Free Essay

Internasional Management

In: Business and Management

Submitted By Hendrikco
Words 1532
Pages 7
TUGAS INDIVIDU
Management Internasional

Disusun Oleh:
HENDRIK PARDAMEAN
122111094

Magister Management
Pascasarjana Universitas Trisakti
2012

A. Sweatshop Code of Product
Sweatshop code of produk merupakan konotasi negatif untuk lingkungan pekerjaan yang sulit diterima dan berbahaya bagi karyawannya. Predikat Sweatshop diberikan kepada perusahaan yang mempekerjakan karyawannya dengan jam kerja sangat lama namun dengan kompensasi yang tidak sesuai, mempekerjakan anak dibawah umur, lingkungan pekerjaan yang amat berbahaya seperti mesin-mesin dan keadaan alam disekitarnya, tanpa adanya jaminan terhadap kecelakaan kerja yang jelas.

B. Hofstede's Intercultural Dimensions
Pada tahun 1983 Hofstede Melakukan analisis yang lebih menyeluruh tentang diversifikasi kultur. Analisis ini telah menyingkirkan perbedaan-perbedaan yang mungkin disebabkan oleh kebijakan atau praktik- praktik perusahaan sehingga adanya variasi yang ditemukan di antara negara- negara tersebut dapat dipercaya karena faktor-faktor kultur nasional ini. Dari studi ini, Hofstede dapat menyimpulkan adanya empat dimensi kultur nasional yang mempengaruhi para manajer dan karyawan negara yang bersangkutan, yaitu:
 Power Distance (Jarak kekuatan/kewenangan)
 Individualisme (Individualism)
 Penghindaran situasi yang meragukan (Uncertainty Avoidance)
 Masculinity (Maskulinitas)
a. Jarak Kekuatan atau Kewenangan
Pada dasamya manusia memiliki perbedaan kemampuan fisik dan intelektual, yang akhirnya dapat membedakan kekayaan dan kekuatan masyarakatnya. Jarak kekuatan atau kewenangan ini dijadikan ukuran sejauh mana masyarakat menerima kenyataan bahwa kekuatan atau kewenangan dalam sebuah institusi atau organisasi didistribusikan secara tidak merata. Masyarakat negara dengan jarak kekuatan yang tinggi akan menerima adanya perbedaan yang nyata dalam kekuatan atau kewenangan organisasi. Karyawan sangat menghargai mereka yang memegang jabatan dengan kewenangan tinggi.
Di sini gelar, jabatan, dan status seseorang dianggap penting. Oleh karenanya, dalam negosiasi dengan negara-negara yang menganut paham ini, dikirim delegasi yang bergelar, setidak-tidaknya dianggap setaraf atau bahkan melebihi mereka dalam bidang-bidang tertentu. Negara-negara yang bisa dimasukkan dalam kelompok ini adalah Venezuela, Filipina, dan India. Sebaliknya, masyarakat negara dengan jarak kekuatan yang rendah menekan ketidaksamaan/ketidakmerataan ini sebanyak mungkin. Atasan tetap memiliki kewenangan tetapi karyawan tidak perlu merasa kaku atau takut kepadanya. Denmark, Austria, dan Kanada termasuk dalam kelompok ini.

