Free Essay

Ucap

In:

Submitted By poobaby
Words 515
Pages 3
Narrative Jan 13 2013

I have been in the medical field for about 10 years or more. I have worked as a CNA, Surgical tech and a RN. Nothing I had done in the past would have prepared me for dialysis. However, taking care of patients and their wellbeing is the same in every medical field. I had been working in this dialysis clinic for about one year. I began to have close relationships with my patients, one patient in particular. We began to be close like family. We talked about everything; our family, friends, and where we went on vacation. One day he came to treatment about 3-4kg over his dry weight, nothing unusual just about what he normally came in at. No signs or symptoms of anything unusual after doing his assessment. Vital signs were stable, and treatment started as usual. He was set at a goal of 5.0 which he could normally do without any problems. After half of his treatment he began to feel bad, and his blood pressure dropped around 90/50, which was low but still nothing unusual for him. So I gave him some saline and decreased his goal. As his treatment continued, I would keep close check on him to make sure his status did not change. As it got toward the end of his treatment, he began to have chest pain, but his vital signs were with in normal limits at this time. While I’m reassessing him he tells me that he have some nitro tabs in his pocket in case something like this should happen. I encourage him to take one of his tablets. After a few minutes or so, he did not feel any relief so he took another one. By this time his treatment was coming to an end. With the amount of time he had remaining on his treatment and the chest pain he was having, I decided to end his treatment. I thought after I returned his blood he might feel better, but that was not the case he did not feel better. Actually he felt a little worse. He started to feel clammy, hot, and his blood pressure started to drop again. I started to give him more fluids, which seem to help. He started looking a lot better. After a minute, I set him up. At this time I began to worry about him and decided to send him to the ER. He refused to go, stating he felt better. After arguing back and forth, I told him that he would make me a very happy nurse if he would just go to the ER and make sure everything was ok. He decided to give in and go. The next day, I found out he had three blockages in his heart. Weeks later he returned to dialysis. He came in with a smile on his face. He said “Thank you Tabatha you saved my life. All I could hear you say is you would make me a very happy nurse if you go to the ER”.

Similar Documents

Free Essay

Sarah Winawan

...Kenalin nama gue Sarah Winawan. Gue tinggal di Bandung, kota gue tercinta. Gue sekarang masih berstatus sebagai mahasiswi semester V jurusan kedokteran salah satu universitas swasta di Bandung. Hari ini gue selesai kuliah agak sore. Gue bergegas pergi dari ruang kelas. Satu per satu lorong gue laluin, tadaaa… sampailah gue didepan lift. Tapi.. ternyata lift padat peminat rupanya, kalo gue nungguin lift itu mungkin gue harus nunggu untuk masuk sesi kesekian. Oke gue putusin lewat tangga aja, walaupun sedikit menyiksa, tapi masih beruntung kelas gue yang tadi ada dilantai 3. Satu per satu anak tangga gue pijak, akhirnya sampai di dasar. Hah cukup lumayan menguras tenaga sih. Perlahan gue mulai melangkah ke pintu keluar, lalu gue menyusuri halaman depan gedung. Gue berhenti sejenak. Gue tertunduk sambil menghela nafas.Gue balik badan gue, sambil ngarahin mata gue ke gedung itu, ya ke gedung fakultas gue. Gue bergumam dalam hati sambil tersenyum, “ Udah lama ya ? Gue kangen banget” . Bulan ini , Mei 2013 selalu dan masih ngingetin gue sama salah satu sahabat terbaik gue, Ganda Muliawan. Ganda adalah temen sepermainan gue dari kecil. Kebetulan rumah gue sama dia enggak jauh-jauh amat, bisa dibilang masih satu kompleks perumahan didaerah Gegerkalong, Bandung. Selain itu, orangtua kita juga akrab sejak lama. Alhasil kita jadi deket banget. Kita berdua seakan enggak terpisahkan aja, mulai dari TK kita selalu bareng. Apa-apa pasti berdua. Inget dia, gue selalu pengen ketawa. Karena...

