Free Essay

Kasus Telkom

In: Business and Management

Submitted By shaleen
Words 3510
Pages 15
KASUS TELKOM

KAP EDDY PIANTO VS PWC

Eddy Pianto Simon. Di kalangan auditor, namanya belum seterkenal Hans Tuanakota, Hendrawinata, atau Hadi Sutanto. Sejak awal Juni lalu, nama Eddy Pianto mencuat bersamaan dengan penolakan SEC (Securities and Exchange Commission), Bapepam Amerika Serikat terhadap Laporan Keuangan (LK) 2002 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

“Saya sering dengar namanya, tetapi saya belum pernah bertemu. Saya tidak kenal dia. Teman-teman, saat saya tanya juga, mengaku tidak kenal,” kata seorang auditor senior yang sudah malang-melintang dalam bisnis audit di Indonesia selama 30 tahun lebih.

Eddy Pianto memiliki KAP yang bermarkas di Muara Karang, Jakarta. Salah seorang stafnya mengatakan, jumlah karyawan KAP Eddy Pianto ada cuma 15 orang. “Semuanya auditor,” katanya. Dengan jumlah tenaga audit segitu, KAP ini memiliki banyak pekerjaan audit. Diantaranya adalah PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, (INKP). Kedua perusahaan ini listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Tetapi TLKM adalah perusahaan yang dual listing, baik di BEJ maupun di New York Stock Exchange (NYSE), yang aturannya jauh lebih rumit ketimbang aturan di bursa Indonesia. Selain itu, BUMN telekomunikasi itu termasuk besar dari segi aset dan market capitalization, memiliki kantor yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan pendapatan utama berasal dari pulsa yang dicatat secara computerize.

“Hebat. KAP Eddy Pianto bisa menerima pekerjaan mengaudit Telkom. Saya saja, yang memiliki 100 karyawan, tidak berani mengambil kerjaan itu. Karena pasti separo karyawan saya akan tersedot ke Telkom. Saya dengar, Earnst & Young dan HTM (Hans Tuanakota & Mustofa) saja menerjunkan tidak kurang dari 40 orang,” katanya.

Menurut auditor senior yang enggan disebut namanya, 90 persen pendapatan TLKM berasal dari pulsa. Seluruh pendapatan tersebut dicatat secara computerize, yang kantornya tersebar di seluruh tanah air. Selain membutuhkan tenaga besar, juga membutuhkan tenaga ahli kumputer. “Saya bisa mengerjakannya, tetapi sayang kalau harus mengabaikan kerja audit yang lain. Fee-nya, saya dengar, lumayan besar,” katanya. Menurut informasi yang diterima Investor Indonesia, fee untuk KAP Eddy Pianto mencapai Rp3 miliar.

Itu baru dari segi besar dan rumitnya pekerjaan mengaudit LK TLKM, belum termasuk kompetensi KAP Eddy Pianto untuk mengaudit LK emiten yang tercatat di Bursa New York. Di pasar modal Indonesia, KAP Eddy Pianto yang sudah terdaftar di Bapepam dan Depkeu, hasil auditnya tak bermasalah. Tapi Bapepam AS (US SEC) memiliki aturan dan kriteria tersendiri bagi auditor yang bisa mengaudit LK emiten yang tercatat di NYSE.

Seorang akuntan senior tidak percaya KAP Eddy Pianto yang hanya memiliki tenaga kurang dari 20 orang bisa mengaudit LK TLKM 2002. “Dibantu oleh PT GTI adalah salah. Karena PT GTI bukan auditor firm, melainkan consulting firm. Auditor firm tidak menggunakan PT, tapi KAP,” katanya. Ada juga yang curiga, ada apa-apanya antara James S. Kallman, Eddy Pianto dengan Arief Arryman, ketua komite audit TLKM?

Seorang sumber lain menunjukkan, betapa Eddy Pianto dan manajemen TLKM tidak hati-hati dalam masalah ini. Dia menduga, manajemen TLKM sedang sibuk dengan lobi-lobi berkaitan dengan tarif dan lain sebagainya. “Betul awalnya, KAP Eddy Pianto adalah mitra GT International. Tetapi, ketika mendapat pemberitahuan dari GT International pada Desember bahwa kemitraan antara GT International dengan GT Indonesia dan Eddy Pianto akan putus dan efektif pada 31 Maret 2003, seharusnya manajemen Telkom bersikap: putus dengan Eddy Pianto. Lalu, lapor ke US SEC,” katanya.

Nyatanya, manajemen TLKM tetap kekeh melanjutkan KAP Eddy Pianto sebagai auditor dan Eddy Pianto juga tenang-tenang saja bekerja. Kalau Eddy Pianto dan PT GT Indonesia bertanggung jawab, harusnya mereka tahu diri. Itu pertama. Kedua pada sekitar Januari sampai Maret 2003, staf US SEC berencana datang ke Jakarta untuk memverifikasi KAP Eddy Pianto. “Sayang, selama kurun waktu Januari sampai Maret itu ada wabah SARS. Orang SEC tidak diperkenankan datang ke Jakarta,” katanya. Diingatkan, auditor firm yang akan mengaudit LK emiten yang listed di NYSE harus mengikuti proses internal control yang dilakukan oleh SEC.

Ketiga adalah, manajemen TLKM dua kali melakukan filing ke US SEC. “Pertama pada 15 April 2003 dengan letter head GT International. Lalu, ketika US SEC me-reject, manajemen TLKM menyusulkan filing kedua pada Juni 2003, dengan menyatakan, LK TLKM 2002 sebagai unaudited,” katanya. Untuk apa, manajemen TLKM melakukan filing kedua, kalau filing pertama sudah ditolak? Kenapa pula manajemen TLKM menyatakan, LK TLKM 2002 sebagai unaudited. “Mending tidak usah melakukan filing kedua itu,” katanya. Sayang manajemen TLKM dan komite audit TLKM tidak bersedia memberi keterangan. Eddy Pianto juga masih di Australia, dan belum kembali sejak kasus ini muncul.

Namun, James S. Kallman, presiden direktur PT Moores Rowland Indonesia (d/h PT Grant Thornton Indonesia), membantah keras dugaan yang tidak berdasar, bahwa ada kongkalikong antara James Kallman, Eddy Pianto dengan Arief Arryman, ketua Komite Audit TLKM. “Saya memang dekat dengan Bapak Arief Arryman. Tetapi kedekatan kami terjadi setelah kami menerima kerja audit Telkom. Sebelum kami dipercaya Telkom, saya tidak kenal dengan Bapak Arief Arryman,” katanya.

Mengenai kompetensi, Kallman juga tidak bosan-bosan menyakinkan bahwa KAP Eddy Pianto memiliki kompetensi untuk mengaudit laporan keuangan emiten yang listed di NYSE. Karena, seperti sudah dimuat dalam tulisan pertama, KAP Eddy Pianto adalah afiliasi PT GTI, sehingga GT International mengijinkan KAP itu untuk menggunakan letter head GT International.

