Free Essay

Membangun Pelayanan Pendidikan Negara Indonesia

In:

Submitted By panjimustika
Words 1021
Pages 5
Judul
Tema
Sub-tema

: Membangun Pondasi Pelayanan Pendidikan Negara Indonesia
: Sektor Pelayanan Sebagai Pengemudi Perubahan
: Pelayanan Pendidikan

Pendidikan adalah salah satu kebutuhan yang tidak bisa disingkirkan hampir oleh setiap orang di manapun serta kapanpun. Hal ini terjadi karena pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup serta sebagai investasi hidup jangka panjang dalam menjalani kehidupan secara sempit dan luas. Keadaan ini menjadikan pendidikan sebagai aspek penting dalam pengembangan kualitas hidup. Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat penduduk yang terbesar di dunia dengan jumlah penduduk menurut BPS (20142015) mencapai 254,9 juta jiwa. Negara Indonesia sangat ketergantungan dengan kualitas pendidikan di dalamnya, sehingga selalu mengusahakan kebijakan-kebijakan yang mendukung pada pengembangan kualitas pendidikan itu sendiri. Segala sumber daya yang dimiliki oleh
Indonesia serta target wajib belajar 12 tahun ternyata belum bisa menerapkan pelayanan pendidikan dengan baik untuk rakyatnya.
Menurut Global School Rangkings, Indonesia menempati peringkat 69 dunia dari 76 negara dunia dalam hal sistem pendidikan pada tahun 2015 sehingga masuk peringkat sepuluh terburuk. Kesulitan dalam hal akses transportasi siswa-siswa menuju sekolah yang masih sering terjadi, ketersediaan sekolah serta penganjar yang belum merata di daerah, kualitas guru serta dosen yang masih belum memadai, terjadinya perubahan kurikulum yang belum bisa diterapkan dengan baik karena adaptasi yang memerlukan waktu, serta pertanyaan mengapa anggaran besar pada pendidikan belum bisa membuat kualitas pendidikan Indonesia merata baik dari sisi daerah maupun sisi sosial masyarakat. Keseluruhan permasalahan mengenai pendidikan yang dialami Indonesia ini mengakibatkan harus adanya pengembangan pada standar pelayanan minimal. Maka apabila semua perbaikan yang nantinya telah bisa dilaksanakan membuat Indonesia dapat mencapai target wajib belajar 12 tahun tersebut bagi warga negara Indonesia.
Kondisi pendidikan Indonesia yang mulai menata diri belum diikuti oleh pengadaan sarana dan prasarana sekolah yang merata di daerah. Kondisi tersebut salah satunya terjadi di daerah Indonesia bagian timur yang mendominasi keaadaan tersebut. Badan Pusat Statistik
(BPS) menunjukkan jika ada lebih dari 50% anak-anak usia sekolah berusia sekitar 3-19 tahun di Papua tidak mendapatkan pendidikan di sekolah. Tidak adanya transportasi yang memadai serta pemerataan fasilitas listrik yang belum memadai dari negara menjadi permasalahannya.
Dalam hal ini seharusnya pemerintah membentuk suatu lembaga khusus yang fokusnya khusus pada pemerataan sarana prasarana sekolah di seluruh wilayah Indonesia. Lembaga ini lah yang nantinya akan mencari, melaporkan, dan menjembatani daerah dengan pemerintah pusat untuk program pemerataan sarana dan prasarana.
Terkait kurikulum pendidikan, sampai tahun 2015 Indonesia telah berganti kurikulum hingga 11 kali. Kurikulum pertama Indonesia ada pada saat masa awal kemerdekaan Indonesia yaitu pada tahun 1947. Setelah itu terjadi pergantian kurikulum lainnya yang tercatat terjadi pada tahun 1952, 1964, 19,68, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013, dan terakhir adalah pada tahun 2015. Sejak tahun 2004 hingga 2015 perubahan atau pergantian kurikulum terjadi masing-masing hanya dua tahun. Perubahan yang menurut pemerintah telah melalui proses yang disetujui oleh pihak-pihak yang terkait ini biasanya menimbulkan pro kontra baik pada sisi waktu maupun kebijakannya. Dari segi waktu sagat merugikan bagi sekolah, komite sekolah serta murid-murid sekolah yang harus siap walaupun dipaksakan, sedangkan dari sisi kebijakan seharusnya perubahan kurikulum melalui berbagai proses seleksi, persetujuan berbagai pihak termasuk saran-saran dari perguruan tinggi, dan penerapannya yang harus diberi

