Free Essay

Rangkuman Transformasi Organisasi

In:

Submitted By drmahita
Words 1548
Pages 7
Summary of Chapter 11

Organizational Transformations : Birst, Growth, Decline, Death
Oleh : Andhika Edy Saputra Andhika Sinusaroyo Dian Ratna Mahita Dinda Nurhasanah Ridha Intani Prabu Kesuma Mutia Khairunnisa Raufan Purdini Rifqi Ramadhan Adhi Pratama

I. The Organization Life Cycle (Siklus Hidup Organisasi) Organisasi mengalami suatu tahap atau fase pertumbuhan yang runut dan terprediksi serta mengalami perubahan, yang disebut siklus hidup oganisasi. Ada empat prinsip dari siklus hidup organisasi yaitu : ✓ Birth (Lahir) ✓ Growth (Tumbuh) ✓ Decline (Menurun) ✓ Death (Mati) Setiap organisasi melalui empat fase diatas dalam frekuensi yang berbeda-beda, bahkan ada organisasi yang tidak mengalami semua fase diatas. Ada organisasi yang mengalami tahap growth yang lebih lama dari organisasi lainnya. Bagaimana organisasi merespons masalah yang dihadapi menentukan apakah dan kapan organisasi tersebut akan mencapai fase selanjutnya pada siklus hidup organisasi.

II. Organizational Birth (Lahirnya Organisasi) Organisai lahir saat entrepreneurs (pengusahsa) mengenali dan mengambil kesempatan untuk meraih untung pada suatu peluang. Pengusaha menggunakan kemampuan mereka untuk menggunakan sumber daya dan membuat suatu nilai yang baru. Contohnya adalah Michael Dell yang menggunakan peluang untuk memasarkan komputer berharga murah. Walaupun komputer sudah ada sebelumnya, namun Dell melakukan terobosan baru dalam segi harga. Saat organisasi lahir merupakan fase yang cukup membahayakan, karene organisasi tersebut akan mengalami the liability of newness atau bisa diartikan adalah bahaya karena menjadi pihak pertama yang beroperasi pada suatu lingkungan. Belum tentu lingkungan tersebut menerima organisasi yang baru lahir tadi. Organisasi yang baru lahir sangat rapuh karena belum ada struktur formal yang mengatur bagaimana proses value-creation dan setiap langkah yang diambil mejadi stabil dan dapat diandalkan. Dengan kata lain organisasi membutuhkan aturan, standard operating procedure (SOP), dsb. Namun, saat pertama kali organisasi lebih mempunyai struktur yang fleksibel dan responsif, karena organisasi tersebut ingin beradaptasi dan menyempurnakan kegiatan operasionalnya agar cocok dengan lingkungan dimana organisasi berada, dibandingkan langsung menyusun struktur formal. Organisasi dengan struktur yang fleksibel dapat memiliki kelemahan, yaitu karena mereka tidak mempunyai struktur formal dan SOP maka organisai dapat melupakan bagaimana cara meningkatkan kemampuan dan prosedur yang akan mengarah pada sukses. Dengan adanya struktur formal, organisasi dapat meningkatkan kinerja dengan menjadikannya acuan dan dapat mengembangkan struktur formal yang sudah ada untuk menjadi organisasi yang lebih maju dari sebelumnya.

Developing Plan for a New Business (Mengembangkan Rencana untuk Suatu Bisnis Baru) Salah satu cara agar pengusaha dapat mengatasi segala isu negatif akan lahirnya sebuah organiasi, maka dibutuhkan suatu business plan. Rencana bisnis memuat segala rencana bagaimana bisnis akan dikembangkan dan berkompetisi pada suatu lingkungan.

Salah satu alasan mengapa farnchise begitu populer adalah karena pengusaha tidak perlu mengalami risiko menjadi suatu hal yang baru dalam lingkungan. Tidak perlu pula menyusun kerangka business plan, karena franchise sendiri mereduksi risiko yang akan dialami suatu organisasi baru.

III. A Population Ecology Model of Organizational Birth ( Model Ekologi Populasi Organisasi Baru) Teori ekologi populasi menjelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi frekuensi dimana organisasi akan lahir (mati) dalam populasi yang berisi organisasi yang sudah eksis. A population of organization terdiri dari organisasi yang berkompetisi pada sumber daya yang sama dalam suatu lingkungan. Contohnya pada lingkungan Universitas Indonesia dimana banyak penjual makanan lokal berkompetisi untuk menggunakan sumber daya yang sama seperti beras, minyak, dll, untuk menghasilkan rupiah. Beberapa organisasi mungkin memilih untuk fokus pada sumber daya yang berbeda untuk membuat organisasi tersebut berbeda dari pesaingnya. Contohnya penjual makanan dengan spesifikasi makanan korea.