Ketika menuntaskan kerja audit LK TLKM 2002, KAP Eddy Pianto dibantu oleh KAP Jimmy Budi sebagai pelaksana di lapangan. Menurut Kallman, pihaknya bahu-membahu merampungkan kerja audit TLKM sebelum pemutusan hubungan kemitraan dengan GT International yang berakhir efektif pada 31 Maret 2003. “Tiga puluh satu orang auditor diterjunkan. Kami bekerja selama 30.000 jam non stop selama empat bulan waktu yang diberikan kepada kami,” kata Kallman.

Itu berarti dengan waktu yang diberikan selama empat bulan, dan setiap bulan ada 25 hari kerja, maka setiap orang bekerja full selama 9,6 jam sehari. “Coba Anda bayangkan. Kami sangat serius mengerjakan tugas yang dipercayakan Telkom kepada kami,” katanya. Itu dilakukan untuk memenuhi tenggal waktu sampai 31 Maret 2003. Yakni, deadline penyampaian laporan keuangan audit. Tanggal itu, adalah batas waktu efektif putusnya hubungan kemitraan antara PT GTI dengan GT International. “Dan, kami bisa menyelesaikan audit itu pada 25 Maret 2003, sebelum kemitraan dengan GT International berakhir.”

Tentang press realese GT International, lanjut Kallman, PT GTI mencari bantuan dari GT Austria. “Pada sekitar bulan Januari 2003, GT Austria mengirimkan dua orang stafnya untuk membantu dan membimbing kami, terutama dalam hal US SEC rules dan telecomunication rules,” kata Kallman. Pria AS yang sudah 13 tahun tinggal di Indonesia ini tetap mendasarkan diri pada surat David McDonnell, Chief Executive Worldwide GT International yang dikirimkan kepada Mirza Mochtar. Kenapa dalam press realese GT International pada 1 Juli lalu, GT International menyatakan tidak bertanggung jawab terhadap hasil audit KAP Eddy Pianto atas LK TLKM 2002?

Seorang sumber Investor Indonesia lain menyebutkan, ketika GT International memutus hubungan dengan PT GTI pada Desember 2002 dan efektif pada 31 Maret 2003, terjadi pertarungan seru di Pengadilan AS. “PT GTI habis-habisan disitu demi mempertahankan diri. Tapi akhirnya kalah, dan mitra GT International akhirnya jatuh kepada KAP Hendrawinata,” katanya. Apakah karena pertarungan di pengadilan itu, yang menyebabkan KAP Eddy Pianto (eks-afiliasi PT GTI) tidak mendapat dukungan saat filing Annual Report on Form 20F TLKM ke US SEC?

PricewaterHouseCoopers (PwC) hampir merampungkan review atas Laporan Keuangan (LK) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) 2002, setelah hasil kerja auditor sebelumnya, Kantor Akuntan Publik (KAP) Eddy Pianto Simon, ditolak oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (US SEC). “Mudah-mudahan selesai sesuai target, pertengahan September ini,” kata Arief Ariman, Ketua Komite Audit Telkom kepada Investor Indonesia di Jakarta, pekan lalu.

Eddy Pianto, cuek saja. Sejak Bapepam AS menolak hasil auditnya terhadap LK Telkom, ia lebih banyak berada di luar negeri. Anak buahnya yang berkantor di Muara Karang, Jakarta tidak tahu, apa yang dikerjakan Eddy di Australia. Sekondannya, eksekutif PT Moores Rowland Indonesia (d/h PT Grant Thornton Indonesia), mulai bingung.

“Nggak tau deh, kenapa Eddy sering banget ke Australia. Seharusnya, dia memperjuangkan nama baiknya yang sudah tercemar akibat kasus Telkom ini. Kan, dia sudah mengirim pengaduan ke IAI (Ikatan Akuntan Indonesia),” kata seorang eksekutif PT MRI. “Buat kita sih, nothing to loose. Karena partner kita sekarang kan bukan dia lagi, tetapi KAP Jimmy Budi,” tambahnya.

Memang, pada 16 Juli lalu, Eddy mengirim surat ke Ketua IAI, Achmadi Hadibroto. Surat itu perihal “Pengaduan atas perlakuan tidak sehat yang diterima KAP Drs Eddy Pianto (EP) dari KAP Drs Hadi Sutanto (HP)”. Nama KAP yang disebut terakhir tak lain adalah partner PwC, sedangkan EP–ketika itu adalah partner Grant Thornton.

Dalam surat setebal lima halaman itu, Eddy menjlentrehkan kronologi kasus yang membuat namanya tercemar. “...kami, EP telah menjadi pihak yang mengalami kerugian, baik moril maupun materil yang diakibatkan, baik langsung maupun tidak langsung akibat penolakan (LK Telkom 2002 oleh US SEC) tersebut,” tulis Eddy tentang perlakuan tidak sehat HS itu.

Seorang akuntan senior membisikkan kepada Investor Indonesia, “bung, (kasus Telkom) ini pertarungan antara dua KAP besar.” Siapa lagi yang dimaksud, kalau bukan antara Grant Thornton (GT) dengan PwC. GT adalah auditor firm masuk dalam jajaran nomor tujuh dunia. Sedangkan, PwC masuk dalam jajaran the big four.

Awalnya, ketika menerima penugasan sebagai auditor PT Telkom (2002), tak ada persoalan yang dialami EP. Termasuk dengan HS, yang pada saat bersamaan menjadi auditor PT Tekomsel (anak perusahaan Telkom). Pada Januari dan Februari 2003, kedua belah pihak saling komunikasi, dan tukar-menukar dokumen. EP mengirimkan Audit Instructions kepada HS. Sebaliknya, HS mengirimkan laporan-laporan yang diminta EP sesuai Audit Instructions. HS juga mengirim dokumen yang menyatakan, sebagai auditor Telkomsel, HS independen.

Pada 17 Maret 2003, EP memberi tahu HS bahwa laporan audit Telkom akan dikeluarkan pada 25 Maret 2003. EP menyatakan akan melakukan reference terhadap hasil audit Telkomsel. Disinilah, hubungan EP dan HS kelihatan tidak sehat. Menjawab surat EP itu, HS menyatakan, tidak memberi izin kepada EP untuk me-refer hasil auditnya atas Telkomsel.

Anehnya, pada 25 Maret 2003, HS mengirimkan copy audit report Telkomsel untuk dikonsolidasikan ke LK Telkom. Dalam surat pengantarnya, HS menyatakan, “At the date of this letter, we fully stand behind our opinion as far as they relate to the financial statements of Telkomsel for the year ended December 31, 2002.” Pada surat tersebut, HS sama sekali tidak menyebut kata-kata yang tidak mengizinkan EP menggunakan hasil auditnya atas Telkomsel sebagai acuan dalam LK Telkom konsolidasi.