b. Individualisme
Individualisme dimaksudkan sebagai kultur nasional sebuah negara yang menggambarkan longgamya kerangka sosial masyarakat. Manusia dianggap lebih penting mengurus dirinya sendiri beserta anggota-anggota keluarganya yang dekat. Hal ini dimungkinkan karena besarnya kebebasan yang diberikan oleh masyarakat.
Kebalikannya, kolektivisme ditandai dengan ketatnya kerangka sosial masyarakat. Manusia mengharapkan orang lain bergabung dalam kelompok yang diminatinya (organisasi atau perusahaan) untuk mengurus dan melindungi mereka bila dalam kesulitan. Sebagai pertukaran perlindungan keamanan ini, mereka diharapkan untuk menunjukkan kesetiaan yang besar kepada kelompoknya. Rupanya derajat individualisme di sebuah negara tergantung pada kekayaan negara itu. Negara-negara kaya seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda lebih individualistik. Negara-negara miskin seperti Bangladesh, Pakistan, dan Kolombia lebih bersifat kolektif.
c. Penghindaran Situasi yang Meragukan
Kita hidup dalam dunia yang penuh ketidakpastian, sulit untuk menebak masa depan. Respons masyarakat terhadap ketidakpastian ini juga berbeda-beda. Sebagian masyarakat mensosialisasikan ketidakpastian ini dengan membuat konsep bersama yang bisa ditoleransi masyarakatnya sehingga mereka tidak merasa terancam. Cara-cara semacam ini termasuk penghindaran situasi yang meragukan dalam kadar rendah karena secara relatif masyarakat masih memiliki perasaan aman. Sebailiknya, negara-negara yang menggunakan cara-cara penghindaran situasi yang meragukan dengan kadar tinggi bisa menyebabkan kecemasan masyarakat, stres, dan agresivitas. Hal ini dikarenakan banyaknya aturan-aturan formal dan sedikitnya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan pendapat di masyarakat dengan alasan demi pendekatan keamanan. Tidak mengherankan kalau cara yang terakhir ini dapat memperkecil mobilitas kerja karena kebijakan mempekerjakan karyawan sepanjang hidup banyak dipraktikkan.
d. Maskulinitas
Kuantitas kehidupan sebagai karakteristik sebuah kultur nasional menggambarkan luasnya penilaian masyarakat terhadap kecukupan uang dan material lairmya. Di sisi lain, kualitas kehidupan sebagai karakteristik sebuah kultur nasional mengutamakan pentingnya hubungan antarmanusia, sensitivitas, dan adanya kesadaran tentang kesejahteraan orang lain di masyarakatnya. Tentu saja, banyak negara menganut kultur di antara keduanya. Di luar kerangka konsep Hofstede, di kebanyakan negara-negara Asia dan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, ada dimensi lain dan kultur nasionalnya, yaitu maskulinitas versus feminitas.
Wanita dianggap lebih baik mempersiapkan diri menjadi istri dan ibu yang baik. Berdasarkan konsep tersebut, timbul pemikiran yang stereotip dan diskriminatif dalam keluarga. Pendidikan formal anak laki-laki akan dibiayai setinggi-tingginya, sementara pendidikan formal buat anak perempuan akan diberhentikan bila kekurangan biaya. Kemudian perkawinan anak perempuan itu pun akan segera dipersiapkan. Hal tersebut tidak akan terjadi hanya bila keluarga tersebut cukup kaya untuk membiayai pendidikan formal putra-putrinya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa telah terjadi pemborosan negara karena terlalu banyak wanita yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga. Wanita yang berkarier pun masih menghadapi suasana dilematis karena masih kuatnya kultur yang melimpahkan tanggung jawab pekerjaan rumah tangga dan mendidik anak kepada istri/ibu. Tentu saja, bisa dimengerti terjadinya konflik internal di kalangan wanita karier antara keinginan untuk meningkatkan karier dengan keinginan untuk menjadi istri dan ibu yang baik. Belum lagi, kalau karier istri melebihi karier suami. Istri harus menghadapi kecemburuan suami yang kadang-kadang muncul dalam bentuk "kemarahan yang tidak jelas alasannya".
Jika menjadi manajer di tempat kerja, seorang wanita juga mungkin menghadapi penilaian yang dilematis untuk dihadapi
Diperlukan penelitian dengan desain yang kompleks (sound methodological research) untuk mengetahui sejauh mana fenomena ini masih berlangsung di. Indonesia. Penelitian itu dapat digunakan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan sejauh mana dampak dual carrier bagi para ibu dan sejauh mana dampak keputusan wanita karier yang memilih untuk tidak kawin terhadap berbagai aspek kehidupan karier dan pribadi.