waktu lebih dalam hal persiapannya. Oleh karena itu pergantian kurikulum yang berniat baik untuk memperbaiki kurikulum sebelumnya harus dipersiapkan dengan matang, sehingga tidak menyebabkan pergantian kurikulum yang terkesan singkat dan atau terburu-buru.
Pada sisi SDM menurut Kemenristekdikti (2015) jumlah dosen kurang dari 160.000 orang dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 5,4 juta orang. Perbandingan tersebut sangat jauh sehingga membuat efektivitas kegiatan belajar mengajar kurang. Dari segi kualitas SDM pun jumlah dosen yang sekitar 30% merupakan lulusan S1, sedangkan lulusan S2 hanya 15% dan lulusan S3 lebih sedikit yaitu 11%. Hal ini terjadi karena kurangnya rekrutmen dosen yang dilakukan akibat sedikitnya jumlah formasi dosen yang dikeluarkan oleh Kemenpan RB.
Dalam meningkatkan kulitas dosen dan guru pun harus memiliki kriteria serta cara yang berbeda dengan perekrutan pegawai lainnya. Hal ini untuk memperhatikan bila ada pemahaman yang menyimpang dari calon pengajar, kesehatannya, perilaku, serta kualitas ilmu yang terbaik. Banyak kasus di dunia pendidikan yang berkenaan dengan kasus kekerasan saat di sekolah oleh pengajar menjadi salah satu pertimbangan untuk melakukan perekrutan pengajar dengan metode seleksi yang khusus. Permasalahan tersebut merupakan dasar dari standar pelayanan minimal (SPM).
Kebijakan pemerintah mengenai SDM juga seharusnya memperhatikan pemerataan murid-murid sekolah. Indonesia pada saat ini membolehkan siswa sekolah untuk bersekolah pada tempat yang jauh dari lingkungan rumahnya dengan alasan bahwa sekolah tersebut berkualitas. Hal ini bisa mengakibatkan ketidakmerataan kualitas murid di setiap sekolah.
Seharusnya murid-murid sekolah diberi pilihan untuk mendaftar kepada sekolah mana yang diinginkannya dengan mempertimbangkan kedekatan lingkungan rumahnya, dengan begitu maka setiap sekolah akan memiliki kualitas yang sama-sama dari sisi kemerataan murid baik kecerdasan maupun ekonomi, dan keadaan sosialnya serta mencegah kepadatan jalan
(kemacetan) akibat terpusatnya daerah dengan titik-titik sekolah yang kualitasnya baik namun tidak merata.
Mengenai anggaran pendidikan dan kebijakan pemerintah berkenaan dengan pelayanan pendidikan pada tahun 2016 ini anggaran pendidikan bertambah dari sebelumnya menjadi
Rp424,8 triliun. Anggaran tersebut terbagi dua untuk Kemenristekdikti dan Kemendikbud.
Kemenristek dikti mendapat anggaran Rp43,79 triliun naik dari sebelumnya yang hanya mendapatkan Rp37,9 triliun. Berbeda dengan Kemenristekdikti, Kemendikbud hanya mendapatkan 49,23 triliun dari sebelumnya yang mendapat anggaran sebanyak 53,27 triliun.
Penurunan anggaran yang diberikan pada kemendikbud bisa menyebabkan terhalangnya pembuatan sarana prasarana pendidikan di daerah, beasiswa, dan dana bantuan lainnya.
Sedangkan program wajib belajar 12 tahun yang dicanangkan pemerintah lebih berkaitan dengan Kemendikbud, jadi bagaimana Indonesia dapat mencapai target wajib belajar 12 tahun bila bantuan yang diberikan pada pendidikan dasar melalui Kemendikbud dikurangi.
Menata pelayanan pendidikan di Indonesia dengan berbagai persoalannya tidak mustahil untuk dilakukan. Beragam permasalahan sarana prasarana sekolah yang belum merata pembangunannya dapat diatasi dengan pembentukan lembaga khusus pengembangan sarana dan prasarana, SDM pengajar yang masih jauh perbandingannya dengan jumlah mahasiswa atau murid sekolah yang terlalu tinggi dapat diatasi dengan melakukan rekrutmen yang teratur, pengannggaran pendidikan yang ada perlu lebih ditrasparankan penggunaannya, serta kebijakan pergantian kurikulum yang lebih baik perlu pengkajian mendalam oleh pemerintah dalam waktu penerapannya dan sistemnya. Seluruhnya merupakan salah satu solusi yang in shaa Aallah dapat diterapkan pemerintah dalam melayani pendidikan Bangsa Indonesia.

