Free Essay

Internasional Management

In: Business and Management

Submitted By Hendrikco
Words 1532
Pages 7
TUGAS INDIVIDU
Management Internasional

Disusun Oleh:
HENDRIK PARDAMEAN
122111094

Magister Management
Pascasarjana Universitas Trisakti
2012

A. Sweatshop Code of Product
Sweatshop code of produk merupakan konotasi negatif untuk lingkungan pekerjaan yang sulit diterima dan berbahaya bagi karyawannya. Predikat Sweatshop diberikan kepada perusahaan yang mempekerjakan karyawannya dengan jam kerja sangat lama namun dengan kompensasi yang tidak sesuai, mempekerjakan anak dibawah umur, lingkungan pekerjaan yang amat berbahaya seperti mesin-mesin dan keadaan alam disekitarnya, tanpa adanya jaminan terhadap kecelakaan kerja yang jelas.

B. Hofstede's Intercultural Dimensions
Pada tahun 1983 Hofstede Melakukan analisis yang lebih menyeluruh tentang diversifikasi kultur. Analisis ini telah menyingkirkan perbedaan-perbedaan yang mungkin disebabkan oleh kebijakan atau praktik- praktik perusahaan sehingga adanya variasi yang ditemukan di antara negara- negara tersebut dapat dipercaya karena faktor-faktor kultur nasional ini. Dari studi ini, Hofstede dapat menyimpulkan adanya empat dimensi kultur nasional yang mempengaruhi para manajer dan karyawan negara yang bersangkutan, yaitu:
 Power Distance (Jarak kekuatan/kewenangan)
 Individualisme (Individualism)
 Penghindaran situasi yang meragukan (Uncertainty Avoidance)
 Masculinity (Maskulinitas)
a. Jarak Kekuatan atau Kewenangan
Pada dasamya manusia memiliki perbedaan kemampuan fisik dan intelektual, yang akhirnya dapat membedakan kekayaan dan kekuatan masyarakatnya. Jarak kekuatan atau kewenangan ini dijadikan ukuran sejauh mana masyarakat menerima kenyataan bahwa kekuatan atau kewenangan dalam sebuah institusi atau organisasi didistribusikan secara tidak merata. Masyarakat negara dengan jarak kekuatan yang tinggi akan menerima adanya perbedaan yang nyata dalam kekuatan atau kewenangan organisasi. Karyawan sangat menghargai mereka yang memegang jabatan dengan kewenangan tinggi.
Di sini gelar, jabatan, dan status seseorang dianggap penting. Oleh karenanya, dalam negosiasi dengan negara-negara yang menganut paham ini, dikirim delegasi yang bergelar, setidak-tidaknya dianggap setaraf atau bahkan melebihi mereka dalam bidang-bidang tertentu. Negara-negara yang bisa dimasukkan dalam kelompok ini adalah Venezuela, Filipina, dan India. Sebaliknya, masyarakat negara dengan jarak kekuatan yang rendah menekan ketidaksamaan/ketidakmerataan ini sebanyak mungkin. Atasan tetap memiliki kewenangan tetapi karyawan tidak perlu merasa kaku atau takut kepadanya. Denmark, Austria, dan Kanada termasuk dalam kelompok ini.

