Free Essay

Koperasi

In: Novels

Submitted By dionafyn
Words 779
Pages 4
Jatidiri Koperasi Indonesia
Dion Afyn M 1206266605

Definisi Koperasi ( pasal 1 ayat 1 UU No. 25 thn 1992)
Koperasi adalah badan usahayang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Landasan dan Asas Koperasi ( Pasal 2 UU No. 25 thn 1992)
Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 serta berdasar atas asas kekeluargaan 1. Asas Koperasi
Asas Koperasi di Indonesia asalah asas kekeluargaan dan gotong royong. Asas kekeluargaan dalam Koperasi mengqndung makna adanya kesadaran dari hati nurani setiap anggota koperasi untuk mengerjakan segala sesuatu dalam koperasi oleh semua dan untuk semua Adapun kegotong royongan dalam koperasi mengandung arti bahwa dalam berkoperasi harus memiliki keinsyafan dan kesadaran semangat bekerjasama seta tanggung jawab bersama 2. Landasan koperasi
Landasan Idiil : Landasan idiil koperasi adalah pancasila artinya setiap aktivitas koperasi senantiasa mendasarkan cita-citanya pada pengalaman dan pelaksanaan Pancasila.
Landasan Strutural : Landasan strutural koperasi adalah Undang Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 1.
Landasan Gerak : Landasan gerak Koperasi adalah undang-undang dan peraturan-peraturan yang mengatur perkoperasian. Dewasa ini kita telah mempunyai undang-undang tentang perkoperasian yakni Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992.
Landasan Mental : Landasan mental koperasi adalah setia kawan dan kesadaran berkepribadi.

Tujuan Koperasi ( Pasal 3 UU No. 25 thn 1992)
Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya & masyarkat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur berlandaskan pancasila dan UUD 1945

Fungsi dan Peran Koperasi ( Pasal 4 UU No. 25 thn 1992)
Fungsi dan peran Koperasi adalah: a. membangun dan mengembangkan potesi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan pada masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya; b. berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat ; c. memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perkonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya ; d. berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perkonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Prinsip - Prinsip Koperasi ( Pasal 5 UU No. 25 thn 1992)

Prinsip 1. Keanggotaan Sukarela dan Terbuka
Koperasi adalah organisasi sukarela, terbuka bagi semua orang yang mampu menggunakan jasa mereka dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan, tanpa diskriminasi gender, sosial, rasial , politik atau agama.
Prinsip 2: Pengawasan secara Demokratis oleh Anggota
Koperasi adalah organisai demokratis dikendalikan oleh para anggotanya, yang secara aktif berpartisipasi dalam penetapan kebijakan-kebijakan dan membuat keputusan
Prinsip 3 : Partisipasi Ekonomi Anggota
Anggota –anggota menyumbang modal usaha koperasi sebagai syarat keanggotaan secara adil dan mengendalikan secara demokratis.
Prinsip 4 : Otonomi dan Kemerdekaan
Koperasi bersifat otonomi, organisasi yang menolong diri sendiri, dikendalikan oleh para anggotanya
Prinsip 5 : Pendidikan, Pelatihan dan Informasi
Koperasi memberikan pendidikan dan pelatihan untuk para anggotanya, rakyat yang terpilih, manajer dan karyawan, sehingga mereka dapat memberikan sumbangan yang efektif bagi perkembangan koperasi. Mereka memberikan informasi kepada masyarakat umum – khusus kaum muda dan para pembentuk opini – tentang sifat dan manfaat kerjasama
Prinsip 6 : Kerjasama antar Koperasi
Koperasi melayani anggota mereka, paling berhasil dalam memperkuat gerakan koperasi dengan bekerjasama melalui lokal, nasiolanal, regional dan internasional
Prinsip 7 : Kepedulian Masyarakat
Koperasi melaksanakan pembangunan berkesinambungan dari komunitas-komunitas mereka malalui kebijakan-kebijakan yang telah di setujui oleh para anggotanya