Similar Documents

Free Essay

Mawapres

...Class 1411031063 Menjadi Akuntan Profesional Indonesia dengan Mengaplikasikan The Seven Framework on Accounting Services Ideas dalam Menghadapi MEA Sebagai Wujud Cinta terhadap Universitas Lampung Oleh : Indra “ Your tears today but you are strength tomorrow – Rev E.Payson” Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mempunyai karakteristik yaitu berlakunya arus barang dan jasa di antara negara-negara ASEAN akan bebas dapat melintasi batas–batas negara secara fisik dan administrasi, tanpa sesuatu hambatan apapun (no barries to entries). Tujuan utama dari program liberalisasi perdagangan di lingkungan Negara-negara ASEAN adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang ada di negara ASEAN, namun apabila tidak siap maka justru akan membawa dampak yang merugikan. Kunci utama dalam menghadapi ASEAN ini adalah peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (Human Resources) Indonesia agar dapat memanfaatkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif, dengan upaya peningkatan daya saing SDM nasional. Indonesia dinilai berperan penting dalam forum regional ASEAN dalam pengembangan kompetensi SDM ekonomi dunia karena Indonesia telah memimpin pengembangan ASEAN (Skill Recognition Arrangement) melalui berbagai program kerjasama baik dalam pengembangan standar dan Mutual Recoginition Arrangement. Menjadi satu fenomena yang mengganjal ketika peluang pasar bebas Sumber Daya Manusia di negara ASEAN akan memberikan dampak bagi dunia pendidikan. Hambatan yang secara signifikan begitu juga...

Words: 1060 - Pages: 5

Free Essay

Kwn Tambahan

...Pengertian Pendidikan Kewarganegaan : *Menurut UU No 2 tahun 1989 tentang SIDIKNAS bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warganegara dan negara serta pendidikan pendahuluan bela Negara (PPBN) agar menjadi warga negara yang dapat dihandalkan oleh bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (PENDIDIKAN KEWAREGANEGARAAN. Hamdan Mansur dkk, penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Hal : 6). *Dalam UU No. 20 tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa, berbudi luhur, berkpribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif terampil disiplin, memiliki etos kerja, profesional, bertanggungjawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus menumbuhkan jiwa patriotik, mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan, kesetakawanan sosial, kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan dan berorientasi kemasa depan . (CERDAS, KRITIS, DAN AKTIF BERWARGANEGARA. Heri Herdiawanto & Jumanta Hamdayama. Penerbit Erlangga. Jakarta. Hal :3) Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan adalah seperangkat tindak cerdas dan penuh rasa tanggung jawab seorang warga negara dalam hubungan dengan negara dan memecahkan berbagai masalah hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (CERDAS...

