Free Essay

Kasus Materialitas

In: Other Topics

Submitted By lemisushmita
Words 579
Pages 3
PENGAUDITAN I
KASUS MATERIALITAS

OLEH
KELOMPOK 9
NI LUH LEMI SUSHMITA DEVI 1206305091
LUH YULISKAYANI 1206305098
LUH WULAN PERMATASARI 1206305163
PUTU AYU AGNES VERIANA 1206305178

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2014

KASUS 7-31
Berikut ini adalah enam situasi yang melibatkan model risiko audit sebagaimana digunakan untuk perencanaan persyaratan bukti audit dalam audit persediaan.
SituasiRisiko123456Risiko audit yang dapat diterimaTinggiRendahTinggiRendahTinggiSedangRisiko bawaanTinggiRendahRendahTinggiSedangSedangRisiko pengendalianRendahTinggiRendahTinggiSedangSedangRisiko deteksi yang direncanakan−−−−−−Bukti direncanakan−−−−−−
Diminta :
Jelaskan arti rendah, sedang, tinggi untuk setiap empat risiko dan bukti direncanakan.
Isi bagian kosong untuk risiko deteksi direncanakan dan bukti direncanakan menggunakan istilah rendah, sedang, atau tinggi
Jelaskan dampak dari bukti direncanakan (meningkat atau menurun) dari mengubah setiap lima factor berikut ini, ketiga hal lainnya tetap tidak berubah.
Sebuah peningkatan dalam risiko audit yang diterima
Sebuah peningkatan dalam risiko pengendalian
Sebuah peningkatan dalam risiko deteksi direncanakan
Sebuah peningkatan dalam risiko bawaan
Sebuah peningkatan dalam risiko bawaan dan sebuah penurunan dalam risiko pengendalian dengan jumlah yang sama.

Jawab :
Semakin kecil risiko bawaan dan risiko pengendalian yang diyakini oleh auditor, semakin besar risiko deteksi yang dapat diterima. Sebaliknya, semakin besar adanya risiko bawaan dan risiko pengendalian yang diyakini oleh auditor, semakin kecil tingkat risiko deteksi yang dapat diterima. Sedangkan, adanya risiko bawaan dan risiko pengendalian yang tidak terlalu tinggi atau tidak terlalu rendah yang diyakini oleh auditor, maka risiko deteksi yang dapat diterima adalah sedang.

Mengisi bagian yang kosong :
SituasiRisiko123456Risiko audit yang dapat diterimaTinggiRendahTinggiRendahTinggiSedangRisiko bawaanTinggiRendahRendahTinggiSedangSedangRisiko pengendalianRendahTinggiRendahTinggiSedangSedangRisiko deteksi yang direncanakanTinggiSedangRendahSedangSedangSedangBukti direncanakanRendahSedangTinggiSedangSedangSedang
Dampak dari bukti direncanakan terhadap :
Sebuah peningkatan dalam risiko audit yang diterima
Ketika auditor memutuskan untuk menetapkan suatu tingkat resiko akseptibilitas audit yang lebih rendah, hal tersebut berarti bahwa auditor ingin memperoleh tingkat keyakinan yang lebih tinggi bahwa laporan keuangan tidak mengandung salah saji yang material. Begitu sebaliknya, jika memutuskan untuk menetapkan suatu tingkat resiko akseptibilitas audit yang lebih tinggi, hal tersebut berarti bahwa auditor ingin memperoleh tingkat keyakinan yang lebih rendah bahwa laporan keuangan tidak mengandung salah saji yang material. Resiko nol berarti yakin sekali, dan suatu tingkat resiko sebesar 100 persen berarti benar-benar tidak yakin.
Sebuah peningkatan dalam risiko pengendalian
Semakin banyak salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi dengan tepat waktu oleh pengadilan intern entitas. Pengendalian intern yang efektif atas suatu asersi akan mengurangi risiko pengendalian, sementara pengendalian internyang tidak efektif meningkatkan risiko pengendalian
Sebuah peningkatan dalam risiko deteksi direncanakan
Risiko ini tergantung pada ketiga faktor lainnya yang terdapat dalam model. Risiko deteksi direncakan hanya akan berubah jika auditor melakukan perubahan pada salah satu dari ketiga faktor lainnya tersebut. Jika nilai risiko deteksi terencana berkurang, maka auditor harus mengumpulkan lebih banyak bukti audit untuk mencapai nilai risiko deteksi yang berkurang. Jadi, dikarenakan ketiga hal lainnya tetap tidak berubah, maka risiko deteksi direncanakan akan tetap meningkat. Dan auditor tidak perlu untuk mengumpulkan labih banyak bukti audit untuk mencapai nilai risiko deteksi.
Sebuah peningkatan dalam risiko bawaan
Semakin meningkatnya bukti audit yang diperlukan untuk suatu tingkat risiko interen yang lebih tinggi dalam suatu area audit tertentu, merupakan hal yang umum dilakukan pula untuk menugaskan staf yang telah memiliki lebih banyak pengalaman untuk melakukan audit pada area tersebut serta melakukan riview yang lebih mendalam pada kertas kerja yang telah selesai dibuat
Sebuah peningkatan dalam risiko bawaan dan sebuah penurunan dalam risiko pengendalian dengan jumlah yang sama.
Dampaknya yaitu meningkatnya kesulitan dalam mengaudit rekening atau transaksi, keterikatan dengan persoalan akuntansi yang rumit dan menjadi bahan perdebatan, dan kerentanan terhadap kemungkinan terjadinya kesalahan yang tinggi, kompleksitas perhitungan, dan pengendalian bisa menjadi tidak efektif pada saat-saat tertentu karena kesalahan manusia misalnya ketidaktelitian atau karena kelelahan.