Words: 700 - Pages: 3

Free Essay

Love Tech

...siap dengan pakaiannya. Aku pun segera bergegas bangun, dan mengambil alat mandi. Namun, takdir berkata lain. Ternyata antrian dikamar mandi terlihat seperti antrian di costumer service bank dekat kampus, tak tahu kapan akan mendapat giliran. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak mandi dan bergegas mengganti baju. Kuambil rok hitam yang tampak lusuh, kupadankan dengan kemeja biru dongker yang dihiasi dengan motif polkadot, lalu kucari kaus kaki putih yang nampaknya melarikan diri dari tempat biasanya. Dan akhirnya kumenemukan kaus kakiku disudut ruangan tak terjangkau mata. “Lisa, kamu mau berangkat bareng gak? Kita tunggu dibawah ya!”, ucap Abil dengan logat jawanya. “Iya iya tunggu ya gue masih nyari ikat pinggang gue nih, dimana ya?”, ucapku sambil menggeldah seluruh isi kamar. “Mana gue tau, makanya kalo simpan barang yang bener dong!”, ucap Dessy sambil bersolek dengan bibir merahnya yang mengkilau. Tiba-tiba mataku berbinar ketika aku menemukan sesosok ikat pinggang yang tergantung di deket jendela kamar. Aku sudah hampir telat, aku langsung menuju lobby asrama. Kulihat kawan-kawan ku sudah berbaris rapi dengan dress code ospek. Namaku Lisa. Aku adalah seorang mahasiswi baru di sebuah kampus di Jawa Barat, saat ini aku diwajibkan tinggal di sebuah asrama yang terletak di dalam kampus. Sangat disayangkan letak asrama putri cukup jauh dari asrama putra. Di asrama, aku memiliki tiga teman kamar,yaitu Abil, Dessy, dan Alika. Mereka bertiga berasal dari berbagai daerah. Abil...

Words: 389 - Pages: 2

Free Essay

Bianglala

...Biang-Lala Cinta datang karena terbiasa, witing tresno jalaran soko kulino. Kalimat itulah yang sekarang ada di pikiran Faris. Sudah sebulan ini ia sering tersenyum sendiri, seperti orang-orang yang otaknya sudah tidak normal lagi. Namun sepertinya otak Faris memang sudah tidak normal, sebab ia telah dibutakan oleh perangai sosok Febiola Citra Larasati. Cewek berparas oriental yang biasa dipanggil Lala, dikenal Faris saat tidak sengaja bertemu di sebuah konser musik. Lala memang penyuka musik jazz. Waktu itu Faris dipaksa kakak laki-lakinya untuk menemani pergi menonton konser musik jazz itu. Dengan berat hati ia menuruti keinginan kakaknya. Tak disangka di konser itu ia bertemu dengan teman lamanya, Cici. Faris pun dikenalkan dengan Lala oleh teman lamanya itu. Dari perkenalan singkat itulah Faris mulai jatuh cinta pada Lala. Hingga jadilah Faris seperti saat ini, ia sedang tersenyum sendiri sambil mematut dirinya di hadapan cermin. Ia sedang menata rambutnya, memberi sedikit gel dan menyemprotkan parfum di seluruh tubuhnya. Hari ini adalah hari yang dinanti oleh Faris. Di sebuah taman, ia akan bertemu dengan Lala. ♀♂♀♂♀ Di bangku taman tepatnya di bawah sebuah pohon, Lala menunggu Faris. Ia mengenakan dress selutut berwarna merah, rambutnya yang sedikit pirang dibiarkan tergerai dengan sentuhan manis sebuah pita kecil yang juga berwarna merah. Kurang lebih 10 menit sudah Lala duduk sendirian. Saat Lala asyik dengan ponselnya, tiba-tiba dari arah belakang ada...

