Free Essay

Sustainable Operation

In: Business and Management

Submitted By Wrecking82
Words 2351
Pages 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gaji dan upah adalah komponen biaya yang secara rutin terjadi dalam penyelenggaraan perusahaan dan sangat penting, karena berkaitan dengan motivasi karyawan. Pada perusahaan yang bergerak di sektor jasa, gaji dan upah merupakan biaya yang paling dominan. Untuk memudahkan pelaksanaan administrasinya maka diperlukan suatu sistem, yaitu sistem akuntansi gaji dan upah.
Dengan adanya sistem akuntansi yang memadai, menjadikan akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan lain. Sistem Akuntansi tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Sehingga dapat mencapai sasaran dan menjamin atau menyediakan laporan keuangan yang tepat.
Gaji dan upah merupakan bagian dari kompensasi-kompensasi yang paling besar yang diberikan perusahaan sebagai balas jasa kepada karyawannya. Dan bagi karyawan ini merupakan nilai hak dari prestasi mereka, juga sebagai motivator dalam bekerja.
Sedangkan bagi perusahaan jasa, gaji dan upah merupakan komponen biaya yang mempunyai dampak besar dalam mempengaruhi laba, sehingga harus terus menerus diawasi pengelolaannya.

B. Landasar Teoritis
1. Apa konsep dasar akuntansi biata tentang upah langsung ?
2. Apa fungsi sistem akuntansi dalam upah tenaga kerja langsung?
3. Bagaimana komponen biaya rutin yang terjadi dalam penyelengaraan perusahaan?
4. Apa fungsi penentuan upah dalam sebuah perusahaan?
5. Bagaimana standar upah yang telah di tentukan dalam konsep akuntansi biaya?
C. Tujuan Pembahasan
1. Memahami konsep dasar akuntansi biaya tentang Upah tenaga kerja langsung
2. Mengetahui arti pentingnya sistem akuntansi dalam konsep upah tenaga kerja langsung
3. Memahami komponen biaya rutin yang terjadi dalam penyelenggaraan perusahaan
4. Memahami fungsi penentuan upah standar dalam sebuah perusahaan
5. Mengetahui standar upah yang telah di tentukan dalam konsep akuntansi biaya
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya biasanya hanya dianggap berlaku untuk operasi pabrikase, namun dalam dunia ekonomi dewasa ini setiap jenis organisasi dari berbagai ukuran dapat mengambil manfaat dari penggunaan konsep dan teknik akuntansi biaya. Dalam hal ini penulis hanya menerapkan akuntansi biaya sesuai dengan judul skripsi yang ditulis dalam memecahkan suatu masalah-masalah yang terjadi di lapangan.
Akuntansi biaya juga dapat diartikan sebagai kunci atau alat yang penting guna membantu manajemen dalam melakukan pertimbangan, perencanaan, pengawasan serta sebagai penilaian terhadap kegiatan perusahaan.
Menurut Mulyadi bahwa pengertian Akuntansi Biaya ialah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk jasa dengan cara-cara tertentu serta penafsiran terhadapnya.[1]
Matz Usry mendefinisikan akuntansi biaya sebagai berikut :
“Cost accounting sometime call management accounting, should be considered the key managerial partner, furnishing management with the necessary accounting tools to plan and control activities.” [2]

Kemudian Abdul Halim mengemukakan definisi akuntansi biaya sebagai berikut :
“Akuntansi biaya adalah akuntansi yang membicarakan tentang penentuan harga pokok (cost) dari suatu produk yang diproduksi (atau dijual di pasar) baik untuk memenuhi pesanan dan pemesan maupun untuk menjadi persediaan barang dagangan. yang akan dijual.” [3]

Selanjutnya dikemukakan pula definisi akuntansi biaya menurut R. A. Supriyono dalam bukunya Akuntansi Biaya, bahwa :
Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.[4]

Jadi akuntansi biaya merupakan penentuan harga pokok suatu produk dengan melakukan suatu proses pencatatan, penggolongan dan penyajian transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Akuntansi biaya dinyatakan oleh Fess and Warren dalam bukunya adalah :
“Cost accounting emphasizes the determination and the control of costs. It is concerned primarily with the costs of manufacturing processes and of manufactured products. In addition, one of the most important duties of the cost accountant is to gather and explain cost data, both actual and prospective. Management uses these data in controlling current operations and in planning for the future. [5]