b. Individualisme
Individualisme dimaksudkan sebagai kultur nasional sebuah negara yang menggambarkan longgamya kerangka sosial masyarakat. Manusia dianggap lebih penting mengurus dirinya sendiri beserta anggota-anggota keluarganya yang dekat. Hal ini dimungkinkan karena besarnya kebebasan yang diberikan oleh masyarakat.
Kebalikannya, kolektivisme ditandai dengan ketatnya kerangka sosial masyarakat. Manusia mengharapkan orang lain bergabung dalam kelompok yang diminatinya (organisasi atau perusahaan) untuk mengurus dan melindungi mereka bila dalam kesulitan. Sebagai pertukaran perlindungan keamanan ini, mereka diharapkan untuk menunjukkan kesetiaan yang besar kepada kelompoknya. Rupanya derajat individualisme di sebuah negara tergantung pada kekayaan negara itu. Negara-negara kaya seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda lebih individualistik. Negara-negara miskin seperti Bangladesh, Pakistan, dan Kolombia lebih bersifat kolektif.
c. Penghindaran Situasi yang Meragukan
Kita hidup dalam dunia yang penuh ketidakpastian, sulit untuk menebak masa depan. Respons masyarakat terhadap ketidakpastian ini juga berbeda-beda. Sebagian masyarakat mensosialisasikan ketidakpastian ini dengan membuat konsep bersama yang bisa ditoleransi masyarakatnya sehingga mereka tidak merasa terancam. Cara-cara semacam ini termasuk penghindaran situasi yang meragukan dalam kadar rendah karena secara relatif masyarakat masih memiliki perasaan aman. Sebailiknya, negara-negara yang menggunakan cara-cara penghindaran situasi yang meragukan dengan kadar tinggi bisa menyebabkan kecemasan masyarakat, stres, dan agresivitas. Hal ini dikarenakan banyaknya aturan-aturan formal dan sedikitnya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan pendapat di masyarakat dengan alasan demi pendekatan keamanan. Tidak mengherankan kalau cara yang terakhir ini dapat memperkecil mobilitas kerja karena kebijakan mempekerjakan karyawan sepanjang hidup banyak dipraktikkan.
d. Maskulinitas
Kuantitas kehidupan sebagai karakteristik sebuah kultur nasional menggambarkan luasnya penilaian masyarakat terhadap kecukupan uang dan material lairmya. Di sisi lain, kualitas kehidupan sebagai karakteristik sebuah kultur nasional mengutamakan pentingnya hubungan antarmanusia, sensitivitas, dan adanya kesadaran tentang kesejahteraan orang lain di masyarakatnya. Tentu saja, banyak negara menganut kultur di antara keduanya. Di luar kerangka konsep Hofstede, di kebanyakan negara-negara Asia dan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, ada dimensi lain dan kultur nasionalnya, yaitu maskulinitas versus feminitas.
Wanita dianggap lebih baik mempersiapkan diri menjadi istri dan ibu yang baik. Berdasarkan konsep tersebut, timbul pemikiran yang stereotip dan diskriminatif dalam keluarga. Pendidikan formal anak laki-laki akan dibiayai setinggi-tingginya, sementara pendidikan formal buat anak perempuan akan diberhentikan bila kekurangan biaya. Kemudian perkawinan anak perempuan itu pun akan segera dipersiapkan. Hal tersebut tidak akan terjadi hanya bila keluarga tersebut cukup kaya untuk membiayai pendidikan formal putra-putrinya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa telah terjadi pemborosan negara karena terlalu banyak wanita yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga. Wanita yang berkarier pun masih menghadapi suasana dilematis karena masih kuatnya kultur yang melimpahkan tanggung jawab pekerjaan rumah tangga dan mendidik anak kepada istri/ibu. Tentu saja, bisa dimengerti terjadinya konflik internal di kalangan wanita karier antara keinginan untuk meningkatkan karier dengan keinginan untuk menjadi istri dan ibu yang baik. Belum lagi, kalau karier istri melebihi karier suami. Istri harus menghadapi kecemburuan suami yang kadang-kadang muncul dalam bentuk "kemarahan yang tidak jelas alasannya".
Jika menjadi manajer di tempat kerja, seorang wanita juga mungkin menghadapi penilaian yang dilematis untuk dihadapi
Diperlukan penelitian dengan desain yang kompleks (sound methodological research) untuk mengetahui sejauh mana fenomena ini masih berlangsung di. Indonesia. Penelitian itu dapat digunakan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan sejauh mana dampak dual carrier bagi para ibu dan sejauh mana dampak keputusan wanita karier yang memilih untuk tidak kawin terhadap berbagai aspek kehidupan karier dan pribadi.

