Free Essay

Dimension of Brand Image

In: Business and Management

Submitted By vennyhoward
Words 4314
Pages 18
ANALISA PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP CUSTOMER LOYALTY DENGAN CUSTOMER SATISFACTION SEBAGAI MEDIATOR PADA THE DREAMLAND LUXURY VILLAS AND SPA, BALI.

Felicia Juliani Leliga Manajemen Perhotelan, Universitas Kristen Petra, Surabaya, Indonesia Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui customer loyalty pada brand The Dreamland Luxury Villas and Spa, Bali melalui penilaian responden terhadap dimensi brand image yang terdiri dari brand strength, brand favorability, dan brand uniqueness, dengan menggunakan customer satisfaction sebagai variabel mediator. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kuantitatif dengan teknik partial least square (PLS). Dari hasil analisa, disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh brand strength dan brand uniqueness terhadap customer loyalty dengan customer satisfaction sebagai variabel mediator (intervening), ada pengaruh dimensi brand favourability terhadap customer loyalty dengan customer satisfaction sebagai variabel mediator (intervening), serta customer satisfaction berpengaruh signifikan terhadap customer loyalty di The Dreamland Luxury Villas and Spa. Kata kunci: Brand Strength, Brand Favorability,Brand Uniqueness, Customer Satisfaction, Customer Loyalty Abstract: This research is conducted to determine The Dreamland Luxury Villas and Spa`s customer loyalty through respondents evaluation of brand image`s dimensions which are consist of brand strength, brand favorability, and brand uniqueness, with the customer satisfaction as mediator. In this study, the author uses quantitative method with partial least square (PLS). From the analysis, it was concluded that there was no influence of brand strength and brand uniqueness to the customer loyalty with customer satisfaction as a mediator variable (intervening), there is influence of brand favourability to the customer loyalty with customer satisfaction as a mediator variable (intervening), and customer satisfaction influence significantly customer loyalty at The Dreamland Luxury Villas and Spa. Keywords: Brand Strength, Brand Favorability, Brand Uniqueness, Customer Satisfaction, Customer Loyalty Saat ini, kebutuhan dan keinginan konsumen semakin berkembang. Hal ini mendorong banyak perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasa yang sesuai dengan perkembangan tren tersebut. Jumlah brand meningkat dan menjadi semakin kompleks sehingga pemasar dituntut untuk melakukan pengawasan terhadap brand (Peterson, 2011, para. 1). Ketajaman meracik strategi dengan orientasi membangun brand akan lebih menguntungkan perusahaan ke depan. Begitu juga dengan brand hotel yang semakin banyak dan persaingan brand yang ada pun semakin sengit. Sebut saja brand Ritz Carlton, J.W.Marriot, Hilton, Holiday Inn dan masih banyak lagi. (Kasmy, 2011, para. 1). Hingga sekarang brand tidak hanya sekedar nama atau simbol saja. Brand telah berkembang menjadi suatu aset yang sangat penting bagi perusahaan, yaitu brand equity. (Aaker & Joachimsthaler, 2000, p. 17). Brand yang kuat dipercaya akan membangun customer loyalty dan loyalty akan mendorong bisnis berulang kembali (Passikoff, 2006). Dimensi penting dalam brand image terdiri dari brand strength (kekuatan brand), brand favorability (kesukaan brand), dan brand uniqueness (keunikan brand) (Keller, 2003).

Menyikapi fenomena persaingan brand yang semakin ketat tersebut, hotel-hotel di Indonesia, terutama di Bali tampil dalam berbagai variasi bentuk. Mulai dari model rumah, standar hotel, vila, bungalow, dan boutique hotel dengan variasi harga jual (Bali dan Pariwisata, 2010, para. 5). The Dreamland Luxury Villas and Spa merupakan salah satu vila strategis yang terletak di antara Pantai Dreamland dan Padang-Padang, Bali. Kedua pantai ini merupakan destinasi bagi para pecinta olahraga surfing (The Dreamland Luxury Villas and Spa, 2012, para. 5). Penelitian ini bertujuan menguji kembali apakah hasil dari penelitian terdahulu yang di terapkan pada sektor food and beverage dan manufaktur, cukup relevan atau tidak digunakan untuk mengukur customer loyalty di sektor lodging khususnya vila. Oleh karena itulah, penulis tertarik untuk meneliti analisa pengaruh brand image terhadap customer loyalty dengan customer satisfaction sebagai mediator pada The Dreamland Luxury Villas and Spa, Bali. RANGKUMAN KAJIAN TEORITIK Brand Brand adalah sebuah nama atau simbol yang dapat digunakan secara langsung untuk menjual sebuah produk atau layanan (Miller & Muir, 2004). Namun era pemasaran sekarang menempatkan brand tidak hanya sebagai nama ataupun simbol saja. Para pemasar menjadikan brand sebagai sebuah brand equity yang berpengaruh penting terhadap profit perusahaan ke depannya. Brand Equity Brand equity adalah aset intangible yang dimiliki oleh sebuah brand. Disebabkan oleh value yang diberikannya baik kepada pihak produsen maupun konsumen (Aaker & Joachimsthaler, 2000, p. 17). Di dalam brand equity inilah akan ditemukan brand association yang berguna bagi brand positioning dan brand extending di kalangan kom petitor. Brand Association Brand Association adalah segala sesuatu tentang kemampuan sebuah brand. Kemampuan brand ini akan membantu dalam merancang brand image perusahaan (Kotler & Pfoertsch, 2010, p. 314). Brand Image Brand Image adalah sekumpulan asosiasi brand yang terbentuk di benak konsumen (Rangkuti, 2004). Menurut Keller (2003), di dalam brand image terdapat 3 dimensi yang merangkai sebuah brand image, antara lain :  Brand Strength adalah seberapa sering seseorang terpikir tentang informasi suatu brand, ataupun kualitas dalam memproses segala informasi yang diterima konsumen.  Brand Favorability adalah kesukaan terhadap brand, kepercayaan dan perasaan bersahabat dengan suatu brand, serta akan sulit bagi brand, lain untuk dapat menarik konsumen yang sudah mencintai brand, hingga pada tahap ini.  Brand Uniqueness adalah membuat kesan unik dan perbedaan yang berarti diantara brand lain serta membuat konsumen”tidak mempunyai alasan untuk tidak” memilih brand tersebut. Jika pihak perusahaan berhasil membangun brand image yang tepat, maka akan ada kenaikan yang signifikan juga pada pencapaian tahap customer satisfaction.