C. Analisis Indonesia Hofstede's Intercultural Dimensions

Hofstede telah melakukan survei pada responden yang jumlahnya lebih dari 116.000 karyawan dalam sebuah perusahaan multinasional yang bekerja di 40 negara. Termasuk Indonesia dan beberapa negara-negara di Asia. Berikut ini adalah tabel yang menjelaskan nilai tiap dimensi kultural yang dikaji oleh Hofstede di negara-negara di Asia.
a. Jarak Kekuatan atau Kewenangan
Untuk dimensi ini Indonesia memiliki nilai 78 nilai ini cukup tinggi mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya, nilai ini menggambarkan bahwa di Indonesia kesenjangan sosial, struktur hierarki perusahaan dan ekonomi sangat jelas nampak pada segi kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan pola hidup konsumtif masyarakat Indonesia, dengan beragamnya struktur sosial, dan struktur ekonomi maka beragam pula permintaannya, hal ini yang menjadi peluang perusahaan-perusahaan besar banyak membuka cabangnya di Indonesia. Mereka menganggap bahwa Indonesia merupakan pasar besar yang potensial. Namun disisi lain dengan kondisi seperti ini masyarakat Indonesia menjadi rentan tersulut dengan masalah-masalah sosial yang terkesan diprovokasi, sehingga sering sekali masalah segelintir kelompok tertentu menjadi besar.
Beberapa negara yang sudah maju di Asia seperti Israel, Jepang, dan China memiliki nilai yang kecil, hal ini menggambarkan bahwa masyarakat di negara tersebut secara struktur sosial hampir tidak mencerminkan adanya kesenjangan dari sosial, budaya dan ekonomi dalam kegiatan sehari-hari.
b. Individualisme
Indonesia memiliki skor 14 untuk dimensi Individualisme, terkecil di Asia bersama dengan Pakistan, secara keseluruhan negara-negara di Asia memiliki skor Individualisme yang rendah jika dibandingkan dengan negara Amerika dengan skor 91, dan beberapa negara di eropa seperti Inggris dan Finlandia yang memiliki skor diatas 80.
Keanekaragaman sosial, ekonomi serta budaya di Indonesia ternyata tidak membuat dimensi Individualisme di Indonesia tinggi, hal ini memang sudah mengakar di masyarakat Indonesia hidup bersama dengan keanekaragaman, dengan budaya gotong royong yang masih menjadi gambaran sifat kolektifitas masyarakat.
c. Penghindaran Situasi yang Meragukan
Penghindaran situasi yang meragukan merupakan buah dari ketidakpastian yang melingkupi kehidupan masyarakat diberbagai negara. Pada dimensi ini Indonesia memiliki skor 48, nilai ini tidaklah terlalu besar maupun kecil jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia masih dapat menghindarkan ketidakpastian akan masa depan dengan cara-cara yang masih wajar. Keanekaragaman struktur sosial, ekonomi, serta beberapa masalah sosial yang terjadi ternyata tidak membuat masyarakat Indonesia menghindarkan dengan cara-cara yang ekstrim.
Hal ini mengidikasikan bahwa stabilitas nasional sebagai indikator iklim investasi di suatu negara khususnya di Indonesia masih tergolong baik, yaitu ketidakpastian masih bisa diatasi dengan baik. Dibeberapa negara di Asia dengan angka dimensi cukup ekstrim seperti Jepang dengan skor 92 menggambarkan bahwa ketidakpastian yang cukup tinggi dinegara tersebut yang disebabkan oleh bencana alam yang sering terjadi, serta kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat masyarakat Jepang menyikapi dengan hal yang tidak wajar, seperti dengan mengurangi tingkat mobilitas, pola konsumsi akan produk yang cukup tinggi. Sedangkan negara Singapura memiliki skor 8, nilai yang sangat rendah ini lebih disebabkan karena negara Singapura dengan jumlah penduduk yang sangat sedikit dan cenderung homogen dari sisi budaya cukup baik dalam mengatur segi kehidupannya, hal ini juga tercermin dari stabilitas keamanan dan ekonomi yang sangat baik dinegara ini.
d. Maskulinitas
Gambaran dimensi maskulinitas di Indonesia diberi nilai 46, nilai yang tergolong medium. Hal ini memberikan gambaran bahwa kualitas kehidupan masyarakat Indonesia belumlah baik, dari segi pendidikan masih banyak masyarakat pedesaan yang membeda-bedakan gender, seperti wanita tidak seharusnya memiliki pendidikan yang terlalu tinggi, meskipun masyarakat urban di Indonesia sudah banyak yang meninggalkan persepsi semacam itu. Dengan keadaan seperti itu maka dapat dikatakan bahwa kualitas kehidupan masyarakat di Indonesia tidaklah merata antara masyarakat rural (pedesaan) dan perkotaan (urban).
Sedangkan di Jepang negara maju yang memiliki angka dimensi maskulinitas yang sangat tinggi yaitu 95 menunjukkan bahwa kualitas kehidupan masyarakat ini sangat baik dan merata, tidak adalagi perbedaan gender, dan status untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Hal ini juga yang membuat Jepang menjadi negara yang cepat pulih pasca perang dunia ke II dan berbagai bencana alam yang menimpanya, motivasi untuk medapat kehidupan yang berkualitas cukup tinggi dimiliki oleh masyarakatnya.