Words: 3003 - Pages: 13

Free Essay

Laporan Magang

...LAPORAN KELOMPOK MAGANG KEAHLIAN BPJS KESEHATAN KABUPATEN KERINCI Oleh: Nevita Dolla Ariesty 1109362 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2015 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Magang Keahlian Praktek Magang Keahlian merupakan kegiatan kurikuler yang dikemas dalam sebuah mata kuliah yaitu Magang Keahlian. Magang keahlian adalah suatu bentuk proses pembelajaran mahasiswa yang mendukung program pendidikan di FE UNP dan program teknis praktis yang ditemukan di lapangan. Penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di FE UNP dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan pengalaman langsung di dunia kerja yang mengarah kepada pencapaian tingkat keahlian profesional tertentu. Dalam mata kuliah ini kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara langsung di dunia kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keahlian praktis yang sesuai dengan situasi dan kondisi kerja nyata (riil) yang tidak diperoleh di perguruan tinggi sehingga mahasiswa diharapkan lebih memahami dan memiliki keterampilan dalam suatu disiplin ilmu. Hasil dari kegiatan magangkeahlian ini akan menjadi salah satu syarat bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya di FE UNP dan aspek penentu bagi keberhasilan mereka di dunia kerja setelah lulus. Setiap mahasiswa FE UNP wajib mengikuti magang keahlian yang pelaksanaannya langsung di perusahaan atau di instansi pemerintah. Magang...

Words: 3336 - Pages: 14

Free Essay

Pkn Makalah

... KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami berharap makalah kami tentang otonomi daerah, suatu topik yang sering menimbulkan kebingungan dalam kalangan masyarakat, Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai otonomi daerah yang sangat perlu dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia. Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.    Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Medan, Februari 2016 Penyusun DAFTAR ISI Bab I : PENDAHULUAN 1.1 latar belakang………………………………………………………………..1 1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………...1 Bab II : ISI 2.1 Pengertian Otonomi Daerah…………………………………………………..2 2.2 Sejarah Otonomi Daerah di Indonesia………………………………………3 2.3 Pembagian Daerah…………………………………………………………….4 2.4 Bentuk dan Susunan Pemerintah Daerah……………………………………4 2.5 Kekuasaan Pemerintahan Daerah……………………………………………4 2.6 Hubungan Legislatif dan Eksekutif di Daerah………………………………5 2.7 Visi Otonomi Daerah…………………………………………………………..8 2.8 Konsep Otonomi Daerah………………………………………………………8 2.9 Misi...

Words: 4329 - Pages: 18

Free Essay

Laporan Liberisasi

...Penelitian ASEAN Study Center Universitas Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Makmur Keliat, Ph.D Asra Virgianita, MA Shofwan Al Banna Choiruzzad, Ph.D Agus Catur Aryanto Putro, S.Sos 2013 2|ASC FISIP UI KATA PENGANTAR Laporan penelitian ini merupakan hasil penelitian tentang Tenaga Kerja Terampil Indonesia dan Liberalisasi Jasa ASEAN yang dilakukan oleh ASEAN Study Center Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Tema penelitian ini menjadi tema penting mengingat urgensinya untuk menata kesiapan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Penelitian ini mengkaji kondisi delapan sektor yang telah disepakati di dalam Mutual Recognition Arrangement atau Mutual Recognition Agreement Framework. Analisis dirancang untuk: (1) mendapatkan gambaran mengenai nilai strategis berbagai sektor jasa yang disepakati di dalam ASEAN MRA dan MRA Framework; (2) memetakan daya saing pekerja terampil Indonesia di berbagai sektor tersebut; (3) mengidentifikasi tantangan-tantangan yang akan muncul berkaitan dengan liberalisasi sektor jasa ASEAN di masing-masing sektor jasa. Dengan kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pada pembuatan kebijakan berkaitan dengan liberalisasi sektor jasa ASEAN dengan tentu saja menempatkan kepentingan nasional Indonesia sebagai pertimbangan utamanya. Tim Peneliti...