Customer Satisfaction Customer satisfaction adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya. Konsumen merasa puas kalau harapan konsumen terpenuhi, dan merasa amat gembira kalau harapan konsumen terlampaui (Kotler, 2000). Setelah tahap customer satisfaction telah dicapai, perusahaan baru dapat mencapai tahap selanjutnya yaitu customer loyalty. Customer Loyalty Customer loyalty dapat diartikan sebagai komitmen dari konsumen untuk berbisnis dengan perusahaan tertentu, membeli produk dan jasa yang ditawarkan berkali-kali, merekomendasikan jasa atau produk, serta kecenderungan customer switching yang rendah (Pitaloka, 2012).

Kerangka Pemikiran
Brand “The Dreamland Luxury Villas and Spa, Bali” Brand Equity Brand Association Brand Image

Brand Strength a. Kemudahan mengucapkan nama “Dreamland” b. Kemudahan mengingat logo berupa pemandangan alam dengan tulisan “Dreamland” c. Penyampaian produk dan layanan sesuai dengan informasi pemasaran di brosur atau website d. Konsistensi implementasi penyampaian layanan (Keller, 2003) a.

Brand Favorable Kelengkapan dan terawatnya fasilitas yang ada Fasilitas yang ada dapat berfungsi dengan baik c. c. Pelayanan profesional karyawan Kamar nyaman Aksesnya mudah 2003) yang dari a.

Brand Uniqueness Tema yang berbeda di setiap kamar vila Mengutamakan privasi setiap tamu yang menginap. Pemandangan yang strategis diapit oleh Dreamland dan Padang-Padang (Keller, 2003) alam yang Pantai Pantai

b. b.

d.

yang

a.

yang (Keller,

Customer Satisfaction    Produk The Dreamland Luxury Villas and Spa cocok dengan brand image-nya Konsumen puas dengan brand The Dreamland Luxury Villas and Spa Konsumen puas dengan pelayanan The Dreamland Luxury Villas and Spa (Kotler, 2000) Customer Loyalty    Repurchase Recommend Tidak mudah dipengaruhi brand lain (Pitaloka, 2012)

Tujuan Penelitian Menganalisa dan menemukan pengaruh Brand Image terhadap Customer Loyalty dengan Customer Satisfaction sebagai mediator pada The Dreamland Luxury Villas and Spa, Bali. Hipotesis a. Hipotesis 1: Ada pengaruh brand strength dengan customer satisfaction. b. Hipotesis 2: Ada pengaruh brand favorability dengan customer satisfaction. c. Hipotesis 3: Ada pengaruh brand uniqueness dengan customer satisfaction. d. Hipotesis 4: Ada pengaruh customer satisfaction terhadap customer loyalty. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif kausal untuk menarik kesimpulan dengan menggunakan pengujian hipotesis. Penelitian kuantitatif fokus pada pengukuran dan bukti. Penelitian ini mengadopsi pendekatan ilmiah. Hal ini didasarkan pada premis bahwa ada sesuatu yang bermakna hanya jika dapat diamati dan dihitung (Sugiono, 2010). . Gambaran Populasi dan Sampel Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: subyek/obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiono, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah 50 tamu repeater yang menginap di The Dreamland Luxury Villas and Spa, Bali. Populasi ini diperoleh dari database The Dreamland Luxury Villas and Spa. Sehingga merupakan populasi finit (terbatas) (Cooper & Schindler, 2010). Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono, 2010). Prosedur sampling menggunakan prosedur non-probabilitas yaitu tidak semua elemen populasi memilki kesempatan yang sama untuk dipilih. Teknik nonprobabilitas yang diambil adalah judgemental sampling, yaitu untuk menghindari bias, harus ditetapkan syarat-syarat elemen terlebih dahulu. Pertimbangan sampel dalam penelitian ini adalah tamu yang menginap minimal dua kali dalam 6 bulan terakhir (22 Mei – 22 November 2012) di The Dreamland Luxury Villas and Spa usia 18 tahun ke atas sampai batas maksimum 65 tahun. Penulis mengambil range usia tersebut karena merujuk pada target market The Dreamland Luxury Villas and Spa yang berkonsentrasi pada pasangan honeymooner dan keluarga. Sampel diambil dari populasi yang telah diketahui dari database repeater (populasi finit) The Dreamland Luxury Villas and Spa, yaitu sebesar 50 sampel. Penentuan besar sampel menggunakan tabel Krejcie dan Morgan yang didasarkan untuk pengukuran sampel yang memiliki tingkat kesalahan 5% dan tingkat kepercayaan sebesar 95% (Wiyono, 2011, p. 82).

Dengan demikian menurut tabel Krejcie dan Morgan, jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 44 orang. Kemudian sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 50 orang. Penyebaran kuesioner dilakukan tanggal 16 November - 23 November 2012. Teknik Pengembangan/Pengumpulan Data Jenis dan Sumber Data Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data kuantitatif. Data yang dicatat dengan menggunakan angka-angka dimana klasifikasi atau keterangan yang diperoleh berasal dari penyebaran kuesioner (Zikhmund, 2003, p. 63). Sumber data primer dan sekunder. Data Primer, adalah data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan mengenakan alat pengambilan data langsung pada subyek sebagai sumber informasi yang dicari (Azwar, 2005, p. 91). Dalam penelitian ini data primer yang digunakan adalah berupa data yang diperoleh dari hasil jawaban kuesioner yang disebarkan pada responden. Data sekunder, adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh penulis dari subyek penelitiannya (Azwar, 2005, p. 91). Dalam penelitian ini data sekunder yang diperoleh oleh penulis adalah data dari The Dreamland Luxury Villas and Spa tentang sejarah dan latar belakang perusahaan, database repeater, database perusahaan melalui wawancara dan website The Dreamland Villas and Spa. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah studi lapangan, yaitu dengan menanyakan kepada konsumen sejumlah informasi dengan penyebaran kuesioner di The Dreamland Luxury Villas and Spa, Bali. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan kuesioner dan database tamu repeater sebagai instrumen pengumpul data. Responden dipilih berdasarkan pertimbangan apakah memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam penelitian. Jenis kuesioner yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan sistem skala likert satu sampai lima (five point Likert scale). Skala likert yang digunakan untuk mengetahui pengaruh brand image terhadap customer loyalty dengan customer satisfaction sebagai mediator adalah: 1 = Sangat tidak setuju 2 = Tidak setuju 3 = Netral 4 = Setuju 5 = Sangat setuju Disebabkan keseluruhan responden The Dreamland Luxury Villas and Spa merupakan wisatawan asing, maka kuesioner dibuat dalam bahasa inggris dan syarat-syarat yang ditentukan mengikuti standar global internasional. Variabel dan Definisi Operasional Variabel Dalam penelitian ini, definisi operasional variabel yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Variabel Brand Image (X) , menurut Keller (2003), di dalam brand image terdapat 3 variabel yang merangkai sebuah brand image, antara lain brand strength, brand favorability, dan brand uniqueness :