Dari definisi di atas, jelaslah bahwa fungsi akuntansi biaya adalah sebagai alat informasi bagi seorang pimpinan dalam rangka pengambilan keputusan. Disamping itu, dikemukakan juga bahwa akuntansi biaya pada umumnya identik dengan manajerial dan sebagai alat bagi seorang manajer dalam merencanakan dan mengontrol serta mengevaluasi kegiatan perusahaan.
Menurut R. A. Supriyono, Akuntansi biaya bertujuan untuk :
1. Perencanaan dan pengendalian biaya.
2. Penentuan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dengan tepat dan teliti.
3. Pengambilan keputusan oleh manajemen. [6]
Adapun menurut Matz and Usry, Akuntansi Biaya mempunyai peranan sebagai berikut :
1. Menyusun dan melaksanakan rencana dan anggaran operasi perusahaan dalam kondisi yang ekonomis dan bersaing.
2. Menetapkan metode kalkulasi biaya dan prosedur yang menjamin adanya pengendalian biaya dan jika memungkinkan, pengurangan atau pembebanan biaya.
3. Menentukan nilai persediaan dalam rangka kalkulasi biaya dan penetapan harga, dan sewaktu-waktu memeriksa jumlah persediaan dalam bentuk fisis.
4. Menghitung biaya dan laba perusahaan untuk periode akuntansi tahunan atau periode yang lebih singkat.
5. Memilih alternatif terbaik yang bisa menaikkan pendapatan atau menurunkan biaya.[7]
Akuntansi biaya memberikan klasifikasi dan pembagian biaya yang tepat dalam mengontrol bahan baku, bahan penolong, upah tenaga kerja dan biaya-biaya tak langsung menetapkan standar untuk mengukur efisiensi, memberikan data dan menyusun anggaran serta untuk menetapkan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan secara teliti.
B. Mamfaat dan Tujuan Akuntansi Biaya
Adapun tujuan dari akuntansi biaya adalah untuk menyediakan informasi biaya bagi manajemen guna membantu mereka dalam mengelola perusahaan.
Penentuan harga pokok produk juga merupakan tujuan dari pada perusahaan pabrikase hanya dapat dilakukan jika diadakan pemisahan antara biaya produksi dan biaya non produksi
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka biaya-biaya yang terjadi di dalam perusahaan harus dicatat dan digolongkan sedemikian rupa, sehingga jelas yang mana biaya langsung dan biaya tak langsung yang termasuk biaya produksi dan apa saja yang merupakan biaya non produksi, dengan demikian memungkinkan untuk menentukan harga pokok atau menetapkan biaya produksi secara baik dan teliti. Akuntansi biaya bukanlah tujuan tetapi merupakan alat dari manajemen untuk berbagai tujuan dan keperluan yang dibutuhkan manajemen termasuk pengawasan dan penekanan biaya produk yang dihasilkan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa akuntansi biaya itu sendiri dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan mengenai :
1. Penentuan harga pokok persatuan produk atau jasa.
2. Pengendalian biaya.
3. Pengendalian data biaya bagi pengambilan keputusan khusus, perumusan kebijaksanaan dan perencanaan jangka panjang. Tujuan atau manfaat lain akuntansi biaya adalah menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan, yaitu untuk
1. Perencanaan dan Pengendalian Laba. Akuntansi biaya menyediakan informasi atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan, dan selanjutnya atas dasar perencanaan tersebut, biaya dapat dikendalikan dan akhirnya pengendalian dapat dipakai sebagai umpan balik untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
2. Penentuan Harga Pokok Produk atau Jasa. Penetapan harga pokok akan dapat membantu dalam :
a. penilaian persediaan baik persediaan barang jadi maupun barang dalam proses,
b. penetapan harga jual terutama harga jual yang didasarkan kontrak, walaupun tidak selamanya penentuan harga jual berdasarkan harga pokok penetapan laba.
c. Pengambilan Keputusan oleh Manajemen.
4. Klasifikasi Biaya
Akuntansi biaya bertujuan untuk menyajikan informasi biaya yang digunakan untuk berbagai tujuan, sehingga penggolongan biaya juga didasarkan atas disesuaikan dengan tujuan tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menggolongkan biaya diantaranya :
1. Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan
Factory Cost (Biaya Produksi)
• Biaya Bahan Baku (Direct Material Cost)
• Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost)
• Biaya Tidak Langsung (Factory Overhead)
• Commercial Expense (Operating Expense)
• Marketing and Selling Expense
• General & Administration Expense
2. Berdasarkan Periode Akuntansi
Capital Expenditure (Pengeluaran Modal). Pengeluaran ini akan memberi manfaat pada beberapa periode akuntansi. Jenis pengeluaran ini dikapitalisirdan dicantumkan sebagai harga perolehan. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai capital expenditure jika pengeluaran ini memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi, jumlahnya relatif besar, dan pengeluaran ini sifatnya tidak rutin.
• Revenue Expenditure (Pengeluaran Penghasilan)
Pengeluaran ini akan memberi manfaat pada periode akuntansi dimana pengeluaran ini terjadi. Pengeluaran ini menjadi beban pada periode tersebut, dan dicantumkan dalam income statement. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai revenue expenditure jika pengeluaran tersebut memberi manfaat pada periode terjadinya pengeluaran tersebut, jumlahnya relatif kecil, dan umumnya pengeluaran ini sifatnya rutin.
3. Berdasarkan Pengaruh Manajemen Terhadap Biaya
Biaya Terkendali (Controllable Cost). Adalah biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang manajer tingkatan tertentu dalam jangka waktu tertentu.
C. Pengertian Upah
Gaji dan upah merupakan bagian dari kompensasi-kompensasi yang paling besar yang diberikan perusahaan sebagai balas jasa kepada karyawannya. Dan bagi karyawan ini merupakan nilai hak dari prestasi mereka, juga sebagai motivator dalam bekerja.
Sedangkan bagi perusahaan jasa, gaji dan upah merupakan komponen biaya yang mempunyai dampak besar dalam mempengaruhi laba, sehingga harus terus menerus diawasi pengelolaannya.
Untuk dapat memahami lebih lanjut arti dari gaji dan upah perlu diketahui terlebih dahulu beberapa defenisi dari gaji dan upah menurut pendapat para ahli di bawah ini.
Niswonger (1999:446) mengemukakan bahwa:
Istilah gaji (salary) biasanya digunakan untuk pembayaran atas jasa manajerial, administratif, dan jasa-jasa yang sama. Tarif gaji biasanya diekspresikan dalam periode bulanan. Istilah upah (wages) biasanya digunakan untuk pembayaran kepada karyawan lapangan (pekerja kasar) baik yang terdidik maupun tidak terdidik. Tarif upah biasanya diekspresikan secara mingguan atau perjam.[8]

