan magnet dan turbo cyclone yang dihasilkan dari knalpot freeflow pada putaran rendah (1500 rpm) lebih ramah lingkungan daripada yang dihasilkan tanpa penggunaan medan magnet dan turbo cyclone.

B. Saran 1. Penelitian ini dapat diaplikasikan pada jenis mesin yang lainnya (generalisasi). 2. Penelitian semacam ini agar lebih ditingkatkan lagi dari aspek variasi putaran mesin, campuran bahan bakar, dan variabel yang lainnya.

VII. DAFTAR RUJUKAN

Anam, Choirul. 2009. Pengaruh Penggunaan Turbojet Accelerator pada Kendaraan Berbahan Bakar Campuran Solar dan Minyak Jarak 20% terhadap Emisi Gas Buang (CO, O2, dan CO2). Malang: Universitas Negeri Malang.

Boy, Cassava. Dampak Buruk Knalpot Racing pada Sepeda Motor. 2008. (Online). http://www.pintunet.com (30 April 2009).

Karisma Fans Club Jakarta. Knalpot Racing Harian : Cara Gampang Dongkrak Tenaga. 2008. (Online). http://www. Karismafansclub.or.id/V2 (30 April 2009).

Mahmudi, Hakam. 2005. Perencanaan Turbocyclone upaya untuk Meningkatkan Efisiensi Bahan Bakar pada Sepeda Motor Suzuki Shogun. Malang: Universitas Negeri Malang.

Marji. 2005. Pemilihan Saluran Engine Stand untuk Mereduksi Kebisingan. Jurnal teknologi, kejuruan, dan pengajarannya tahun 28 No. 1 Februari 2005. Malang: Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.

Prayogo, B. A. 2006. Pengaruh Penambahan Medan Magnet Arah Radial terhadap Aliran Bahan Bakar terhadap Unjuk Kerja Motor Bensin 4 Langkah Honda Karisma. Skripsi tidak diterbitkan. Surabaya: ITS.

Sungkono, D. 2007. Magnet Penghemat BBM, (Online) http://www.hardian.or.id (30 April 2009).

Yudiono. 2008. Pengaruh Variasi Kuat Medan Magnet Terhadap Kebisingan Mesin Diesel Berbahan Bakar Campuran Minyak Jarak Dan Solar. Malang: Universitas Negeri Malang.