Similar Documents

Premium Essay

Management

...scope of management Management has different definitions, from different theorists. There are various ways of describing management, so in this assignment the different definitions of management would be discussed and we would also see how most of the definitions are similar, along with their functions. We should consider management look at why management is very relevant. We should see how the various views of these management theorists are similar and also if they contrast. Management, as defined, “is the activity of getting things done with the aid of people and other resources efficiently and effectively, it is a feature of most human circumstances; domestic, social and political, as well as in formally established organisations”(David Boddy, 2008, ps.10). We human beings perform different activities everyday such as; eating, drinking, playing and they are related to management etc. According to Mary Parket Follet, “Management is the act of getting things done through people. So management is an activity because a manager accomplishes his task or objective with the help of others and also directs these people in order to obtain his objective, so management achieves its objectives through people, so management is quite useful to people. In management there are various activities that are carried out. These include informational activities, decisional activities and inter-personal activities and all these activities are to be done by a manager. Management......

Words: 1606 - Pages: 7

Free Essay

Daiwa Bank Operational Management Case

...terjadi di salah satu bank dan memberikan dampak yang cukup serius tidak hanya kepada bank tersebut, namun juga kepada dunia perbankan internasional, termasuk regulator dan lembaga keuangan lainnya. Kasus yang diambil adalah kasus pada tahun 1995 yang menimpa sebuah bank Jepang, Daiwa Bank, Ltd. (sekarang bernama Resona Bank, Ltd.) yang membuka cabang di United States, sehingga melibatkan pemerintahan dua negara dan dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa materi namun juga reputasi dan hal-hal lainnya yang bersifat non materi. Uraian dan analisa kasus adalah sebatas satu kejadian tersebut, dengan mengulas latar belakang dan detail kejadian serta penyelesaian kasus dan dampak yang diakibatkan kasus tersebut kepada pihak-pihak terkait seperti bank itu sendiri, bank sentral di Jepang dan United States, pemerintah Jepang dan US serta perbankan internasional. 1.4 Metode Penulisan Data dikumpulkan dari berbagai sumber baik berupa dokumen resmi lembaga keuangan, regulator ataupun media massa. Selain itu juga terdapat data internal perusahaan seperti keadaaan perusahaan pada waktu terkait, waktu selanjutnya dan perbandingannya dengan kondisi terkini. Kemudian, juga dimasukkan sekilas data terkait kasus-kasus operasional perbankan yang terjadi dalam kurun waktu dua tahun terakhir dan menjadi bahan pembelajaran dunia perbankan secara internasional. Dalam proses tinjuan teori, selain teori manajemen operasi juga dimasukkan teori tentang manajemen risiko operasional......

Words: 4935 - Pages: 20

Premium Essay

Management

...Schools of Management Thought SCHOOLS OF MANAGEMENT THOUGHT Structure 4.0 Objectives 4.1 Introduction 4.2 Historical Perspective 4.3 Theory in Management 4.4 Classification of Management Theories 4.5 Classical Management Theory 4.5.1 Scientific Management 4.5.2 Administrative Management 4.5.3 Bureaucratic Organization 4.5.4 Criticisms on Classical Management Theory 4.6 Neo-Classical Theory 4.6.1 Human-Relations School 4.6.2 Behavioural Schools 4.7 Modem Management Theory 4.7.1 Systems Theory 4.1.2 Contingency Theory 4.7.3 Organizational Humanism 4.7.4 Management Science 4.8 Other Schools of Thoughts, Styles and Approaches 4.9 Problems and Conflicts in Management Theories 4.10 Summary 4.11 Key Words 4.12 References and Further Reading 4.0 OBJECTIVES After reading this Unit, you will be able to • know the historical development of schools of management thought; • explain what a theory in management is; • outline the classification of management theories; • describe important schools of management, their contributions and limitations; • elaborate problems and conflicting issues in management theory; and 4.1 INTRODUCTION In the preceding three units of this block you have learnt various scientific principles of management, management functions and what constitutes managerial quality and leadership as propounded by management experts. In this Unit you will have a historical perspective of management approaches or thoughts. The block in toto will......

Words: 9513 - Pages: 39

Free Essay

Management

...Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management Management......

