Free Essay

Masc

In: Business and Management

Submitted By kemalsham
Words 2082
Pages 9
ISSN 1412-565X
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PESTASI BELAJAR IPA
DI SEKOLAH DASAR
(Studi Kasus terhadap Siswa Kelas IV SDN Tarumanagara
Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya)
Oleh: Ghullam Hamdu, Lisa Agustina

ABSTRACT
Motivation is one of the several things which determines the successful of the student learning activity. Without motivation, learning process is difficult to achieve optimum success. The use of the principle of motivation is something essential in the learning and education process. This article trils to investigate the influence of learning motivation to the student science performance.
This correlation descriptive study was conducted as a case study on elementary school fourth grade students and the objective was to describe the level of influence of student's motivation toward science performance. A total of 26 fourth grade students at Tarumanagara Elementary
School District Tawang is used as a sample. Data was collected using a questionnaire as an instrument of learning motivation variables and test results as the average student achievement variable. Results of data processed with statistical calculations and the average correlation performed using SPSS 16.0. Results showed that on average, learning motivation and science learning performance of students achieve good interpretation. The Influence of student’s learning motivation showed significant high correlation and donate the influence of 48.1% on student’s science performance.
Keywords: Learning Motivation, Science Performance.
PENDAHULUAN
Pendidikan dan pengajaran adalah suatu proses yang sadar tujuan. Tujuan dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memberikan rumusan hasil yang diharapkan siswa setelah melaksanakan pengalaman belajar (Sadirman, 2004). Tercapai tidaknya tujuan pengajaran salah satunya adalah terlihat dari prestasi belajar yang diraih siswa. Dengan prestasi yang tinggi, para siswa mempunyai indikasi berpengetahuan yang baik.
Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi siswa adalah motivasi. Dengan adanya motivasi, siswa akan belajar lebih keras, ulet, tekun dan memiliki dan memiliki konsentrasi penuh dalam proses belajar pembelajaran. Dorongan motivasi dalam belajar merupakan salah satu hal yang perlu dibangkitkan dalam upaya pembelajaran di sekolah.
Penelitian Wasty Soemanto (2003) menyebutkan, pengenalan seseorang terhadap prestasi belajarnya adalah penting, karena dengan mengetahui hasil-hasil yang sudah dicapai maka siswa akan lebih berusaha meningkatkan prestasi belajarnya. Dengan demikian peningkatan prestasi belajar dapat lebih optimal karena siswa tersebut merasa termotivasi untuk meningkatkan prestasi belajar yang telah diraih sebelumnya.
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1
April 2011

90

ISSN 1412-565X
Biggs dan Tefler (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2006) mengungkapkan motivasi belajar siswa dapat menjadi lemah. Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan, sehingga mutu prestasi belajar akan rendah. Oleh karena itu, mutu prestasi belajar pada siswa perlu diperkuat terus-menerus. Dengan tujuan agar siswa memiliki motivasi belajar yang kuat, sehingga prestasi belajar yang diraihnya dapat optimal.
Motivasi belajar yang dimiliki siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran sangat berperan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran tertentu (Nashar, 2004:11).
Siswa yang bermotivasi tinggi dalam belajar memungkinkan akan memperoleh hasil belajar yang tinggi pula, artinya semakin tinggi motivasinya, semakin intensitas usaha dan upaya yang dilakukan, maka semakin tinggi prestasi belajar yang diperolehnya.
IPA sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah, dapat memberikan peranan dan pengalaman bagi siswa. Hasil pembelajaran IPA pun dapat sangat dipengaruhi oleh motivasi dari siswa. Baik itu motivasi internal maupun motivasi eksternal. Pembelajaran IPA dilakukan dengan berbagai upaya, yaitu salah satunya melalui peningkatan motivasi belajar. Dalam hal belajar siswa akan berhasil jika dalam dirinya sendiri ada kemauan untuk belajar dan keinginan atau dorongan untuk belajar, karena dengan peningkatan motivasi belajar maka siswa akan tergerak, terarahkan sikap dan perilaku siswa dalam belajar, dalam hal ini belajar IPA.
KAJIAN PUSTAKA
1. Pengertian Tentang Belajar dan pembelajaran
Slameto (2003) mengemukakan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam belajar, siswa mengalami sendiri proses dari tidak tahu menjadi tahu.
Mohamad Surya (2004) mengungkapkan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan perilaku sebagai hasil interaksi antara dirinya dan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara lengkap, pengertina pembelajaran dapat dirumuskan sebgai berikut: “pembelajaran ialah suatu proes yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalamn individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya“.
2. Motivasi Belajar
Pada dasarnya motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, menggarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1
April 2011