Sementara Mulyadi (2001:373) mengemukakan bahwa:
Gaji umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manajer, sedangkan upah umumnya merupakan pembayaran atas penyeraha jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh). Umumnya gaji dibayarkan secara tetap perbulan, sedangkan upah dibayarkan berdasarkan hari kerja, jam kerja atau jumlah satuan produk yang di hasilkan.[9]

D. Standar Biaya Upah Langsung
Standar biaya upah langsung adalah adalah biaya tenaga kerja langsung yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu-satuan ptroduk. Penentuan standar biaya tenaga kerja langsung berdasarkan kriteria berikut ini :
a. Standar jam tenaga kerja langsung
Standar jam kerja langsung dapat ditentukan dengan dasar
- Menghitung waktu rata-rata yang digunakan untuk membuat satu satuan produk yang sejenis masa lalu
- Mengadakan uji coba produksi di bawah keadaan normal yang diharapkan
- Penyelidikan gerak dan waktu
b. Standar tarif upah
Standar tarif upah adalah tarif upah yang harus dikeluarkan berdasarkan waktu setiap jam kerja atau setiap menyelesaikan satu satuan produk.
Standar tarif upah dapat ditentukan berdasarkan :
- Perjanjian melalui organisasi antara karyawan dengan perusahaan
- Rata-rata upah karyawan yang terjadi pada masa lalu dengan menggunakan rata-rata hitung, rata-rata tertimbang, upah.
- Perhitungan tarif upah dalam keadaan operasi normal.
Untuk mengatasi adanya kesalahan dan penyimpangan dalam perhitungan dan pembayaran gaji dan upah maka perlu dibuat suatu sistem penggajian dan pengupahan. Sistem akuntansi gaji dan upah juga dirancang oleh perusahaan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai gaji dan upah karyawan sehingga mudah dipahami dan mudah digunakan.
E. Mamfaat Penentuan Standar Biaya Upah Langsung Terhadap Perusahaan Menurut Mulyadi (2001:382) fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi gaji dan upah adalah:
1). Fungsi kepegawaian;
2). Fungsi pencatatan waktu;
3). Fungsi pembuat daftar gaji dan upah;
4). Fungsi akuntansi;
5). Fungsi keuangan.
Fungsi kepegawaian. Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencari karyawan baru, menyeleksi calon karyawan, memutuskan penempatan karyawan baru, membuat surat keputusan tarif gaji dan upah karyawan, kanaikan pangkat dan golongan gaji, mutasi karyawan dan pemberhentian karyawan.
Fungsi pencatat waktu. Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyelenggarakan catatan waktu hadir bagi semua karyawan perusahaan. Fungsi pencatatan waktu hadir karyawan tidak boleh dilaksanakan oleh fungsi operasi atau oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah.
Fungsi pembuat daftar gaji dan upah bertanggung jawab untuk membuat daftar gaji dan upah yang berisi penghasilan bruto yang menjadi hak dan berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan selama jangka waktu pembayaran gaji dan upah. Daftar gaji dan upah diserahkan oleh pembuat daftar gaji dan upah kepada fungsi akuntansi guna pembuatan bukti kas keluar yang dipakai sebagai dasar pembayaran gaji dan upah.
Fungsi akuntansi bertanggung jawab untuk mencatat kewajiban yang timbul dalam hubungannya dengan pembayaran gaji dan upah karyawan (misalnya utang gaji dan upah karyawan, utang pajak, utang dana pensiun). Fungsi akuntansi yang menangani sistem akuntansi penggajian dan pengupahan berada ditangan bagian utang, bagian kartu biaya, dan bagian jurnal.
