Free Essay

Pabp

In:

Submitted By yasminvirna
Words 557
Pages 3
Nama : Reyna Erfadila
Kelas : XII MIA 1
Tugas : PABP

1. Bagaimana hukum melakukan pernikahan di tengah - tengah kehamilan bagi seorang laki2 yang menghamili wanita sebelum nikah:
Allah SWT. berfirman dalam Al-Qur'an:
Q.S. an-Nur: 3
‎الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin. menurut ayat diatas dapat disimpulkan bahwa wanita yang hamil diluar nikah tidak memiliki masa iddah oleh sebab itu diperbolehkan untuk menikah dengan lelaki yang menzinahinya.Lelaki yang menzinahinya juga diperbolehkan untuk menikahinya karena tidak ada hukumnya.

2. Bagaimana kedudukan pernikahan tersebut?
Kedudukan pernikahan tersebut dikatakan sah karena tidak ada dalil yang menjelaskan bahwa pernikahan seperti itu kedudukannya haram. Karena,menurut saya dengan menikahi lelaki yang menghamili wanita sebelum menikah lalu pada akhirnya bertanggung jawab lebih baik daripada tidak sama sekali.

3. Perlu atau tidak setelah melahirkan melakukan pernikahan lagi?
Menurut saya tidak perlu,karena tidak adanya masa iddah yang berlaku dan pernikahan pertama sudah dianggap sah bagi agama maupun negara. Sebagaimana yang tercantum pada Pasal 53 ayat (3) Kompilasi Hukum Islam :
“Dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan setelah anak yang dikandung lahir “

4. Bagaimana kedudukan anak yang lahir pra nikah dalam islam dan hukum negara?
Anak yang lahir pranikah disebut anak luar nikah bukan anak zinah.Kompilasi Hukum Islam tidak mengenal istilah “anak zina” tetapi mengenal istilah “anak yang lahir diluar perkawinan” yang statusnya sama dengan anak hasil hubungan suami isteri antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat tali perkawinan yang sah, yang meliputi anak yang lahir dari wanita yang tidak mempunyai ikatan perkawinan yang sah dengan pria yang menghamilinya, atau anak syubhat kecuali diakui oleh bapak syubhatnya.Anak yang lahir diluar perkawinan atau sebagai akibat hubungan suami isteri yang tidak sah, hanya mempunyai hubungan nasab, hak dan kewajiban nafkah serta hak dan hubungan kewarisan dengan ibunya serta keluarga ibunya saja, tidak dengan ayah/bapak alami (genetiknya) begitu juga ayah/bapak alami (genetiknya), jika anak tersebut kebetulan anak perempuan.Jika anak yang lahir diluar perkawinan tersebut berjenis kelamin perempuan dan hendak melangsungkan pernikahan maka wali nikah yang bersangkutan adalah Wali Hakim, karena termasuk kelompok yang tidak mempunyai wali nasab. hal yang memperkuat argumentasi saya adalah Pasal 100 Kompilasi Hukum Islam bahwa “ anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya ”dan sabda rasulullah SAW:الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ

“Anak yang lahir untuk pemilik kasur (artinya, anak yang dilahirkan oleh istri seseorang atau budak wanitanya adalah miliknya), dan seorang pezina tidak punya hak pada anak hasil perzinaannya.” (Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah dan ‘Aisyah radhiyallahu

5. Bagaimana hukum melakukan aborsi ?
Aborsi adalah suatu tindakan tercela yang dilakukan oleh kaum wanita.dengan membuang janin yang sudah bernyawa itu sama halnya dengan membunuh ciptaan Allah SWT. Membunuh adalah dosa besar,sehingga islam sangat mengharamkan aborsi.Para calon ibu yang melakukan tindakan aborsi dengan alasan apapun akan mendapatkan ganjaran yang pedih dari Allah SWT.Allah SWT berfirman: وَلاَ تَقْتُلُواْ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللّهُ إِلاَّ بِالحَقِّ
“ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. “ ( Q.S. Al Israa’: 33 )

Similar Documents

Free Essay

My Paper

...Chapter 6 Blast program for sequence comparisons and blast p-values- test whether 2 or more sequences (protein or DNA) share a common evolutionary origin (p >10^-3 = due to chance) Lack of relationship between number of genes in a genome and its biological complexity 10-nm versus 30-nm chromatin fibers – condensed chromatin= 30nm wide, “beads-on-a-string” =10nm wide nucleosome core histone composition (2 each of H2A, H2B, H3, and H4) – Histones exists as octamers. Core is wrapped by 147 bp, about 2turns of DNA= CONSERVED IN ALL EUKARYOTES two turns of DNA around histone core (147 bp) variable size of DNA between nucleosomes (15-90 bp) – depends on species structure of 30 nm fiber and role of H1 histone – resting chromatin will be 30nm wide, H1 binds where DNA enters and exits nucleosome core histone tail modifications (acetylation, methylation, phosphorylation) – methylation & DEacetylation  condensing of chromatin (30nm)   acetylation  DE-condensing of chromatin (10nm)   phosphorylation & ubiquitination  chromatin remodeling euchromatin versus heterochromatin chromosome scaffold – hold the 30nm chromatin loops attached, genes far apart on the chromosome are close at the base of the loops called SARS (Scaffold Associated Proteins) width of fully condensed metaphase chromosomes (500-750 nm) – 500-750nm wide chromosome banding and FISH (fluorescence in situ hybridization) – identification of karyotypes (chromosome composition)  allows painting of each...

Words: 4186 - Pages: 17

Free Essay

Paper Research Methology

...Groepspaper Onderzoeksmethoden voor economen Groep 35 Schakelprogramma Master Handelswetenschappen 2014-2015 Telmo Alves Da Silva:    r0585703 Hamza Benamari:           r0593634 Güner Demir:                   r0585710 G. Van Rompuy M. Smet E. Van Stee * Inhoudsopgave * Inhoudsopgave 2 Abstract 3 Inleiding 4 1 Literatuuroverzicht 5 1.1 Algemeen 5 1.2 Concurrentiële biertypes 5 1.3 Onderzoeksvraag 6 2 Methodologie 7 2.1 Bespreking input 7 2.2 Verwachte gevoeligheden 7 2.3 Elasticiteiten en economische studies 8 2.3.1 Inkomen 8 2.3.2 Eigen prijs 9 2.3.3 Andere prijzen 9 2.3.4 Temperatuur 9 2.3.5 Seizoenaliteit 10 3 Resultaten 11 3.1 Korte bespreking 11 3.2 Werkelijke gevoeligheden 11 3.2.1 Gekozen keten 11 3.2.2 Inkomen 11 3.2.3 Eigen prijs 11 3.2.4 Andere prijzen 12 3.2.5 Temperatuur 13 3.2.6 Seizoenaliteit 13 3.3 Aard van product 14 Besluit 15 Referentielijst 16 * Abstract In deze paper worden de resultaten uitgebracht van een vergelijkende studie tussen drie distributieketens. De resultaten van de studie moeten uitwijzen welke keten het meest geschikt is om de introductie van een nieuw blik pils te realiseren. De beste keten moet met andere woorden een concreet antwoord bieden op volgende onderzoeksvraag: “Welke distributieketen zorgt voor de meest succesvolle marktintroductie voor blik in pils en in welke mate is de optimale distributieketen verschillend wat betreft seizoenaliteit, temperatuurgevoeligheid, elasticiteiten...

Words: 4944 - Pages: 20