91

ISSN 1412-565X
Menurut Clayton Alderfer (dalam Nashar, 2004:42) Motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin.
Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap serta perilaku pada individu belajar (Koeswara, 1989 ; Siagia, 1989 ; Sehein, 1991 ; Biggs dan Tefler, 1987 dalam Dimyati dan Mudjiono, 2006)
Untuk peningkatan motivasi belajar menurut Abin Syamsudin M (1996) yang dapat kita lakukan adalah mengidentifikasi beberapa indikatoryna dalam tahap-tahap tertentu. Indikator motivasi antara lain: 1) Durasi kegiatan, 2) Frekuensi kegiatan, 3) Presistensinya pada tujuan kegiatan, 4) Ketabahan, keuletan dan kemampuannya dalam menghadapi kegiatan dan kesulitan untuk mencapai tujuan, 5) Pengabdian dan pengorbanan untuk mencapai tujuan, 6) Tingkatan aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan, 7) Tingkat kualifikasi prestasi, 8)
Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatan.
3. Prestasi Belajar
Poerwanto (2007) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “ hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport” Selanjutnya Winkel
(1997) mengatakan bahwa “ prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajar sesuai dengan bobot yang dicapainya” Sedangkan menurut Nasution, S (1987) prestasi belajar adalah “ kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat, prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, afektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut”
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasiinformasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1
April 2011

92

ISSN 1412-565X
METODE PENELITIAN
Penelitian dengan metode penelitian kuantitatif ini akan dilaksanakan di kelas IV SDN 18
Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya dengan sampel sebanyak 26 orang siswa dan dilakukan selama 4 bulan dari bulan Agustus sampai dengan November 2010. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu motivasi belajar siswa dengan 8 indikator sebagaimana yang diungkapkan oleh
Abin Syamsudin M (2007:30) kemudian disusun dalam bentuk instrumen angket (skala likert) dengan jumlah 20 soal. Angket ini terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas sebelum dipakai di lapangan. Sedangkan variabel dependen yaitu nilai tes formatif mata pelajaran IPA yang berasal dari data dokumentasi rata-rata prestasi belajar siswa dalam pembelajaran.
Data hasil penelitian dari angket dan data prestasi siswa diolah dengan merata-ratakan dan dihitung berdasarkan kategori dari Riduan (2009):
X ≥ Xid + 0,61sd

adalah dirasakan atau tinggi

Xid - 0,61sd < X < X id + 0,61 sd

adalah cukup dirasakan atau sedang

X ≤ Xid – 0,61sd

adalah kurang dirasakan atau kurang

Setelah itu dilakukan uji normalitas, uji korelasi dan Uji Koefisien Determinasi berdasarkan hipotesis: (H0) “Tidak terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA”. Sedangkan Ha “Terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Analisis dilakukan terhadap semua data yang diperoleh dengan bantuan program SPSS Statistik 16.0.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil analisis terhadap hasil rata-rata angket dari total jumlah siswa menunjukan valid, reliabel dan terdistribusi normal. Berikut ini perhitungan deskripsi nilai dari motivasi belajar siswa: TABEL 1
DESKRIPTIF MOTIVASI BELAJAR SISWA
N
Mean

Std.
Min Max
Deviation

Sum

87,46

7,596

2274

Valid Missing
X

26

0

72

99

Hasil deskriptif data motivasi belajar siswa dalam penelitian ini diterangkan bahwa terdapat jumlah kasus 26 orang siswa yang mengisi angket dengan rata-rata (mean) sebesar 87,46; simpangan baku (standar deviasi) = 7,596; skor minimun dari data motivasi belajar siswa yang
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1
April 2011

