Free Essay

How to Reduce Turnover Applebee

In:

Submitted By kyoumegi
Words 1047
Pages 5
STUDI KASUS
HOW TO REDUCE TURN OVER

[pic]

Disusun oleh: Julius Dicky (NRP 03514014) Denny Sosiawan (NRP 03514015) William Gondo (NRP 03514016) Lydia Loahardjo (NRP 03514022)

BATCH IX
PEOPLE MANAGEMENT
PROGRAM MAGISTER MANAGEMENT
FAKULTAS EKONOMI UK PETRA
SEPTEMBER 2014

BAB I.
PENDAHULUAN

Applebee’s International, Inc., adalah sebuah perusahaan Amerika yang mengembangkan, mewaralabakan dan mengoperasikan restoran waralaba Applebee's Neighborhood Grill and Bar. Pada September 2011, ada 2,010 restoran mengoperasikan sistem melebar di Amerika Serikat, satu teritorial Amerika Serikat dan 14 negara lainnya. Kantor utama perusahaan terletak di Kansas City, Missouri setelah pindah dari Lenexa, Kansas di September 2011.

Konsep utama Applebee's terletak pada hidangan Amerika pada umumnya seperti salad, udang, ayam, pasta dan "riblets" (yang dikategorikan sebagai sajian khas Applebee's). Semua restoran Applebee's menampilkan sebuah area bar dan menyediakan minuman beralkohol (kecuali di lokasi yang dilarang oleh hukum setempat).

Di Applebee, Taman Overland, Kansas. Manajer harus membagi pekerja per jam menjadi "A" pemain. 20 persen; B. tengah 60 persen; dan C. bawah 20 persen. Manajer Kemudian memenuhi syarat untuk jasa 80 persen. Praktek ini tidak biasa di industri restoran. Dimana manajer cenderung lebih khawatir tentang kepegawaian pergeseran berikutnya dari pengembangan karir dan evaluasi kinerja. Applebee dikontrak sebuah perusahaan konsultan bernama TRABON untuk mengembangkan alat berbasis web untuk mengelola sumber daya kinerja ribuan karyawan di ratusan lokasi. Program ini melacak indikator keuangan, tamu, dan kinerja orang-orang kunci. Associates di semua tingkatan memiliki visibilitas belum pernah terjadi sebelumnya untuk membersihkan, ringkas, dan informasi yang akurat. Setiap ukuran kinerja dievaluasi terhadap target dua kali setahun dan diberikan penilaian kinerja mulai dari yang luar biasa untuk dapat diterima.

BAB II
RUMUSAN MASALAH 1. Menurut Anda, apakah pendekatan yang dilakukan oleh Applebee's untuk menurunkan employee turn over adalah benar & masuk akal? Tidakkah hal tersebut berakibat pada tingginya tingkat stres bagi karyawan dengan gaji yang rendah? Jelaskan! 2. Beberapa orang yakin bahwa kunci untuk mempertahankan pekerja baik dengan upah yang rendah adalah dengan memberikan fleksibilitas dalam mengatur jadwal kerja daripada memberikan insentif finansial. Apakah Anda setuju? Jelaskan! 3. Apakah sistem seperti Applebee's itu dapat diterapkan oleh restaurant fast food seperti McDonald's, Burger King, Taco Bell dan lain-lain? Mengapa? Jelaskan !

BAB III
ANALISA & PEMBAHASAN
1. Menurut Anda, apakah pendekatan yang dilakukan oleh Applebee's untuk menurunkan employee turn over adalah benar & masuk akal? Tidakkah hal tersebut berakibat pada tingginya tingkat stres bagi karyawan dengan gaji yang rendah? Jelaskan!
Jawab:
Pendekatan yang dilakukan oleh Applebee's berfokus pada 3 aspek berikut: a. metrics, yaitu melakukan pengukuran kinerja karyawan dengan sistem ranking (“A players” adalah top employee (sebanyak 20%), 'B players” adalah middle employee (60%) dan “C players” adalah bottom employee (20%). b. accountability, yaitu manajer mulai memperhitungkan untuk fokus dalam mempertahankan A & B players dengan berbagai cara misalnya A & B players ditraining lebih untuk mengembangkan kemampuan (career development) disertai dengan kompensasi yang ada. c. reward, yaitu memberikan reward/ penghargaan pada manajer yang berhasil mempertahankan A & B players untuk tetap bekerja secara efektif di restaurant. Pendekatan yang dilakukan oleh Applebee's tersebut sah-sah saja, bisa dikatakan benar dan masuk akal. Pendekatan yang dilakukan oleh Applebee's semacam teknik 'gamification' yang mampu memotivasi karyawan untuk bisa engaged, challenged dan membuat kerja lebih produktif. Melalui sistem seperti Applebee's ini, terjadi apresiasi/ penghargaan pada karyawan atas pekerjaan yang diselesaikan dengan baik (recognition for a job well done) melalui sistem ranking untuk membangun kepercayaan diri (pride) bagi karyawan – merasa dihargai, ada kompensasi/ reward yang diberikan untuk menunjang performa karyawan dan terus mempertahankan etos kerja yang baik serta suasana kerja yang dinamis antar karyawan. Apabila semua hal tersebut diterapkan dalam bekerja ditambah suasana kerja yang harmonis, karyawan tidak akan merasa stres dalam bekerja meskipun mereka berpenghasilan rendah. Applebee's tercatat mampu menurunkan angka employee turnover setelah diterapkan sistem ini, dibandingkan dengan angka rata-rata hourly workers turn over pada industri restaurant lainnya yang mencapai 125% (angka yang sangat tinggi).