Namun, pada tanggal 31 Maret, HS kembali menegaskan surat tanggal 24 Maret. HS juga mengirim surat yang bernada sama kepada Presiden Komisaris dan Ketua Komite Audit Telkomsel, pada 9 April. “AU 543 para 10 (c) (i) also makes it clear that the principal auditor (KAP Eddy Pianto, red) should have our permission before referring to our audit report on PT Telkomsel in their own audit report on Telkom,” tulis HS.

Perihal surat-surat tersebut, kepada Ketua IAI, Eddy memberi dua catatan. Pertama, HS melakukan miss-interpretation atas United State Auditing Standard AU 543 (AU 543), yakni para 10 (c) (i), yang menjadi dasar penolakan HS memberi izin kepada EP. Aturan SEC itu berbunyi, (10) Whether or not the principal auditor decides to make reference to the audit of the other auditor, he should make inquiries.... These inquiries and other measures may include such as the following: (c) Ascertain through communication with the other auditor: (i) that he is aware that the financial statements of the components he is auditing are to be included in the financial statements on which the principal auditor will report and that the other auditors report will be relied upon (and referred to) by the principal auditor.

Jelas, kata Eddy, AU 543 sebenarnya memperbolehkan EP untuk mengacu kepada opini HS tanpa perlu izin. “Kami mempunyai keyakinan bahwa HS telah menginterpretasikan AU 543 secara keliru, yang mengakibatkan keputusan SEC yang merugikan Telkom,” kata Eddy. AU 543, seperti halnya Standar Pemeriksaan Akuntan Publik (PSA 543), tidak mengharuskan EP minta izin, melainkan cukup mengkomunikasikannya saja. Izin dari auditor perusahaan anak dibutuhkan, bilamana nama auditor dicantumkan dalam LK konsolidasi.

Kedua, HS dalam suratnya tanggal 31 Maret, mencampuradukkan antara “izin agar EP dapat mengacu pekerjaan HS” dengan “izin agar Telkom dapat memasukkan opini HS di dalam laporan 20-F”. Dalam surat tanggal 31 Maret, HS menyatakan, izin tersebut berhubungan dengan laporan Form 20-F. Padahal, akuntan tahu, izin untuk Form 20-F seharusnya ditujukan kepada manajemen Telkom, bukan kepada auditornya, EP. Kenapa surat tertanggal 31 Maret itu ditujukan kepada EP, kalau bukan memberi izin kepada EP untuk menggunakan hasil audit HS sebagai acuan dalam memberikan opini pada LK Telkom 2002 (audited)?

Tetapi, karena surat HS tanggal 24 Maret –yang menolak memberi izin-- itulah, pada 5 Juni, SEC mengirim surat kepada manajemen Telkom. Isinya, antara lain menyatakan, karena tidak ada izin dari HS, seharusnya EP melakukan qualifikasi atau disclaimer terhadap LK Telkom 2002. SEC juga menyatakan, EP tidak mendemonstrasikan kompetensinya dalam menerapkan US GAAS. Karena alasan itu, SEC menolak laporan Form 20-F.

Keputusan SEC itu membuat Eddy dan partnernya Grant Thornton Indonesia bingung. Karena, sebelum mengirim surat ke manajemen Telkom itu, SEC sudah minta dilakukan credentialling review terhadap EP, pada 22 Mei. Heinz & Associates LLP dari Denver, Colorado, AS ditunjuk sebagai pelaksana. Dan, Heinz berkesimpulan: “We found the firm’s (KAP Eddy Pianto) conclusion in connection with this matter (US GAAS AU Section 543) to have merit and generally consistent with practices we have observed by other auditing firm.”

Inilah yang kemudian menyiratkan ada konspirasi tingkat tinggi dalam kasus Telkom ini, yang melibatkan pejabat SEC dan pejabat PwC. Apalagi, kemudian diketahui, Telkom akhirnya menunjuk PwC untuk melakukan review atas audit yang dilakukan EP. Pejabat SEC yang menangani Telkom adalah Craig C. Olinger, Deputy Chief Accountant SEC. Dia adalah bekas anak buah Wayne Carnall, yang kini menjadi Senior Executive PwC.

Tetapi Eddy tidak peduli dengan sinyalemen itu. Pada 21 Juni 2003, Eddy mengirim surat ke SEC untuk menjelaskan interpretasi yang benar atas AU 543. Pada 25 Juni, Eddy melanjutkan teleconference dengan SEC. Dalam teleconference itu, tidak ada sanggahan dari SEC mengenai interpretasi Eddy atas AU 543. Tetapi SEC kadung menolak laporan Form 20-F Telkom, dan manajemen Telkom sudah terlanjur menyatakan, (pada 11 Juni) LK Telkom 2002 sebagai unaudited, serta menunjuk PwC (HS) sebagai auditor untuk me-review LK Telkom 2002.

Sebagai jalan terakhir, pada 16 Juli mengadu ke IAI. “Kejadian itu juga telah merusak nama baik EP dan secara serius dapat mengganggu kelangsungan usaha EP,” kata Eddy. Eddy berharap IAI meneliti kasus ini, dan minta IAI menghukum HS, bila kelak terbukti salah. Yakni merehabilitasi nama EP, termasuk mengumumkan ke media massa nasional, ke Ditjen Lembaga Keuangan, dan Bapepam.

Sudah hampir dua bulan, Eddy Pianto mengirimkan surat pengaduan ke organisasi yang membawahi profesi akuntan, IAI, itu. Achmadi Hadibroto, Ketua Umum IAI menyerahkan penyelesaian masalah pengaduan KAP Eddy Pianto (EP) sepenuhnya kepada BP2AP (Badan Peradilan dan Pemeriksaan Akuntan Publik). “Kalau ada perselisihan profesi menjadi wewenang BP2AP,” kata Achmadi, yang sebelum menjadi ketua umum IAI sempat memimpin BP2AP.

Rusdi Daryono, ketua BP2AP, mengatakan, lembaganya tengah menangani pengaduan EP tersebut. Pihaknya kini masih mempelajari, dan mengumumpulkan informasi, untuk kemudian membahasnya. “Pihak KAP Hadi Sutanto (PwC) sudah memberikan klarifikasi kepada kita,” kata Rusdi, yang juga akuntan dari KAP Hans Tuanakotta & Mustofa (partner Deloitte Touche Tohmatsu).

Sayangnya Rusdi tidak menjelaskan isi klarifikasi dari HS itu. Ia juga belum bisa memberikan gambaran yang lengkap tentang kasus perseteruan antara dua KAP, yang menjadi anggota IAI itu. Karena itu, kata Rusdi, penanganan masalah tersebut kemungkinan agak lambat. Bukan hanya soal kasusnya, tetapi juga perlu memanggil kedua belah pihak yang berseteru, untuk kemudian dilakukan pengkajian.