93

ISSN 1412-565X paling rendah = 72 dan skor maksimum dari data motivasi belajar siswa = 99. Sedangkan jumlah skor keseluruhan sebesar 2274.
Sedangkan Perbandingan rata-rata setiap indikator dari jumlah total siswa dapat dilihat dari gambar dibawah ini:

Rata-rata skor

Indikator Motivasi
Gambar 1. Diagram Batang Hasil Rata-rata Angket Setiap Indikator

Hasil dari nilai prestasi belajar siswa dihitung dengan hasil perhitungan Deskriftif seperti
Tabel 4.20 sebagai berikut:
TABEL 2
DESKRIPTIF PRESTASI BELAJAR IPA
N
Mean
Valid Missing
Y

26

0

88,46

Std.
Min Max
Deviation
7,317

70

100

Sum
2300

Hasil deskriftif data prestasi belajar IPA dalam penelitian ini diterangkan bahwa terdapat
26 orang siswa yang mengisi angket dengan rata-rata (mean) sebesar 88,46; simpangan baku
(standar deviasi) = 7,317; skor minimun dari data motivasi belajar siswa yang paling rendah = 70 dan skor maksimum dari data motivasi belajar siswa = 100. Sedangkan jumlah skor keseluruhan sebesar 2300.
Berdasarkan uji hipotesis diperoleh, besarnya koefisien korelasi (r) yaitu sebesar 0,693 lebih besar dari 0,491 dengan taraf signifikan 1%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yaitu “terdapat hubungan motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA” Jika dikonsultasikan dengan pendapat Arikunto, S (2006) maka besarnya korelasi ini berada pada rentang 0,600 – 0,800 dengan tingkat hubungan yang tinggi. Dengan demikian data di atas

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1
April 2011

94

ISSN 1412-565X memiliki tingkat hubungan yang tinggi anatara motivasi siswa dan prestasi belajar pada mata pelajaran IPA.
Sementara itu berdasarkan uji koefisien determinasi dengan rumusan KP

=

r2

x

100%,

menunjukkan kontribusi variabel X (motivasi siswa) terhadap variabel Y (prestasi belajar IPA) berpengaruh sebesar 48,1%, sedangkan 51,9% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diketahui. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas IV SD N Tarumanagara tergolong baik. Analisis juga menunjukkan bahwa pengaruh motivasi belajar besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar IPA dari siswa. Sehungga sebagaimana yang diungkapkan oleh Keller (dalam Nashar, 2004:77) bahwa prestasi belajar dapat dilihat dari terjadinya perubahan hasil masukan pribadi berupa motivasi dan harapan untuk berhasil. Peningkatan hasil belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah motivasi untuk belajar.
Hasil penelitian ini juga menginformasikan terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini berarti bahwa jika siswa memiliki motivasi dalam belajar, maka prestasi belajarnya pun akan baik (tinggi). Sebaliknya jika siswa memiliki kebiasaan yang buruk dalam belajar, maka prestasi belajarnya pun akan buruk (rendah).

KESIMPULAN
Tanggapan siswa kelas IV Tarumanagara Kota Tasikmalaya terhadap motivasi belajar diinterpretasikan baik karena nilai rata-rata (87,46) berada dalam kategori X ≥ 61. Prestasi tiap siswa berbeda-beda ada yang tinggi dan ada yang rendah. Prestasi belajar pada kelas IV SDN
Tarumanagara umumnya diinterpretasikan baik karena nilai rata-rata (88,46) berada dalam kategori X ≥ 61.
Berdasarkan pengolahan dan analisis data dengan dibantu program SPSS 16.0 diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,693 artinya motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa memiliki pengaruh yang signifikan, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA”. Setelah dikorelasikan menunjukkan interprestasi tingkat reliabilitas tinggi besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas IV SDN Tarumanagara Tawang Tasikmalaya adalah sebesar 48,1%.