a. Brand Strength (X1) adalah seberapa sering seseorang terpikir tentang informasi suatu brand, ataupun kualitas dalam memproses segala informasi yang diterima konsumen pada The Dreamland Luxury Villas and Spa. b. Brand Favorability (X2) adalah kesukaan, kepercayaan dan perasaan bersahabat yang dapat membangkitkan kehangatan dalam perasaan pelanggan terhadap brand The Dreamland Luxury Villas and Spa. c. Brand Uniqueness adalah membuat kesan unik, menunjukkan perbedaan yang berarti diantara brand lain sebagai nilai saing. Keunikan tersebut membuat konsumen”tidak mempunyai alasan untuk tidak” memilih brand The Dreamland Luxury Villas and Spa. 2. Variabel Customer Satisfaction (Mediator), adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami kinerja The Dreamland Luxury Villas and Spa yang sesuai dengan harapannya. 3. Variabel Customer Loyalty (Y), adalah komitmen dari pelanggan untuk berbisnis dengan The Dreamland Luxury Villas and Spa. Membeli produk dan jasa yang ditawarkan berkali-kali, merekomendasikan jasa atau produk kepada konsumen lainnya, serta kecenderungan customer switching yang rendah. Teknik Analisa Data Distribusi Frekuensi Distribusi frekuensi merupakan tabel yang menjelaskan penyebaran jawaban responden dalam kuesioner. Hasil penyebaran jawaban tersebut diambil berdasarkan butirbutir pertanyaan yang menggali masalah penelitian (Wiyono, 2011, p. 176). Rata-Rata Hitung (Mean) dan Standar Deviasi Rata-rata hitung merupakan bilangan yang didapat dari hasil pembagian jumlah nilai data oleh banyaknya data dalam pengumpulan data tersebut (Wiyono, 2011, p. 172). Standar deviasi adalah ukuran yang paling sering digunakan untuk mengukur sebaran (Wiyono, 2011, p. 173). Uji Validitas dan Reliabilitas Validitas adalah untuk menguji apakah pengukuran sesuai dengan apa yang harus diukur. Pengukuran dikatakan valid apabila nilai r> 0,30 (Umar, 2002). Uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengujian dapat diandalkan. Hal ini dikatakan dapat diandalkan ketika nilai Cronbach Alpha adalah ≥ 0,6 (Umar, 2002). Analisis Partial Least Square (PLS) Partial Least Square (PLS) merupakan metode umum untuk mengestimasi path model yang menggunakan konstruk laten dengan multiple indikator. Analisis data dapat dilakukan dengan menggunakan software Partial Least Square, SmartPLS. Model analisis jalur semua variabel laten dalam PLS terdiri dari 3 model, yaitu inner model, outer model, dan weight relation (Ghozali, 2006).

HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN Deskripsi Profil Responden Terdapat 50 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini yang terdiri dari pria (26 orang ) dan wanita (24 orang). Responden kebanyakan berada pada usia 29-38 tahun (17 orang), telah menginap sebanyak 2-3 kali (36 orang), dengan latar pendidikan S1 (31 orang). Responden kebanyakan bekerja sebagai wiraswasta (29 orang) dengan pendapatan perbulannya USD 4000-USD 6999 (26 orang). Responden rata-rata menghabiskan sekitar USD 450- USD 599 untuk sekali menginap (25 orang). Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Berdasarkan hasil data output SPSS yang diperoleh, diketahui bahwa seluruh item pertanyaan yang menyusun variabel penelitian pada brand image, customer satisfaction, dan customer loyalty adalah valid, dimana nilai koefisien validitas dari seluruh pertanyaan tersebut lebih besar dari nilai kritis yaitu r> 0,30. Dengan demikian seluruh item pertanyaan yang menyusun tiap variabel dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut. Berdasarkan hasil data output SPSS yang diperoleh, menunjukkan bahwa besarnya nilai cronbach alpha pada seluruh variabel penelitian (Variabel brand image (X), customer satisfaction (M) dan customer loyalty (Y)) lebih besar dari nilai kritis 0,6, dengan demikian item-item pertanyaan dalam kuesioner adalah reliabel. Analisis Partial Least Square (PLS) 1. Outer Model a) Convergent Validity Tabel 1. Nilai Outer Loading

Suatu indikator dikatakan memenuhi convergent validity, jika mempunyai nilai loading di atas 0,500 (Ghozali, 2006, p. 25). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengolahan data, semua indikator pada pengaruh variabel brand image terhadap customer loyalty dengan customer satisfaction sebagai variabel mediator memiliki outer loading yang lebih besar dari 0,500. Tidak ada indikator yang perlu dieliminasi dari model. b) Discriminant Validity Diketahui dari tabel 2, hasil output PLS pada bagian hasil perhitungan akar AVE menghasilkan nilai yang lebih tinggi dari semua nilai korelasi dan nilai AVE > 0,50. Dengan demikian dapat disimpulkan model dalam penelitian ini telah memiliki discriminant validity yang baik.

Tabel 2. Hasil Output PLS Algorithm

c) Composite Reliability Berdasarkan tabel 2, hasil dari output PLS pada bagian nilai composite reliability untuk variabel brand favorability sebesar 0,941519, variabel brand strength sebesar 0,819084, variabel brand uniqueness sebesar 0,923454, variabel customer satisfaction sebesar 0,913199, dan variabel customer loyalty sebesar 0,947534. Sehingga composite reliability dalam elemen penelitian ini adalah baik, karena nilainya di atas 0,70.