Hariyanto Sahari, Senior Partner HS, setelah berkali-kali dihuubngi dan ditemui Investor Indonesia akhirnya mau juga buka suara. “Kita sudah berikan klarifikasi mengenai pengaduan tersebut kepada BP2AP,” kata Hariyanto. Sayangnya, Hariyanto yang memang menangani laporan keuangan Telkomsel, anak perusahaan Telkom, dan tugas me-review laporan keuangan Telkom 2002, tidak menyebutkan, klarifikasi macam apa yang diberikan kepada BP2AP. Sehingga tidak diperoleh jawaban dari HS tentang semua tuduhan Eddy dalam surat pengaduannya kepada IAI pada 16 Juli lalu (tulisan pertama).

Menurut Hariyanto, pengaduan sesama anggota IAI sebagai hal yang lumrah. “Hal tersebut boleh saja dilakukan antara sesama akuntan anggota IAI,” katanya. Dan, penyelesaiannya kini sudah di tangan BP2AP. “Saat ini, kita masih menunggu tanggapan IAI (BP2AP, red) mengenai klarifikasi yang sudah diberikan,” katanya.

Namun, Rusdi Daryono, ketua BP2AP belum bisa memastikan dan belum memiliki gambaran, kapan kasus ini bakal selesai. Yang jelas, lanjut Rusdi, BP2AP berusaha untuk sesegera mungkin menyelesaikan kasus ini. Kemudian, hasilnya diserahkan ke kompartemen Akuntan Publik di IAI. “Nanti, hasilnya akan diumumkan di kompartemen IAI,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Kehormatan IAI, Kanaka Puradiredja masih menunggu hasil pemeriksaan BP2AP terkait pengaduan EP. Ia belum tahu secara persis isi pengaduan salah satu anggotanya itu.

Hasil pemeriksaan BP2AP, menurut Kanaka, sangat penting, karena akan menjadi acuan bagi lembaga lain, seperti Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) dan Direktorat Pembinaan Akuntan Publik dan Jasa Penilai, Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan (DJLK), Departemen Keuangan (Depkeu) mengambil keputusan. Kedua lembaga itu memang berwenang mengawasi akuntan publik. “Sebaiknya kedua lembaga itu menunggu hasil pemeriksaan organisasi profesi, agar tidak terjadi tumpang tindih,” kata Kanaka.

Abraham Bastari, Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan (PP) Bapepam berpendapat, antara IAI, DJLK Depkeu serta Bapepam tidak saling terkait. “Kalau etika antar profesi tentu arahnya ke IAI,” kata Abraham. DJLK adalah lembaga yang bertugas melakukan pembinaan terhadap akuntan publik yang beroperasi di Indonesia. DJLK-lah yang akan mencermati proses audit yang dilakukan kantor akuntan publik yang sudah terdaftar, seperti EP. Sementara Bapepam melakukan pengawasan, khususnya yang berkaitan dengan pelanggaran di bidang pasar modal.

“Jadi pemeriksaan terhadap KAP Eddy Pianto jalan terus, meski ada surat Eddy Pianto yang mengadukan PwC kepada IAI,” kata Abraham. Seperti diketahui, ketika kasus laporan keuangan Telkom ditolak SEC, Bapepam langsung menghentikan sementara kegiatan KAP Eddy Pianto --yang sudah terdaftar di Bapepam-- untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan publik di Indonesia. Setelah disuspen, Bapepam baru melakukan pemeriksaan.

Menurut Abraham, langkah EP mengadukan HP (partner PwC) ke IAI tidak terkait dengan pelaksanaan atau pelanggaran di bidang pasar modal. “Pengaduan itu adalah masalah (kode etik) profesi,” tegasnya. Sedangkan yang sedang diteliti dan diperiksa Bapepam adalah berkaitan dengan kompetensi EP mengaudit Telkom, perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta.

Meski begitu, masih kata Abraham, Bapepam akan mengakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan IAI dan DJLK. Biro PP sudah menyurati DJLK dan IAI dalam upaya mengumpulkan informasi. “Kita kumpulkan semua informasi yang terkait dengan Eddy Pianto,” jelasnya.

Eddy Pianto sangat berharap kasusnya segera diselesaikan, baik di Bapepam maupun di IAI, karena menyangkut kelangsungan usaha bisnisnya. Publik juga berharap, IAI dan Bapepam bisa menuntaskan kasus ini segera. Bukan hanya menyangkut KAP Eddy Pianto dan KAP Hadi Sutanto, melainkan profesi akuntan, yang –kata Erry Riyana Hardjapamekas dalam kolomnya di Majalah Tempo beberapa waktu lalu— nyawanya adalah kepercayaan publik.

Bermodal kepercayaan publik itulah, akuntan publik diberi “hak istimewa” untuk melakukan fungsi atestasi (pengecekan). Atas nama kepercayaan publik pula, mereka berhak menerima bayaran, sebagai imbalan atas independensi, obyektivitas, dan kompetensi profesionalnya. Maka hak hidup akuntan publik harus hilang, dan hak atas imbalan itu menjadi haram, ketika mereka kehilangan independensi, obyektivitas, apalagi profesionalismenya.

KEPUTUSAN KPPU

Kasus audit PT. Telkom berawal dari kesalahan interprestasi yang dilakukan oleh KAP Haryanto Sahari dan Rekan terhadap PT. Telkom, PT. Telkomsel, dan United States Securities and Exchange Commissions mengenai ketentuan standar audit Amerika.
Audit Telkomsel harus mengikuti standar audit Amerika dengan merujuk pada aturan SEC. Karena PT. Telkomsel membuka bursa di NYSE.

Aturan SEC yang harus dijalani adalah: 1) Filling 20-F yaitu Form laporan keuangan dan laporan manajemen dengan KAP yang terpercaya. 2) Kewajiban untuk menyampaikan laporan keuangan yang telah di audit oleh auditor independen secara berkala tiap tahun.
Karena waktunya sangat terbatas KAP EP meminta hasil audit yang dahulu pernah dilakukan oleh KAP Haryanto Sahari, tetapi KAP HS menolak untuk memberitahu hasil audit yang pernah dilakukannya.
KAP Eddy Pianto pada awalnya berhak melakukan pekerjaan audit atas nama Grant Thornton berdasarkan engagement letter yang telah ditandatangani sebelum tanggal withdrawal agreement tersebut. Namun untuk memahami US GAAS dan GAAP dalam rangka filling Form 20-F, KAP Eddy Pianto meminta bantuan dari Mark Iwan.