Prinsip menurut Rochdale ( Equitable Pioner’s Rochdale )
Prinsip – prinsip koperasi rochdale menurut bentuk dan sifat aslinya : 1. Pengawasan secara demokratis ( Democratic Control ) 2. Keanggotaan yang terbuka ( Open membership ) 3. Bunga atas modal dibatasi ( a fixed or limited interest on capital ) 4. Pembagian sisa hasil usaha ( SHU ) kepada anggota sebanding dengan jasa masing – masing anggota ( The distribution of surplus in dividend to the members in proportion to their purchases ) 5. Penjualan sepenuhnya dengan tunai ( Trading strictly on a cash basis ) 6. Barang – barang yang dijual harus asli dan tidak dipalsukan ( Selling only pure and unadulterated goods ) 7. Netral terhadap politik dan agama ( Political and religious neutrality )

Prinsip Koperasi menurut ICA ( International Cooperative Allience )
Sidang ICA pada tahun 1966 merumuskan prinsip – prinsip koperasi, dirinci sebagai berikut: 1. Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat – buat ( Open and voluntarily membership ) 2. Kepimpinan yang demokrasi atas dasar satu orang satu suara (Democratic control – one member one vote) 3. Modal menerima bunga yang terbatas, itupun bila ada ( Limited interest of capital ) 4. SHU dibagi tiga :
1) Sebagian untuk cadangan
2) Sebagian untuk masyarakat
3) Sebagian untuk dibagikan kembali kepada anggota sesuai dengan jasa masing – masing 5. Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus (Promotion of Education) 6. Gerakan koperasi harus melaksanakan kerja sama yang erat, baik di tingkat regional, nasional, maupu internasional (Intercooperative network)

Sumber: http://candranopitasari.blogspot.com/2013/01/pengertian-tujuan-dan-prinsip-prinsip_12.html http://portal.mahkamahkonstitusi.go.id/eLaw/mg58ufsc89hrsg/uu_25_1992_ok.pdf http://koperasiida.blogspot.com/2012/11/jatidiri-koperasi.html

Similar Documents

Free Essay

Koperasi

...PRAKTIKUM MK. KOPERASI DAN KELEMBAGAAN AGRIBISNIS (AGB 336) “Koperasi dan Pengembangan Agribisnis” Oleh : Kelompok 11 Meri Sudaryanti (G64140019), Rizki Qadriadi Putra Deas (H34130017), Aulia Ramadhani (H34130021), Fikri Ammar (H34130075), Sri Kusyani Arimbi (H34130130) Program Sarjana Agribisnis Departemen Agribinis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Insitut Pertanian Bogor Dosen Praktikum | : | Maryono, SP. M.Sc | Nilai | Hari, tanggal PraktikumRuang | ::: | Kamis, 25 Februari 20162RK. 8 AGR 307 | | PENDAHULUAN Latar Belakang Negara yang berhasil tidak hanya dari sektor industri, namun banyak negara yang yang berhasil karena mengutamakan pertanian. Berhasil atau tidak berkembangnya sektor pertanian disuatu negara akan berbanding lurus pada perekonomian negara. Di Indonesia, berkecimpung dan berperan aktif di dunia usaha pertanian akan dihadapkan banyak faktor-faktor hambatan yang menjadikan petani sulit untuk berkembang. Untuk membantu petani di Indonesia, pemerintah membuat Koperasi. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Berdasarkan teorinya, sistem agribisnis adalah suatu rangkaian kegiatan usaha......

Words: 3413 - Pages: 14

Free Essay

Koperasi Filipina

...orang Filipina yang berada di dekat di kontak dengan gerakan ekonomi baru di Eropa. Dua nama patut dicatat adalah Dr Jose P. Rizal danTeodoro Sandiko. Rizal, setelah perjalanan timnya Sandakan, Kalimantan pada tahun 1892, meminta Gubernur Despudol bahwa dia dan beberapa kerabat dan teman-teman diizinkan untuk pindah ke tempat itu dan menemukan koloni di bawah rencana koperasi Robert Owen. Sebaliknya, ia ditangkap atas tuduhan pengkhianatan dan dibuang ke Dapitan del, Zamboanga Norte. Dalam Dapitan, Rizal memiliki ide-idenya dalam kerjasama sebagian terpenuhi. Dia memasang sebuah sekolah bagi masyarakat miskin secara murni koperasi. Ia juga mendirikan toko koperasi dengan bantuan murid-muridnya. Satu kelompok penting yang diselenggarakan oleh Rizal adalah La Sociedad de los Abacaleros (Society of Abaca Produsen). Ini berfungsi hanya untuk satu tahun. Rizal mengembalikan modal anggota berbagi tanpa kehilangan apapun. Teodoro Sandiko, dalam perjalanannya di Eropa, pasti memiliki hubungan dekat dengan gerakan koperasi di Jerman di mana ia menemukan dengan gerakan Raiffeisen. Dia sangat terkesan dengan jenis koperasi dan dia memandang ke depan untuk sebuah kesempatan untuk memilikinya diperkenalkan di sini di Filipina. Seperti mungkin takdir pilihannya, Sandiko punya kesempatan ketika ia menunjuk salah satu gubernur awal ketika Sipil Pemerintah, di bawah Amerika, didirikan. Hukum Kredit Pedesaan. Begitu Sipil Pemerintah didirikan, Filipina partisipasi dalam pemerintahan......