C. Analisis Indonesia Hofstede's Intercultural Dimensions

Hofstede telah melakukan survei pada responden yang jumlahnya lebih dari 116.000 karyawan dalam sebuah perusahaan multinasional yang bekerja di 40 negara. Termasuk Indonesia dan beberapa negara-negara di Asia. Berikut ini adalah tabel yang menjelaskan nilai tiap dimensi kultural yang dikaji oleh Hofstede di negara-negara di Asia.
a. Jarak Kekuatan atau Kewenangan
Untuk dimensi ini Indonesia memiliki nilai 78 nilai ini cukup tinggi mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya, nilai ini menggambarkan bahwa di Indonesia kesenjangan sosial, struktur hierarki perusahaan dan ekonomi sangat jelas nampak pada segi kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan pola hidup konsumtif masyarakat Indonesia, dengan beragamnya struktur sosial, dan struktur ekonomi maka beragam pula permintaannya, hal ini yang menjadi peluang perusahaan-perusahaan besar banyak membuka cabangnya di Indonesia. Mereka menganggap bahwa Indonesia merupakan pasar besar yang potensial. Namun disisi lain dengan kondisi seperti ini masyarakat Indonesia menjadi rentan tersulut dengan masalah-masalah sosial yang terkesan diprovokasi, sehingga sering sekali masalah segelintir kelompok tertentu menjadi besar.
Beberapa negara yang sudah maju di Asia seperti Israel, Jepang, dan China memiliki nilai yang kecil, hal ini menggambarkan bahwa masyarakat di negara tersebut secara struktur sosial hampir tidak mencerminkan adanya kesenjangan dari sosial, budaya dan ekonomi dalam kegiatan sehari-hari.
b. Individualisme
Indonesia memiliki skor 14 untuk dimensi Individualisme, terkecil di Asia bersama dengan Pakistan, secara keseluruhan negara-negara di Asia memiliki skor Individualisme yang rendah jika dibandingkan dengan negara Amerika dengan skor 91, dan beberapa negara di eropa seperti Inggris dan Finlandia yang memiliki skor diatas 80.
Keanekaragaman sosial, ekonomi serta budaya di Indonesia ternyata tidak membuat dimensi Individualisme di Indonesia tinggi, hal ini memang sudah mengakar di masyarakat Indonesia hidup bersama dengan keanekaragaman, dengan budaya gotong royong yang masih menjadi gambaran sifat kolektifitas masyarakat.
c. Penghindaran Situasi yang Meragukan
Penghindaran situasi yang meragukan merupakan buah dari ketidakpastian yang melingkupi kehidupan masyarakat diberbagai negara. Pada dimensi ini Indonesia memiliki skor 48, nilai ini tidaklah terlalu besar maupun kecil jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia masih dapat menghindarkan ketidakpastian akan masa depan dengan cara-cara yang masih wajar. Keanekaragaman struktur sosial, ekonomi, serta beberapa masalah sosial yang terjadi ternyata tidak membuat masyarakat Indonesia menghindarkan dengan cara-cara yang ekstrim.
Hal ini mengidikasikan bahwa stabilitas nasional sebagai indikator iklim investasi di suatu negara khususnya di Indonesia masih tergolong baik, yaitu ketidakpastian masih bisa diatasi dengan baik. Dibeberapa negara di Asia dengan angka dimensi cukup ekstrim seperti Jepang dengan skor 92 menggambarkan bahwa ketidakpastian yang cukup tinggi dinegara tersebut yang disebabkan oleh bencana alam yang sering terjadi, serta kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat masyarakat Jepang menyikapi dengan hal yang tidak wajar, seperti dengan mengurangi tingkat mobilitas, pola konsumsi akan produk yang cukup tinggi. Sedangkan negara Singapura memiliki skor 8, nilai yang sangat rendah ini lebih disebabkan karena negara Singapura dengan jumlah penduduk yang sangat sedikit dan cenderung homogen dari sisi budaya cukup baik dalam mengatur segi kehidupannya, hal ini juga tercermin dari stabilitas keamanan dan ekonomi yang sangat baik dinegara ini.
d. Maskulinitas
Gambaran dimensi maskulinitas di Indonesia diberi nilai 46, nilai yang tergolong medium. Hal ini memberikan gambaran bahwa kualitas kehidupan masyarakat Indonesia belumlah baik, dari segi pendidikan masih banyak masyarakat pedesaan yang membeda-bedakan gender, seperti wanita tidak seharusnya memiliki pendidikan yang terlalu tinggi, meskipun masyarakat urban di Indonesia sudah banyak yang meninggalkan persepsi semacam itu. Dengan keadaan seperti itu maka dapat dikatakan bahwa kualitas kehidupan masyarakat di Indonesia tidaklah merata antara masyarakat rural (pedesaan) dan perkotaan (urban).
Sedangkan di Jepang negara maju yang memiliki angka dimensi maskulinitas yang sangat tinggi yaitu 95 menunjukkan bahwa kualitas kehidupan masyarakat ini sangat baik dan merata, tidak adalagi perbedaan gender, dan status untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Hal ini juga yang membuat Jepang menjadi negara yang cepat pulih pasca perang dunia ke II dan berbagai bencana alam yang menimpanya, motivasi untuk medapat kehidupan yang berkualitas cukup tinggi dimiliki oleh masyarakatnya.