Penolakan tersebut telah menyebabkan perdagangan saham PT. Telkom yang tercatat di New York Stock Exchange dalam bentuk IDR dihentikan sementara. Harga saham PT. Telkom di Bursa Efek Jakarta turun secara signifikan dari harga penutupan sehari sebelumnya, serta memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap penurunan Indeks Harga Saham Gabungan.

Bapepam mewajibkan Eddy Pianto Simon, partner KAP Eddy Pianto, untuk tidak melakukan kegiatan usaha di pasar modal terhitung sejak tanggal 16 Juni 2003 sampai diputuskan lebih lanjut oleh Bapepam. Alasannya, karena Laporan Keuangan Konsolidasi PT. Telkom tahun Buku 2002 ditolak oleh SEC.

Sanksi terhadap HS dan Rekan: Membayar denda sebesar Rp20 Milyar ke Kas Negara dengan uang paksa sebesar Rp10 juta per hari. Denda itu harus dibayar maksimal 30 hari setelah pemberitahuan keputusan dari KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha).
Sanksi ini dikenakan karena KAP HS dan Rekan terbukti bersalah dan mengakibatkan rusaknya kualitas audit KAP EP atas laporan keuangan konsolidasi PT. Telkom tahun buku 2002.

KAP Haryanto Sahari dan rekan mencoba untuk menyesatkan dan merugikan. KAP Haryanto merugikan para pemegang saham dari perseroan induk maupun anak perusahaannya yakni TELKOM dan TELKOMSEL. KAP Haryanto Sahari dan Rekan dan KAP Eddy melanggar peraturan Bapepam tentang persaingan yang tidak sehat antara sesama auditor.

Tindakan yang dilakukan oleh KAP Haryanto Sahari, yaitu tidak mengizinkan acuannya dipakai oleh KAP ED sehingga KAP Eddy Pianto harus memulainya lagi dari awal tanpa mengetahui dokumen-dokumen apa saja yang pernah diaudit.

Similar Documents

Free Essay

Penelitia

...USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM Perbandingan Algoritma Dijkstra dan Algoritma Bellman Ford Studi Kasus : Penentuan Jarak Rute Terdekat dengan Penambahan faktor Trafik BIDANG KEGIATAN : PKM PENELITIAN Diusulkan oleh : 1103130221/2013 | (Fauzan Adhi Rachman) | 1103130213/2013 | (M. Fauzan Putra) | 1103130214/2013 11031 | (Febri Arisandi R.) | UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG 2015 PENGESAHAN USULAN PKM-PENELITIAN Judul Kegiatan : “Perbandingan Algoritma Djikstra dan Algoritma Bellman Ford. Studi Kasus : Penentuan Jarak Rute Terdekat dengan Penambahan faktor Trafik” 1. Bidang Kegiatan : PKM- P 2. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Fauzan Adhi Rachman b. NIM : 1103134442 c. Jurusan : S1 Teknik Informatika d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Telkom e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : f. Alamat email : 3. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 Orang 4. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar : b. NIDN : c. Alamat Rumah dan No. Tel./HP : 5. Biaya Kegiatan Total a. Dikti : Rp ……. b. Sumber lain (sebutkan …) : Rp ……. 6. Jangka Waktu Pelaksanaan : bulan Bandung, tgl Oktober 2015 Menyetujui Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan | | Ketua Pelaksana Kegiatan | (Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si.) | | ...

Words: 3086 - Pages: 13

Free Essay

Information System

...PENGUKURAN USABILITY I-CARING BERBASIS ISO 9241-11 DENGAN MENGGUNAKAN PARTIAL LEAST SQUARE (PLS) Shindy Alfidella1, Dana Sulistyo Kusumo2, Dawam Dwi Jatmiko S3 School of Computing Telkom University, Bandung KK SIDE (Software Engineering, Information System and Data Engineering) 1 shindyalfidella@gmail.com, 2dskusumo@gmail.com, 3dawamdjs@telkomuniversity.ac.id Abstrak Pembuatan suatu website harus dilakukan dengan memperhatikan factor kemudahan penggunaan (usability). Usability website pernting untuk diperhatikan agar pengguna yang mengunjungi atau mengakses website tersebut merasa mudah menggunakannya dan memperoleh informasi yang diperlukan sehingga berkemungkinan untuk terus mengakses website tersebut. Namun jika dilihat dari penggunaanya, salah satu website kampus Fakultas Teknik Telkom University yaitu i-Caring, pengguna tidak sering menggunakan i-Caring sehingga responden yang diwawancarai oleh penulis dapat dikatakan masih kurang aktif dalam menggunakan i-Caring. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis usability website i-Caring berdasarkan ISO 9241-11. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Kuesioner penelitian yang disebar terdiri dari 25 pertanyaan yang dikelompokkan menjadi empat variabel berdasarkan ISO 9241-11 yaitu effectiveness, efficiency, satisfaction, dan usability. Setelah kuisioner disebar maka didapatkan hasil data lalu akan dianalisis menggunakan teknik PLS (Partial Least Square) dengan tool......

Words: 5246 - Pages: 21

Free Essay

Internship at Sesb

...LAPORAN KEGIATAN MAGANG PADA SABAH ELECTRICITY SDN. BHD. (DIVISI KEUANGAN) Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Mata Kuliah Magang Pada Program Studi S1 Administrasi Bisnis Disusun Oleh: Ince Sitti Gina Aulia 1203110184 PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS KOMUNIKASI DAN BISNIS TELKOM UNIVERSITY BANDUNG 2014 LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KEGIATAN MAGANG PADA SABAH ELECTRICITY SDN. BHD. (DIVISI KEUANGAN) PERIODE JUNI-JULI 2014 Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Mata Kuliah Magang Pada Program Studi S1 Administrasi Bisnis Fakultas Komunikasi dan Bisnis Telkom University Disusun Oleh: Ince Sitti Gina Aulia 1203110184 Bandung, Agustus 2014 Menyetujui, Pembimbing SESB Pembimbing Telkom University Razaliegh Mohd Zain NIP. 90001548 Hadi akbar Muqarrabin Dinul Islam SE., MBA. NIP. 14831396-2 i KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan kegiatan magang serta dapat menyelesaikan laporan kegiatan magang dengan tepat waktu tanpa adanya halangan. Laporan kegiatan magang ini disusun berdasarkan apa yang telah penulis lakukan pada perusahaan Sabah Electricity Sdn. Bhd. (SESB) yang beralamat di Wisma SESB, Jalan Tunku Abdul Rahman 88673, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, sejak tanggal 16 Juni 2014 hingga tanggal 25 Juli 2014. Kegiatan magang ini merupakan salah satu syarat wajib yang harus ditempuh dalam program studi Administrasi Bisnis. Selain......