Words: 918 - Pages: 4

Free Essay

Koperasi

...Tugas Kelompok Raden Ardi Novaliando 120310120126 Adil Falah 120310120123 Haga 120310120118 Regulasi, Infrastruktur, dan SDM Jadi Kendala Implementasi Kebijakan Keuangan Daerah Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr. H. Rizal Djalil menyampaikan dalam forum ilmiah di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad rabu lalu bahwasanya permasalahan utama dalam implementasi kebijakan keuangan daerah adalah regulasi yang masih lemah, Regulasi yang lewah ini diakibatkan oleh infrastruktur daerah yang belum mendukung peningkatan perekonomian daerah, dan sumber daya manusia belum memadai. “Kebijakan pemerintah pusat khususnya terkait dengan penetapan alokasi dana perimbangan juga belum sepenuhnya mendukung aspek pemerataan, serta kebijakan daerah otonomi baru belum memberikan dampak positif bagi pemerataan pembangunan, malah menimbulkan masalah baru. Kebijakan pemerintah yang bersifat khusus, seperti otonomi khusus belum sepenuhnya dapat menyelesaikan masalah utama sebelum otonomi khusus tersebut diberikan, “ tuturnya. Dr. Rizal menyebutkan bahwa persoalan utama yang perlu dijawab dalam implementasi kebijakan keuangan daerah adalah sejauh mana peningkatan belanja pasca otonomi dapat menjawab tujuan utama otonomi daerah. Tujuan utama otonomi daerah yaitu meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik, pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan, dan pemerataan, serta pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah serta antar daerah dalam rangka......

Words: 471 - Pages: 2

Free Essay

Taspen Cooperative

...PENDAHULUAN Koperasi Karyawan Taspen merupakan objek yang kami observasi. Kami memulai observasi di Koperasi Karyawan Taspen pada Jumat, 16 Mei 2014. Dalam observasi pertama ini kami mewawancarai Ketua Pengurus Koperasi periode transisi 2014, Bapak Jusmaidi. Periode transisi di sini merupakan keadaan di mana Koperasi Karyawan Taspen mengadakan pembenahan manajemen yang dikarenakan anggaran yang defisit. Hal tersebut sebagian besar terjadi karena adanya perbedaan visi antara Ketua Koperasi yang lama dengan yang baru. Visi Ketua Koperasi yang lama merupakan memaksimalkan kepuasan anggota. Sementara, visi Ketua Koperasi yang baru lebih berorientasi pada keuntungan daripada kepuasan anggota.Selain itu, anggaran yang defisit terjadi karena banyaknya peminjam yang gagal bayar, salah satu penyebabnya mutasi pekerjaan. Koperasi Karyawan Taspen merupakan koperasi primer yang juga menjadi faktor penghambat dalam proses penagihan piutang anggota. Pada observasi kedua, pada hari Rabu, 21 Mei 2014, kami kembali melakukan observasi dan wawancara dengan Bapak Jusmaidi dan Bapak Koeswin. Dengan adanya narasumber lain, diharapkan observasi ini akan mendapat hasil yang lebih baik karena mendapatkan informasi dari sudut pandang yang berbeda. Profil Perusahaan Nama Perusahaan : Koperasi Karyawan Taspen Tahun berdiri : Kopkar berdiri pada tanggal 12 juli 1994 Tujuan didirikan : Mensejahterakan anggota Alamat : Jl. Letjen Suprapto, Kec. Cempaka Putih, Jakarta......