Words: 296 - Pages: 2

Free Essay

Bisnis Internasional

... Ekspansi Internasional perusahaan Wal-Mart Bagaimana cara Wal-Mart melakukan ekspansi Internasional ??? Untuk melakukan ekspansi secara Internasional, Wal-Mart harus menentukan Negara-negara mana saja yang akan dijadikan sasaran. Sebagai titik awal dalam melakukan ekspansi internasionalnya, wal-mart memusatkan ekspansi internasionalnya pada pasar-pasar Negara berkembang yang besar. Di Amerika latin, perusahaan tersebut menargetkan Negara-negara dengan populasi besar seperti Meksiko, Argentina, dan Brazil. Dan di Asia, perusahaan ini menargetkan Cina dengan penduduk terpadat di Dunia. Adapun cara-cara yang digunakan Wal-Mart untuk memasuki pasar internasional adalah sebagai berikut : 1. Di Amerika Latin a. Mexico City: merupakan toko pertama yang dibuka. perusahaan ini menggunakan usaha patungan 50-50 dengan perusahaan ritel local terkemuka. b. Brazil: perusahaan menggunakan usaha patungan dengan posisi meyoritas 60-40 dengan pengusaha ritel local. c. Argentina : seluruh tokonya dimiliki secara penuh setelah berhasil mempelajari cara penjualan ritel di Amerika dari para miitranya. d. Meksiko : dengan membeli kepemilikan pengendalian dalam konglomerat ritel meksiko terkemuka, Cifra (sekarang Wal-Mart de Mexico S>A. de C.V) 2. Di Asia (Cina) Karena adanya batasan operasi para ritel asing oleh Beijing, mengharuskan Wal-Mart untuk bermitra dengan rekanan yang didukung oleh pemerintah. Pada awalnya, mitra Wal-Mart adalah Charoen......

Words: 610 - Pages: 3

Free Essay

Management

...mewujudkan sistem tersebut, pada saat ini hal tersebut sangat dimungkinkan dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi yang didukung pula oleh perkembangan kemampuan sumber daya manusia di Indonesia dalam penguasaan teknologi informasi.Dalam perencanaan pembangunan transportasi darat, pemanfaatan data base dengan menggunakan teknologi informasi berbasis GIS (Geografic Information Sistem) sangat diperlukan. Pada tingkat operasional guna mengatasi permasalahan lalu lintas di tingkat lokal maka penerapan Program Aplikasi Pengendalian Lalu Lintas seperti ATCS/ITCS (Area Traffic Control System/Integrated Traffic Control System), ITS ( Intelegent Transport System), sedangkan ditingkat regional dan nasional pengembangan Transportation Management Centre (TMC) merupakan salah satu solusi terbaik dari sistem teknologi informasi yang dapat dikembangkan. Selain daripada itu dalam rangka melayani kebutuhan informasi transportasi darat bagi masyarakat dan penerapan e-governance penggunaan website, call centre, sms centre merupakan media informasi yang efektif dan effisien sedangkan untuk kelancaran dan kemudahan pelayanan transportasi darat pengunaan smart card dimasa datang akan menjadi suatu kebutuhan. C. Pengertian e-ticketing E-ticketing atau electronic ticketing adalah suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper ticket. Semua informasi mengenai electronic......

Words: 2701 - Pages: 11

Free Essay

Keterbatasan Laporan Keuangan Pt Modern Internasional

...PT MODERN INTERNASIONAL Tbk Keterbatasan laporan keuangan PT Modern Internasional sebagai berikut: 1. Risiko Persaingan Perusahaan dan anak perusahaan menghadapi persaingan pasar terhadap produk-produk sejenis yang dipasarkan oleh perusahaan lainnya. Adapun saingan-saingan PT Modern Internasional terutama persaingan pada salah satu sektor bisnis nya yaitu 7-Eleven. Indomaret, Alfamart, dan Circle K merupakan saingan utama dalam mendapat pangsa pasar. Terutama pada Circle K yang juga merupakan convenience store yang juga menjual beberapa produk siap saji. Persaingan yang ketat dapat mengakibatkan menurunnya tingkat laba yang diperoleh dan berkurangnya sebagian pangsa pasar produk-produk perusahaan. Apalagi persaingan di Indonesia pada industri ritel telah berada pada situasi yang sangat ramai. Convenience store 7-Eleven merupakan bisnis ritel yang fokus pada produk makanan dan minuman siap saji. Sebagai pemain baru di bisnis ritel di Indonesia 7-Eleven harus bisa ikut bersaing dengan pemain – pemain yang sudah ada. Tapi, meskipun persaingan industri ritel di Indonesia saat ini sangat ketat, pemain baru seperti 7-Eleven telah menunjukkan perkembangan yang baik dan perusahaan juga optimis mampu bersaing karena gerai convenience store 7-Eleven yang menyajikan makanan dan minuman siap saji ini memiliki perbedaan dari lawan - lawannya. Salah satu produknya yang telah dikenal secara internasional yaitu Slurpee yang telah membuat sebuah tren baru dalam sebuah minuman.......