Words: 6253 - Pages: 26

Free Essay

Analisis Faktor Terkait Daya Tarik Program Studi Manajemen Sebagai Pilihan Dalam Mendaftar Pada Perguruan Tinggi Swasta

...Administrasi Bisnis, Fakultas Komunikasi Bisnis, Universitas Telkom 1 nurulmardhiahsitio@telkomuniversity.ac.id 2 kristinasisilia@telkomuniversity.ac.id Abstrak Pemilihan dan pengambilan keputusan mahasiswa untuk mendaftar dikampus/universitas telah menjadi riset yang menarik dan sedang berkembang saat ini. Edukasi yang sekarang adalah sudah menjadi industri dengan kompetisi yang intensif sehingga menggunakan pemasaran jasa oleh universitas. Strategi pemasaran yang sukses akan mendapatkan jumlah mahasiswa yang lebih banyak dan lebih baik dibanding institusi/universitas lainnya. Penelitian ini ditujukan untuk memahami bagaimana (calon) mahasiswa membuat kriteria atau faktor dalam memilih dan memahami proses pengambilan keputusan dari keseluruhan alternatif kampus/universitas yang tersedia dan dapat dipilih, dimana Universitas Telkom menjadi salah satu pilihan dan khususnya Program Studi S1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika sebagai tujuan akhir berkuliah. Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif dan berdasarkan dimensi waktunya, penelitian ini termasuk ke dalam penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dalam teknik analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor pengambilan keputusan mendaftar di perguruan tinggi swasta pada mahasiswa strata satu program studi manajemen bisnis telekomunikasi dan informatika angkatan 2013 di Universitas Telkom, maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat satu......

Words: 3116 - Pages: 13

Free Essay

Persaingan Bisnis Telekomunikasi Indonesia

...Telecom dengan PT. Mobile-8 Telecom) dan PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia. Sedangkan yang lainnya berlisensi fixed-wireless (telepon tetap nirkabel) seperti PT. Telkom, PT. Indosat dan PT. Bakrie Telecom. Kecepatan transfer data teknologi CDMA juga dianggap lebih unggul. Di Indonesia, kecepatan transfer data sampai dengan 153,6Kbps tersedia di seluruh area layanan, sedangkan . kecepatan transfer data 2.4Mbps tersedia untuk jaringan CDMA2000 1X EV-DO untuk wilayah Jakarta. 2. Pelaku usaha Saat ini operator seluler di Indonesia terdiri dari 10 perusahaan yang terdiri dari 5.operator berbasis GSM dan 5 operator berbasis CDMA. Dalam bisnis seluler GSM terdapat 3 pemain besar yaitu Telkomsel, Indosat dan XL Axiata yang memiliki ijin secara nasional. Ketiganya beroperasi dual band yaitu menempati frekuensi 900 Mhz dan 1800 Mhz yang dapat melayani teknologi 3G. 1. Indosat Operator GSM pertama adalah PT. Satelit Indonesia (Satelindo) yang pada awalnya dimiliki oleh Bimantara Group, Telkom dan Indosat. Kemudian Indosat dan Telkom saling bertukar saham atas kepemilikan silang di anak perusahaan (Satelindo dan Telkomsel) agar tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan. Saham Indosat di Telkomsel ditukar dengan saham Telkom di Satelindo, sehingga kemudian Telkomsel menjadi milik Telkom dan Satelindo menjadi milik Indosat. Pada 2003 PT Satelindo dan PT Indosat Multimedia Mobile (operator IM3) anak perusahaan Indosat, melakukan merger vertikal......

Words: 5410 - Pages: 22

Free Essay

Customer Loyalty

...consumer. Having said that, we are grateful for the loyalty and consumer confidence in our products," he said. PT Telkomsel as the largest GSM provider Telkomsel has built an enviable business with 135 million customers, the PT Telkom subsidiary is Indonesia’s larges GSM provider. However. The world’s fourth most populous country attracts healthy competition, keep dominant players on their toes. A slew of new competitors, digital platforms, and services have triggered a war, or sorts, the mobile telephone market has become increasingly competitive, new players and technologies have triggered brand, marketing and price wars every player tries to grab market share. Established players fight back, trying to retain their customer This increasingly competitive landscape drove Telkomsel to rethink its service strategy both in terms of its ability to satisfy customer moment of truth and terms of supporting it services the company wanted to bring more agility to its whole operation performing better on top required better organization and workflow underneath Source http://www.imq21.com/news/print/197646/20131220/042042/Honda-Raih-5-Penghargaan-LoyalitasPelanggan.html model structural pengaruh atribut produk terhada kepuasan dan loyalitas pelanggan: studi kasus pelanggan Telkomsel di jabodetabek by Isti Surjandari and Deny Hamdani experiential marketing, emotional branding, and brand trust and their effect on loyalty on Honda motorcycle product by Nuruni Ika Kotler.Philip,......

Words: 1358 - Pages: 6

Free Essay

Pajak

...22 adalah pajak yang dipungut oleh bendaharawan pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, instansi atau lembaga pemerintah dan lembaga-lembaga negara lainnya berkenaan dengan pembayaran atas penyerahan barang, dan badan-badan tertentu baik badan pemerintah maupun swasta berkenaan dengan kegiatan dibidang impor atau kegiatan usaha dibidang lain. Dasar hukum PPh pasal 22 adalah UU Pajak Penghasilan nomor 36 tahun 2008, pasal 22. Untuk lebih memahami secara mendalam dan komprehensif mengenai pajak penghasilan (pph) pasal 22, maka yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu mengenai subjek PPh pasal 22, objek, pemungut, pengecualian dari pengenaan pph pasal 22, saat terutang, batas waktu setor dan lapor, serta contoh soal atau kasus yang berkaitan dengan pasal 22. BAB II PEMBAHASAN A.   Subjek PPh Pasal 22 Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan dengan perubahan terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008, Subjek PPh Pasal 22 adalah Wajib Pajak yang melakukan penyerahan kepada pemerintah, Wajib Pajak badan-badan tertentu yang melakukan kegiatan impor atau melakukan penyerahan barang yang tergolong sangat mewah. Subjek Pajak Penghasilan Pasal 22 atau PPh pasal 22 adalah siapa saja yang wajib menghitung, memungut, dan menyetorkan PPh Pasal 22 ke kas Negara. Mereka adalah: 1.    Importir. 2.    Rekanan pemerintah dan badan-badan tertentu yang merupakan pemungut PPh Pasal 22. 3.   ......