Number of Births (Jumlah Kelahiran) Jumlah sumber daya yang ada pada suatu lingkungan membatasi population density, yaitu berapa banyak organisasi yang dapat berkompetisi untuk mendapatkan sumber daya yang sama. Teori ekologi populasi berasumsi bahwa banyaknya organisas yang lahir pada suatu lingkungan yang baru sangat padat karena organisasi yang lahir tadi dibuat untuk mengambil keuntungan dari sumber daya baru yang ada. Dua faktor padatnya jumlah kelahiran adalah : ✓ Saat organisasi yang baru dibuat, ada suatu pengetahuan yang bertambah. Dikarenakan beberapa organisasi lahir dari pendirinya yang merupakan pegawai yang keluar dari perusahaan besar. ✓ Pada lingkungan yang baru dimana ada organisasi baru yang dibuat dan bertahan dalam lingkungan, hal tersebut menjadi sebuat contoh. Misalnya saja McDonald’s yang tadinya merupakan perusahaan baru yang mengambil spesifikasi makanan cepat saji, di kemudian tahun McDonald’s dapat bertahan sehingga memacu pengusaha lain untuk melahirkan organisasi di bidang makanan cepat saji. Karena menurut mereka McDonald’s sudah mencoba dan berhasil.

Saat suatu lingkungan dipenuhi banyak organisasi yang sukses maka jumlah kelahiran organisasi akan sangat padat. Ada dua hal yang dapat membuat jumlah kelahiran organisasi menurun, yaitu : ✓ Jumlah kelahiran organisasi baru berkurang saat ketersediaan sumber daya untuk organisasi yang baru tersebut hampir habis. Dimana organisasi yang sudah lahir sebelumnya meraih mempunyai peluang yang lebih besar untuk bertahan karena memiliki first-mover advantages, yaitu keuntungan yang diraih suatu organisai karena menjadi pendatang pertama dalam suatu lingkungan. Keuntungan tersebut dapat berupa lokasi yang strategis, brand yang sudah dikenal publik, dsb. ✓ Kesulitan dalam berkompetisi dalam hal meraih sumber daya dengan organisasi yang sudah eksis. Pengusaha juga menyadari bahwa untuk memasuki lingkungan yang padat akan organisasi yang sudah dikenal, mereka butuh usaha dan biaya lebih untuk meraih sumber daya dan melakukan iklan atau promosi untuk meraih konsumen.

Survival Strategies (Strategi untuk Bertahan) Population ecologist telah mengidentifikasi strategi dari organisasi yang dapat diterapkan untuk meraih sumber daya dan membuat mereka bertahan dalam lingkungan, yaitu :
1. r-Strategy >< K-Strategy Organisai yang menganut r-strategy adalah organiasi yang merupakan pionir dalam suatu lingkungan yang baru, bisa disebut orgaisasi yang pertama berdiri. Organisai yang menganut K-strategy adalah organisasi pendatang, dimana organisasi tersebut merupakan follower dari organisasi yang sudah ada. Keuntungan menjadi organisasi yang mengikuti r-strategy adalah meraih first-mover advantages sehingga meningkatkan kemakmuran dan membuat organisasi dapat bertahan. Sedangkan keuntungan menjadi organisasi yang mengikuti K-strategy adalah tidak menemui risiko kegagalan dan ketidakpastian lingkungan seperti yang dialami organisasi pendahulu, karena organisasi pendatang ini sudah bisa melihat tipe masalah seperti apa yang akan mereka hadapi dan dapat mengantisipasinya.

2. Specialist Strategy >< Generalist Strategy Specialist berkonsentrasi pada kompetensi mereka untuk meraih sumber daya dan memasarkannya pada segmen pasar yang jelas. Generalist adalah mereka yang menggunakan pengetahuan lebih untuk meraih sumber daya dan memasarkannya untuk banyak segmen. Contohnya restoran yang menjual segala jenis makanan adalah generalist, sedangkan restoran yang mengambil fokus menjual makanan untuk vegetarian adalah specialist. Keuntungan menjadi specialist adalah mereka dapat membangun kompetensi pada hal yang menjadikan fokus mereka, sehingga dalam fokus tersebut mereka lebih kuat dalam hal service atau product dibanding generalist. Keuntungan menjadi generalist adalah mereka dapat bertahan dalam lingkungan yang tidak pasti, saat pasar pada salah satu fokus produk mereka hilang, masih ada produk lain dengan fokus berbeda yang mengasilkan income, namun lain hal nya dengan specialist. Saat pasar produk mereka hilang, maka organisasinya akan menurun atau bahkan mati.