Gambar 1. Hasil PLS Algorithm 2. Outer Model a) Koefisien Determinasi R2 (R-Square ) Goodness of fit pada PLS dapat diketahui dari nilai Q2. Nilai Q2 memiliki arti yang sama dengan koefisien determinasi (R-square/R2) dalam analisis regresi. Berdasarkan tabel 6, pada bagian hasil R-Square, dapat diketahui nilai Q2

sebagai berikut, Q2 = 1-(1-0,071278)(1-0,236280) = 0,29702 = 29,7% , artinya model dapat menjelaskan data sebesar 29,7% yang terdiri dari customer satisfaction adalah sebesar 23,6% dan customer loyalty sebesar 7,13%. b) Koefisien T-Statistik Tabel 3. Koefisien Jalur dan T-Statistik Fungsi The Effect Endogen Customer Customer Satisfaction (M) Loyalty (Y) Fungsi Eksogen Brand Strength Brand Favorability Brand Uniqueness Customer Satisfaction X1 X2 X3 M Koef. Jalur -0,334 0,401 -0,048 T-Stat. 5,274 5,594 0,471 Koef. Jalur 0,267 T-Stat. 2,322

Nilai T-tabel dengan signifikansi 5% dan degree of freedom (DF) = 45 adalah 1,6794. Nilai T-statistik pengaruh brand strength terhadap customer satisfaction adalah 5,274 ini menunjukkan pengaruh brand strength signifikan terhadap customer satisfaction. Nilai T-statistik pengaruh brand favorability terhadap customer satisfaction adalah 5,594 ini menunjukkan pengaruh brand favorability signifikan terhadap customer satisfaction. Nilai T-statistik pengaruh brand uniqueness terhadap customer satisfaction adalah 0,471 ini menunjukkan pengaruh brand uniqueness terhadap customer satisfaction tidak signifikan. Nilai T-statistik pengaruh customer satisfaction terhadap customer loyalty adalah 2,322 ini menunjukkan pengaruh customer satisfaction signifikan terhadap customer loyalty. c) Koefisien Parameter Berdasarkan tabel 3, pada hasil koefisien jalur pengaruh brand strength terhadap customer satisfaction sebesar -0,334 (t-statistik 5,274), artinya terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan antara keduanya. Semakin tinggi variabel brand strength dapat menyebabkan customer satisfaction menurun. Pengaruh brand favorability terhadap customer satisfaction sebesar 0,401 (tstatistik 5,594), artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara keduanya. Semakin tinggi variabel brand favorability, maka semakin tinggi pula customer satisfaction. Pengaruh brand uniqueness terhadap customer satisfaction sebesar -0,048 (tstatistik 0,471), artinya terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan antara keduanya. Semakin tinggi variabel brand uniqueness dapat menyebabkan turunnya customer satisfaction. Pengaruh customer satisfaction terhadap customer

loyalty sebesar 0,267 (t-statistik 1,903), artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara keduanya. d) Analisis Korelasi Berdasarkan tabel 3, dapat disimpulkan antarvariabel memiliki hubungan yang tidak erat antara variabel yang satu dengan yang lainnya. Terutama antara variabel brand strength dengan customer satisfaction, brand strength dengan customer loyalty, maupun brand uniqueness dengan customer satisfaction, yang masing memberikan nilai -0,064, -0,284, dan -0,053. Namun terdapat hal penting yang dapat diketahui bahwa korelasi antara brand favorability dengan customer loyalty memiliki nilai paling tinggi yaitu 0,356. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan usaha perusahaan dalam meningkatkan, mempertahankan, maupun memperbaiki brand favorability, akan membantu meningkatkan customer satisfaction dan customer loyalty The Dreamland Luxury Villas and Spa. Di satu sisi brand favorability juga dapat menutup kelemahan dari brand strength dan brand uniqueness yang tidak terlalu kuat mempengaruhi customer satisfaction dan customer loyalty.

Gambar 2. Model Output Bootstraping PLS

KESIMPULAN & SARAN Kesimpulan Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan di atas maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Tidak ada pengaruh brand strength terhadap customer satisfaction di The Dreamland Luxury Villas and Spa. 2. Ada pengaruh dimensi brand favorability terhadap customer satisfaction di The Dreamland Luxury Villas and Spa.

3. Tidak ada pengaruh brand uniqueness terhadap customer satisfaction di The Dreamland Luxury Villas and Spa. 4. Ada pengaruh customer satisfaction terhadap customer loyalty di The Dreamland Luxury Villas and Spa. Saran 1. The Dreamland Luxury Villas and Spa harus memperhatikan maintenance rutin bagi semua fasilitas yang ada. Aspek dalam brand favorability yaitu fasilitas yang lengkap dapat berfungsi dengan baik, dapat mempengaruhi customer satisfaction dan customer loyalty. Tindakan maintenance yang dilakukan diharapkan dapat memperbaiki performa fasilitas yang kurang prima misalnya fasilitas atap alangalang yang bocor, pendingin ruangan (air conditioner) yang kurang dingin maupun sistem flush kloset yang bermasalah. 2. The Dreamland Luxury Villas and Spa juga harus selalu mempertahankan training maupun solidaritas karyawan yang sangat baik, yang telah dimiliki sebelumnya. Inilah yang membuat karyawan dapat bekerja dengan baik dan merasakan rasa kepemilikan dengan perusahaan. 3. Mendesain ulang logo dan brand Dreamland dengan logo yang unik serta mudah diingat untuk meningkatkan brand strength di benak tamu yang menginap. 4. The Dreamland Luxury Villas and Spa juga sebaiknya melihat banyak trend terkini tentang perkembangan vila dan spa di dunia perhotelan saat ini. Diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi untuk menambah performa kinerja karyawan, fasilitas, spa, maupun manajemen. 5. Membuat inovasi kreasi makanan maupun minuman yang digabungkan dengan kebudayaan Bali maupun kebudayaan negara asal para tamu. Sehingga selain dapat mengenalkan budaya Bali, juga dapat mendongkrak penjualan divisi food and beverage. 6. Mendirikan beberapa penunjuk jalan di setiap kilometer yang berdekatan dengan daerah vila misalnya “The Dreamland Luxury Villas and Spa 5 km”. Penunjuk jalan ini dimaksudkan untuk mengurangi komplain akses menuju The Dreamland Luxury Villas and Spa, yang masih dinilai sulit oleh beberapa tamu. Tamu yang mengalami kesulitan, umumnya adalah tamu yang tidak menggunakan fasilitas free shuttle bus dari pihak vila, namun menggunakan kendaraan umum misalnya seperti taksi. 7. Penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian dalam dimensi brand yang lainnya, misalnya brand awareness. Serta untuk sektor vila, perlu diketahui kendala yang dialami adalah memperoleh data repeater dalam waktu 6 bulan, serta pembagian kuisioner yang harus dilakukan dengan berbagai bahasa serta harus dimodifikasi dengan bentuk wawancara. Disebabkan oleh para wisatawan asing yang berasal dari daerah yang berbeda-beda memiliki kepribadian yang berbeda-beda pula. Misalnya para wisatawan Korea, Hongkong, maupun China yang tidak dapat berbahasa inggris, para wisatawan Jerman dan Rusia yang tidak suka jika mengisi berbagai macam pertanyaan serta tidak suka privasi diganggu oleh apapun.

