Free Essay

Pembahasan Film Martin Luther

In: Religion Topics

Submitted By jesjess
Words 946
Pages 4
Martin Luther Narasi ini adalah pendapat saya mengenai film Martin Luther yang telah saya tonton. Martin Luther adalah seorang pendeta di Jerman serta seorang profesor teologia. Awalnya Luther adalah seorang mahasiswa fakultas hukum, tetapi ia meninggalkan semua itu untuk masuk menjadi seorang biarawan. Bermula dari badai besar serta petir yang menyambarnya saat ia sedang berjalan pulang dari sekolah. Luther yang ketakutan akhirnya meminta tolong pada Tuhan agar dia diselamatkan, sebagai gantinya ia berjanji akan mengabdikan hidupnya bagi Tuhan.
Pada masa itu, gereja yang diakui hanyalah Gereja Katolik Roma dan semua orang yang tidak masuk kedalam gereja itu dianggap berdosa. Di film juga di sebutkan bahwa keselamatan hanya ada pada gereja Katolik Roma saja dan tidak ada pada gereja lainnya. Menurut saya ini adalah hal yang tidak wajar dan aneh, karena Tuhan sendiri tidak pernah mengatakan bahwa gereja Katolik Roma saja yang bisa memberikan keselamatan, justru sebenarnya keselamatan itu ada pada Tuhan Yesus bukannya ada pada gereja. Tetapi karena masyarakat pada masa itu juga dibatasi dan tidak diperbolehkan membaca Alkitab membuat mereka menaati saja peraturan yang diberikan gereja karena mereka tidak mengetahui kebenaran yang di tuliskan pada Alkitab, karena pada saat itu yang boleh membaca Alkitab hanyalah pendeta dan Paus saja. Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap buta dengan ajaran Kristus yang sebenarnya, sehingga masyarakat akan patuh kepada Paus serta gereja agar mereka bisa memperoleh keselamatan setelah mereka meninggal.
Film ini menunjukkan kehidupan Luther sebagai seorang pendeta. Saat Luther harus memimpin perjamuan kudus, karena ia nervous (grogi) maka saat ia mengangkat gelas (yang berisi anggur yang dilambangkan sebagai darah Yesus) tumpah, bermula dari situ Luther merasa bahwa dirinya tidak baik (tidak bisa membawakan perjamuan kudus dengan baik) dan ia menjadi kesulitan saat berdoa pada Tuhan. Luther menganggap bahwa kegagalannya dalam memimpin upacara perjamuan kudus karena iblis yang menganggunya. Hal itu membuat Luther menanyakan keberadaan Tuhan, ia menginginkan adanya Tuhan yang penuh kasih dan peduli padanya. Dan pada saat itu bapa baptisnya, memberikannya sebuah kalung salib dan mengatakan padanya bahwa Tuhan ada di dekatnya dan menyuruhnya untuk menyerahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan. Luther juga sempat membeli kertas indulgensia dan menuliskan nama kakeknya pada kertas itu dan menaiki tangga gereja, dengan menyebutkan doa Bapa kami pada tiap anak tangganya sebagai salah satu syarat agar dosa kakeknya diampuni. Karena pada saat itu kertas indulgensia dipercaya oleh orang-orang dapat memberikan keselamatan pada orang yang bahkan sudah meninggal agar diloloskan dari api penyucian. Menurut saya sendiri bahwa kertas indulgensia hanyalah karangan gereja Katolik Roma sendiri pada masa itu, untuk mendapatkan uang, karena untuk mendapatkan kertas indulgensia itu orang-orang harus membelinya. Paus Leo X pada masa itu ingin membangun sebuah gereja St. Peter di Roma, sehingga ia membutuhkan banyak uang untuk membangunnya, juga pembangunan gereja ini untuk memperluas wilayahnya sendiri bukan untuk Tuhan, dan ia mendapatkan dana untuk membangunnya dari penjualan indulgensia kepada masyarakat. Paus Leo X sengaja memberikan pengertian yang salah yaitu membuat semua orang beranggapan bahwa membangun gereja sama seperti membangun kerajaan Allah, sehingga setiap orang akan berpikir bahwa semakin banyak membangun maka kerjaan Allah akan semakin besar. Sedangkan, Luther sendiri merasa bahwa penjualan indulgensia ini tidak sesuai dengan Alkitab dan saya setuju. Bagi saya sendiri kertas indulgensia yang harganya tidak seberapa ini tidak mungkin bisa menyelamatkan hidup seseorang, karena harga hidup kita ini tidaklah murah dan tidak bisa diukur menggunakan uang. Bahkan Allah Bapa sendiri memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan hidup kita, jadi keselamatan hidup kita sama sekali tidak berhubungan dengan indulgensia ini.