Words: 1675 - Pages: 7

Free Essay

Microfinance Institutions

...WP/04/01 Bank of Uganda Working Paper Recognising the Role of Micro Finance Institutions in Uganda Justine Nannyonjo and James Nsubuga _________________________________ Bank of Uganda 2 WP/04/01 BOU Working PAPER Research Department Recognising the Role of Micro Finance Institutions in Uganda By Justine Nannyonjo and James Nsubuga February 2004 Abstract This paper shows that micro finance is an important part of the growth strategy in Uganda and has in the recent years gained increasing recognition. This is evidenced by initiatives and strong commitment by government, donors and practitioners towards supporting micro finance activities in Uganda, and the rapid expansion of the micro finance industry. Integration of Micro Finance Institutions (MFIs) into the formal financial system has been established, while measures have been taken to build capacity and enhance coordination in the micro finance industry, as well as expand the outreach of sustainable micro finance. The paper, however, identifies a number of challenges to the development of the micro finance industry: There is need to strengthen the capacity of MFIs to build their management information systems, and to rebuild infrastructure in underserved areas as well as strengthen capacity for identifying potential market structures, which could serve as the basis on which to build sustainable micro finance services. Other challenges include restoring peace in conflict areas and strengthening...

Words: 8134 - Pages: 33

Free Essay

Cintaku Di Klia!

...Cintaku Di KLIA! Oleh : Liya Zafrina “Mira, akak dah on the way ni.” “On the way kat airport lagi kan?” Selamba adik aku mengutuk dalam diam. Aku tersengih. “Yup. Sorry... terlupa nak ambik flight yang lagi awal.” Sengaja aku bagi alasan lapuk. Memang tu jelah alasan aku setiap kali adik aku si Mira ni bertempik suruh jumpa dia dekat Sabah tu. “Eleh... eleh. Tak payah nak tipu Mira la... Dah kenal sangat perangai akak. Nanti dah sampai, inform Mira. I’ll pick you up.” “Okay. Akak letak phone dulu. Nak boarding dah ni.” Aku baru je nak tekan butang off bila Mira tiba-tiba menjerit. “Apa dia?” Tanya aku sambil memasukkan komik yang aku baru beli dalam beg sandang hitam kesayanganku. “Akak masih pakai beg sandang warna hitam kesayangan akak tu, baju kemeja warna merah yang akak pakai setiap kali nak naik flight dengan tudung bawal hitam bunga putih comel-comel tu ke? And not to forget, sandal?” Aku membelek tubuh sendiri. Adik aku memang sangat-sangat mengenali kakaknya ni. Memang apa yang dia cakap tu betul. Adakah aku patut berbangga atau bersedih sekarang ni? Nampak sangat apa yang aku pakai ni klise. Klise sebab aku malas nak fikir pasal baju apa yang aku kena pakai. Malas nak buat pembaharuan. Ahh..alasan semata-mata! “Yes.” “Bab beg tu Mira tak kisah sangat tapi baju tu? Memang kena pakai ke setiap kali nak naik flight?” Adik aku bertanya dengan suara yang agak menyindir. Aku menarik nafas. “Adikku sayang... memang dah trademark akak kena pakai baju ni setiap...

Words: 6954 - Pages: 28

Free Essay

Bibliografi Tunku Abdul Rahman

...Bibliografi Tunku Abdul Rahman Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj ibni Almarhum Sultan Abdul Hamid Shah, berlahir pada 8 Februari 1903 di Istana Tiga Tingkat, juga dikenali sebagai Istana Pagoda yang bertempat di Alor Setar, Kedah. Beliau merupakan Ketua Menteri Persekutuan Tanah Melayu dari 1955, dan Perdana Menteri pertama sejak kemerdekaan pada tahun 1957 sehingga 1970. Pembentukan Malaysia pada tahun 1963 merupakan salah satu daripada pencapaiannya yang teragung. Biasanya dikenali sebagai "Tunku", beliau juga dikenang sebagai "Bapa Kemerdekaan" dan "Bapa Malaysia". Tunku bermula pendidikannya pada 1909 di sebuah sekolah rendah Melayu di Jalan Baharu, Alor Setar. Biasa berbahasa Siam di rumah, beliau belajar Bahasa Melayu di sekolah itu. Seorang guru pula datang ke rumahnya untuk mengajar Bahasa Inggeris. Tunku kemudian berpindah ke sebuah sekolah kerajaan bahasa Inggeris yang kini dinamakan Kolej Sultan Abdul Hamid. Di sini, beliau belajar di sekolah pada waktu siang dan membaca Al-Quran pada waktu petang. Pada tahun 1913 sewaktu berumur 10 tahun, Tunku dihantar ke Bangkok untuk menetap bersama Tunku Yusuf ibni Sultan Abdul Hamid, abang sulungnya, dan belajar di Sekolah Thebsirintrawat (Debsirindir School). Pada tahun 1915, Tunku pulang dan meneruskan pendidikannya di Penang Free School. Antara gurunya ialah HR Cheeseman dan SM Zainal Abidin. Seorang yang aktif, beliau menyertai Pengakap dan Kor Kadet. Pada tahun 1919 ketika berumur 16 tahun, Tunku menerima...