DAFTAR PUSTAKA
Abin Syamsudin. (1996). Psikologi Kependidikan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1
April 2011

95

ISSN 1412-565X
Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Muhamad Surya. (2004). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani
Quraisyi.
Nashar. (2004). Peranan Motivasi dan Kemampuan Awal dalam Kegiatan Pembelajaran. Jakarta:
Delia Press.
Nasution, S. (1987). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara
Poerwanto, Ngalim. (2007). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Rosda Karya.
Riduan. (2009). Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung:
Alfabeta.
Sadirman. (2004). Interaksi dan Motivasi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Wasty Soemanto. (2003). Psikologi Pendidikan. Malang: Rineka Cipta.
Winkel WS. (1997). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.
BIODATA SINGKAT
Penulis adalah staf pengajar tetap bidang pendidikan IPA di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya.

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1
April 2011

96…...

Similar Documents

Premium Essay

Psychology- Narcissitic Personality Disorder

...situations presented with a person showing a significant emotion. All background pictures were independently rated first for stimulation on order to allow the testers to control for this general level of stimulation when determining group differences in empathic processing. To enter into cognitive empathy, a video-based Movie for the Assessment of Social Cognition (MASC) was used. The test not only provided proof of having a high interrater reliability and internal consistency and sensitivity, but the results highly stable over time. This video test implicates watching a 15 minute movie about four characters spending an evening together and shows everyday social interactions. It is stopped 46 times for questions to the participants about the actors' thoughts, feelings, and intentions. They are instructed to pick the right answer out of four. The test authorizes for a more various analysis of specific criterion of social cognitive functioning with disconnected scores for the recognition of thoughts, emotions, and intentions. Total scores for the right answers in the 3 sub-categories and a total score were figured. The MASC, in addition, incorporates control questions that assess a participant's likely processing dealing with non-social stimulus material. Results To determine cognitive and empathy in NPD when measured with the IRI, a MONOVA model with perspective taking and empathic concern as dependent variables was conducted, that uncovered a substantial......

Words: 1112 - Pages: 5

Free Essay

Learn German

... |George W. Bush is the subject and is nominative. | |  |the President is ALSO nominative because it follows “to be” (is). | |Nominative              | |  |Definite |Indefinite | |Masc. |Der Tisch ist braun. |Das ist ein Tisch. | |Fem. |Die Lampe ist neu. |Das ist eine Lampe. | |Neut. |Das Fenster ist offen. |Das ist ein Fenster. | |Plural |Die Bücher sind interessant. |Das sind keine Bücher. | All of the nouns above are in the nominative case because they are the subjects of the sentences or because they follow the verb “sein.” |  |Accusative              | |  |Definite |Indefinite | |Masc. |Ich sehe den Tisch. |Ich habe einen Tisch. | |Fem. |Ich sehe die Lampe. |Ich habe eine Lampe. | |Neut. |Ich sehe das Fenster. |Ich habe ein Fenster. | |Plural |Ich sehe die Bücher. |Ich habe keine Bücher. | The nouns above are all in the accusative case because they are......

Words: 706 - Pages: 3

Premium Essay

Criteria

...recognized either (a) as an asset, (b) as a deduction from stockholders’ equity, or (c) as an expense (Korea). Some countries allow companies to choose between (a) and (b). If goodwill is recognized as an asset, it can be either (a) amortized systematically on an annual basis or (b) subjected to an annual impairment test and written down only if deemed to be impaired. If goodwill is amortized systematically, the amortization period can vary considerably. Some countries allow an amortization period of up to 20 years (Mexico), and some up to five years, unless a longer period can be justified (Japan, Korea). Solutions to Exercises and Problems 4. Gray’s secrecy hypothesis – high secrecy = high PD, high UA, low IND, low MASC, high LTO PD UA IND MASC LTO # High Secrecy High High Low Low High Belgium High High High High Low 2 Brazil High High Medium High High 3 Korea High High Low Low High 5 Netherlands Low Medium High Low High 2 Sweden Low Low High Low Low 1 Thailand High Medium Low Low High 3 Assuming that each cultural dimension is equally important in influencing the accounting value of secrecy, the number of dimensions on which each country’s index is consistent with a high level of secrecy could be summed as shown in the far right column above. Using this approach, Korea would be expected to have the highest level of secrecy, followed by Brazil and Thailand, then Belgium and the Netherlands. Sweden would be......