DAFTAR PUSTAKA Aaker, D. A., & Joachimsthaler, E. (2000). Brand Leadership: Building Assets In an Information Economy. New York : The Free Press. About Us: The Dreamland Luxury Villas and Spa. (2012, Januari 2). Diambil kembali dari The Dreamland Luxury Villas and Spa: http://www.dreamland-villa.com/about-us Andreani, F., Taniaji, T. L., & Puspitasari, R. N. (2012). The Impact of Brand Image Towards Loyalty with Satisfaction as A Mediator in McDonald’s. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol.14, No. 1, 64-71. Article:Top Brand.Barometer Kekuatan Merek. (2011, Oktober 21). Diambil kembali dari Top Brand Award: http://topbrand-award.com/article/top-brand-barometer-kekuatanmerek.html Azwar, S. (2005). Metode Penelitian . Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Cooper, D. R., & Schindler, P. S. (2010). Business Research Methods. Singapore: Mc GrawHill International Edition. Davies, G., Chun, R., Da-Silva, R., & Roper, S. (2003). Corporate Reputation and Competitiveness. London: Routledge. Ghozali, P. D. (2006). Structural Equation Modeling Metode Alternatif Dengan Partial Least Square . Semarang: Universitas Diponegoro. Hesketh, E. A., & Laidlaw, J. M. (2010, November 3). Quantitative Research. Diambil kembali dari Quantitative Research: http://www.nes.scot.nhs.uk/nes_resources/ti/QuantativeResearch.pdf Home: Bali dan Pariwisata. (2010, Oktober 5). Diambil kembali dari Tanah-Bali.com: http://www.tanah-bali.com/pariwisata-bali-dan-pariwisata-29.html Kasmy, F. (2011, Oktober 25). Article: Bagaimana Merek XL di Masa Mendatang? Diambil kembali dari Top Brand Award: http://topbrand-award.com/article/bagaimana-merekxl-di-masa-mendatang.html Keiningham, T. L., Vavra, T. G., Aksoy, L., & Wallard, H. (2005). Loyalty Myths. Hoboken: John Wiley & Sons,Inc. Keller, K. L. (2003). Strategic Brand Management: Building, Measuring, and Managing Brand Equity Second Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc. Kotler, P. (2000). Marketing Management The Millenium Edition . New Jersey: PrenticeHall,Inc. Kotler, P., & Keller, K. L. (2006). Marketing Management Twelfth Edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall. Kotler, P., & Pfoertsch, W. (2010). Ingredient Branding: Making The Invisible Visible. New York: Springer-Verlag Berlin Heidelburg. Kusumaputra, R. A. (2011, Desember 19). Pasar Perhotelan di Bali Terus Meningkat. Diambil kembali dari Kompas.com: http://travel.kompas.com/read/2011/12/19/12322377/Pasar.Perhotelan.di.Bali.Terus. Meningkat Lovelock, C., & Wirtz, J. (2007). Services Marketing (People, Technology, Strategy) sixth edition. United Stated: Pearson Prentice Hall. Miller, J., & Muir, D. (2004). The Business Of Brands. Chicester: John Willey & Sons Ltd. Nally, D. M., & Speak, K. D. (2004). Be Your Own Brand: Resep Jitu Meraih Personal Brand yang Unggul. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Nicolino, P. F. (2004). The Complete Ideal's Guide: Brand Management. Jakarta: Prenada Media. Pariwisata Bali. (2012, Juni 14). Diambil kembali dari Bali Tours Club: http://wisata.balitoursclub.com/pariwisata-bali

Passikoff, R. (2006). Predicting Market Success: a new ways to measure a customer loyalty and engage customer with your brand. Hoboken: John Wiley & Sons, Inc. Peterson, R. (2011, Oktober 25). Article:Top Brand.Insights for Marketer. Diambil kembali dari Top Brand Award: http://topbrand-award.com/article/top-brand-insights-formarketer.html Pitaloka, B. (2012, Januari 9). Digital Library Telkom Institute of Technology. Dipetik Agustus 31, 2012 Rangkuti, F. (2004). The Power Of Brands: Teknik Mengelola Brand Equity dan Strategi Pengembangan Merek + Analisis Kasus dengan SPSS. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Saleh, T. (2012, Agustus 8). Survei TripAdvisor—Indonesia Jadi Tujuan Bisnis Hotel No.1 di Dunia. Diambil kembali dari bisnis-KTI.com : http://www.bisniskti.com/index.php/2012/08/survei-tripadvisor-indonesia-jadi-tujuan-bisnis-hotel-no-1di-dunia/ Solimun. (2010). Diklat Statistika Multivariat . Bogor: Laboratorium Statistika FMIPA UB . Sugiono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Suh, J. C., & Yi, Y. (2006). When Brand Attitudes Affect the Customer Satisfaction-Loyalty Relation:The Moderating Role of Product Involvement. Journal of Consumer Psychology, 145-155. Susanto, A. B., & Wijanarko, H. (2004). Power Branding: Membangun Merek Unggul dan Organisasi Pendukungnya. Jakarta: Quantum Bisnis & Manajemen (PT. Mizan Publika). Sutikno, T. C., & Sari, V. M. (2009, Januari 12). Digital Library: Analisa pengaruh bauran pemasaran terhadap loyalitas konsuman di Gelare Cafe Surabaya. Diambil kembali dari Petra Christian University Website: http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe_dg_12101.html Thakur, S., & Singh, D. A. (2012). Brand Image, Customer Satisfaction and Loyalty Intention: A Study in The Context Of Cosmetic Product Among The People Of Central India. Excel International Journal of Multidisciplinary Management Studies, 37-50. Tjiptono, F., & Chandra, G. (2011). Service, Quality, & Satisfaction Edisi 3. Yogyakarta: Penerbit ANDI. Tripadvisor. (2011, Oktober 9). Ungasan:The DreamLand Luxury Villas Spa. Diambil kembali dari Tripadvisor: http://www.tripadvisor.co.id/Hotel_Review-g1219108d1540696-Reviews-The_DreamLand_Luxury_Villas_SpaUngasan_Nusa_Dua_Peninsula_Bali.html Tu, Y. T., Wang, C. M., & Chang, H. C. (2012). Corporate Brand Image and Customer Satisfaction on Loyalty: An Empirical Study of Starbucks Coffee in Taiwan. Journal of Social and Development Sciences, 24-32. Umar, H. (2002). Metode Riset Bisnis:Dilengkapi contoh proposal dan hasil riset bidang manajemen dan akuntansi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama . Wibowo, A. S. (2004). 36 Rahasia Sukses Merek-Merek Top. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Wiyono, D. G. (2011). Merancang Penelitian Bisnis dengan Alat Analisis SPSS 17.0 dan SmartPLS 2.0. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan STIM YKPN. Wu, C. C. (2011). The impact of hospital brand image on service quality, patient satisfaction and loyalty. African Journal of Business Management 5(12), 4873-4882. Zikhmund, W. E. (2003). Business Research Methods 7th edition. Canada: Thomson South Western.