Words: 37778 - Pages: 152

Free Essay

Jalan Tol

...Jalan Tol yang Memadai di Indonesia – Bambang Suprayitno      PRIVATISASI JALAN TOL SEBAGAI SOLUSI DALAM MEMPERCEPAT TERWUJUDNYA  INFRASTRUKTUR JALAN TOL YANG MEMADAI DI INDONESIA  Bambang Suprayitno  Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia  b_suprayitno@yahoo.co.id    Abstract:  Toll  Roads  Privatization  to  Accelerate  Providing  Adequate  Toll  Road  Infrastructure  in  Indonesia.  The  toll  road  is  one  of  the  vital  infrastructures  to  enhance the industrial efficiency of an economy. Issue of toll road privatization is one  of  forms  of  economic  governance  which  can  be  adopted  in  Indonesia.  Government  can save budget of government expenditures needed to build a very large number of  toll  roads.  On  the  side  of  the  road  user,  toll  roads  owned  and  managed  by  private  entity  entirely  within  a  certain  period  would  have  a  better  service  pattern.  On  the  private side, privatization of toll roads is as one of the alternative investments is quite  interesting because it is profitable.     Keyword: Toll Roads, Privatization, Infrastructure    Abstrak:  Privatisasi  Jalan  Tol  Sebagai  Solusi  dalam  Mempercepat  Terwujudnya  Infrastruktur Jalan Tol yang Memadai di Indonesia. Jalan tol merupakan salah satu  sarana  vital  yang  diperlukan  untuk  meningkatkan  efisiensi  perindustrian  suatu  perekonomian. Isu privatisasi jalan tol adalah salah satu bentuk tata kelola ekonomi  yang  patut  ditiru  di  Indonesia.  Pemerintah ...

Words: 4507 - Pages: 19

Free Essay

Laporan Kinerja

...laporan harus lebih besar daripada biaya penyusunannya, dan laporan harus mempunyai manfaat bagi peningkatan pencapaian kinerja. Dalam hubungan itu, perlu pula diperhatikan beberapa ciri laporan yang baik seperti relevan, tepat waktu, dapat dipercayai, diandalkan, mudah dimengerti (jelas dan cermat), dalam bentuk yang menarik (tegas dan konsisten, tidak kontradiktif antar bagian), berdaya banding tinggi (reliable), berdaya uji (verifiable), lengkap, netral, padat, dan mengikuti standar laporan yang ditetapkan. Slide 3 Pedoman penyusunan LAKIP tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala LAN Nomor 239 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan telah disempurnakan dengan terbitnya Peraturan Menteri Negara...

Words: 3918 - Pages: 16

Free Essay

Koperasi

...KELEMBAGAAN AGRIBISNIS (AGB 336) “Koperasi dan Pengembangan Agribisnis” Oleh : Kelompok 11 Meri Sudaryanti (G64140019), Rizki Qadriadi Putra Deas (H34130017), Aulia Ramadhani (H34130021), Fikri Ammar (H34130075), Sri Kusyani Arimbi (H34130130) Program Sarjana Agribisnis Departemen Agribinis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Insitut Pertanian Bogor Dosen Praktikum | : | Maryono, SP. M.Sc | Nilai | Hari, tanggal PraktikumRuang | ::: | Kamis, 25 Februari 20162RK. 8 AGR 307 | | PENDAHULUAN Latar Belakang Negara yang berhasil tidak hanya dari sektor industri, namun banyak negara yang yang berhasil karena mengutamakan pertanian. Berhasil atau tidak berkembangnya sektor pertanian disuatu negara akan berbanding lurus pada perekonomian negara. Di Indonesia, berkecimpung dan berperan aktif di dunia usaha pertanian akan dihadapkan banyak faktor-faktor hambatan yang menjadikan petani sulit untuk berkembang. Untuk membantu petani di Indonesia, pemerintah membuat Koperasi. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Berdasarkan teorinya, sistem agribisnis adalah suatu rangkaian kegiatan usaha pertanian yang didalamnya terdapat beberapa...