Words: 3285 - Pages: 14

Premium Essay

Organizational Behaviour

...http://ccm.sagepub.com at N E Wales Inst of H E on February 28, 2007 © 2005 SAGE Publications. All rights reserved. Not for commercial use or unauthorized distribution. CCM International Journal of 2005 Vol 5(1): 49–66 Cross Cultural Management A Cross Cultural Perspective on Perceived Leadership Effectiveness Jun Yan California State University, USA James G. (Jerry) Hunt Institute for Leadership Research, Texas Tech University, USA ABSTRACT We propose a theoretical model to explain how societal/cultural settings may influence the leadership perception processes of followers and the ways perceived leadership effectiveness can be achieved. We adopt five cultural dimensions – collectivism/ individualism (CI), masculinity/femininity (MASC), power distance (PD), uncertainty avoidance (UA) and fatalism (FT), and relate them to two types of leadership perception modes – recognition-based and inference-based processes, and perceived leadership effectiveness. Propositions are developed concerning how these cultural dimensions would be expected to influence leadership perception processes. We also discuss our propositions from a multidimensional perspective. We propose that in some cultural settings, fitting leadership behaviors and traits to leadership prototypes will be more likely to lead to perceived leadership effectiveness. In other cultural settings, more positive group or organizational performance outcomes will be more likely to lead to perceived leadership......

Words: 9764 - Pages: 40

Free Essay

French

...inventés ContenuContenu 6 Vous avez traité la question d’une façon complète—ce qui montre une bonne compréhension du sujet. 4 Bon traitement, mais vous auriez pu être plus effectif(ve) dans votre argumentation. 3 Assez bon, mais votre travail est trop court 2 Votre argument n’est ni complet ni convaincant OrganisationOrganisation 6 Travail bien organisé, du début à la fin 4 Travail assez organisé, mais un peu erratique 3 Travail très mal organisé ; ordre pas logique 34/36 : Un travail simple mais bien détaillé et élégant. Vous avez pris un après-midi ordinaire et l’avez transformé en commentaire social sans le dire exprès--bien fait. Mais attention aux fautes d’orthographe et de grammaire, surtout aux accords (masc/fém). Révision : 14 points 14 Toutes les corrections suggérées ont été faites ; il y a peu de fautes qui restent 12 Toutes les corrections suggérées ont été faites, mais il y a des fautes qui restent 10 Quelques corrections n’ont pas été faites et/ou quelques nouvelles fautes paraissent dû à un effort pas réussi à réorganiser le travail 8 Plusieurs corrections n’ont pas été faites et/ou il y a plusieurs nouvelles fautes...

Words: 717 - Pages: 3

Premium Essay

Intellectual Ability in Children with Anxiety

...(Achenbach, 1991; Aschenbrand, Angelosante, & Kendall, 2005). 17 Multidimensional Anxiety Scale for Children. The Multidimensional Anxiety Scale for Children (MASC; March, 1997) is a 39-item self-report measure of anxiety for children ages 8 to 19 years. The MASC provides four scales (physical symptoms, harm avoidance, social anxiety, and separation/panic) which combine for a total anxiety disorder index. Two additional scales measure total anxiety and inconsistency respectively. Each item is rated on a scale from ―0‖ (never true about me) to ―3‖ (often true about me). Scores are totaled on each of the respective scales and converted to T-scores. According to March (1997, pp. 17) ―when no T-score is above 65, the MASC is not indicative of clinically elevated anxiety symptoms.‖ This cutoff score has a sensitivity of 83% and a specificity of 92% when used to classify children with or without an anxiety disorder based on the DSM-IV (March, 1997). The MASC has been shown to have at least satisfactory internal consistency on all scales (March, 1997; March et al., 1997; Rynn et al., 2006), with intraclass correlation coefficients ranging from .627 to .644 for the anxiety disorders index, depending on the age range (March, 1997); as well as adequate test-retest reliability (March et al., 1997; March et al., 1999). The MASC has also demonstrated adequate construct, convergent, discriminant, and factorial validity (March et al., 1997; March et al., 1999; Rynn et al., 2006;......