Similar Documents

Premium Essay

Mktg

...A study of the effects of brand image on consumer behaviour and brand equity Eddie Phun Foo Boon BA Hons (University Malaya) MBA (University Putra Malaysia) International Graduate School of Management Division of Business and Enterprise University of South Australia (UniSA) Submitted on this 10th November in the year 2004 for the partial requirements of the degree of Doctor of Business Administration UNIVERSITY OF SOUTH AUSTRALIA 31 A66 2.1JuJ LIBRARY. Doctor of Business Administration Portfolio Submission Form Name: Phun Foo Boon Student ID: 100008513 Dear Sir / Madam To the best of my knowledge, the portfolio contains all of the candidate's own work completed under my supervision, and is worthy of examination. I have approved for submission the portfolio that is being submitted for examination. Signed: D. Dymock iQuek Ai Hwa Assoc. Prof. Dr. Darryl Dymock / Assoc. Prof. Dr. Quek Ai Hwa 10 Nov 2004 Supported By: /I 51:c--- in_ Prof. David Richards Chair, IGSM Doctoral Board of Examiners DBA Portfolio Declaration I hereby declare that this portfolio submitted in partial fulfilment of the DBA degree is my own work and that all contributions from any other persons or sources are properly and duly cited. I further declare that it does not constitute any precious work whether published or otherwise. In making this declaration, I understand and acknowledge any breaches of the declaration constitute academic......

Words: 17361 - Pages: 70

Premium Essay

Effect of Country of Origin on Brand Equity of Cars in India: a Study

...EFFECT OF COUNTRY OF ORIGIN ON BRAND EQUITY OF CARS IN INDIA: A STUDY Faculty Guide: Prof. Sandeep Puri Authors: Chandana Mandal, Mohit Jain, Ambika Paliwal, Rohit Iyer, Sahil Gupta INSTITUTE OF MANAGEMENT TECHNOLOGY, GHAZIABAD ABSTRACT Marketers and consumer behaviour researchers generally accept that a product’s or brand’s country-of-origin is an important influencing factor in consumer decision-making. Most of the previous studies suggest that country-of- origin information which is indicated by the “Made in ...” label which serves several purposes in consumer decision-making. It acts as a salient attribute in consumer product evaluation. That is, the image that consumers have about a certain country will influence their perceptions of products from that country. Since consumers’ perception of a particular country-of-origin influences their evaluation of products from that country, this will influence their preference, purchase intention and choice of a particular brand and hence has implications on the brand’s equity. In this study the effects of brand’s country-of-origin image on the formation of brand equity in two clusters i.e India and foreign market(African and French market) is studied. Here a high involvement category of Cars has been selected. Introduction In the arena of global marketing, building strong brands has become a top priority for marketers. Beyond, the marketing mix variables (advertising, distribution, price and product quality), the......

Words: 2117 - Pages: 9

Premium Essay

Davies

...3 Gaps Between the Internal and External Perceptions of the Corporate Brand Gary Davies and Rosa Chun Manchester Business School Corporate Reputation Review, Vol. 5, Nos. 2/3, 2002, pp. 144–158 # Henry Stewart Publications, 1363–3589 Page 144 ABSTRACT The corporate branding and reputation literatures both refer to the significance of gaps between the employee and customer perceptions of the corporate brand. There is a generally held view that the two perspectives should be aligned. In particular there is a view that any gaps between the two should be reduced. In this study a standardized ‘Corporate Personality Scale’ was used, to measure the employee perceptions (referred to as identity) and customer perceptions (referred to as image) of the corporate brand image of two department stores. The stores were both part of the same group, but traded under different names and in different locations. Gaps were identified between the image and identity for both stores. In one, the image was found to be superior to the identity. In the other, the identity was superior to the image. The former store had benefited from a substantial investment in store redesign but investment in staff and their training had been neglected. The results are discussed within the theory of retail marketing and the more general work on corporate branding. Some practical implications are identified. If image and identity co-evolve, then any gaps between them are likely to......

Words: 4754 - Pages: 20

Premium Essay

Brand Image: Past, Present and Future

...Scientific Research www.textroad.com Brand Image: Past, Present and Future Muhammad Ehsan Malik1, Basharat Naeem2, Madiha Munawar3 1 Director, Institute of Business Administration (IBA)/Director General, Gujranwala Campus, University of the Punjab, Lahore (Pakistan) 2 Senior Research Officer, COMSATS Institute of Information Technology (CIIT), Lahore Campus (Pakistan) 3 MBA Scholar (IBA, University of the Punjab), Lecturer, Punjab Group of Colleges ABSTRACT Strategic role of brand image has been proven in extensive literature as it is considered as distinct component in designing the marketing mix to building sustainable competitive edge. So, this paper presents divergent perspectives defining the brand image concept and concluding the debate about its multidimensionality. Five major clusters of definitions of brand image construct are observed such as generic definitions, meanings/messages, symbolic definitions, personality based definitions and cognitive/psychological definitions. Another important milestone in the evolution of brand image is the theory behind the concept of brand positioning. Brand Image is a multi dimensional construct that is triggered by cognitions, emotions, symbols, values and attitudes of consumers. However, many researchers measured it as uni-dimensional construct. Initially benefits based dimensionality was used to measure brand image (Park, 1986). Later, associative network model was used to measure brand image. Researchers advanced......

Words: 5446 - Pages: 22

Free Essay

Impact of a Sponsorship Activity on the Brand Perceptions Within an International Context: the America’s Cup and Louis Vuitton Case.