Words: 3413 - Pages: 14

Free Essay

Business and Organization Seminars

...INTERNATIONAL MANAGEMENT IN GARUDA INDONESIA Membahas Manajemen internasional akan mendiskusikan interaksi sosial diantara orang multi etnik dan organisasi dalam era globalisasi dan teknologi informasi untuk lebih memenuhi kebutuhan individu, grup, organisasi dalam pemahaman yang lebih luas. Lecture on international will discuss social interaction among multi ethnic people and organization within globalization era and information technology to further meet individual need, group, organization in broader understanding. Managemen dalam semua kegiatan bisnis dan aktivitas organisasi kegiatan mendapatkan orang bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan dan obyek yang diinginkan menggunakan segala sumber daya secara efisien dan efektif. Managemen terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, kepemimpinan, pengarahan, dan pengawasan suatu organisasi (sebuah grup yang terdiri dari satu atau lebih orang atau perusahaan) Sejak organisasi dapat dipandang sebagai system, managemen dapat didefinisikan sebagai kegiatan manusia, termasuk mendesain, untuk memfasilitasi produksi hasil yang berguna dari sistem Since organization can be viewed as system, management can be defined as human action, including design, to facilitate Three of rule management is managing business, managing managers, managing workers and work. Tiga Peran manajemen ada 3 yaitu mengelola bisnis, mengelola manajer, mengelola pekerja dan pekerjaan Unsur-unsur umum/aspek-aspek pokok proses MBO yang efektif:...

Words: 1212 - Pages: 5

Free Essay

Test

...LINGKUNGAN BISNIS DAN HUKUM KOMERSIAL MAKALAH PEMBAHASAN PERBANDINGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK DAN PT BANK DKI Disusun oleh: Fajrian Fadhli (NPM: 1206198573) PwC 12 PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA OKTOBER 2012 DAFTAR ISI PENDAHULUAN 3 LANDASAN TEORI 5 Tanggungjawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) 5 Undang-undang Terkait CSR 8 Parameter dan Key Performance Indicator CSR 8 LATAR BELAKANG PERUSAHAAN 10 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 10 PT Bank DKI 16 PEMBAHASAN 23 Triple Bottom Lines dan Sustainable Development 23 Paramater dan Key Performance Indicator CSR 23 KESIMPULAN 26 PENDAHULUAN Tanggungjawab sosial perusahaan atau yang lebih dikenal dengan corporate social responsibility (selanjutnya disingkat ”CSR”) dalam sejarahnya bermula sejak Revolusi Industri terutama di Eropa dan Amerika Serikat yang berdampak terhadap perubahan besar di dunia bisnis. Pada saat itu, perusahaan-perusahaan besar dihadapkan dengan kritik dan keputusan untuk melindungi para pekerja, konsumen dan masyarakat luas, di luar tanggungjawab untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya untuk para pemilik (shareholders) dan mematuhi perundang-undangan. Dalam hal ini, pelaku bisnis diharapkan untuk lebih proaktif untuk berpartisipasi secara sukarela dalam penyelesaian masalah-masalah sosial dalam rangka perbaikan tatanan dalam masyarakat dan lingkungan...