Words: 7054 - Pages: 29

Free Essay

Essa 1

...earth once every 100 minutes. Its perigee was 702 kilometers (379 nmi) and apogee was 845 kilometers (456 nmi). ESSA-1 had a similar design to that of the TIROS satellite series. It was an 18-sided right prism, measuring 107 centimeters (42 in) across opposite corners and 56 centimeters (22 in). It had a reinforced baseplate, which carried most of the subsystems and a cover assembly (hat). ESSA-1 had approximately 10,000 1-cm by 2-cm solar cells, which charged 21 nickel–cadmium batteries. ESSA-1 was designed to take pictures of daytime cloud cover, record them and transmit them when it was in range of a ground acquisition station. The satellite spin rate and attitude were determined primarily by a Magnetic Attitude Spin Coil (MASC). The MASC was a current Carrying coil mounted in the cover assembly. The magnetic field induced by the coil interacted with that of the Earth's magnetic field, and provided the necessary torque to maintain a desired spin rate of 9.225 revolutions per minute (rpm). Five small solid-fuel thrusters mounted on the baseplate provided a secondary means of controlling the spin rate. ESSA-1 operated normally until 6 October 1966, when the camera system failed. The spacecraft was fully deactivated on 8 May 1967, after being left on for an additional period of time for engineering purposes....

Words: 440 - Pages: 2

Free Essay

French Study Notes

...necklace un pendentif - pendant une broche - brooch un bracelet - bracelet un bracelet à breloques - charm bracelet une montre - watch une bague - ring une bague de fiançailles - engagement ring une alliance - wedding ring Jewelry: une barrette - barrette une boucle d'oreille - earring un collier - necklace un pendentif - pendant une broche - brooch un bracelet - bracelet un bracelet à breloques - charm bracelet une montre - watch une bague - ring une bague de fiançailles - engagement ring une alliance - wedding ring Womens: Un tailler – suit Un chemisier – blouse Une robe – dress Une jupe – skirt Une minijupe – miniskirt Des chaussures a hauts talons (fem) – high heeled shoes Un soutien-gorge – bra Des bas (masc) – stockings Un collant – tights Une chemise de nuit – nightgown Un bikini - bikini Mens: Un costume – suit Un smoking – tuxedo Une chemise – button down shirt Un veston – jacket Une cravat – tie Un maillot de corps - undershirt Accessories: un chapeau - hat un ruban - ribbon des lunettes (f) - glasses des lunettes de soleil (f)-sunglasses un foulard - scarf un cache-nez - muffler un châle - shawl un mouchoir - handkerchief des gants (m) - gloves des moufles (f) - mittens une ceinture - belt un portefeuille - wallet un sac à main - purse un sac à dos - backpack un porte-documents - briefcase un parapluie - umbrella...

Words: 818 - Pages: 4

Free Essay

Spanish Grammar

...already seen the various forms of the word ‘you’ in Spanish, so now we can look at the complete list of subject pronouns. Traditionally pronouns and verbs are displayed in the three ‘persons’. In the singular, ‘I’ is the ‘first person’, ‘you’ is the second person, and ‘he/she’ is the third person. The first person plural is ‘we’, the second person plural is ‘you’ (remember that in English ‘you’ can be singular or plural) and the third person plural is ‘they’. The subject pronouns in Spanish are as follows: Singular 1 yo I 2 tú you (familiar) 3 él he (or ‘it’ when referring to a masc. object) 4 ella she (or ‘it’ when referring to a fem. object) usted you (formal) Plural 1 nosotros/nosotras we (masc./fem.) 2 vosotros/vosotras you (masc./fem. pl., familiar) 3 ellos they (masc. people or objects) ellas they (fem. people or objects) ustedes you (formal, pl.) Note: The masculine plural forms ‘nosotros and ellos must be used when referring to two or more people (or objects) when some are masculine and some are feminine, as explained above with reference to vosotros. Regular verbs Verbs that follow certain rules and whose forms are therefore predictable, are called ‘regular verbs’. Once you have learnt the pattern of regular verbs you can confidently use any regular verbs in the same way. There are three categories of regular verbs in Spanish: -ar, -er, and......