The Process of Natural Selection ( Seleksi Alam) Dari strategi yang telah dijabarkan diatas, maka terbentuklah empat strategi yang dapat dianut suatu organisasi yaitu : r-specialist, r-generalist, K-specialist, K-generalist. Biasanya suatu organisasi pertama yang berdiri pada suatu lingkungan yang baru, mereka akan menjadi r-specialist. Setelah organisasi tersebut telah tumbuh dan berkembang mereka akan menjadi generalist. Banyak perusahaan yang menganut K-generalist membuka pasar untuk suatu peluang baru, sedangkan K-specialist yang mengikuti akan mengeksplorasi segmen pasar baru dari yang sudah disediaka K-generalist tadi. Dalam hal ini, generalist dan specialist dapat eksis bersama dalam suatu lingkungan karena mereka akan berkompetisi untuk sumber daya yang berbeda.

IV. The Institutional Theory of Organizational Growth Teori institusi mempelajari bagaimana organisasi meningkatkan kemampuannya untuk tumbuh dan bertahan dalam lingkungan yang kompetitif dengan menjadi legitimate, diterima, dan dipercaya sleuruh stakeholders. Teori institusi berargumen bahwa untuk meningkatkan kemampuan untuk bertahan, organisasi baru cenderung mengadopsi peraturan dan standar yang diterapkan pada institusi (lembaga) yang eksis di lingkungan sekitar mereka. Organisasi yang ingin diterima seluruh stakeholders harus mengikuti institutional environment. Institutional environment adalah sekumpulan nilai dan norma yang mengatur bagaimana suatu organisasi yang sejenis (population of organizations) harus beretika dan beroperasi. Dengan mengikuti standar yang telah ada, organisasi dapat meraih kepercayaan stakehlders.

Organizational Isomorphism Saat berbagai organisasi sedang bertumbuh, mereka akan mengadopsi beberapa standar beretika dan beroperasi yang sudah ada karena dengan melakukan hal tersebut mereka percaya bahwa kemampuan mereka untuk bertahan akan meningkat. Sehingga terjadi proses dimana organsasi dalam suatu populasi menjadi terlihat sama atau disebut organizational isomorphism. Ada tiga proses yang menjelaskan mengapa organisasi menjadi terlihat sama, yaitu :
1. Coercive Isomorphism Yaitu saat organisasi mengadopsi seperangkat nilai dan normal karena tekanan (paksaan) dari organisasi lain yang lebih berwenang atau dari suatu komunitas umum.

2. Mimetic Isomorphism Yaitu saat organisasi dengan sengaja mengadopsi seperangkat nilai dan norma dari organisasi lain untuk meningkatkan legitimasi organisasi tersebut.

3. Normative Isomorhism Yaitu saat suatu organisasi secara tidak sengaja mengadopsi nilai dan norma yang dianut organisasi lain, misalnya saat manager atau pegawai dari suatu organisasi pindah ke organisasi lain sehingga membawa nilai-nilai dan norma yang dianutnya dari organisasi terdahulu.
Disadvantages of Isomorphism (Kelemahan Isomorfisme) Saat organisasi satu dan lainnya berlomba mengadopsi nilai dan norma yang sama, maka semuanya akan terlihat kaku. Tekanan untuk terlihat sama dengan pesaing membuat suatu organisasi mereduksi kemampuan suatu organisasi untuk melakukan hal yang baru, untuk berinovasi.
-----------------------
Developing a Business Plan

1. Notice a product opportunity, and develop a basic business data Goods/services Customers/markets

2. Conduct a strategies (SWOT) analysis Identifies opportunities Identifies threats Identifies strength Identifies weaknesses

3. Decide wheteher the business opportunity is feasible

4. Prepared a detailed business plan Statement of mission, goalas, and financial obejctives Statement of strategic objectives List of necessary resources Organizational timeline of events

Similar Documents

Free Essay

Resume Analisis Ketimpangan Pembangunan Ekonomi

...RESUME ANALISIS KETIMPANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA TENGAH UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2008 ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu 1981 sampai dengan 2005 dan mengidentifikasi faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi ketimpangan tersebut. Data yang digunakan peneliti adalah data sekunder yang terdiri dari data runtut waktu dari 1981 sampai dengan 2005 yang diperoleh dari Kantor Statistik, Kantor Badan Penanama Modal dan BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah yang diukur dengan Indesk Williamson dalam kurun waktu 1981 sampai dengan 2005 cenderung relatif meningkat. Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa hasil investasi swasta perkapita (X1) menunjukkan t hitung sebesar -2,362, variabel ratio angkatan kerja (X2) menunjukkan t hitung sebesar -2,128, variabel alokasi dana pembangunan perkapita (X3) menunjukkan t hitung sebesar 7,184 dengan angka signifikansi lebih kecil 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial dan signifikan berpengaruh terhadap ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Nilai F hitung sebesar 1,899, dengan angka signifikansi sebesar 0,000 (0,000 < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel independen yaitu investasi swasta perkapita, ratio angkatan kerja, dan alokasi dana pembangunan...

Words: 15296 - Pages: 62