Luther juga tidak setuju dengan perkataan yang menyatakan bahwa keselamatan tidak ada di luar gereja Katolik Roma, karena bagi Luther keselamatan itu di dapat dari iman dan melalui Firman Tuhan. Bahkan Luther sendiri mengajarkan bahwa keselamatan merupakan anugerah dari Tuhan yang diberikan pada setiap orang percaya. Luther juga menyatakan bahwa setiap orang percaya dapat dekat dengan Allah Bapa tanpa perlu perantara orang lain (dengan perantara pendeta, atau pada waktu itu imam). Luther mulai menyampaikan protesnya dengan menempelkan surat pada pintu gerbang gereja di Wittenberg, tempatnya mengajar pada saat itu, yang berisi hal-hal menyangkut gereja yang dianggapnya tidak benar, dan surat itu ditujukan kepada uskup Mainz. Kemudian tulisannya ini dicetak dan disebarkan kepada banyak orang sehingga banyak orang menjadi tahu mengenai keburukan gereja. Dan Luther meneruskan menuliskan hal-hal yang berhubungan dengan gereja yang menurutnya tidak sesuai dengan Alkitab. Pandangan saya sendiri, Luther adalah seorang yang berpendirian keras dan ia ingin membenarkan hal-hal yang di salah-gunakan oleh gereja yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Karena menurut saya memang gereja pada saat itu memanfaatkan ketakutan rakyatnya yang tidak tahu akan masalah keselamatan yang diberikan oleh Tuhan. Tindakan seperti ini seharusnya tidak dilakukan oleh gereja, karena menurut saya seharusnya pada saat gereja berfungsi untuk menjembatani agar masyarakat bisa mengenal Yesus yang penuh kasih dan bukannya Yesus yang memberikan keselamatan dengan meminta uang rakyat.
Luther juga menentang bahwa Alkitab hanya boleh dibaca dan diartikan oleh pendeta dan Paus. Bagi Luther, Alkitab yang isinya adalah Firman Tuhan harus bisa dibaca oleh banyak orang agar mereka menerima keselamatan Kristus. Saya sangat setuju dengan Luther. Banyak hal mengenai Kristus bisa ditemukan dalam Alkitab, dan kebenara-kebenaran akan Firman Tuhan akan membawa banyak orang semakin dekat dan mengenal Tuhan. Tindakan Luther yang menerjemahkan Alkitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman adalah suatu tindakan yang berani, karena pada masa itu selain terjemahan gereja Katolik Roma, terjemahan lainnya dianggap sesat. Tetapi Luther dengan berani menerjemahkan Alkitab. Menurut saya sebagai seorang Kristen memang sudah sepatutnya memiliki sikap berani karena dalam menyampaikan berita kebenaran Firman Tuhan pasti ada banyak rintangannya karena banyak pihak juga yang tidak ingin agar manusia diselamatkan dari dosanya. Dengan menerjemahkan Alkitab itu, Luther membantu banyak orang agar bisa membaca Firman Tuhan dan menumbuhkan imannya di dalam Kristus.

Similar Documents

Free Essay

Tugas Sindy

...Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang . . . 28 Uraian Doktrin Dasar Alkitabiah INDONESIA PUBLISHING HOUSE Kotak Pos 1188 Bandung 40011 Telepon (022)) 6 3 3 2 Fax : ( 2 6027784,4 E a l i h d @ m i . o T l p n ( 2 6030392,; F x(022)2 6 2 7 Email: iph@bdg.centrin.net.id eeo 02 009 a 0 ) 078; mi: pbggalcm Kutipan Pasal 72: Sanksi Pelanggaran Undang-undang Hak Cipta (UU No. 19 Tahun 2002) 1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masingmasing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun denda/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). 2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500. 000.000,00 (lima ratus juta rupiah). © Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dicetak dan diterbitkan oleh Indonesia Publishing House Bandung 2006 Firman Tuhan Allah 6 Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang . . . 28 Uraian Doktrin Dasar Alkitabiah Departemen Kependetaan Masehi Advent Hari Ketujuh Se-Dunia 6840 Eastern Avenue NW Washington, DC 20012 Seventh-day Adventist Believe.........

Words: 176042 - Pages: 705