Words: 38366 - Pages: 154

Premium Essay

Analysis

...desired the shields c) their guests thanked the queen’s chamberlain d) we gave the good swords to the warriors e) the proud woman loves the stranger and he loves her [20 marks] Glossary (PDE to OE) but - ac and - ond chamberlain - burþegn (masc.) (to) desire - wilnian fierce – grimm forwards - forð good – god guest – gyst (masc.) (to) give - sellan (to) look at - sceawian (to) love – lufian nobleman – eorl (masc.) old – eald (to) praise - herian proud - wlanc queen – cwen (fem.) ship – scip (neut.) shield – scyld (masc.) stranger (guest) – gyst (masc) sword – sweord (neut.) Viking – wicing (masc.) warrior – wiga (masc) woman – wif (neut) Glossary (OE to PDE) beag (masc) – ring bricgweard (masc) - bridge-guardian draca (masc) - dragon feohtan – to fight (fuhton = simple past tense) feond (masc) – enemy frod - experienced habban – to have (habbað = simple present tense) hydan – to hide (hydaþ = simple present tense) leger (neut) - lair lufian – to love (lufodost = simple past tense) mitten – to meet (mette = simple past tense) sellan – to give (sealdest = simple past tense) seon – to see (seah = simple past tense) steppan – to step (stopon = simple past tense) torn - grief wlanc - proud wiga (masc) - warrior SECTION D The following texts are lines 23 - 30 of four versions of the Gospel according to Mark 6: 18-30. Text 1) was written c 1000; Text 2) 1375; Text 3) 1525; Text 4) 1611. Write 400-500 words exploring the......

Words: 1520 - Pages: 7

Free Essay

Basic French ( How to Speak French)

...Articles (A, An, Some) Masculine un lit a bed Feminine une pomme an apple Plural des gants some gloves Demonstrative Adjectives (This, That, These, Those) Masc. ce lit this/that bed Masc, Before Vowel cet oiseau this/that bird Fem. cette pomme this/that apple Plural ces gants these/those gloves If you need to distinguish between this or that and these or those, you can add -ci to the end of the noun for this and these, and -là to the end of the noun for that and those. For example, ce lit-ci is this bed, while ce lit-là is that bed. 5. Useful Words and General Vocabulary It's / That's and but now especially except of course so so not bad book pencil pen paper dog cat c'est et mais maintenant surtout sauf bien sûr pas mal le livre le crayon le stylo le papier le chien le chat say vwah-lah ay may mahnt-nawn sir-too sohf bee-ahn sir pah mal leevr krah-yohn stee-loh pah-pyaya shee-ahn shah There is/are il y a Here is/are always often sometimes usually also, too again almost friend (fem) woman man girl boy voici toujours souvent d'habitude aussi encore en retard presque une amie eel-ee-yah vwah-see too-zhoor soo-vawn dah-bee-tewd oh-see awn-kore awn-ruh-tar presk ew nah-mee ah-nah-mee ah-nohm feey gar-sohn There is/are voilà quelquefois kell-kuh-fwah comme ci, comme ça kohm see kohm sah late friend (masc) un ami un homme une fille un garçon une femme ewn fawn Note: When il y a is followed by a number, it means ago. Il y a cinq minutes means five minutes...

Words: 10426 - Pages: 42

Free Essay

Spanish

...same rules as English. 3. Subjects & Verbs Subject-tells who is doing the action (María es mi amigo.) Verb- is the action (It’s what you do.) (María es mi amigo.) Subject Pronouns | |Singular |Plural | |1st person |I Yo |We nosotros (masculine) | | | |nosotras (feminine) | |2nd Person |You tú |You all vosotros (masc.) | | |(Informal) |(used only in Spain) vosotras (fem.) | |3rd Person |He él |They (m.) ellos (m) | | |She ella |They (f.) ellas(f) | | |You Ud. (usted) |You all (both formal Uds. (ustedes) | | |(formal) |& informal in all countries | | ......