Lampiran

Hasil PengukuranEmisi 1. Standart | | | | | | Pegujian | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | Nox (ppm) | O2 (%) | λ | 1 | 0.34 | 1.62 | 46 | 8092 | 0 | 2.5 | 2 | 0.35 | 1.61 | 46 | 8090 | 0 | 2.5 | 3 | 0.30 | 1.23 | 32 | 8089 | 0 | 2.5 | 4 | 0.34 | 1.57 | 48 | 8088 | 0 | 2.5 | 5 | 0.37 | 1.66 | 49 | 8088 | 0 | 2.5 | Rata-rata | 0.31 | 1.538 | 44.2 | 8089.4 | 0 | 2.5 | | | | | | | | 2. Dengan Knalpot Freeflow, Tanpa Magnet dan Tanpa Turbo Cyclone | Pengujian | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | Nox (ppm) | O2 (%) | λ | 1 | 0.68 | 3.05 | 78 | 8097 | 0 | 2.5 | 2 | 0.61 | 2.88 | 80 | 8096 | 0 | 2.5 | 3 | 0.81 | 2.97 | 89 | 8095 | 0 | 2.5 | 4 | 0.52 | 2.36 | 69 | 8093 | 0 | 2.5 | 5 | 0.57 | 2.27 | 68 | 8090 | 0 | 2.5 | Rata-rata | 0.638 | 2.706 | 76.8 | 8094.2 | 0 | 2.5 | | | | | | | | 3. Dengan Turbo Cyclone dan Tanpa Magnet | | | Pengujian | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | Nox (ppm) | O2 (%) | λ | 1 | 0.47 | 2.04 | 68 | 8091 | 0 | 2.5 | 2 | 0.45 | 2.43 | 56 | 8092 | 0 | 2.5 | 3 | 0.38 | 2.14 | 52 | 8092 | 0 | 2.5 | 4 | 0.24 | 2.41 | 42 | 8092 | 0 | 2.5 | 5 | 0.39 | 2.55 | 46 | 8092 | 0 | 2.5 | Rata-rata | 0.326 | 2.314 | 52.8 | 8091.8 | 0 | 2.5 | | | | | | | | 4. Tanpa Turbo Cyclone dan Dengan Magnet | | | Diameter Magnet 10 mm | | | | | pengujian | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | Nox (ppm) | O2 (%) | λ | 1 | 0.39 | 2.09 | 31 | 8094 | 0 | 2.5 | 2 | 0.38 | 2.03 | 56 | 8093 | 0 | 2.5 | 3 | 0.37 | 2.12 | 55 | 8092 | 0 | 2.5 | 4 | 0.27 | 2.24 | 50 | 8092 | 0 | 2.5 | 5 | 0.21 | 2.3 | 53 | 8092 | 0 | 2.5 | Rata-rata | 0.324 | 2.156 | 49 | 8092.6 | 0 | 2.5 | | | | | | | | Diameter Magnet 20 mm | | | | | pengujian | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | Nox (ppm) | O2 (%) | λ | 1 | 0.46 | 2.24 | 53 | 8093 | 0 | 2.5 | 2 | 0.44 | 2.29 | 57 | 8093 | 0 | 2.5 | 3 | 0.31 | 2.06 | 45 | 8094 | 0 | 2.5 | 4 | 0.32 | 2 | 50 | 8094 | 0 | 2.5 | 5 | 0.28 | 2.2 | 53 | 8094 | 0 | 2.5 | Rata-rata | 0.362 | 2.158 | 51.6 | 8093.6 | 0 | 2.5 | | | | | | | | Diameter Magnet 30 mm | | | | | pengujian | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | Nox (ppm) | O2 (%) | λ | 1 | 0.25 | 2.49 | 47 | 8093 | 0 | 2.5 | 2 | 0.37 | 2.35 | 58 | 8093 | 0 | 2.5 | 3 | 0.34 | 2.25 | 56 | 8093 | 0 | 2.5 | 4 | 0.39 | 2.39 | 54 | 8093 | 0 | 2.5 | 5 | 0.28 | 2.14 | 51 | 8093 | 0 | 2.5 | Rata-rata | 0.326 | 2.324 | 53.2 | 8093 | 0 | 2.5 | | | | | | | | 4. Dengan Turbo Cyclone dan Magnet | | | | Diameter Magnet 10 mm | | | | | Pengujian | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | Nox (ppm) | O2 (%) | λ | 1 | 0.42 | 2.14 | 59 | 8091 | 0 | 2.5 | 2 | 0.38 | 1.92 | 32 | 8091 | 0 | 2.5 | 3 | 0.4 | 1.89 | 23 | 8091 | 0 | 2.5 | 4 | 0.33 | 1.92 | 25 | 8090 | 0 | 2.5 | 5 | 0.34 | 2.16 | 41 | 8090 | 0 | 2.5 | Rata-rata | 0.374 | 2.006 | 36 | 8090.6 | 0 | 2.5 | | | | | | | | Diameter Magnet 20 mm | | | | | Pengujian | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | Nox (ppm) | O2 (%) | λ | 1 | 0.4 | 2.25 | 17 | 8091 | 0 | 2.5 | 2 | 0.37 | 2.12 | 16 | 8090 | 0 | 2.5 | 3 | 0.33 | 2.19 | 12 | 8088 | 0 | 2.5 | 4 | 0.33 | 2.36 | 7 | 8088 | 0 | 2.5 | 5 | 0.36 | 2 | 16 | 8088 | 0 | 2.5 | Rata-rata | 0.358 | 2.184 | 13.6 | 8089 | 0 | 2.5 | | | | | | | | Diameter Magnet 30 mm | | | | | Pengujian | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | Nox (ppm) | O2 (%) | λ | 1 | 0.38 | 2.05 | 41 | 8091 | 0 | 2.5 | 2 | 0.39 | 2 | 46 | 8088 | 0 | 2.5 | 3 | 0.24 | 1.99 | 39 | 8087 | 0 | 2.5 | 4 | 0.28 | 1.88 | 69 | 8085 | 0 | 2.5 | 5 | 0.29 | 2 | 50 | 8084 | 0 | 2.5 | Rata-rata | 0.316 | 1.984 | 49 | 8087 | 0 | 2.5 |

Perlakuan Pengujian | Dengan Turbo Cyclone | Tanpa Turbo Cyclone | | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | Nox (ppm) | CO (%) | CO2 (%) | HC (ppm) | NOx (ppm) | Tanpa Magnet | 0.326 | 2.314 | 52.8 | 8091.8 | 0.638 | 2.706 | 76.8 | 8094.2 | Magnet 10 mm | 0.374 | 2.006 | 36 | 8090.6 | 0.324 | 2.156 | 49 | 8092.6 | Magnet 20 mm | 0.358 | 2.184 | 13.6 | 8089 | 0.362 | 2.158 | 51.6 | 8093.6 | Magnet 30 mm | 0.316 | 1.984 | 49 | 8087 | 0.326 | 2.324 | 53.2 | 8093 |