Words: 1654 - Pages: 7

Free Essay

Faafa

...KJSKK 3. Ketua Unit 4. Peg. Eksekutif Kanan 5. Fail Timbul Tarikh: 30 Mei 2012 Bil. Ruj. PKM/HEP/12/01/1(22 ) Tel: 06-3376118 Saudara/saudari; LAPOR DIRI PELAJAR SENIOR SESI JUN 2012 Tahniah kerana anda telah mencapai kelulusan dalam peperiksaan atau telah tamat menjalani latihan industri. 2. Sukacita dimaklumkan bahawa Sesi Pendaftaran Kamsis dan Lapor Diri Pengajian akan diadakan pada tarikh, masa dan tempat sepertimana ketetapan berikut:- Pendaftaran KAMSIS (Asrama Koperasi) Maklumat pendaftaran KAMSIS bagi pelajar adalah seperti berikut: Tarikh : 10 Julai 2012 (Selasa) Masa : 8.30 pagi – 12.00 tengah hari Tempat : Kamsis Koperasi, Apartment Yayasan Melaka, Taman Pertam Perdana, Pulau Gadong, Cheng, Melaka. *Segala pertanyaan berkaitan Kamsis Koperasi sila berhubung dengan En. Shahrulnizam Bin Bakar di talian 012-5399875 atau En. Mohd Firdaus Bin Mohd Noor di talian 019-7147937 atau En. Zulhelmi bin Abd Rahman di talian 013-3989875. Maklumat Lapor Diri dan Pendaftaran Pengajian Bermula sesi Jun 2012, proses lapor diri pelajar senior akan dibuat melalui online iaitu berdasarkan semakan berikut oleh pihak JHEPP: 1) Pra-pendaftaran sistem e-Enrol (semua pelajar Politeknik Melaka termasuk yang akan menjalani Latihan Industri...

Words: 605 - Pages: 3

Free Essay

Manajemen Umkm

...Persiapan UMKM Hadapi AFTA Bahkan, komoditas pertanian seperti apel, cabai, bawang merah, bawang putih, wortel, kentang, jamur, dan jahe, diimpor dengan nilai 1,7 miliar dollar AS per tahun. Padahal produk tersebut termasuk komoditas rakyat yang bisa diusahakan pelaku UKM.  Baru-baru ini, ada berita hanya sekitar 20 persen perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia yang siap memasuki era globalisasi, utamanya Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) tahun 2015 dan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Berita tersebut muncul dari birokrat Indonesia yang tentunya bagaikan cambuk bagi penggiat pendidikan tinggi agar mengantisipasinya. Lalu, bagaimanakah kesiapan para pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadapi era tersebut?  Pada 12 Desember 2012, ada pertemuan para tokoh Dekopin, Asosiasi UKM, Iwapi, dan lain-lain dengan instansi pemerintah (Kemenkop UKM, Kemendag, Kemenlu, BKPM). Mereka membahas perkembangan kerja sama ekonomi internasional dan langkah-langkah antisipasinya agar kelak para pelaku KUKM tidak terkaget-kaget dalam memasuki era MEA. Dalam pertemuan itu, terungkap betapa makin terbukanya negeri ini kepada pihak negara lain. Demikian sebaliknya, negeri lain pun terbuka bagi warga Indonesia sehingga dalam kerangka MEA, Indonesia harus siap menerima mereka dan siap mendatangi mereka.  Boleh dikatakan, pada tahun 2015, berlaku “Konstusi ASEAN” yang berimplikasi pada status kewarganegaraan. Orang Indonesia bukan hanya menjadi WNI, tetapi juga...

Words: 876 - Pages: 4

Free Essay

Tukar Peruncitan Di Sarawak

...Program TUKAR: Satu Suntikan Baru Peruncitan Koperasi di Sarawak (Frank Me-ol) Perniagaan pemborongan dan peruncitan merupakan salah satu perniagaan yang cukup matang dan sinonim apabila dikaitkan dengan sektor koperasi di Malaysia khasnya di Sarawak. Menurut Jamilah Din et.al.(2008) sebanyak 24.5 peratus ataupun 52 buah koperasi luar bandar di Sarawak yang dimiliki oleh bumiputra menjalankan perniagaan peruncitan yang di jalankan dalam skala kecil dan sederhana. Maklumat terkini daripada Suruhanjaya Koperasi Malaysia (SKM) sehingga penghujung tahun 2014 menunjukkan terdapat 69 buah koperasi di Sarawak terlibat di dalam bidang peruncitan manakala 11 buah koperasi terlibat di dalam bidang pemborongan. Jumlah penglibatan koperasi yang kian meningkat menunjukkan wujudnya potensi di dalam bidang tersebut yang perlu di rebut oleh koperator sebagai salah satu peluang dalam meningkatkan sosio ekonomi anggotanya. Walaubagaimanapun, arus globalisasi serta perubahan dalam tabiat atau tingkah laku pembeli, sikap dan corak pembelian selain penyusunan semula industri peruncitan telah memberikan impak yang besar kepada peniaga kecil-kecilan terutamanya kepada koperasi. Pertumbuhan kompleks membeli-belah dan pasaraya antarabangsa yang tertumpu di kawasan bandar-bandar besar memberikan persaingan yang hebat kepada sektor peruncitan koperasi. Menurut Azlah et. al. (2005), pertumbuhan pasaraya besar dan kompleks membeli-belah telah meningkat sementara peratusan kedai runcit......