Words: 3105 - Pages: 13

Premium Essay

Oligopoly

...Berhubungan dengan Pasar Oligopoli Industrusi transportasi udara dan TELKOM mewarisi struktur pasar monopoli-oligopoli. Kedua industri ini sangat padat moral, sehingga di masa lalu negara mengambil inisiatif dengan memprakarsai lebih dulu melalui pembentukan BUMN. Tetapi lambat laun swasta mulai masuk ke dalam pasar tersebut sehingga semakin banyak pesaing-pesaing baru yang terlibat. Industri transportasi udara telah berhasil melakukan transformasi dari pasar monopoli menjadi pasar yang bersaing dengan tekanan pasar yang memaksa terjadinya efisiensi. Akhirnya konsumen memperoleh manfaat yang besar karena biaya transportasi udara semakin murah. Tetapi industri telekomunikasi belum berhasil melakukan transformasi seperti itu. Telkom di dalam pasar telekomuniasi masih sangat dominan sehingga mekanisme persaingan yang sehat masih belum sepenuhnya terwujud dengan baik. Struktur pasar seperti ini masih menjadi kendala bagi efisiensi pelaku didalamnya dan masih belum berhasil menurunkan tarif telepon sampai setara dengan negara-negara lainnya. Sebagai contoh, ketika kita berada di negara AS, Australia, atau Eropa dan iseng menelepon ke Jakarta, maka carilah kartu telepon internasional. Kita dapat menelepon ke Jakarta sampai kuping panas dengan tarif sangat murah, hanya beberapa dolar saja. Ini terjadi karena pasar dibuka dan ditransformasikan menjadi pasar yang lebih bersaing dengan banyak pelaku-pelaku pasar di dalamnya. Telkom dalam waktu cepat atau lambat akan mengalami......

Words: 6834 - Pages: 28

Free Essay

Eternet

...2.000.000,00 • PENCAIRAN TC Nn. Early mencairkan TC pada Bank Muamalat Cabang Padang sebanyak 3 lembar secara tunai Pada Cab. Padang D : RAK- Jakarta Rp 300.000,00 K : Kas Rp 300.000,00 Pada Cab. Jakarta D : TC – Rupiah Rp 300.000,00 K : RAK – Padang Rp 300.000,00 • PENJUALAN TC OLEH AGEN Penjualan kepada agen, Bank akan memberikan potongan yang akan dibebankan kepada Biaya Komisi. D : Kas Rp. 3.000.000,00 K : Biaya komisi Rp. 60.000,00 K : TC – Rupiah Rp. 2.940.000,00 5. REKENING TITIPAN – PAYMENT POINT DEFINISI Pembayaran dari masyarakat yang ditujukan untuk keuntungan pihak tertentu seperti, rekening listrik PLN, rekening telepon dari Telkom, uang sekolah suatu Universitas, pajak televisi dsb. 11. Bank Bukopin Senen menerima sebundel rekening tagihan listrik PLN bernilai Rp 30.000.000,00 untuk tagihan pelanggan periode September 20XX K : Rek. Adm Rupiah Warkat Rek. PLN yang Diterima………..Rp 30.000.000,00 12. Pada akhir hari jumlah pembayaran pelanggan PLN yang diterima mencapai jumlah sebesar Rp 5.000.000,00 diterima secara tunai D : Rek. Adm Rupiah Warkat Rek. PLN yang Diterima………..Rp 5.000.000,00 D : Kas Rp 5.000.000,00 K : Giro – Rekening PLN Rp 5.000.000,00 6. DANA SETORAN NAIK HAJI 13. Nn. Early menyetorkan dana ongkos haji sebesar Rp 15.000.000,00 tunai di Bank Muamalat. Setoran tersebut ditujukan untuk......

Words: 4719 - Pages: 19

Free Essay

E Commerce

...Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan layanan e-commerce untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online. E-commerce merupakan sebuah layanan internet yang dimanfaatkan untuk jual-beli. Dengan e-commerce telah banyak merubah dalam proses jual-beli. Jika dalam suatu jual-beli penjual dan pembeli bertemu, namun jika dengan e-commerce mereka tidak perlu bertemu, mereka berinteraksi dengan melalui internet maupun dengan komunikasi melalui telepon. Dalam proses ini kepercayaanlah yang menjadi modal utama. Karena tanpa kepercayaan kedua belah pihak, maka proses jual-beli e-commerce bisa terjadi dan terlaksana. Namun dengan perkembangan yang semakin pesat, maka banyak toko online / e-commerce bermunculan. Baik mereka dengan memanfaatkan blog, social media, website. Dengan pesatnya ini membuat semakin mudahnya dalam jual beli. Dalam perkembangannya saat ini dengan banyaknya bermunculan toko online. Sehingga banyak yang memanfaatkan untuk mengambil keuntungan pribadi dengan melakukan penipuan. Pada awal 2010-2011 banyak bermunculan toko online palsu baik melalui website maupun jejaring sosial. Mereka menjanjikan dengan harga yang jauh lebih murah dari harga normal. Dalam prakteknya, biasanya penjual meminta transfer 50% di awal. Akan tetapi, penjual tersebut kemudian tidak bertanggung jawab dalam mengirimkan produk ke pembeli. Dengan melihat contoh kasus tersebut, seharusnya......

Words: 2972 - Pages: 12

Free Essay

Smartfren

...Perubahan Anggaran Dasar PT Indoprima Mikroselindo No. 195 tanggal 25 April 1997, yang dibuat di hadapan Sutjipto, S.H, Notaris di Jakarta, yang telah (i) memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C2-7023 HT.01.01.TH97 tanggal 25 Juli 1997; (ii) diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 90 tanggal 11 November 1997, Tambahan No. 5282. PT Smart Telecom beralamat di Jl. H.Agus Salim 45, Menteng Jakarta Pusat, Indonesia. Persentase kepemilikan Perseroan terhadap PT Smart Telecom adalah sebesar 99,97%. PT Smart Telecom bergerak di bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi dengan izin penyelenggaraan jaringan bergerak selular berbasis teknologi CDMA 2000. Kasus Beberapa waktu lalu, Mobile-8 (FREN) menggelar right issue sebanyak 75.684.753.658 lembar saham pada harga Rp50 per lembar saham, dengan pembeli siaganya adalah tiga perusahaan yang tergabung dalam Grup Sinarmas. Analisa: Apa yang akan FREN lakukan dengan dana 3.8 trilyun yang ‘dihibahkan’ Sinarmas kepada mereka? Ternyata hampir seluruhnya atau 99.9%, digunakan untuk membeli PT Smart Telecom (Smartel), sebuah perusahaan telekomunikasi milik Grup Sinarmas. Kesimpulannya, Sinarmas menyuntikkan dana 3.8 trilyun ke FREN melalui mekanisme right issue, untuk membeli perusahaannya sendiri, yaitu Smartel. Jadi sebenarnya sama sekali tidak ada uang yang berpindah tangan, karena pembeli dan penjualnya adalah pihak yang sama,......