Words: 5318 - Pages: 22

Free Essay

Aaaa

...PERKEMBANGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI INDONESIA Bing Bedjo Tanudjaja Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain Universitas Kristen Petra Surabaya E-mail: abimanyu@petra.ac.id ABSTRAK Kesadaran terhadap CSR (Corporate Social Responsibility) yang seharusnya telah terintegrasi dalam hierarki perusahaan sebagai strategi dan policy manejemen, diperlukan demi tercapainya sebuah keseimbangan dunia usaha antara pelaku dan masyarakat sekitar. Esensi dan signifikansi dari CSR masih belum dapat terbaca sepenuhnya oleh pelaku bisnis, sehingga CSR sendiri bagi sebagian pelaku bisnis baru sekedar wacana dan terkadang implementasinya berdasarkan atas tuntutan masyarakat. Kata kunci : corporate social responsibility, pelaku bisnis, masyarakat. ABSTRACT The awareness towards CSR (Corporate Social Responsibility), that should be integrated into a company's hierarchy as management's strategy and policy, is needed to attain balance between the business industry and the surrounding community. The essence and significance of CSR has not been wholly understood by businessmen, thus CSR only becomes textual and often implemented due to community demand. Keywords: corporate social responsibility, businessman, community PENDAHULUAN Empat tahun belakangan ini corporate social responsibility atau CSR memang sedang menjadi trend di Indonesia. Banyak orang berbicara tentang CSR dan semuanya bagus serta perusahaan yang melakukan corporate social responsibility (CSR) semakin...

Words: 3970 - Pages: 16

Free Essay

Pemberdayaan Masyarakat

...PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: ∗ Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat ∗ Oleh: Ginandjar Kartasasmita Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Disampaikan pada Sarasehan DPD GOLKAR Tk. I Jawa Timur Surabaya, 14 Maret 1997 I. Pendahuluan Sesuai dengan tujuan mata kuliah ini yaitu, untuk membahas konsep-konsep pembangunan yang bertumpu pada masyarakat sebagai jembatan antara pembangunan mikro dan makro, maka pada kesempatan ini bahasan pokok yang akan disampaikan adalah tentang pemberdayaan masyarakat. Konsep pemberdayaaan masyarakat mencakup pengertian pembangunan masyarakat (community development) dan pembangunan yang bertumpu pada masyarakat (community-based development) Pertama-tama perlu terlebih dahulu dipahami arti dan makna keberdayaan dan pemberdayaan masyarakat. Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan. Suatu masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mental serta terdidik dan kuat serta inovatif, tentunya memiliki keberdayaan yang tinggi. Namun, selain nilai fisik di atas, ada pula nilai-nilai intrinsik dalam masyarakat yang juga menjadi sumber keberdayaan, seperti nilai kekeluargaan, kegotong-royongan, kejuangan, dan yang khas pada masyarakat kita, kebinekaan. Keberdayaan masyarakat adalah unsur-unsur yang memungkinkan suatu masyarakat bertahan (survive), dan dalam pengertian yang dinamis mengembangkan diri dan...

Words: 12397 - Pages: 50

Free Essay

College Student

...Success Factors 21 3.2 Key Success Factor (KSF) pada Perusahaan di Industri Sekolah Bisnis 21 BAB IV PELUANG DAN ANCAMAN YANG DIHADAPI SEKOLAH BISNIS 24 4.1 Peluang dimiliki oleh Sekolah Bisnis 24 4.2 Ancaman yang Dihadapi Sekolah Bisnis 24 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 1 halaman web panduan prosedur perizinan kelembagaan pendidikan 5 Gambar 1 2 Pertumbuhan GDP Indonesia 2006-2014 10 Gambar 1 3 Pertumbuhan GNI Indonesia 2006-2014 12 Gambar 2 1 Porter Five Forces 17 DAFTAR TABEL Tabel 1 1 Dokumen Persyaratan 6 Tabel 1 2 Dokumen Persyaratan Mendirikan PTS 8 Tabel 1 3 Jumlah GDP Indonesia 2006-2014 10 Tabel 1 4 Jumlah GNI Indonesia 2006-2014 12 BAB I ANALISIS PESTEL PADA INDUSTRI SEKOLAH BISNIS 1.1 Political Forces Dalam politik di Indonesia, peraturan mengenai perguruan tinggi diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12. Di dalamnya diatur mengenai ketentuan umum, perguruan tinggi berdasarkan berbagai aspek, fungsi, tujuan, prinsip, dan lain-lain mengenai peraturan pendidikan perguan tinggi di Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 memiliki 100 pasal di dalamnya. Menurut pasal 1, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses...