Similar Documents

Free Essay

Jawaban Case 5.3 Nort Face

...melaksanakan skeptisisme profesional , ketika mempertimbangkan kemungkinan bahwa salah saji material karena kecurangan bisa hadir ( AU Bagian 316 ) . 2. Haruskah auditor melakukan pengukuran eksplisit untuk mencegah klien mereka yang melakukan penjelajahan dan ingin tahu tentang ambang batas materialitas yang akan digunakan pada audit individu ? Auditor harus merancang dan melaksanakan prosedur audit dengan cara yang membahas resiko yang dinilai dari salah saji material untuk setiap pernyataan yang relevan dari masing-masing akun yang signifikan dan pengungkapan . Dalam kasus kami , auditor tidak harus menyadari ambang materialitas . Juga , auditor tidak boleh mengungkapkan tingkat materialitas untuk klien mereka . Untuk bagian kedua dari pertanyaan , itu tidak layak karena informasi ini tidak bertanggung jauh dari klien . Deloitte mungkin telah meningkatkan pengujian substantif yang diberikan transaksi barter Crawford . 3. Identifikasikan prinsip umum atau panduan yang mengatur ketika perusahaan tidak mencantumkan catatan tentang pendapatan. Bagaimana prinsip tersebut menanggapi transaksi barter sebesar $ 7,8 juta dan 2 pihak konsinyasi penjualan yang ada pada kasus ini? FASB Konsep Pernyataan No 5 " Pengakuan Pengukuran dalam Laporan Keuangan Badan Usaha " dan PSAK No. 48 " Pengakuan Pendapatan Ketika Hak Kembali Exists " pedoman yang menentukan ketika perusahaan berhak untuk merekam pendapatan . Dua pelanggan tidak......