Words: 2901 - Pages: 12

Free Essay

Green

...sebagai Alternatif Bisnis Kreatif yang Prospektif Kampusdistro.com : Jasa perdagangan dan konsultan distro hasil karya mahasiswa seluruh Indonesia Institut Teknologi 373 Sepuluh Nopember Windy Kamesworo PKMK 374 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Yudiyana PKMK 375 Institut Teknologi Sepuluh Nopember YUNITA ARDILLA PKMK 376 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Zigmawiko TS Wiryo Kumoro PKMK INSTITUT 377 TEKNOLOGI TELKOM INSTITUT 378 TEKNOLOGI TELKOM Adhi Putra Mahardika PKMK 3Danlabor.com "Jasa Pembuatan 3D Modeling untuk Kepentingan Industri berbasis Web" Eri Angga Pradana PKMK QUICK BREAKFAST No. Nama Perguruan Tinggi Nama Pengusul Femi Yumna Anjani Program Kegiatan Judul Kegiatan INSTITUT 379 TEKNOLOGI TELKOM INSTITUT 380 TEKNOLOGI TELKOM INSTITUT 381 TEKNOLOGI TELKOM INSTITUT 382 TEKNOLOGI TELKOM INSTITUT 383 TEKNOLOGI TELKOM INSTITUT 384 TEKNOLOGI TELKOM INSTITUT 385 TEKNOLOGI TELKOM INSTITUT 386 TEKNOLOGI TELKOM INSTITUT 387 TEKNOLOGI TELKOM Politeknik Banyuwangi PKMK Web Designer and Marketer for Medium Business Idam Firdaus PKMK CP (Cooling Pad) Bag HELBA V 2.0 Pemanfaatan Helm Bekas Sebagai Peluang Usaha Menguntungkan Berupa Helm Batik Glow in the Dark Serta Upaya Penenekanan Angka Kecelakaan Sepeda Motor Pada Malam Hari BitezMedia : Professional Web Design & Digital Audio Development IRMA LESTARI PKMK SILABAN Lalu Febrian Amria Junarta PKMK MUHAMMAD GALIH......

Words: 159309 - Pages: 638

Premium Essay

Telecommunication

...The Influences of Brand Awareness, Brand Associations, and Perceived Quality on Customer Loyalty Angry Birds Rovio Entertainment Ltd. Games in Bandung City Fenny Fathiyah Business Management of Telecommunication and Information Telkom Institute of Management, Bandung, Indonesia fennyfath@gmail.com Abstract Increasing financial and sales performance of games Angry Birds, a product of Rovio Entertainment Ltd, as a new industry and becoming a success market leader in mobile gaming platform segment show a good part of popularity brands. This is the researcher’s background to do research about brand awareness, brand associations, and perceived quality also its influence on customer loyalty of games Angry Birds in Bandung city. The method of this research is descriptive method and causal association method by involving 400 respondents as its objects. The analyses are used to know how brand awareness, brand associations, and perceived quality on customer loyalty. Data analysis techniques are used as the path analysis. Studied variable are brand awareness, brand associations, and perceived quality as independent variable and customer loyalty as dependent variable. Based on the results of research on, it can be concluded that (i) brand awareness, brand associations, and perceived quality stood at 68.1%, 70.5%, and 71.1% respectively, (ii) customer loyalty stood at 69.5%, (iii) brand awareness, brand associations, and perceived quality simultaneously has a significant influence on......

Words: 6576 - Pages: 27

Free Essay

Dimension of Brand Image

...Brand yang Unggul. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Nicolino, P. F. (2004). The Complete Ideal's Guide: Brand Management. Jakarta: Prenada Media. Pariwisata Bali. (2012, Juni 14). Diambil kembali dari Bali Tours Club: http://wisata.balitoursclub.com/pariwisata-bali Passikoff, R. (2006). Predicting Market Success: a new ways to measure a customer loyalty and engage customer with your brand. Hoboken: John Wiley & Sons, Inc. Peterson, R. (2011, Oktober 25). Article:Top Brand.Insights for Marketer. Diambil kembali dari Top Brand Award: http://topbrand-award.com/article/top-brand-insights-formarketer.html Pitaloka, B. (2012, Januari 9). Digital Library Telkom Institute of Technology. Dipetik Agustus 31, 2012 Rangkuti, F. (2004). The Power Of Brands: Teknik Mengelola Brand Equity dan Strategi Pengembangan Merek + Analisis Kasus dengan SPSS. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Saleh, T. (2012, Agustus 8). Survei TripAdvisor—Indonesia Jadi Tujuan Bisnis Hotel No.1 di Dunia. Diambil kembali dari bisnis-KTI.com : http://www.bisniskti.com/index.php/2012/08/survei-tripadvisor-indonesia-jadi-tujuan-bisnis-hotel-no-1di-dunia/ Solimun. (2010). Diklat Statistika Multivariat . Bogor: Laboratorium Statistika FMIPA UB . Sugiono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Suh, J. C., & Yi, Y. (2006). When Brand Attitudes Affect the Customer Satisfaction-Loyalty Relation:The Moderating Role of Product Involvement. Journal of Consumer Psychology, 145-155. Susanto, A. B., &......

Words: 4314 - Pages: 18

Free Essay

Yeeah

...2308030041 14 Ahmad Mukhlis HIMA D3TEKSI 3110030119 15 Septian Tri H HIMA D3TEKTRO 2209030014 11 Heru Purwanto HIMA ELIN PENS 7309040060 12 Roksun Nasikhin HIMABITS 1509100701 16 M. A. Rauf S. HIMAGE-ITS 3509100016 17 Ahmad Mustangin HIMASIKA 1109100706 18 Ramdhani Eka HIMASISKAL 4209100051 19 Mega Pradipta HIMASTA 1309100338 20 M. Hudan Lil HIMASTHAPATI 3209100074 21 Moch. Hasan HIMATEKK 2309100108 22 Nurman Firdaus HIMATEKLA 4309100014 23 Jalil Irfanartiko HIMATEKPAL 4108100105 24 Yoga Widya P HIMATEKTRO 2209100076 25 Dimas Ghara Wienaji 7209040004 26 Yoga Arifianto HIMA TELKOM PENS HIMATIKA 27 Rozy Muhammad HIMIT PENS 7409030003 1208100018 27 MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS 28 Trisnasristia HIMKA 1409100073 29 Andi Kurniawan HMM 2108100068 30 Hiro Sujatmika HMMT 2706100029 31 Abdul Rozaq HMPL 3608100064 32 Muhammad Hadi Fadhillah HMS 3109100120 33 A. Taufiqul Hafizh HMSI 5208100026 34 HMTC 5108100032 35 Rahardian Dustrial Dewandono Randika Gunawan HMTF 2409100070 36 M. Ulil Aidi HMTI 2508100125 37 Roberto Prans HMTL 3308100005 38 M. Mussodaq LM ITS 1108100068 39 Mochammad Azzam LM ITS 2208100179 40 Denny Dwi hardyanto LM......

Words: 17730 - Pages: 71