Words: 1122 - Pages: 5

Free Essay

Perahu Kertas

...Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2: 1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Ketentuan Pidana: Pasal 72: 1. Barangsiapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). 2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud pada Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Dee PERAHU KERTAS © 2009, Dee / Dewi Lestari Editor: Hermawan Aksan Proof Reader: Jenny Jusuf Reza Gunawan Desain Sampul: Kebun Angan www.kebun-angan.com Tata Letak Isi: Irevitari Kontak Dee: Jenny Jusuf +62-817 992 8558 Email: j3nnyjusuf@yahoo.com Penerbit: Bentang Pustaka Truedee Pustaka Sejati Jl. Pandega Padma no 19 Jl. Rajawali no 2 Yogyakarta 55824 Bandung...

Words: 89668 - Pages: 359

Free Essay

Manajemen Pemasaran

...SERPIHAN SESAL Wahyu Nugraheni Ku ketuk pintu rumahnya, sambutan hangat hari ibunya yang langsung memeluk erat tubuhku. Ia meneteskan air mata, membisikkan kata-kata menyiksa. Jantungku berhenti berdetak, bibirku kaku, mataku terbelalak. Aku tak sanggup berdiri. Ingatanku mencoba memutar kembali semua kenangan itu. Kenangan antara dia dan diriku. Saat itu adalah hari Minggu, di rumah Tuhan kami dipertemukan. Namanya Nana, berparas cantik, rambutnya terurai panjang. Baru pertama kali aku melihatnya di Gereja ini. “Hai, Andy ya?” sapanya. “Iya, kamu siapa?” “Aku Nana, kamu putranya Pak Trimin kan?” Oh iya, aku lupa. Ayahku adalah pendeta di Gereja ini. Pantas saja ia mengenaliku. Berawal dari pertemuan di Gereja, keakraban kami berlanjut hingga menjadi sebuah status. Tepat di ulang tahunnya yang ke-16 tahun, aku menyatakan perasaanku serta kuberikan tiga buah boneka lumba-lumba berbeda ukuran sebagai hadiah ulang tahun dariku. Hari-hari kami lewati dengan bahagia, tanpa amarah, hanya kasih sayang. Nana, lagi dimana? Bisa jemput aku di Kalisat? Uangku habis, aku nggak bawa motor, nggak bisa pulang Pesan itu aku kirim ke nomor Nana. Jujur, aku tak tahu siapa yang harus aku hubungi selain Nana. Ia selalu ada disaat aku membutuhkannya. Benar saja, ia mengatakan bahwa ia akan segera datang. “Nana memang tak diragukan lagi kebaikkannya.” ungkapku saat itu. Detik berganti detik, menit berganti menit, tak ada tanda-tanda Nana datang. Tetes hujan mulai membasahi daun-daun...

Words: 2654 - Pages: 11

Free Essay

Representasi Kemiskinan Dalam Novel Jatisaba Karya Ramayda Akmal (Kajian Sosiologi Sastra)