Hasil Pengukuran Kebisingan

1. Tanpa Magnet dan tanpa Turbo Cyclone | | | No. | Jarak | P1 | P2 | P3 | P4 | P5 | Rata-rata | 1 | 1 m | 85.6 | 87.1 | 85.2 | 86.5 | 87.4 | 86.36 | 2 | 2 m | 85.3 | 84.3 | 82.6 | 82.6 | 83.1 | 83.58 | 3 | 3 m | 81.8 | 84.2 | 82.3 | 81.4 | 82.6 | 82.46 | 4 | 4 m | 81.7 | 81 | 80.9 | 81.6 | 81.4 | 81.32 | | | | | | | | | 2. Dengan Magnet dan Tanpa Turbo Cyclone | | | Diameter Magnet 10 mm | | | | | | No. | Jarak | P1 | P2 | P3 | P4 | P5 | Rata-rata | 1 | 1 m | 84.8 | 86.3 | 86.2 | 86.3 | 86.6 | 86.04 | 2 | 2 m | 84.1 | 85.3 | 84 | 83.6 | 82.8 | 83.96 | 3 | 3 m | 82.3 | 80.8 | 81.3 | 81.7 | 84.2 | 82.06 | 4 | 4 m | 82.8 | 83.3 | 79.5 | 83 | 79.2 | 81.56 | | | | | | | | | Diameter Magnet 20 mm | | | | | | No. | Jarak | P1 | P2 | P3 | P4 | P5 | Rata-rata | 1 | 1 m | 85.4 | 85.4 | 84.1 | 84.3 | 84 | 84.64 | 2 | 2 m | 79.5 | 80.1 | 80 | 78.7 | 81 | 79.86 | 3 | 3 m | 79.4 | 77.7 | 79.6 | 80.4 | 80.2 | 79.46 | 4 | 4 m | 78.5 | 79.2 | 78.3 | 78.3 | 79.5 | 78.76 | | | | | | | | | Diameter Magnet 30 mm | | | | | | No. | Jarak | P1 | P2 | P3 | P4 | P5 | Rata-rata | 1 | 1 m | 82.6 | 81.6 | 81.6 | 81.6 | 82.7 | 82.02 | 2 | 2 m | 80.9 | 78.9 | 80.1 | 80.6 | 80.6 | 80.22 | 3 | 3 m | 79.3 | 78.6 | 79.4 | 78.6 | 79.8 | 79.14 | 4 | 4 m | 78.4 | 78.1 | 76.8 | 80.5 | 77.4 | 78.24 | | | | | | | | | 3. Dengan Magnet dan Turbo Cyclone | | | | Diameter Magnet 10 mm | | | | | | No. | Jarak | P1 | P2 | P3 | P4 | P5 | Rata-rata | 1 | 1 m | 83.9 | 84.9 | 82.5 | 84.2 | 85.2 | 84.14 | 2 | 2 m | 83.6 | 83.7 | 83.3 | 84.2 | 84.1 | 83.78 | 3 | 3 m | 82.9 | 82.8 | 81.9 | 82 | 80.3 | 81.98 | 4 | 4 m | 80 | 81.4 | 80 | 79.2 | 82.6 | 80.64 | | | | | | | | | Diameter Magnet 20 mm | | | | | | No. | Jarak | P1 | P2 | P3 | P4 | P5 | Rata-rata | 1 | 1 m | 84.1 | 83.1 | 84.2 | 85.3 | 83.4 | 84.02 | 2 | 2 m | 80.7 | 81.3 | 81.1 | 83.3 | 84.5 | 82.18 | 3 | 3 m | 80 | 82.7 | 82.5 | 82.4 | 82 | 81.92 | 4 | 4 m | 80.7 | 83.1 | 80.2 | 83 | 81.2 | 81.64 | | | | | | | | | Diameter Magnet 30 mm | | | | | | No. | Jarak | P1 | P2 | P3 | P4 | P5 | Rata-rata | 1 | 1 m | 85.4 | 85.1 | 84 | 85.3 | 84.7 | 84.9 | 2 | 2 m | 81.7 | 81.2 | 81.7 | 81.2 | 82.7 | 81.7 | 3 | 3 m | 81.7 | 80.8 | 79.6 | 79.9 | 80.8 | 80.56 | 4 | 4 m | 80.3 | 79.8 | 78.4 | 80.6 | 81.3 | 80.08 | | | | | | | | | 4. Dengan Turbo Cyclone dan Tanpa Magnet | | | No. | Jarak | P1 | P2 | P3 | P4 | P5 | Rata-rata | 1 | 1 m | 85 | 84.6 | 84.4 | 83 | 81.8 | 83.76 | 2 | 2 m | 81.6 | 81 | 82 | 82.6 | 81.3 | 81.7 | 3 | 3 m | 81.9 | 82.1 | 81.6 | 80.9 | 82.2 | 81.74 | 4 | 4 m | 80.9 | 79.1 | 81.4 | 79.4 | 81 | 80.36 |
P1-P5 : Pengujian kebisingan dengan durasi masing-masing 10 detik.

Hasil Akhir Pengukuran Kebisingan (Rata-rata) Perlakuan pengujian | Dengan Turbo Cyclone | Tanpa Turbo Cyclone | | 1 m | 2 m | 3 m | 4 m | 1 m | 2 m | 3 m | 4 m | Tanpa Magnet | 83.76 | 81.7 | 81.7 | 80.36 | 86.36 | 83.58 | 82.46 | 81.32 | Magnet 10 mm | 84.14 | 83.78 | 81.98 | 80.64 | 86.04 | 83.96 | 82.06 | 81.56 | Magnet 20 mm | 84.02 | 82.18 | 81.92 | 81.64 | 84.64 | 79.86 | 79.46 | 78.76 | Magnet 30 mm | 84.9 | 81.7 | 80.56 | 80.08 | 82.02 | 80.22 | 79.14 | 78.24 |

Similar Documents