3.2. Beberapa orang percaya bahwa kunci untuk mempertahankan pekerja baik dengan upah yang rendah adalah dengan menawarkan fleksibilitas dalam mengatur penjadwalan kerja daripada memberikan insentif keuangan. Apakah Anda setuju? Jelaskan jawaban Anda.

Jawab: Tidak setuju, karena tujuan utama karyawan bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun gaji yang diberikan perusahaan kepada karyawan rendah maka karwayan pasti mengharapkan insentif untuk menutupi kekurangan dari gaji yang rendah tersebut. Dengan memberikan insentif kepada karyawan maka karyawan akan termotivasi untuk bekerja lebih semangat sehingga produktivitas kerjanya pun akan meningkat dan karyawan pun akan loyal kepada perusahaan karena apa yang karyawan harapkan telah dipenuhi oleh perusahaan.

3.3. Apakah Anda pikir sistem seperti yang digunakan oleh Applebee harus diadopsi oleh restoran cepat saji lainnya seperti McDonald Burger king, Taco Bell, dan lain-lain? Mengapa atau mengapa tidak? Jelaskan jawaban Anda.

Jawab: Applebee’s adalah perusahaan yang bergerak di bidang makanan cepat saji. Sistem yang diterapkan untuk keberlangsungan para pekerja paruh waktu memberikan efesiensi untuk manajemen pekerja. Perusahaan lain yang bergerak di bidang makanan cepat saji, seperti McDonald’s, Burger King, dan Taco Bell, dapat menerapkan sistem tersebut dalam mengatur kinerja para pegawainya. Melihat dari kesamaan usaha yang di jalankan maka sistem ini dapat dengan mudah di terapkan. McDonald, Burger King, dan Taco Bell telah menerapkan sistem ranking dan reward, namun sistem ranking kurang efektif untuk mengatasi para pekerja yang performanya berada di bawah rata-rata. Sistem ini hanya berfungsi untuk mengapresiasi pekerja yang berada di jajaran atas dalam sistem ranking.

BAB IV
KESIMPULAN
Pada prakteknya menurut kami, manajemen pekerja yang digalakkan oleh Applebee dapat diterapkan secara efektif bila target pegawai yang diinginkan adalah part timer seperti mahasiswa yang memang membutuhkan tambahan uang saku, tetapi bila digalakkan pada pegawai tetap, system ini kurang efektif karena sebagian orang yang memang bekerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya, dan aspek itulah yang dicari oleh tenaga kerja, tetapi tidak dapat dipenuhi oleh Applebee dan restoran sejenis. Pada nyatanya McDonalds, KFC dan makanan cepat saji lainnya memang cenderung memiliki pegawai yang memang mencari pekerjaan paruh waktu, seperti mahasiswa kuliah ato sekedar tambahan untuk membayar uang apartemennya (cth mahasiswa di Australia), adapun caranya memang dapat membuat adanya pegawai tetap yang berkomitmen pada salah satu konter Applebee, mereka yang ingin menjadi “Employer of the Month” misalnya, yang juga diterapkan di beberapa konter fastfood di Indonesia (cth: Wendys).

REFERENCES www.employmentblawg.com http://info.profilesinternational.com/profiles-employee-assessment-blog/bid/102606/Case-Study-Reducing-Painful-Manager-and-Staff-Turnover-at-Applebee-s
Several fastfood counter such as Wendys, McDonalds.

Similar Documents