...BAB 4 REPRESENTASI KEMISKINAN DALAM NOVEL JATISABA KARYA RAMAYDA AKMAL 4.1 Sinopsis Novel Novel ini bercerita tentang tokoh Mae, seorang mantan buruh migran datang ke kampung halamannya, Jatisaba. Sebagai mantan pekerja buruh migran yang mengalami nasib malang, Mae harus mengalami nasib buruk untuk yang kedua kalinya, yaitu menjadi pekerja di sindikat perdagangan manusia internasional. Karena pekerjaannya itulah, Mae diharuskan mencari korban di desanya sendiri. Pekerjaan Mae untuk mencari korban di desanya ini merupakan pekerjaan terakhirnya, sebelum dia benar-benar bisa terlepas dari pekerjaannya ini. Kepulangan Mae ke Jatisaba inilah yang kemudian memunculkan beberapa peristiwa yang tidak terduga dan sangat menyentuh. Dimulai dari nostalgia Mae akan kampung halaman, keluarga, teman-teman, sampai kenangan indah bersama cinta pertamanya, Gao. Kehidupan masyarakat desa dengan sekelumit persoalan juga harus dilalui oleh Mae yang pada akhirnya terjerat dalam politik desa yang rumit. Kedatangan Mae ke Jatisaba membuatnya harus pandai memainkan peran sebagai seorang ‘mantan’ warga Jatisaba. Hal ini harus dilakukan Mae agar warga Jatisaba tidak menaruh curiga padanya. Selama berada di Jatisaba, Mae tinggal di rumah Sitas. Di rumah Sitaslah, Mae banyak mengingat masa lalunya tentang Jatisaba. Kehidupan keluarganya, masa kecilnya, sampai ingatan pemerkosaan yang pernah Mae alami. Sitas adalah tetangga Mae yang sudah sejak lama Mae kenal ketika Mae masih tinggal di Jatisaba...

Words: 33883 - Pages: 136

Free Essay

Cerpen 2

...ARTI SEBUAH HIDUP Sudah tiga bulan ini aku tinggal di tempat ini. Tempat yang selama ini tidak pernah sedikit pun terbayang oleh Ku. Aku yang selama ini biasa hidup enak dan tidak mengenal kata susah sekarang harus tidur dengan beralaskan karto dan beratapkan seng yang kalau disaat hujan turun bagaikan sebuah alunan musik merdu yang memecahkan keheningan. Istanaku yang baru tak lebih dari rumah kardus yang berukuran 4x3, bahkan ini lebih kecil dari luas kamarku dulu. Di sinilah aku bersama keluarga pak engkos tinggal. Keluarga Pak Engkos sendiri terdiri dari 4 orang, dia, istri Pak Engkos yang setia menemani serta dua orang putra putri Pak Engkos yang menambah keceriaan rumah yang sebenarnya tidak layak disebut rumah. Walaupun aku sedang jauh dari rumah, aku tetap merasa seperti dirumah. Keramahan Bu Engkos, canda Pak Engkos serta senyum dan tawa dari anak-anak Pak Engkos membuatku merasa tempat ini adalah rumah. Kehidupan Pak Engkos jauh dari kecukupan, bagaimana tidak Pak Engkos hanya seorang pemulung sampah yang penghasilannya tidak tetap. Suatu hari Pak Engkos bercerita hasil memulungnya tidak pernah tetap, kalau lagi banyak bisa dapet sampai 20 ribu tapi kalau lagi sedikit 10 ribu aja susah. Uang sebesar itu dia pergunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya yang sekarang di tambah dengan kehadiranku di rumah ini. Menurut Pak Engkos dia bisa dapat rame kalau lagi ada acara di stadiun terbesar di negara tercinta Republik Indonesia, apa lagi kalau bukan...