...Impact of a sponsorship activity on the brand perceptions within an international context: the America’s Cup and Louis Vuitton case. Stephane Ganassali, University of Savoie, sgana@univ-savoie.fr, corresponding author 4, Chemin de Bellevue - BP 80439 - 74944 Annecy-le-Vieux Cedex - France Francesco Casarin, University Ca’ Foscari of Venezia Paola Cerchiello, University of Pavia Gunnar Mau, University of Göttingen Carmen Rodrigues Santos, University of Leon Astrid Siebels, University of Hannover All members of the “International Network on Consumer Behaviour Studies” http://comptes.ergole.fr/young Impact of a sponsorship activity on the brand perceptions within an international context: the America’s Cup and Louis Vuitton case. Abstract On the basis of an extended review of literature dedicated to experimental studies of sponsorship effects on brand perceptions, this paper introduces a detailed framework of sponsorship persuasion process. Considering the central “transfer” between event and brand perceptions, the model also includes moderating effects (such as congruence) and focuses on specific components of functional, affective and symbolic customer value. In Spring 2007, a Web survey was conducted to evaluate the impact of Louis Vuitton’s sponsorship of America’s Cup. A total sample of 1,400 European respondents was developed thanks to the collaboration of eight Universities in France, Germany, Italy and Spain,......

Words: 9305 - Pages: 38

Premium Essay

Cha Assign Wick

...Purch | Desired range | |of values for a | |Goodness-of-fitstatistics Value good fit | |Absolute fit measures | |Chi-square test χ2 1424.43 p>.05 | |Degree of freedom df 137 ≧0 | |Chi-square / degree of freedom ratio χ2/ df 10.40 2 to 5 | |Root mean square error of approximation RMSEA .11 .90 | |Incremental fit measures | |Adjusted good-of-fit index AGFI .74 >.90 | |Turker-Lewis index TLI .82 >.90 | |Normed fit index NFI .84 >.90 ...

Words: 457 - Pages: 2

Premium Essay

Hr Strategy

...is available at www.emeraldinsight.com/0309-0566.htm The effect of corporate branding dimensions on consumers’ product evaluation A cross-cultural analysis Nizar Souiden ´ Faculty of Business Administration, Laval University, Quebec, Canada Corporate branding dimensions 825 Received October 2004 Revised September 2005 Accepted January 2006 Norizan M. Kassim Department of Management and Marketing, College of Business and Economics, University of Qatar, Doha, Qatar, and Heung-Ja Hong Faculty of Sociology, Kansai University, Osaka, Japan Abstract Purpose – The paper aims to investigate both Western and Eastern corporate branding thoughts and examine the interrelation among four corporate branding dimensions (i.e. corporate name, image, reputation and loyalty) and their joint impact on consumers’ product evaluation. Design/methodology/approach – Building on extensive literature, a model of consumers’ product evaluation that includes the major determinants of corporate branding is proposed. Based on a sample of 218 Japanese and American consumers, structural equation modeling and general linear model analyses are used to test hypotheses. Findings – The research reveals that Japanese and American consumers have different perceptions with respect to the effect of corporate image and corporate loyalty. The corporate name was found to have a significant impact on corporate image and corporate reputation was found to have a significant affect on corporate loyalty. The...

Words: 10082 - Pages: 41

Premium Essay

Overview of the Cbbe Model

...(Customer-Based Brand Equity), which is based on consumer brand value model for their own brand building the key way. In this model. Various elements designed to be comprehensive, interrelated and feasible, but, CBBE model implies the premise that the brand is present in consumer brand knowledge, feeling and experience, that force is the brand name with a brand with the passage of time exists in the heads of all the consumer experience combined. Therefore, the purpose of the work enterprise is to try to ensure that consumers have for the brand characteristics of its products and services adapted to experience a positive act for the corporate marketing and a positive attitude and a positive brand image for the evaluation. In accordance with Keller's view, the model was created to answer the following two questions: First, what elements constitute a strong brand; the second is how to build a strong corporate brand. 1. According to CBBE model, build a strong brand requires the work of four steps: establish the right brand identity; create an appropriate brand meaning; guide the correct brand response; to create the appropriate relationship between the consumer of a brand. 2. Meanwhile, the four steps and relies on building the brand's six dimensions: significant; performance; image; evaluation; feeling; resonance. Which corresponds to a significant brand identity, brand performance and image of the corresponding content. Response to sensory evaluation and the corresponding brand......

Words: 1242 - Pages: 5

Premium Essay

Information

... An assignment on Brand Personality [pic] Course instructor Shahidul Islam Course title Principle of Marketing 1 MKT 240 The Issue on Focus “Brand personality” Submitted By |Dalowar Hossain |ID: 072200142 | Date of Submission December 27, 2011 Brand Personality Brand personality is the way a brand speaks and behaves. It means assigning human personality traits/characteristics to a brand so as to achieve differentiation. These characteristics signify brand behavior through both individuals representing the brand (i.e. it’s employees) as well as through advertising, packaging, etc. When brand image or brand identity is expressed in terms of human traits, it is called brand personality. Brand personality is nothing but personification of brand. A brand is expressed either as a personality who embodies these personality traits (For instance - Shahrukh Khan and Airtel, John Abraham and Castrol) or distinct personality traits (For instance - Dove as honest, feminist and optimist; Hewlett Packard brand represents accomplishment, competency and influence). Brand personality is the result of...

Words: 852 - Pages: 4

Premium Essay

Psre

...31 – 37 International Conference on Emerging Economies - Prospects and Challenges (ICEE-2012) Do brand personalities make a difference to consumers? Sheena , G. Naresh School of Management, Pondicherry University, Puducherry, India Abstract Branding means much more than just giving a brand name and signalling to the outside world that such a product or service has been stamped with the mark and imprint of an organization. Brands are a direct result of the strategy of market segmentation and product differentiation. A brand not only merely acts on the market, but also it organises the market, driven by a vision, a calling and an apparent design of what the category should become. Numerous brands wish only to identify completely with the category of the product, thereby expecting to control it. Today, there is a proliferation of brands in the Indian market. Brands of varying shapes, sizes, texture and many other distinctive features are available based on our choice, tastes and traditions. This varying demand is evident in any brand from the car we drive to the food we take. These brands awake interests in the consumers on the basis of the personalities they hold. Every brand thus, has its own distinct personality that appears to us in a different way in different situations. Hence, it is considered imperative for the study to investigate the significance of brand personality which will be crucial for marketers in their decision making and would eventually frame......