Similar Documents

Premium Essay

Chapter 9 Pti

...RANGKUMAN PTI Chapter 9 System Development and Project Management : Corporate Responsibility Disusun Oleh: Nadira Ayukalanta 1406535181 Novita Adelia 1406535194 Arsya Rimala Arief 1406570291 Suha Butari 1406535566 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2015 THE SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE Terdapat beberapa kata kunci sebelum membahas mengenai pengembangan software, * Legacy system adalah sistem lama yang cepat pendekatannya atau melampui akhir masa pakainya dalam sebuah organisasi. * Conversion adalah proses mengirimkan informasi dari legacy system ke sistem yang baru. * Software customization memodifikasi software untuk memenuhi persyaratan pengguna atau bisnis tertentu. * Off-the-shelf application software mendukung proses bisnis umum dan tidak membutuhkan persyaratan software customization tertentu untuk memenuhi kebutuhan organisasi. * System development life cycle (SDLC) adalah proses keseluruhan dalam pengembangan sistem informasi dari tahapan perencanaan dan analisis hingga implemantasi dan perawatan. * SDLC melalui 7 tahapan dalam prosesnya, yaitu: * Proses SLDC Phase 1: Planning Fase ini membangun rencana tingkat tinggi untuk proyek yang diinginkan dan menentukan tujuan proyek. Planning adalah fase pertama dan terpenting dalam usaha pengembangan sistem. Change agent adalah orang atau kejadian yang bersifat sebagai katalisator untuk mengimplementasikan perubahan besar dari sebuah sistem untuk mengikuti......

Words: 2969 - Pages: 12

Premium Essay

Crm in Banking Industry

...RELATIONSHIP MANAGEMENT | CRM IN BANKING INDUSTRY | Submitted by- Kartikeya Vairagare 046 laxita Chauhan 048 Manvendra Gautam 050 Mohit dave 053 Pranit Bhagat 055 Piyush Shende 057 Shambhavi Singh 078 | Introduction In recent time, we has witnessed that the World Economy is passing through some intricate circumstances as bankruptcy of banking & financial institutions, debt crisis in major economies of the world and euro zone crisis. The scenario has become very uncertain causing recession in major economies like US and Europe. This poses some serious questions about the survival, growth and maintaining the sustainable development. However, amidst all this turmoil India’s Banking Industry has been amongst the few to maintain resilience. The tempo of development for the Indian banking industry has been remarkable over the past decade. It is evident from the higher pace of credit expansion, expanding profitability and productivity similar to banks in developed markets, lower incidence of non- performing assets and focus on financial inclusion have contributed to making Indian banking vibrant and strong. Indian banks have begun to revise their growth approach and re-evaluate the prospects on hand to keep the economy rolling. 1. HISTORICAL BACKGROUND Bank of Hindustan was set up in 1870; it was the earliest Indian Bank. Later, three presidency banks under......

Words: 12208 - Pages: 49

Free Essay

Recruitment, Selection and Employment of Managers for Foreign Assignments (Indonesian)

...para calon karyawan atau pelamar yang mampu untuk melamar sebagai karyawan. Seleksi menurut Bohlander dan Snell merupakan suatu proses memilih individu yang memiliki kualifikasi yang relevan untuk mengisi lowongan pekerjaan yang sudah ada atau yang diproyeksikan. Sedangkan menurut Handoko (2012), seleksi merupakan suatu kegiatan dalam manajemen sumber daya manusia yang dilakukan setelah proses rekrutmen selesai dilaksanakan untuk menentukan siapa yang paling tepat mengisi lowongan pekerjaan atau lowongan jabatan yang ditawarkan. Di era global seperti sekarang ini, kegiatan manajemen sumber daya manusia tidak lagi terbatas hanya di dalam satu Negara, melainkan sudah semakin meluas atau biasa disebut dengan manajemen sumber daya manusia internasional (IHRM). Hal tersebut berarti semakin menambah tantangan yang akan dihadapi manajemen sumber daya manusia, dalam konteks ini yang dimaksud adalah proses rekrutmen dan seleksi. Banyak faktor yang nantinya akan mempengaruhi proses rekrutmen dan seleksi SDM asing atau biasa disebut dengan ekspatriat, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ekspatriat memiliki arti sebagai tenaga kerja asing. Faktor yang paling nyata akan mempengaruhi proses rekrutmen adan seleksi ekspatriat adalah perbedaan budaya (culture), karena...