Words: 11113 - Pages: 45

Free Essay

International Business

...Bio-Data Name: Ayshi Saha RoyDate of Birth: 24. 08.1991Profession: (Student) * SSC Year: 2008 (CGPA: A+) * HSC Year: 2010 (CGPA: A) * B.Sc. (Honours) in Economics, Chittagong University (4th Year)Extra Curriculum Activity: Playing Violin, Photography, Volunteering etc.Interests: Cooking cuisine, Travelling etc. | Father’s Name: Engr. Mihir Baran Saha RoyProfession: * Sub-Divisional Engineer (Retired)Bangladesh Power Development Board * Business Person | Mother’s Name: Chandana Saha Profession: (House Wife) | Brother's Name: Engr. Kantimoy Saha RoyProfession: (Student) * Master’s Certificate in Project Management (Memorial University of Newfoundland, Canada), * MASc in Environmental System Engineering and Management (Memorial University of Newfoundland, Canada), * BSc in Civil Engineering (University of Asia Pacific, Dhaka) | Parental Side * Uncle 1 (Boro Jethoo): Dipok Kumar Saha Roy Profession: Assistant Head Master (Retired) * Aunty 2 (Boro Pishi): Manu Saha Profession: (House Wife) * Uncle 3 (Mejho Jethoo): Engr. Shamir Baran Saha Roy Profession: Assistant Manager (Retired) Bakhrabad Gas Distribution Company Limited * Father: Mihir Baran Saha Roy * Uncle 5 (Choto Kaku): Engr. Sudhir Kumar Saha Roy Profession: Deputy General Manager (Sales-South) Karnaphuli Gas Distribution Company Limited * Aunty 6 (Mejho Pishi): Ranu Saha (Citizen of India) Profession: (House Wife) ...

Words: 290 - Pages: 2

Free Essay

Bem Androgynous Score

...Mariah Schult 4/27/16 BSRI Test Both Fem & Masc Results The Bem Sex-Role Inventory was a very interesting examination of analyzing traits, behaviors, characteristics, tendencies, interests, and skills. I found that the questions were basic however not realizing the qualities in question were exactly male and female. My results were interesting in themselves, I scored 66 percent masculine and 70 percent feminine and 73 percent androgynous. Surprisingly getting high scores on the Bem Sex-Role Inventory test I realize that my feminine and masculine qualities, tendencies, and behaviors tend to differentiate throughout my life depending on situations I am in. For example I am neutral when it comes to deciding whether or not I am a dominant person since I typically don’t like to be controlled although I realize that control helps me be in line and brings out more positive effects in my life. It is hard to tell whether or not I am dominant although I do tend to be the more dominant person in the relationship at times, whether with friends or intimate relationships as well. Comparing to my results and the more androgynous score that I received I feel it related to who I am and how I feel about my personal sex or gender in the sense that at times I feel I am both masculine and majority feminine by nature, creating a sense of androgynous within my personality. With the categorization I was placed in from this Bem Sex-Role Inventory test I would agree with the results that I...

Words: 358 - Pages: 2

Free Essay

Spanish Bts French

...dans la chaîne de production /pour des raisons indépendantes de notre volonté /grève chez le transporteur (à éliminer car absurde : l’instabilité politique du pays, les vacances du fournisseur). Le transport : par route (Perpignan est à une centaine de km de Gérone, 2h de route maximum / avion, bateau ou train sont à éliminer : long, coûteux, voire absurde). Le mode de paiement : virement bancaire, virement swift, en précisant dates et délais de paiement / pour ce type de transaction, le crédoc est à éliminer (long et coûteux). Lexique commercial et formules attendues pour avoir la moyenne Annoncer un retard de livraison : sentimos mucho tener que comunicarle/les…/ el retraso / la entrega /el pedido La commande : pares (masc.) de alpargatas (fem.), de zapatos (masc.) Le montant de la facture : el importe de la factura Accorder une remise : le / les concedemos una rebaja / un descuento del x% sobre la presente factura / en concepto de compensación por el perjuicio sufrido Les causes du retard : condiciones climáticas, fuertes nevadas / falta de existencias por retraso en la entrega de materia prima por parte de nuestro proveedor, por una demanda excepcional, por el éxito de nuestra última colección / un incidente en nuestra cadena de producción / por razones ajenas a nuestra voluntad / la huelga que afecta a nuestro transportista Le transport : por carretera Le paiement : el pago, la transferencia bancaria Formules de politesse : Ø Présenter des excuses : le/les rogamos nos......

Words: 1794 - Pages: 8