Words: 6641 - Pages: 27

Free Essay

State and Society

...Material Review Week 10 Society and the State Dalam iklim demokrasi menyajikan prinsip-prinsip mekanisme institusi politik atau sistem pemerintahan yang diwakilkan, yang mana, sosialisme lebih menekankan pada bagaimana masyarakat ditengah masyarakat terlebih dahulu. Maksudnya adalah, masyarakat yang satu kesatuan dan utuh mengelola semua urusannya seperti produksi, pekerjaan, pabrik, administrasi, konsumsi dan sebagainya secara bersama. Tetapi dalam mekanisme ini, ternyata menimbulkan masalah, yaitu masyarakat yang mengelola urusannya sendiri kerap melahirkan kaum-kaum borjuis, yang mana memang borjus ini merupakan bagian dari masyarakat yang lebih memiliki kekuatan ekonomi. Sementara masyarakat di dalam masyarakat ala sosialisme yang menuntut kesetaraan dalam masyarakat tanpa institusi poltik, juga tidak mau dirusak oleh borjuis-borjuis ini. Tetapi sosialisme kukuh tetap memandang institusi politik adalah instrumen yang meberikan ancaman pada kesetaraan. Dalam masalah ini, hanya terdapat 2 pilihan, pertama, konfrontasi langsung kelas-kelas pekerja dengan borjuis dan institusi politik, dan kedua, kelas pekerja harus mengusung kekuatan untuk dapat menjadi kekuatan politik. Haupt (1980) dalam Przeworski (2002) menyatakan, sosialisme adalah masyarakat yang sepakat untuk menggunakan hak-hak politik kelas pekerja terhadap kepentingan kelas borjuis dan ini merupakan dasar prinsip sosialisme yang paling fundamental. Sosialisme memandang bahwa pemilihan ala demokrasi yang merujuk pada...

Words: 3062 - Pages: 13

Free Essay

Definisi Perekonomian Indonesia

...Definisi perekonomian Indonesia Secara umum perekonomian indonesia adalah cara suatu bangsa atau negara untuk mengatur kehidupan ekonomi agar tercapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Menurut UUD 1945 perekonomian indonesia adalah sistem perekonomian campuran dimana negara menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak, bumi dan air dan kekayaan yang terkandung didalamnya yang merupakan pokok kemakmuran rakyat dikuasai oleh negara Macam-macam sistem perekonomian di Indonesia 1. Sistem Ekonomi Tradisional Merupakan sistem ekonomi yang masih terikat dengan adat istiadat, kebiasaan dan nilai budaya setempat Ciri – ciri: a) aturan yang dipakai adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan; b) kehidupan masyarakatnya sangat sederhana; c) kehidupan gotong-royong dan kekeluargaan sangat dominan; d) teknologi produksi yang digunakan masih sangat sederhana. 2. Sistem Ekonomi Liberalis Merupakan sistem ekonomi yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih dan melakukan usaha sesuai keinginan dan keahliannya Ciri –ciri : a) setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi; b) perekonomian diatur oleh mekanisme pasar; c) peranan modal dalam perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu untuk menguasai sumber-sumber ekonomi sehingga dapat menciptakan efisiensi; d) peranan pemerintah dalam perekonomian sangat kecil; e) hak milik atas alat-alat produksi dan distribusi...

Words: 2612 - Pages: 11