Words: 1605 - Pages: 7

Free Essay

Global Financial

...THE GLOBAL FINANCIAL CRISIS AND DEVELOPMENT Implication for the Entrepreneurial Economy Dunia mengalami krisis global di akhir tahun 2008. Namun apa dampak yang terjadi dua tahun kemudian? Beberapa kejadian seperti kejutan dari neagra berkembang, global financial architecture (GFA) karena banyak peraturan-peraturan di bidang keuangan diperbaiki turut mewarnai dampak dari krisis serta perubahan perilaku penguasa dan manajemen perusahaan. A Brief History of the Crisis Pada tahun 2007 terjadi lonjakan pertumbuhan dari mortgage loan di US. Peningkatan tersebut diiringi dengan peningkatan harga rumah dan semakin lemahnya aturan kehati-hatian dalam memberikan mortgage loan tersebut. Lender semakin berani memberikan pinjaman subprime tersebut karena investment bank membeli kredit tersebut dan menggabungkannya menjadi sebuah instrument keuangan yang dinamakan collateralized debt obligations (CDO). Kemudian investment bank menjual CDO tersebut kepada investor dengan peringkat AAA. Permasalahan terjadi ketika terjadi gagal bayar oleh debitur mortage loan sehingga banyak sekali rumah yang disita dan suku bunga terus naik. Akibatnya CDO juga mengalami gagal bayar dan merugikan banyak investor. Akhirnya pada tahun 2008, banyak perusahaan keuangan yang ditutup dan dijual seperti Fannie Mae, Freddie Mac (mortgage lender terbesar) dan Lehman Brothers (salah satu investment bank terbesar). Kejadian tersebut membuat harga rumah langsung menurun, harga minyak dunia......

Words: 1101 - Pages: 5

Free Essay

Business and Organization Seminars

...INTERNATIONAL MANAGEMENT IN GARUDA INDONESIA Membahas Manajemen internasional akan mendiskusikan interaksi sosial diantara orang multi etnik dan organisasi dalam era globalisasi dan teknologi informasi untuk lebih memenuhi kebutuhan individu, grup, organisasi dalam pemahaman yang lebih luas. Lecture on international will discuss social interaction among multi ethnic people and organization within globalization era and information technology to further meet individual need, group, organization in broader understanding. Managemen dalam semua kegiatan bisnis dan aktivitas organisasi kegiatan mendapatkan orang bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan dan obyek yang diinginkan menggunakan segala sumber daya secara efisien dan efektif. Managemen terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, kepemimpinan, pengarahan, dan pengawasan suatu organisasi (sebuah grup yang terdiri dari satu atau lebih orang atau perusahaan) Sejak organisasi dapat dipandang sebagai system, managemen dapat didefinisikan sebagai kegiatan manusia, termasuk mendesain, untuk memfasilitasi produksi hasil yang berguna dari sistem Since organization can be viewed as system, management can be defined as human action, including design, to facilitate Three of rule management is managing business, managing managers, managing workers and work. Tiga Peran manajemen ada 3 yaitu mengelola bisnis, mengelola manajer, mengelola pekerja dan pekerjaan Unsur-unsur umum/aspek-aspek pokok proses MBO yang......

Words: 1212 - Pages: 5

Free Essay

Tiffany & Co

...barang – barang mewah yang berpusat di 727 Fifth Avenue, New York City, USA 10022. Saat ini Tiffany & Co adalah perusahaan internasional yang bergerak di bidang retail, design, manufaktur dan distributor barang – barang luxury seperti perhiasan terutama berlian tetapi kemudian memperluas produk line mereka ke arah jam tangan, china ( barang pecah belah ), kristal, silverware, dan barang mewah lainnya. Pada tahun 1979, Tiffany & Co diambil alih oleh Avon Products, Inc dengan harga sekitar $ 104 juta dalam bentuk saham yang kemudian memperluas pangsa pasar Tiffany kearah pasar menengah yang lebih besar dari sebelumnya. Strategi diversifikasi ini menyebabkan kenaikan penjualan dari $ 84 juta pada tahun 1979 menjadi $ 124 juta pada tahun 1983 dan selain itu terjadi juga kenaikan biaya operasional dari 34% pada tahun 1978 menjadi 43% pada tahun 1983. Pada bulan Agustus 1984, Avon berencana untuk menjual Tiffany, dan tawaran paling menarik datang dari management Tiffany sendiri yang setuju untuk membeli kembali saham Tiffany dan gedung pertokoan Fifth Avenue dengan harga $ 135.5 juta. Pembelian dengan LBO ( leveraged buy out ) dimana semua equity dibagi ke 3 investor group yaitu 20% dimiliki oleh management, 49.8% dimiliki oleh Investcorp, the Bahrain and London , dan 25.7% dimiliki oleh General Electric Credit Corporation ( GECC ). Pada tahun 1987, Management menawarkan saham Tiffany ke public dengan harga $ 15 per saham dan pada tahun 1989 Mitsukoshi membeli 1,5 juta saham......