Words: 405 - Pages: 2

Free Essay

Tesco Fraud

...masa depan dan untuk meningkatkan value dari customers dan shareholders. Tantangan yang dihadapi perusahaan semakin besar dan persaingan antar industri retail semakin ketat. Sir Terry Leahy, mantan Chief Executive Tesco menyatakan bahwa Tesco telah kehilangan reputasinya sebagai retailer dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan pesaingnya. Hilangnya reputasi tersebut sangat berpengaruh bagi Tesco karena sekarang Asda, pesaing Tesco menawarkan harga rata-rata 6% lebih rendah. Praktek akuntansi yang tidak sesuai dengan standar ini telah dilakukan oleh Tesco selama beberapa tahun kebelakang. PwC, yang telah menjadi auditor Tesco selama 31 tahun, tidak dapat menemukan kejanggalan tersebut dan tidak bisa memberikan komentar terkait kasus yang terjadi dengan alasan client confidentiality. Kaitan Tiga Butir Laporan Audit PwC dengan Audit Investigatif Deloitte 1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tesco Apabila melihat opini wajar tanpa pengecualian dari PwC terhadap laporan keuangan Tesco, dapat dikatakan bahwa PwC tidak menjalankan proses audit seperti yang seharusnya. Dimana pengertian proses audit adalah: The audit process is a search for evidence to form an opinion, based on a whole series of conclusions with regard to: * accuracy and dependability of the accounting records; * validity of figures in financial statements; * compliance with legislation and accounting and reporting standards. Kemudian, opini dari PwC itu sendiri......

Words: 1462 - Pages: 6

Premium Essay

Purpose of Financial Statement

...dapat ditingkatkan dengan menampilkan informasi tentang transaksi dan peristiwa masa lalu. Misalnya, nilai prediktif laporan laba rugi dapat ditingkatkan kalau pos-pos penghasilan atau beban yang tidak biasa, abnormal dan jarang terjadi diungkapkan secara terpisah. Azas Materialitas. Relevansi informasi dipengaruhi oleh hakekat dan materialitasnya. Dalam beberapa kasus, hakekat informasi saja sudah cukup untuk menentukan relevansinya. Misalnya, pelaporan suatu segmen baru dapat mempengaruhi penilaian risiko dan peluang yang dihadapi organisasi tanpa mempertimbangkan materialitas dari hasil yang dicapai segmen baru tersebut dalam periode pelaporan. Dalam kasus lain, baik hakekat maupun materialitas dipandang penting, misalnya jumlah serta kategori persediaan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Informasi dipandang material kalau kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan. Materialitas tergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khusus dari kelalaian dalam mencantumkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement). Karenanya, materialitas lebih merupakan suatu ambang batas atautitik pemisah dari pada suatu karakteristik kualitatif pokok yang harus dimiliki agarinformasi dipandang berguna. Kualitas Ketiga: Keandalan Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal......

Words: 2298 - Pages: 10

Free Essay

Audit Atas Siklus Jasa Personalia

...industri lainnya. Audit jasa personalia merupakan hal yang sangat penting bagi keberhasilan audit atas sebuah sekolah, karena 80% hingga 90% dari anggaran tahunannya mungkin dihabiskan untuk jasa dan tunjangan personalia. Industri hotel merupakan salah satu industri jasa yang juga tergantung pada pemanfaatan personalia secara efektif. Sebelum melanjutkan audit atas jasa personalia, penting bagi auditor untuk memahami: * Pentingnya jasa personalia bagi keseluruhan entitas. * Sifat kompensasi, karena kompensasi per jam memerlukan sistem pengendalian yang berbeda dengan kompensasi gaji. * Pentingya berbagai paket kompensasi seperti bonus, opsi saham dan hak apresiasi saham, serta perjanjian pensiun. MATERIALITAS, RISIKO INHEREN, DAN PROSEDUR ANALITIS Materialitas. Untuk perusahaan perangkat lunak dan perusahaan jasa seperti bank, perusahaan asuransi, dan kantor professional, jasa personalia merupakan beban utama. Untuk sekolah, jasa personalia mungkin menajadi pengeluaran yang utama. Walaupun saldo moneter untuk gaji dan upah akrual mungkin tidak sesignifikan saldo piutang, namun pengungkapan yang berkaitan dengan opsi saham pada pensiun merupakan pengungkapan yang material. Risiko Inheren. Auditor jarang memperhatikan asersi kelengkapan dalam siklus gaji dan upah akrena sebagian besar karyawan akan segera menuntut majikan mereka jika tidak dibayar. Akan tetapi, penipuan gaji dan upah (keberadaan dan keterjadian) telah menjadi perhatian utama auditor. Penipuan......