Words: 470 - Pages: 2

Free Essay

Usaha Mikro Kecil

...PENGERTIAN DAN KRITERIA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH Tugas mata kuliah koperasi dan usaha kecil menengah NAMA : RESTA FEBRIYANTI NIM : 070110201028 JURUSAN : MANAJEMEN >> Usaha Mikro Pengertian usaha mikro Usaha Mikro sebagaimana dimaksud menurut Keputusan Menteri Keuangan No.40/KMK.06/2003 tanggal 29 Januari 2003, yaitu usaha produktif milik keluarga atau perorangan Warga Negara Indonesiadan memiliki hasil penjualan paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per tahun. Usaha Mikro dapat mengajukan kredit kepada bank paling banyak Rp.50.000.000,-. Kriteria usaha mikro • Jenis barang/komoditi usahanya tidak selalu tetap, sewaktu-waktu dapat berganti; • Tempat usahanya tidak selalu menetap, sewaktu-waktu dapat pindah tempat; • Belum melakukan administrasi keuangan yang sederhana sekalipun, dan tidak memisahkan keuangan keluarga dengan keuangan usaha; • Sumber daya manusianya (pengusahanya) belum memiliki jiwa wirausaha yang memadai; • Tingkat pendidikan rata-rata relatif sangat rendah; • Umumnya belum akses kepada perbankan, namun sebagian dari mereka sudah akses ke lembaga keuangan non bank; • Umumnya tidak memiliki izin usaha atau persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP. Contoh usaha mikro • Usaha tani pemilik dan penggarap perorangan, peternak, nelayan dan pembudidaya; • Industri makanan dan minuman, industri meubelair pengolahan kayu dan rotan,industri pandai besi pembuat alat-alat; ...

Words: 1585 - Pages: 7

Free Essay

Journal

...Yatim Al-Khairiyah is able to feel our care and love that people like us do give them our attention. Another reason why we chose this orphanage is because these children have no one, they are the most vulnerable and most importantly they are the future. For what we have done during the past few weeks for this CSR Project, we are glad that we were able to raise enough funds from the chocolate selling to donate to the orphanage, we want to give them what they deserve, even though the profits we raised were not much but at least we are able to provide them food and necessities, a way to bring hope to the orphans. Execution of the CSR project In our CSR Project we have conducted an online chocolate selling that collaborated with the Koperasi Usahawan Ikhtiar Dermawan (KL) Berhad which consist of SME entrepreneurs, Silarasa Food a manufacturer and supplier of high quality HALAL chocolates, established in 2004 to execute this goodwill project. This SME Corporation that links us to the Malaysian Cocoa Board (MCB), a federal statutory research and development agency under the Ministry of Plantation Industries and Commodities established in 1988 as part of executing our CSR Project. Our main purpose for this project is to raise fund from the profits we gained during the chocolate selling activity that lasted for 2 weeks and we decided to donate the fund to the orphanage as an action of...