Words: 1009 - Pages: 5

Free Essay

Analisis Strategi Management Coach Inc

...perusahaan public yang ‬terdaftar ‭ ‬di Bursa ‭ ‬Efek ‭ ‬New York. ‭ ‬Pada tanggal 2 Juli ‭ ‬2011, ‭ ‬perusahaan ini telah beroperasi dilebih dari 20 negara dengan lebih dari 1.100 toko ritel dan sekitar 15.000 karyawan diseluruh dunia. Dari tahun 2001 hingga 2011 Coach meluncurkan serangkaian kegiatan untuk menguasai pasar asia dari merk lain dan juga mempercepat ekspansi ke eropa dengan bantuan mitrausaha di eropa ‭ ‬pada ‭ ‬tahun ‭ ‬2011. ‭ ‬Inovasi ‭ ‬yang ‭ ‬berkesinambungan ‭ ‬dan ‭ ‬harga ‭ ‬yang ‭ ‬terjangkai ‭ ‬adalah ‭ ‬2 kunci ‭ utama Coach ‭ ‬untuk melakukan ‭ ‬bisnis internasional. Selain ‭ ‬itu karena ‭ ‬jaringan multi channelnya, Coach Inc berhasil meningkatkan brand awareness di seluruh dunia. Sebagai emerging market, Cina telah menarik investasu lebih banyak dari beberapa perusahaan multinasional dalam beberapa tahun terakhir. Cina merupakan tempat yang ideal untuk investor internasional ‭ ‬karena ‭ ‬menawarkan ‭ ‬tenaga ‭ ‬kerja ‭ ‬yang ‭ ‬murah, ‭ ‬sumber ‭ ‬daya ‭ ‬alam ‭ ‬yang kaya, potensi pasar yang besar serta lingkungan politik dan ekonomi yang stabil. Coach ‭ ‬inc’s ‭ ‬merupakan ‭ ‬sebuah ‭ ‬perusahaan‭ ‭ ‬terkenal...

Words: 1104 - Pages: 5

Free Essay

See What

...menarik. Perbaikan website Sew What ini menjadikan perusahaan tersebut semakin berkembang dengan konsumen di seluruh dunia seperti rock international, Gucci dan majalah Rolling Stone sehingga mengalami kemajuan yang pesat. Berikut adalah tampilan mengenai website yang telah dikembangkan oleh Sew What?inc. dengan alamat : www.sewwhatinc.com. [pic] B. Pertanyaan Studi Kasus 1. Bagaimana Teknologi Informasi berkontribusi ke kesuksesan bisnis Sew What? Inc. Berikan beberapa contoh dari kasus ini mengenai nilai bisnis teknologi informasi yang menunjukkan kesimpulan ini Jawab : Pemanfaatan teknologi informasi yang dilakukan oleh Megan Duckett telah membawa bisnisnya menjadi perusahaan yang kredibel di kalangan internasional dengan menangani proyek-proyek yang dengan skala besar. Langkah tersebut menjadi...

Words: 1369 - Pages: 6

Free Essay

Perkembangan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia Menuju International Financial Reporting Standards

...PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS Rindu Rika Gamayuni ABSTRACT The Indonesian Financial Accounting Standards needs to adopt IFRS, so that the Indonesian financial reports can be accepted globally and the Indonesian companies are able to enter the global competition to attract the international investors. Currently, the adoption by Indonesian PSAK is in the form of harmonization, which means partial adoption. However, Indonesian is planning to fully adopt the IFRS by 2012. Such an adoption will be mandatory for listed and multinational companies. The decision as to whether Indonesia will fully adopt the IFRS or partly adopt for harmonization purposes needs to be considered carefully. Full adoption of IFRS will enhance the reliability and comparability of the financial reports internationally. However, it may contradict the Indonesian tax systems and other economic and political situations. If Indonesia were to adopt fully the IFRS by 2012, the challenges are faced firstly by the academic society and the companies. The curriculum, syllabi, and literature need to be adjusted to accommodate the changes. These will take considerable time and efforts due to the many aspects related to the changes. Adjustments also need to be done by corporations or organizations, particularly those with international transactions and interactions. Full adoption also means the changing of accounting principles that has......