Words: 441 - Pages: 2

Free Essay

Contoh Hubungan Internasional

...PROYEK BADAN KERJASAMA PEMBANGUNAN INTERNASIONAL AUSTRALIA (AusAID) DI INDONESIA: PENDAPAT-PENDAPAT MASYARAKAT PENERIMA BANTUAN (Studi Kasus “Islamic Schools English Language Project” di Yayasan Pendidikan Al Maarif, Singosari, Jawa Timur) Penelitian Lapangan Oleh: Zoe Swinton Program ACICIS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2006 Judul Penelitian: Proyek Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Australia (AusAID) di Indonesia: Pendapat-pendapat Masyarakat Penerima Bantuan (Studi Kasus “Islamic Schools English Language Project” di Yayasan Pendidikan Al Maarif, Singosari, Jawa Timur) Nama Peneliti: Zoe Swinton Halaman Persembahan Tahun ini, di Indonesia, adalah pengalaman paling berharga untuk memperbaiki bahasa Indonesia dan juga pengalaman hidup saya. Saya sudah banyak belajar dari tahun ini, tidak hanya tentang orang-orang Indonesia dan bagaimana hidup di negara lain, tetapi juga tentang saya sendiri. Laporan ini adalah bagian penting dan menarik dalam pengalaman itu, dan juga bagian yang paling menantang. Saya sangat berterima kasih karena saya bisa melakukan semua ini. Dan saya sadar bahwa tanpa dorongan dan bantuan dari pihak-pihak tertentu, pengalaman dan laporan ini memang akan hampir tidak mungkin terjadi. Jadi, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada: -Yang terhormat Ayah dan Ibu karena selalu memberikan dorongan, baik spiritual maupun material sepanjang tahun ini. Tanpa Ayah dan Ibu, saya pasti tidak bisa......

Words: 14106 - Pages: 57

Free Essay

Trade Internasional

...Kata Pengantar Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan segala rahmat dan karunia-Nya sehingga Makalah ini berhasil diselesaikan , yang berjudul “PERDAGANGAN INTERNASIONAL”. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar ekonomi makro. Bahan makalah ini disusun berdasarkan data-data sekunder yang penulis himpun dari berbagaio sumber yang penulis rangkum kembali menjadi beberapa kajian penting berkaitan dengan materi pembahasan. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah memberikan kontribusi dalam proses penyelesaian makalah ini, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah yang bersangkutan atas bimbingan dan arahan dalam pembuatan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan maupun untuk meningkatkan taraf pengetahuan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karna itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk lebih menyempurnakan makalah ini. Akhir kata kami ucapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat. Penyusun Latar Belakang Masalah Dalam konteks perekonomian suatu negara, salah satu wacana yang menonjol adalah mengenai pertumbuhan ekonomi. Meskipun ada juga wacana lain mengenai pengangguran, inflasi atau kenaikan harga barang-barang secara bersamaan, kemiskinan, pemerataan pendapatan dan lain sebagainya. Pertumbuhan ekonomi menjadi penting dalam......

Words: 2742 - Pages: 11

Free Essay

Management

...untuk selalu membeli barang atau jasa sesuai dengan merek yang sedang booming. Salah satu contoh dari lifestyle yang sedang booming sekarang ini yaitu hadirnya suatu Fitness center . Kebutuhan terhadap pusat kebugaran (Fitness center) saat ini bukan sekedar untuk berolahraga saja (fit) tetapi lebih dari itu, yakni mencari Fit & Fun. Hal ini telah menjadi bagian dari gaya hidup yang dapat mencerminkan identitas masing – masing individu. Mereka biasanya tidak hanya melakukan latihan (exercise) fisik, namun juga menyegarkan mata dan perasaannya. Contohnya melalui hiburan musik, kafe, dan shopping dengan teman. Tak mengherankan, belakangan di sejumlah pusat belanja kelas atas di Jakarta bermunculan pusat kebugaran berjaringan Internasional yang mencoba memadukan aktivitas kebugaran dengan hiburan. Pada tahun 2004, Celebrity Fitness membuka pusat kebugaran yang memadukan urusan olah tubuh dengan hiburan musik dan film di Plaza Indonesia Entertainment Center (EX), Jakarta Pusat. Selain alat kebugaran, pusat kebugaran ini dilengkapi dengan kelas-kelas aerobik. Celebrity Fitness menawarkan konsep yang berbeda dengan pusat–pusat kebugaran lainnya yaitu dengan menggabungkan dua konsep, yaitu Fitness center dan shopping center. Penggabungan antara dua konsep inilah yang menjadikan 3 pusat kebugaran dapat hadir di tempat keramaian seperti Mal atau Shopping center yang juga mengarah pada lifestyle atau gaya hidup, Namun Celebrity Fitness sebagai first mover tidak......