Words: 515 - Pages: 3

Free Essay

Analisis Persaingan Hypermarket V.S Minimarket Tradisional

...terutama pada berkurangnya kunjungan pelanggan dan cashflow yang semakin melambat. Manajemen Mainmart mulai berfikir untuk mempertimbangkan strategi-strategi tertentu mengahadapi persaingan dengan gerai hypermart. Lingkungan dalam studi kasus : Industri ritel pada bentuknya digolongkan menjadi beberapa jenis (sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia, Nomor 23/ MPP/ Kep/ 1/ 1998 tentang Lembaga-Lembaga Usaha Perdagangan) antara lain : 1. Pasar Modern, adalah pasar yang dibangun oleh Pemerintah, Swasta, atau Koperasi yang dalam bentuknya berupa Mall, Supermarket, Departement Store, dan Shoping Center dimana pengelolaannya dilaksanakan secara modern, dan mengutamakan pelayanan kenyamanan berbelanja dengan manajemen berada disatu tangan, bermodal relatif kuat, dan dilengkapi label harga yang pasti. 2. Pasar Tradisional, adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Swasta, Koperasi atau Swadaya Masyarakat dengan tempat-tempat usaha...

Words: 1019 - Pages: 5

Free Essay

Borang Anggota

...ANGGOTA KOPERASI KARIAH MASJID NURUL HIKMAH SABAH BERHAD, [BIL. DAFTAR:S-3-1080, RUJ: SKM.IP(PEND)S-850/(1), 15 JULAI 2011] Nama/AlamatPemohon:__________________________, __________________________, __________________________, __________________________.Tarikh:____________ Setiausaha, Koperasi Kariah Masjid Nurul Hikmah Sabah Berhad, Masjid Nurul Hikmah, Bukit Padang, 88300 KOTA KINABALU. Assalamualaikum wbrkt., Tuan, PERMOHONAN UNTUK MENJADI ANGGOTA KOPERASI KARIAH MASJID NURUL HIKMAH SABAH BERHAD Saya yang beralamat seperti di atas dengan sukacitanya ingin memohon untuk menjadi anggota koperasi tersebut. 2.Bersama ini disertakan wang fi masuk RM 10.00 (Sepuluh Ringgit) yang tidak akan dikembalikan kecuali permohonan ini ditolak, (Perenggan 50a Akta). Saya juga menyertakan syer RM termasuk sumbangan minimum RM 100.00 / akan mengemukakan syer dalam masa 3 (tiga) bulan seminimum RM 100.00 apabila keanggotaan saya diterima dimana syer minimum itu tidak akan dikeluarkan selagi saya menjadi anggota koperasi, (50b Akta). 3.Sehubungan dengan permohonan saya ini, saya mengaku bahawa: Saya terikat dengan Undang-Undang Kecil kopersi tersebut dan aturan-aturan aktiviti yang sedia ada serta apa-apa pindaan; Saya bukan seorang bankrap yang belum dilepaskan; Saya bukan seorang yang masih menghadapi suatu sabitan bagi kesalahan yang boleh didaftar; dan Saya tidak pernah dibuang daripada keanggotaan mana-mana koperasi dalam......

Words: 265 - Pages: 2

Free Essay

Tugas

...melayani seluruh kota, namun perkembangan jumlah mobil dengan jumlah jalan sangatlah timpang (5-10% dengan 4-5%). Menurut data dari Dinas Perhubungan DKI, tercatat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta. Salah satu penyumbang kemacetan ialah kopaja. Kopaja sering sekali ugal ugalan dijalan. Dan banyak dari kopaja yang kurang layak pakai. Koperasi Angkutan Jakarta (biasa di singkat Kopaja), adalah nama perusahaan yang menyediakan jasa angkutan umum berupa bus sedang di Jakarta, Indonesia. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka memperoleh permasalahan antara lain: 1. Bagaimana cara mengatasi kopaja dalam kemacetan di DKI Jakarta? 2. Mengapa perlu diperbarui angkutan jenis kopaja? 3. Berapa besaran tarif yang ideal untuk kopaja ac? 1.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah agar teman teman tau bagaimana perkembangan kopaja di DKI Jakarta dan pengaruh kopaja terhadap perkembangan transportasi. BAB II PEMBAHASAN 2.1 CARA MENGATASI KOPAJA DALAM KEMACETAN Kopaja dapat diatasi dengan perbaikan layanannya maupun sistemnya, Ketua Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) Nanang Basuki mengatakan Kopaja bersedia bergabung dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sekaligus menerapkan sistem pembayaran rupiah per kilometer. Menurut dia, pihaknya pun akan memenuhi syarat-syarat yang diminta, diantaranya bus harus dilengkapi dengan pendingin udara, pintu bus harus bisa terbuka dan tertutup secara......