Words: 4353 - Pages: 18

Free Essay

Simulasi Penilaian Kinerja Portofolio Saham Menggunakan Microsoft Excel

...SIMULASI PENILAIAN KINERJA PORTOFOLIO SAHAMMENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | OLEH : | BASITH AHMAD AGUSTA (1306418865) | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | PROGRAM PASCASARJANA ILMU MANAJEMEN | FAKULTAS EKONOMI | UNIVERSITAS INDONESIA | DEPOK | 2013 | PENDAHULUAN TUJUAN Pada penulisan makalah ini penulis akan mennyajikan simulasi mekanisme dasar perhitungan portofolio. Data yang digunakan adalah data yang berasal dari Pasar Modal Indonesia (kode:idx). Diplih ada 6 saham LQ45 yang diperkirakan memiliki jumlah transaksi yang aktif (likuid) Selain itu pemilihan saham-saham LQ45 diukarenakan ketersediaan data yang lengkap, akurat dan mudah didapatkan. Digunakan juga Index pasar IHSG guna menghitung Korelasi antara masing-masing saham dengan kondisi pasar. Kondisi pasar dapat diasumsikan tersirat pada harga Index IHSG TEORI PENDUKUNG 1. Return Measures Dengan asumsi tidak ada tambahan dana investasi atau pinjaman selama periode evaluasi,perubahan dalam investor’s total wealth selama periode evaluasi adalah: r = (Pt – Pt-1)/Pt di mana : V0 = nilai awal portofolio V1 = nilai akhir portofolio Penggunaan istilah Hoding Period Retun juga dipergunakan pada beberapa referensi......

Words: 1174 - Pages: 5

Premium Essay

Fafa

...PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. dan anak perusahaan/and subsidiaries Laporan keuangan konsolidasi beserta laporan auditor independen tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008/ Consolidated financial statements with independent auditors’ report years ended December 31, 2010, 2009 and 2008 The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language. PT INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 PT INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL Tbk. AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS WITH INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT YEARS ENDED DECEMBER 31, 2010, 2009 AND 2008 Daftar Isi Table of Contents Halaman/ Page Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report Neraca Konsolidasi …………………………………… 1-4 ………………………....Consolidated Balance Sheets Laporan Laba Rugi Konsolidasi …………………….. 5-6 ………………… Consolidated Statements of Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi ………….. 7-8 ……. Consolidated Statements of Changes in Equity Laporan Arus Kas Konsolidasi ……………………… 9-10 …………….Consolidated Statements of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi …….. 11-214 ……Notes to the Consolidated Financial Statements *************************** The original consolidated financial......

Words: 128564 - Pages: 515

Free Essay

Exporting, Importing, and Countertrade

...PENGEKSPORAN, PENGIMPORAN, DAN IMBAL DAGANG DISUSUN OLEH: Mutia Putri Ayu R. 135020200111019 Karlina Siti F. 135020200111071 Rista Amalia J. 135020207111010 Anggie Rena S. 135020207111012 Anindya Kusuma M. 135020207111016 Pangraetha Meydhawani A. 135020207111024 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya 2015 I. PENDAHULUAN Meskipun kita menerima begitu saja bahwa banyak bisnis besar mengekspor atau memproduksi di luar negeri, beberapa usaha kecil juga melakukan hal serupa dengan manfaat yang besar. Volume kegiatan ekspor dalam perekonomian dunia meningkat karena ekspor menjadi lebih mudah. Pada saat yang sama, komunikasi modern dan teknologi transportasi yang semakin canggih telah meringankan masalah logistik yang terkait dengan pengeksporan. Di sisi lain, pengeksporan tetap menjadi tantangan bagi banyak perusahaan. Perusahaan yang ingin mengekspor harus mengidentifikasi peluang pasar asing, menghindari sejumlah masalah tak terduga yang sering dikaitkan dengan melakukan bisnis di pasar asing, membiasakan diri dengan mekanisme pembiayaan ekspor dan impor, dimana bisa mendapatkan pembiayaan dan asuransi kredit ekspor, dan belajar bagaimana harus berurusan dengan risiko nilai tukar. Mengatur pembayaran untuk ekspor ke negara – negara dengan mata uang yang lemah dapat menjadi masalah. Hal ini membawa kita ke topik perdagangan, dimana pembayaran untuk ekspor diterima dalam barang dan jasa sebagai pengganti uang. ...