Words: 3666 - Pages: 15

Premium Essay

Ingredient Branding

...ABSTRACT Ingredient Branding, a subset of Co-Branding, wherein two or more brand names are used on a single product to increase product differentiation and further market share is becoming increasingly visible in the marketplace today. This strategy is generally used to enhance Brand Potential and works on the rationale that, “If a consumer understands the functions, attributes and benefits of the ingredient, he or she will pay more attention to this offering and if it is unique compared to others, it can lead to loyal and profitable customer relationships”. The goal of this Dissertation is to conceptualize Ingredient Branding Strategy and measure its effect on Brand Choice. It seeks to examine the impact of an Ingredient Branding Strategy on consumer’s attitude toward the Host Brand depending on the Partner Brand. To better understand this impact, a review of the most relevant theories on Co-Branding, perceived quality and attitude towards the brand is first presented. On the basis of this literature review, a conceptual framework is proposed concerning the overall transformation of the associations tied to the host brand, the perceived quality and the consumer attitude towards the brand. The overall evaluation of the brand is based on three parameters viz. Perceived Quality, Brand Image & Brand Attitude. INTRODUCTION INTRODUCTION In today’s dynamic economy, companies try to find new ways to maintain their competitive advantage, which helps them to better......

Words: 7542 - Pages: 31

Premium Essay

The Analysis of Brand Equity

...sagepub.com Measuring Customer-Based Restaurant Brand Equity Woo Gon Kim and Hong-Bumm Kim Cornell Hotel and Restaurant Administration Quarterly 2004; 45; 115 DOI: 10.1177/0010880404264507 The online version of this article can be found at: http://cqx.sagepub.com/cgi/content/abstract/45/2/115 Published by: http://www.sagepublications.com On behalf of: The Center for Hospitality Research of Cornell University Additional services and information for Cornell Hotel and Restaurant Administration Quarterly can be found at: Email Alerts: http://cqx.sagepub.com/cgi/alerts Subscriptions: http://cqx.sagepub.com/subscriptions Reprints: http://www.sagepub.com/journalsReprints.nav Permissions: http://www.sagepub.com/journalsPermissions.nav Downloaded from http://cqx.sagepub.com at SAGE Publications on December 2, 2009 © 2004 CORNELL UNIVERSITY DOI: 10.1177/0010880404264507 Volume 45, Issue 2 115-131 ARTICLE 10.1177/0010880404264507 Measuring Customerbased Restaurant Brand Equity Investigating the Relationship between Brand Equity and Firms’ Performance by WOO GON KIM and HONG-BUMM KIM Strong brand equity is significantly correlated with revenues for quick-service restaurants. In a study 394 respondents gauged the strength of seven quickservice restaurant brands doing business in Seoul, Korea. The study tested four elements of brand equity, namely, brand awareness, brand image, brand loyalty, and perceived quality. Of those attributes, brand awareness had the strongest direct......

Words: 8344 - Pages: 34

Premium Essay

Student

...Introduction Strong brand equity had become a very important factor that influences consumer’s perceptions of a brand. Success in brand management arises from understanding and managing brand equity correctly to produce strong attributes that will influence consumers when making their choices. The research focused on the importance of these dimensions (brand awareness, brand loyalty, brand image and perceived quality) of customer-based brand equity on consumer’s perceptions of a brand. This was based on the assumption that all these dimensions of customer based-brand equity will have influence on consumer’s perceptions of brand. However, the thesis aimed to find out which among three dimensions (brand image, brand loyalty and perceived quality) appear to have the least brand equity in both restaurants and to find out if customer perception is met with respect to each attribute of brand awareness, brand image, perceived quality and brand loyalty. Brand awareness was treated separately from other dimensions because of the difference in scale. A structured questionnaire was constructed to provide answers to our research question. In this study, a number of questionnaires were distributed, but only sixteen useable questionnaires were realized. The study surveyed four dimensions of consumer’s based-brand equity namely brand awareness, brand image, perceived quality and brand loyalty. Among the three dimensions, brand loyalty appears to have the least brand equity rating by......

Words: 4031 - Pages: 17

Premium Essay

H&M Analysis

...2012 Strategic analysis of H&M keystrokes: 33.556 1 Executive summary This document is written to provide the reader with a knowledge of the structure of H&M. The purpose is to give a clear strategic analysis. It contains information about how H&M is structured. H&M is a company which is famous for many years. It is known for its fashionable dynamic amount of products for a cheap price. The brand is constantly developing and since competition is increasing, satisfying the customer is not enough. It has to stay ahead of the increasing competition. H&M is expanding by products for home edition and on-line selling. The brand is divers and it provides the customer with quality clothing and a great variety of choice. H&M is developed in Sweden and it has recently become well known worldwide. There are stores in the United Stated of America and even in the Middle East. However such a large operation requires good management. There is a head office in Stockholm which is in charge of the sub levels. In Stockholm the most important decisions are made. Furthermore the brand is expanding and using celebrities to promote the band. Recently H&M has suffered with bad communication and promotion from the media. The company had to adjust itself to gain trust from the customers. Future proposals for the company are to get new trustful suppliers and improve the working conditions of some manufactures. The company is responsible to have a good insight in the production phase,......

Words: 5339 - Pages: 22

Premium Essay

Bangladesh in a View

...The importance of corporate brand personality traits to a successful 21st century business Received (in revised form): 22nd April, 2006 KEVIN LANE KELLER is the EB Osborn Professor of Marketing at Tuck School of Business, Dartmouth College. Keller has served as brand confidant to marketers for some of the world’s most successful brands, including Disney, Ford, Intel, Levi Strauss, Nike, Accenture and Starbucks. He wrote the textbook Strategic Brand Management: Building, Measuring and Managing Brand Equity and co-authored with Philip Kotler the textbook Marketing Management. KEITH RICHEY is an independent consultant working in New York. He holds a joint Master’s degree in Global Media and Communication from the University of Southern California and the London School of Economics. Keywords corporate branding; corporate image; corporate values; brand personality; brand personality traits; corporate brand personality Abstract Brand personality has been defined as the human characteristics or traits that can be attributed to a brand. Corporate brand personality is a form of brand personality specific to a corporate brand. Unlike a product brand personality that typically relates to consumers and user imagery for a specific product brand, a corporate brand personality can be defined in terms of the human characteristics or traits of the employees of the corporation as a whole. A corporate brand personality will reflect the values, words, and actions of all employees of......

Words: 4612 - Pages: 19