Free Essay

Contoh Soal Perhitungan Modal Bprs

In: Business and Management

Submitted By ambar
Words 354
Pages 2
A. Berapa modal minimal yang harus disetor Tuan Wijaya jika akan mendirikan:
1. BPRS di Yogyakarta
2. BPR di Surabaya
3. BPR di Bogor
4. BPR di Palangkaraya
5. BPRS di Palembang
6. BPR di Bali
JAWAB:
Modal minimal yang harus disetor Tuan Wijaya jika akan mendirikan:
1. BPRS di Yogyakarta : Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
2. BPR di Surabaya : Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)
3. BPR di Bogor : Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)
4. BPR di Palangkaraya : Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
5. BPRS di Palembang : Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
6. BPR di Bali : Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)
B. Berapa modal tambahan yang harus disetor Tuan Wijaya jika akan membuka kantor cabang BPRS yang baru;
1. di Tangerang dengan modal awal disetor Rp. 3 milyar
2. di Yogyakarta jika modal awal disetor Rp. 2 milyar
3. di Semarang jika modal awal disetor Rp.6 milyar
JAWAB:
Modal tambahan yang harus disetor Tuan Wijaya jika akan membuka kantor cabang BPRS yang baru:
1. di Tangerang dengan modal awal disetor Rp. 3 milyar tambahan modal disetor = minimal 25% X persyaratan modal pendirian BPRS = 25% x 2.000.000.000 = 500.000.000
Jadi tambahan modal yang harus disetor Tuan Wijaya jika akan membuka kantor cabang BPRS yang baru di Tangerang adalah minimal Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah) 2. di Yogyakarta jika modal awal disetor Rp. 2 milyar tambahan modal disetor = minimal 25% X persyaratan modal pendirian BPRS = 25% x 1.000.000.000 = 250.000.000
Jadi tambahan modal yang harus disetor Tuan Wijaya jika akan membuka kantor cabang BPRS yang baru di Yogakarta adalah minimal Rp. 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah)

3. di Semarang jika modal awal disetor Rp.6 milyar
Apabila Tuan Wijaya akan membuka kantor cabang BPRS yang baru di Semarang dengan modal awal Rp.6 miliar, tidak perlu adanya tambahan modal yang harus disetor (karena modal awal > Rp. 5 miliar maka tidak wajib menambah modal)

Similar Documents