Words: 4128 - Pages: 17

Free Essay

Coach Inc in 2012

...TOPIKAL PAPERStrategic Management Strategic Management Chapter 4 Evaluating a Company’s Resources, Capabilities and CompetitivenessCoach Inc. in 2012: Its Strategy in the ”Accessible” Luxury Goods MarketPengajar: Dr. Herris Simandjuntak, MM Mulyadi 13/361034/PEK/19234 EKSEKUTIF B ANGKATAN 27 C PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA JAKARTA 2015 | Latar Belakang Pertama kali Coach didirikan pada tahun 1941, sebagai perusahaan keluarga manufaktur untuk barang kulit. Seiring waktu Coach menjadi diakui sebagai merek premium yang menyediakan barang-barang kulit kualitas unggul dalam gaya klasik, hingga di tahun 1980 dibuka toko Coach eksklusif. Coach dijual ke Sara Lee pada tahun 1985 dan mengalami peningkatan yang pesat. Portofolio produk Coach diperluas bukan hanya tas kulit namun mencakup, aksesoris, bagasi dan tas kerja dan banyak toko Coach eksklusif dan butik dibuka. Pada 1980-an sudah ada 12 toko Coach eksklusif serta sekitar 50 butik yang menjual produk Coach dalam department store. Seiring waktu Coach tertinggal pesaingnya dalam hal trendiness dan penjualan pun mulai menurun, pada tahun 1996 Reed Krakoff bergabung dengan Coach sebagai new creative director dan ia berperan dalam membuat posisi Coach sebagai 'brand`` mewah yang mudah didapatkan. Harga adalah sumber keunggulan kompetitif Coach di merek pasar mewah, secara kualitas dan gaya tetap bersaing namun harga 50% atau lebih dibanding pesaing. Pada......

Words: 1333 - Pages: 6

Free Essay

Brp Msdm 2015

...Muhammad Jodie Ariandano 2. Tujuan dan Sasaran Tujuan Mata ajar ini berfokus pada pemahaman dasar konsep dan teknik manajemen SDM. Mata ajar ini akan menyoroti aplikasi praktis yang dapat digunakan untuk menangani kegiatan rutin terkait pengelolaan SDM, serta perencanaan personil dan kontribusinya. Isu yang dibahas meliputi rekrutmen, penempatan, pelatihan dan pengembangan, kompensasi serta relationship dengan pegawai dan keamanan karyawan. Sasaran Pada akhir mata ajar ini, mahasiswa akan memiliki pemahaman tentang:  Aspek Internasional Human Capital Management (HCM)  Pelaksanaan HCM  Manajemen Proyek HCM  Konfigurasi HCM 3. Buku Rujukan dan Pokok Bahasan Buku Rujukan [1] Dessler, Gary, Human Resource Management, 13th Edition , Pearson, England, 2013. [2] Michael Amstrong, A Handbook of Human Resources Management Practice, Kogan Page, 2003. [3] Dennis M. Daley, Strategic Human Resource Management, Prentice-Hall, 2002. [4] Alfred J Walker, Handbook of HRIS, Reshaping the Human Resource Function with Technology, Mc Graw Hill Inc., 1993. Pokok Bahasan No Pokok Bahasan 1 Introduction to HRM Subpokok Bahasan Role of HRM in organization and business Balanced Scorecard and HR scorecard 2 Role of HRIS in a corporation...

Words: 1061 - Pages: 5

Free Essay

Studi Kasus Virtual Team

...kondisi di masa lalu dimana team selalu bekerja bertatap muka dalam satu tempat kerja yang disepakati. Saat ini telah banyak organisasi bisnis yang mendistribusikan produknya secara internasional dan melakukan kerjasama dalam memproses produk dalam skala internasional dengan lokasi yang berbeda-beda di berbagai negara dalam pengerjaan komponennya. Seperti dalam kasus “Building a Stealth Fighter with virtual teams”, dimana ada kontraktor pertahanan, Lockheed Martin, mendapatkan mega proyek untuk membuat model baru pesawat siluman. Dalam rencana pengerjaannya, lebih dari 80 pemasok akan bekerja di 187 lokasi diseluruh dunia untuk mendesain dan membangun komponen-komponen dari pesawat tempur siluman ini. 75 anggota grup teknologi di divisi aeronautics milik Lockhed akan menghubungkan pemasok bersama dengan angkatan udara, laut, dan darat amerika serikat, menuju departemen pertahanan inggris untuk memantau perkembangan dan melakukan perubahan produksi dan desain ditengah-tengah proses jika diperlukan. Secara keseluruhan, individu-individu bekerja pada lebih dari 40.000 pusat komputer yang akan bekerja sama untuk bisa menghasilkan pesawat terbang siluman hanya dalam kurun waktu 4 tahun. Inilah salah satu contoh model virtual teams dimana team bekerja bekerja baik dalam skala nasional maupun internasional. Mereka menggunakan teknologi dalam berkomunikasi seperti menggunakan metode shared document, papan tulis elektronik dimana mereka bisa menggambar design atau chart dan......

Words: 2101 - Pages: 9