Words: 643 - Pages: 3

Premium Essay

The Pros And Cons Of Housing

...first CC in the then Malaya, Postal and Telecommunication Cooperative Thrift and Loan Society Limited (Kota Mas Berhad) in 21 July 1921. As the pioneering CC, Kota Mas Berhad was attributed to the rapid proliferation of cooperative societies’ movement in Malaysia. Cooperative societies in Malaysia consist of mainly credit-based and of various industries- and community-based cooperatives. Even though CFI constitute a mere 5.4% (588) of the entire cooperative societies (10, 841), as of 31 December 2013, they generated up to a quarter (25.1%) of the total revenues generated by cooperative societies in Malaysia (Suruhanjaya Koperasi Malaysia, 2014b). The yearly directories of ‘The Top 100 Cooperatives in Malaysia’ by SKM also highlight the importance of CC to the cooperative movement in Malaysia as a third of those cooperatives are from CFI (Suruhanjaya Koperasi Malaysia, 2014a). Unlike its counterparts in the U.S and the U.K whose credit unions are active in mortgage finance intermediation activities, CFI in Malaysia on the other hand, are almost synonymously equated with personal financing—a core, and lucrative business of CFI. It was exhibited by the fact that out of the 35 CFI (2 cooperative banks and 33 CC) of the best cooperative societies in Malaysia, only a handful offers Shari'ah-compliant mortgage financing . ...

Words: 986 - Pages: 4

Premium Essay

Gst Implementation

...RESEARCH TITLE: THE AWARENESS OF SME’S TOWARDS GOODS AND SERVICES TAX IMPLICATIONS: A CASE STUDY OF SME’S IN SHAH ALAM, SELANGOR INTRODUCTION BACKGROUND OF STUDY Goods and Services Tax (GST) is an issue frequently being discussed recently in Malaysia, this happen when the government announced to implement the GST. The national budget of Malaysia 2014 had been discussed in parliament on 25 October 2013 proposing that GST would be implemented commencing on 1 April 2015 at 6% rate. GST, is also known as the value-added tax (VAT) in many countries such as Singapore, Hong Kong, United Kingdom and Canada. Currently, more than 160 countries have implemented GST. Tax is recognized as one of the main sources of government’s income. GST has been raised by the Malaysia Government as an approach to reduce its deficit. SMEs are defined as a business enterprise in the manufacturing sector with an annual sales turnover not exceeding RM50million or with less than 200 full time employees, while for the services sector enterprises the corresponding number are RM20 million or 75 workers. Any businesses with annual sales of taxable turnover exceeding RM500,000 is mandatory registration with Royal Customs Malaysia. With registration can allow the business owners to claim the GST paid on the purchases or inputs which will otherwise become a cost. PROBLEM STATEMENT The purpose of the Goods and Services Tax implementation is to solve the economics problem, this including......

Words: 504 - Pages: 3

Free Essay

Principles of Taxation-Unearned Income

...SCHOOL OF ACCOUNTANCY UNIVERSITI UTARA MALAYSIA BKAT 2013 – PRINCIPLES OF TAXATION TUTORIAL 3 – UNEARNED INCOME QUESTION 1 Under what circumstances income derived from rental of properties is taxable under Section 4(a) – Business Income instead of under Section 4 (d) – Investment income? QUESTION 2 (A) Mr. Rozmi has opted to retire from MR Resources Sdn Bhd in 2011. In 2012, he reported the following with regards to his income: Pension - optional retirement | 3,000 | Annuity paid by Bening Insurance Bhd, a Malaysian life insurer | 9,000 | Malaysian dividend, net | 14,400 | Royalties from musical composition | 23,000 | Interest on fixed deposits with Maybank for 15 months' tenure | 16,000 | Mr Rozmi owns a service apartment, which is let out for rent. The statement of income and expenditure for the year ended 31 December 2001 is as follows: Rent received | | | 26,300 | Less: Expenses | | | | Mortgage loan interest | 14,400 | | | Quit rent | 300 | | | Assessment and rates | 150 | | | Cost of tiling the cement floor of the balcony | 1,200 | | (16,050) | Net rental income | | | 10,250 | The accumulated rental loss brought forward from the previous year was RM2,800. REQUIRED: Computed the aggregate income for Mr Rozi for the year assessment 2012 (B) Mr Ramli and his wife jointly owned a condominium that had been let for rent since 2006. The statement of rental income and expenditure is as follows: Rent received: |......

Words: 465 - Pages: 2