Words: 2386 - Pages: 10

Premium Essay

Management

...Ref: Management , Seventh Edition By Stephen P. Robbins &Mary Coulter INTRODUCTION TO MANAGEMENT CONTENT Who Are Managers?  What Is Management?  Management Functions and Process  Management Role and Skills  How is the manager’s job changing?  Rewards and Challenges of Being a Manager  Summary  WHO ARE MANAGERS?     Someone who works with and through other people by coordinating their work activities in order to accomplish organizational goals Coordinating the work of a departmental group / supervising a single person Coordinating the work activities of a team composed of people from several different departments People outside the organization such as temporary employees or employees who work for the organization's suppliers. Levels of Management WHAT IS MANAGEMENT ?  The process of coordinating work activities so that they are completed efficiently and effectively with and through other people.  The process represents the ongoing functions or primary activities engaged in by managers.  These functions are typically labeled planning, organizing, leading, and controlling. (POLCA) EFFICIENCY AND EFFECTIVENESS Efficiency refers to getting the most output from the least amount of inputs.  Effectiveness is described as "doing the right things"  Efficiency (Means) Resource Usage Low Waste Effectiveness (Ends) Goal Attainment High Attainment Management Strives for ; Low Resource Waste (high efficiency) High Goal Attainment (high......

Words: 686 - Pages: 3

Free Essay

Samsung - Strategic Management

...karyawan. Samsung bersaing dengan jujur sesuai dengan etika bisnis dan undang-undang. Samsung mematuhi semua peraturan negara lain dan masyarakat regional, menghormati aturan persaingan pasar, dan bersaing dengan cara yang jujur. Samsung tidak mencari untung secara curang dengan melanggar hukum dan etika dagang yang buruk. Samsung tidak memberi maupun menerima pemberian kompensasi, suap, atau mentraktir orang saat melakukan aktivitas bisnis. Samsung menjaga akuntansi yang transparan melalui catatan akuntansi yang akurat. Samsung mencatat dan mengelola semua transaksi secara akurat untuk membuat semua pihak yang berkepentingan dengan jelas memahami aktivitas bisnis Samsung sesuai dengan standar akuntansi yang digunakan secara internasional, serta peraturan akuntansi setiap negara. Sesuai ketetapan hukum, Samsung bersikap transparan dalam hal informasi perusahaan dan aspek utama manajemen, seperti halnya perubahan keuangan di perusahaan. Samsung tidak melibatkan diri dalam urusan politik dan menjaga netralitas. Samsung menghormati hak-hak politik dan keputusan politik setiap orang, dan tidak melakukan aktivitas politik di perusahaan. Samsung tidak menggunakan dana, sumber daya manusia, fasilitas perusahaan, dll. untuk tujuan politik. 4 2. Samsung memelihara budaya organisasi yang bersih. Samsung memisahkan dengan ketat kehidupan pribadi dan umum setiap orang dari semua aktivitas bisnis. Jika terjadi konflik antara perusahaan dan orang, Samsung......

Words: 3350 - Pages: 14

Free Essay

Analisis Strategi Management Coach Inc

...perusahaan public yang ‬terdaftar ‭ ‬di Bursa ‭ ‬Efek ‭ ‬New York. ‭ ‬Pada tanggal 2 Juli ‭ ‬2011, ‭ ‬perusahaan ini telah beroperasi dilebih dari 20 negara dengan lebih dari 1.100 toko ritel dan sekitar 15.000 karyawan diseluruh dunia. Dari tahun 2001 hingga 2011 Coach meluncurkan serangkaian kegiatan untuk menguasai pasar asia dari merk lain dan juga mempercepat ekspansi ke eropa dengan bantuan mitrausaha di eropa ‭ ‬pada ‭ ‬tahun ‭ ‬2011. ‭ ‬Inovasi ‭ ‬yang ‭ ‬berkesinambungan ‭ ‬dan ‭ ‬harga ‭ ‬yang ‭ ‬terjangkai ‭ ‬adalah ‭ ‬2 kunci ‭ utama Coach ‭ ‬untuk melakukan ‭ ‬bisnis internasional. Selain ‭ ‬itu karena ‭ ‬jaringan multi channelnya, Coach Inc berhasil meningkatkan brand awareness di seluruh dunia. Sebagai emerging market, Cina telah menarik investasu lebih banyak dari beberapa perusahaan multinasional dalam beberapa tahun terakhir. Cina merupakan tempat yang ideal untuk investor internasional ‭ ‬karena ‭ ‬menawarkan ‭ ‬tenaga ‭ ‬kerja ‭ ‬yang ‭ ‬murah, ‭ ‬sumber ‭ ‬daya ‭ ‬alam ‭ ‬yang kaya, potensi pasar yang besar serta lingkungan politik dan ekonomi yang stabil. Coach ‭ ‬inc’s ‭ ‬merupakan ‭ ‬sebuah ‭ ‬perusahaan‭ ‭ ‬terkenal ‭ ‬yang ‭ ‬berbasis ‭ ‬di ‭ ‬AS ‭ ‬yang ‬ menyediakan barang bermerk yang terdiri dari tas, dompet, aksesoris pria dan wanita, pakaian luar, ‭ ‬syal, ‭ ‬parfum ‭ ‬dengan ‭ ‬harga ‭ ‬lebih ‭ ‬murah ‭ ‬dibandingkan ‭ ‬pesaingnya. ‭ ‬Perusahaan ‭‬ini mempunyai 2 prioritas strategy di tahun 2012 yaitu : untuk meningkatkan distribusi......