Words: 4544 - Pages: 19

Free Essay

Midnight Sun

...MIDNIGHT SUN Edward's Story Stephenie Meyer 2 Daftar Isi 1. Pandangan Pertama 2. Buku yang Terbuka 3. Fenomena 4. Penglihatan 5. Undangan 6. Golongan Darah 7. Melody 8. Hantu 9. Port Angeles 10. Teori 11. Interogasi 12. Kesulitan 3 1. P a n d a n g a n P e r t a m a Inilah saat dimana aku berharap bisa tidur. Sekolah. Atau, penyiksaan lebih tepatnya? Seandainya ada jal an lain menebus dosa-dosaku. Kejenuhan ini selalu sulit diatasi; setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumny a. M u n g k i n b a g i k u i n i l a h ‘t i d u r ‘ j i k a d i d e f i n i s i k a n s e b a gai bentuk berdiam diri disela aktivitas harian. Aku menatap rekahan di pojok kafetaria, membayang kan bentuk-bentuk abstrak. Itu salah satu cara memelank an suara-suara riuh di kepalaku. Beratus suara ini membuatku mati kebosanan. Jika menyangut pikiran manusia, aku telah mendeng ar segalanya, dan lagi, hingga ratusan kali. Hari ini, se mua tercurah pada sebuah peristiwa sepele, kedatangan s eorang murid pindahan. Tidak terlalu sulit menyimpulka n pikiran-pikiran itu sekaligus. Aku telah melihat sosok nya berulang-ulang, dari pikiran ke pikiran, dari segala sudut. Cuma perempuan biasa. Kegemparan akibat kedata ngannya mudah ditebakµsama seperti menunjukan benda berkilau pada anak kecil. Setengah laki-laki hidung bela ng bahkan sudah ingin bermeseraan dengannya, hanya kar ena ia anak baru. Aku mesti lebih keras mengacuhkan me reka. Hanya empat suara yang coba kuredam demi kesopan an dan...

Words: 78164 - Pages: 313

Free Essay

Btec

...Pendekar 4 Alis Buku 2 : Bandit Penyulam. Pendekar 4 Alis Buku 2 Bandit Penyulam Karya Khulung Bab 1: Sejumlah Perampokan Panas yang menyengat. Sinar matahari seperti pisau panas, menusuk tanpa belas kasihan pada jalanan yang kotor dan berdebu. Bahkan bekas luka di wajah Chang Man Tian tampak terpanggang hingga merah. Tepatnya ada tiga bekas luka, bekas luka itu dan sekitar 7 atau 8 macam luka dalam telah memberikan dirinya kemasyuran dan posisi yang ia nikmati sekarang ini. Bila cuaca berubah menjadi lembab atau hujan, luka dalamnya akan mulai berdenyut-denyut lagi, menyebabkan ruas-ruas tulangnya terasa sakit, dan ia tentu akan teringat lagi pada pertarunganpertarungan dahsyat di masa mudanya dan merasa sangat bersyukur. Bisa bertahan hidup selama ini bukanlah hal yang mudah, bisa menjadi seorang wakil kepala perusahaan ekspedisi yang pendapatannya 500 tael perak sebulan malah lebih sulit lagi, karena posisi itu didapatkan dengan darah dan keringat. Akhir-akhir ini ia jarang mengawal sendiri barang-barang antaran perusahaannya. Kepala perusahaan ekspedisi “Pembawa Kedamaian” adalah juga kakak seperguruannya. Mereka berdua menghabiskan waktu beberapa tahun terakhir ini dalam hidup yang tenteram dan damai, berlatih sedikit kungfu di pagi hari, minum arak di malam hari. Dengan melihat bendera “Pedang Besi Tombak Emas” sudah cukup membuat orang-orang di wilayah tenggara menjauh dari barang-barang antaran perusahaan “Pembawa Kedamaian”. Tetapi barang...

Words: 70871 - Pages: 284

Free Essay

Agree

...DE_SUPERNOVA-_BintanG_jatuH SUPERNOVA Episode: Ksatria, Puteri, dan BintanG jatuH © 2000 Pee H Proof Reader Prof. Dr. Fuad Hassan Hernia wan Aksan Tata Letak Muhammad Roniyadi (thatkid20@yahoo.com) Desain Sampul Tepte (teple@imatrekkie.com) Foto Dissy Ekapramudita Penerbit Truedee Books X Patrakomala no. 57, Bandung 40113, Indonesia Tel/Fax. 62-22-4213691 http://www.truedee.com E-mail: Dooks@truedee.com Hotfine Customer Service: 081-22141015 Pre-press Polar Repro Bandung Percetakan Gpta Cekas Grafika - Bandung Osakanl : Februari 2001 /CefakanU -Maret 2001 hafalan IH : April 2001 Cetakan IV :Juni2001 **«anV ; November 2001 Katalog Dalam Terbitan i ¦fe^'S ^ Bi,Mn* BMK,un8: T»*, Books; 200. $&96257-0-X JudulEngkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup.Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara. Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus di sini. Mencintaimu. Entah kenapa. (catatan di satu pagi buta di atas atap rumah tetangga) Sanksi Pelanggaran Pasat 44: Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 6 tahun 1982 Tentanq Hak Cipta Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak 8p 100.000...