Words: 1352 - Pages: 6

Free Essay

Audit

...tidak memenuhi persyaratan teknis bagi pemilihan sampel probabilistic. Dalam pemilihan sampel terarah auditor dnegan sengaja memilih setiap item dalam sampel berdasarkan criteria pertimbangannya sendiri ketimbang mengunakan pemilihan acak. Pendekatan yang umumnya digunakan termasuk : * Pos yang paling mungkin mengandung salah saji * Pos yang mengandung karakteristik populasi terpilih * Cakupan nilai uang yang besar Dalam pemilihan sampel blok, auditor memilih pos pertama dalam suatu blok, dan sisanya dipilih secara berurutan. Biasanya penggunaan sampel blok hanya dapat diterima jika jumlah blok yang digunakan masuk akal. Pemilihan sampel sembarangan adalah pemilihan item atau pos tanpa bias yang disengaja oleh auditor. Dalam kasus semacam itu, auditor memilih item populasi tanpa memandang ukurannya, sumber, atau karakteristik lainnya yang membedakan. METODE PEMILIHAN SAMPLE PROBALISTIK Sampling statistic mengharuskan sampel probabilistic mengukur resiko sampling. Untuk sampel probabilistic, auditor tidak menggunakan pertimbangan mengenai item atau pos sampel mana yang akan dipilih, kecuali dalam memilih mana dari empat metode pemilihan yang akan digunakan. Metode yang digunakan untuk pemilihan sampel. * Pemilihan sampel yang sederhana * Table angka acak * Angka acal yang dihasilkan computer * Pemilihan sampel sistematis SAMPLING UNTUK TINGKAT PENGECUALIAN Auditor menggunakan sampling pada pengujian pengendalian dan pengujian substantive......

Words: 1887 - Pages: 8

Free Essay

Auditing

...dalam memutuskan apakah suatu penugasan audit dapat diterima atau tidak, auditor menempuh suatu proses yang terdiri dari 6 tahap, yaitu: a. Mengevaluasi integritas manajemen. b. Mengidentifikasi keadaan khusus dan resiko luar biasa. c. Menentukan kompensasi untuk melaksanakan audit. d. Menilai independensi. e. Menentukan kemampuan untuk menggunakan kecermatan dan keseksamaan. f. Membuat surat penugasan audit. 2. Perencanaan Audit. Keberhasilan penyusunan penugasan audit sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan audit yang dibuat oleh auditor. Tujuh tahapan yang harus ditempuh oleh auditor dalam merencanakan auditnya, yaitu: a. Memahami bisnis dan industri klien b. Melaksanakan prosedur analitik. c. Mempertimbangkan tingkat materialitas awal. d. Mempertimbangkan risiko bawaan. e. Mempertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap saldo awal, jika penugasan klien berupa audit tahun pertama. f. Mereview informasi yang berhubungan dengan kewajiban-kewajjiban legal klien. g. Mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan. h. Memahami struktur pengendalian intern klien. 3. Pelaksanaan PengujianAudit Tahap ini disebut juga tahap ”pekerjaan lapangan”. Tujuannya adalah untuk memperoleh bukti auditing tentang efektivitas struktur pengendalian intern klien dan kewajaran laporan keuangan klien. Tahap ini harus mengacu pada standar pekerjaan lapangan. 4. Pelaporan Audit. Tahap ini harus mengacu pada standar pelaporan. Dua langkah penting yang......

Words: 3405 - Pages: 14

Free Essay

Sak Etap

...pengguna tertentu. Relevan 2.3 Agar bermanfaat, informasi harus relevan dengan kebutuhan pengguna untuk proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan jika dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna dengan cara membantu mereka ETAP.2 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Entitas tanpa Akuntabilitas Publik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 SAK ETAP mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu. Materialitas 2.4 Informasi dipandang material jika kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna yang diambil atas dasar laporan keuangan. Materialitas tergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi tertentu dari kelalaian dalam mencantumkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement). Namun demikian, tidak tepat membuat atau membiarkan kesalahan untuk menyimpang secara tidak material dari SAK ETAP agar mencapai penyajian tertentu dari posisi keuangan, kinerja keuangan atau arus kas suatu entitas. Keandalan 2.5 Agar bermanfaat, informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus andal. Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari kesalahan material dan bias, dan penyajian secara jujur apa yang seharusnya......

Words: 44879 - Pages: 180