Words: 1104 - Pages: 5

Free Essay

Country Attractiveness (Manajemen Pemasaran Internasional)

...Manajemen Pemasaran Internasional Chapter 4 - Country Attractiveness Outline * Political risk factors * Environmental research * Stages in the Entry Evaluation Procedure * Data Bases for Country Evaluations * Sales Forecasting in Foreign Markets * Forecasting in early PLC markets * Forecasting in Mature Markets * Forecasting Market Shares * Takeaways Risiko politik Adalah bahaya bahwa pergolakan politik dan militer akan mengubah aturan ekonomi bangsa dan peraturan semalam Munculnya terorisme internasional adalah jenis baru dari risiko politik Sebagai pemerintah berubah dan rezim baru datang ke kekuasaan risiko politik bisa bersifat sementara Dimana indeks risiko tinggi , perencanaan skenario menjadi perlu Faktor risiko politik Level 1 : Ketidakstabilan umum Contoh : Perubahan, Serangan dari luar Level 2 : Perampasan / Pengambilan Contoh : Kewarganegaraan, pencabutan kontrak Level 3 : Operasional Contoh : Pembatasan import, aturan konten lokal, pajak, persyaratan ekspor Level 4 : Keuangan Contoh : Pembatasa pemulangan, tariff pertukaran Penelitian lingkungan Setelah risiko politik telah menganalisis faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran harus diteliti Di pasar lokal baru , pusat-pusat riset pasar yang paling berharga di determinan lingkungan yang sangat mendasar dari perilaku konsumsi dan membeli Untuk pemasaran tujuan penelitian itu adalah umum untuk membedakan antara empat dimensi lingkungan......

Words: 1132 - Pages: 5

Free Essay

Bisnis Internasional Aliansi Strategis Griffin

...bagian disiplin fungsi operasional perusahaan secara khusus, namun juga telah berkembang menjadi persoalan jaringan kerja yang sangat menentukan secara strategis. Oleh karenanya kualitas aliansi dari suatu jaringan kerja menjadi sesuatu yang sangat penting untuk dikelola menjadi strategic business discipline. Kemudian faktor kepercayaan dan komitmen lebih banyak didiskusikan dalam obyek hubungan diantara karyawan secara personal dalam lingkup satu perusahaan pada manajemen sumber daya manusia. Kualitas aliansi secara organisasi yang diantesedeni faktor komitmen dan kepercayaan lintas perusahaan relatif lebih banyak dibahas peneliti terdahulu. Sementara itu manajemen stratejik yang xvi menggunakan kerangka networking dalam supply chain management juga lebih banyak diteliti pada penelitian – penelitian terdahulu. Namun demikian keberhasilan dalam kemitraan tidak dapat diraih dengan secara mudah, dalam jurnal – jurnal yang ditulis oleh Parson (1999, p: 1), Johnson (1994, p: 4) dan Goh, Lau, Neo (1999. p: 15) disimpulkan bahwa suatu keberhasilan melalui kerjasama dicapai melalui peningkatan kinerja perusahaan yang dilandasi dengan hubungan yang baik. Lebih lanjut Parson (1999, p: 1), Johnson (1994, p: 14), menyimpulkan bahwa kualitas hubungan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan suatu hubungan kerjasama. Sasaran dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi lebih jauh kualitas strategi aliansi pembeli-pemasok dari perspektif pembeli dan untuk mengalamatkan pertanyaan......

Words: 16821 - Pages: 68