Words: 53406 - Pages: 214

Free Essay

Raheeq Makhtum Malay

...SEERAH NABAWIYYAH Al-Raheeq al-Makhtum Syeikh Safy al-Rahman al-Mubarakfuriyy India Pemenang Hadiah Pertama Pertandingan Seerah Rabitah Alam Islam, Mekkah PERANAN & PERLUNYA RIWAYAT HIDUP RASULULLAH DALAM MEMAHAMI ISLAM   Tujuan mengkaji riwayat hidup RasuluLlah dan penganalisaannya bukanlah semata-mata untuk melihat kejadian-kejadian dan episod-episod yang bersejarah ataupun memaparkan cerita-cerita yang indah sahaja. Oleh yang demikian tidak seharusnya kita menganggap kajian sejarah hidup Rasulullah ini sama dengan membaca dan menala'ah sejarah para pemerintah (khalifah) di zaman purbakala. Tujuan pokok dari kajian yang dimaksudkan ialah supaya setiap Muslim dapat memahami, menganggap dan menggambarkan bahawa hakikat zahir dan batin Islam semuanya teradun di dalam penghidupan Rasulullah itu sendiri. Gambaran dan anggapan ini akan timbul dan wujud setelah seseorang Muslim itu dapat memahami dengan benar segala hikmah dan keistimewaan prinsip-prinsip dan dasar-dasar Islam satu persatu terlebih dahulu. Tegasnya kajian riwayat hidup Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam ini adalah suatu usaha mengumpul hakikat dan intisari dasar-dasar Islam kemudian memadan dan menyesuaikan dengan contoh Islam iaitu Nabi Muhammad Sallallahu 'alahi Wasallam. Sekiranya perlu kita bahagikan tujuan-tujuan ini maka bolehlah dibahagikan seperti berikut: 1. Memahami peribadi Nabi Muhammad SallaLlahu 'alaihi Wasallam menerusi penghidupan dan suasana...

Words: 129247 - Pages: 517

Free Essay

Pedang Ular Merah

...Pedang Ular Merah Karya : Kho Ping Hoo Djvu : Widodo & Dewi KZ Converter : Hendra & Dewi KZ Ebook pdf oleh : Dewi KZ Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ http://dewi-kz.info/ http://cerita-silat.co.cc/ http://kang-zusi.info Jilid 01 Pegunungan tai hang san di perbatasan Mongolia merupakan daerah pegunungan yang amat luas dan di situ penuh dengan hutan-hutan liar yang jarang dikunjungi manusia. Di puncak bukit yang paling ujung yakni di bagian barat terdapat sebuah hutan yang benarbenar masih liar dan belum pernah ada manusia berani memasukinya. Hutan ini terkenal menjadi sarang binatang buas, terutama sekali banyak terdapat ular berbisa semacam ular yang berkulit merah dan tidak terdapat di lain bagian dunia akan tetapi yang banyak terdapat di hutan itu, membuat hutan itu dinamakan hutan ular merah. Pada suatu pagi yang sejuk dengan sinar matahari yang cerah terdengarlah suara nyaring dan merdu dari seorang anak perempuan berusia paling banyak enam tahun, anak itu mungil dan cantik sekali dengan sepasang matanya yang bening kocak dan dua kuncir rambutnya yang panjang dan hitam. Tiap kali ia menggerakkan kepalanya, kuncirnya itu menyabet ke kanan ke kiri dan kalau kuncirnya melewati pundak lalu jatuh bergantung di atas pundaknya ke depan, ia tampak lucu dan manis. Sambil memetik bunga-bunga hutan yang beraneka warna, anak ini bernyanyi dengan merdu. Akan tetapi sungguh mengherankan suaranya yang amat merdu itu bcrlawanan sekali dengan kata-kata nyanyiannya yang dapat...

Words: 126872 - Pages: 508