Fungsi keuangan bertanggung jawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji dan upah dan menguangkan cek tersebut ke bank. Uang tunai tersebut kemudian dimasukkan ke dalam amplop gaji dan upah setiap karyawan untuk selanjutnya dibagikan kepada karyawan yang berhak.
Fungsi-fungsi tersebut diatas, saling bekerja sama dan terkait satu dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu sistem penggajian dan pengupahan yang baik.
F. Sistem Akuntansi Biaya
Sistem akuntansi biaya (cost system) dapat dikelompokkan menjadi dua sistem yaitu :
1. Actual Cost System (Sistem Harga Pokok Sesungguhnya). Yaitu sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sesuai dengan harga pokok yang sesungguhnya dinikmati. Pada sistem ini, harga pokok produksi baru dapat dihitung pada akhir periode setelah biaya sesungguhnya dikumpulkan.
2. Standard Cost System (Sistem Harga Pokok Standar). Yaitu sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sebesar harga pokok yang telah ditentukan/ditaksir sebelum suatu produk atau pesanan dikerjakan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan adanya sistem akuntansi yang memadai, menjadikan akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan lain. Sistem Akuntansi tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Sehingga dapat mencapai sasaran dan menjamin atau menyediakan laporan keuangan yang tepat.
Gaji dan upah merupakan bagian dari kompensasi-kompensasi yang paling besar yang diberikan perusahaan sebagai balas jasa kepada karyawannya. Dan bagi karyawan ini merupakan nilai hak dari prestasi mereka, juga sebagai motivator dalam bekerja.
Sedangkan bagi perusahaan jasa, gaji dan upah merupakan komponen biaya yang mempunyai dampak besar dalam mempengaruhi laba, sehingga harus terus menerus diawasi pengelolaannya.
Akuntansi biaya biasanya hanya dianggap berlaku untuk operasi pabrikase, namun dalam dunia ekonomi dewasa ini setiap jenis organisasi dari berbagai ukuran dapat mengambil manfaat dari penggunaan konsep dan teknik akuntansi biaya. Dalam hal ini penulis hanya menerapkan akuntansi biaya sesuai dengan judul skripsi yang ditulis dalam memecahkan suatu masalah-masalah yang terjadi di lapangan.
Akuntansi biaya juga dapat diartikan sebagai kunci atau alat yang penting guna membantu manajemen dalam melakukan pertimbangan, perencanaan, pengawasan serta sebagai penilaian terhadap kegiatan perusahaan.
Akuntansi biaya memberikan klasifikasi dan pembagian biaya yang tepat dalam mengontrol bahan baku, bahan penolong, upah tenaga kerja dan biaya-biaya tak langsung menetapkan standar untuk mengukur efisiensi, memberikan data dan menyusun anggaran serta untuk menetapkan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan secara teliti.
Adapun tujuan dari akuntansi biaya adalah untuk menyediakan informasi biaya bagi manajemen guna membantu mereka dalam mengelola perusahaan.
Penentuan harga pokok produk juga merupakan tujuan dari pada perusahaan pabrikase hanya dapat dilakukan jika diadakan pemisahan antara biaya produksi dan biaya non produksi

Similar Documents

Premium Essay

Sustainable Operations

...Sustainable Business Operation in the Philippines Alsons Consolidated Resources, Inc. In partial fulfilment of the course requirements in Management Accounting By: Ma. Isabel Lagunilla Hocson sab.lagu@gmail.com Submitted to : Dr. Marivic Manalo December 13, 2013 Sustainable Business Operation in the Philippines 2 I. Introduction Just last month, the country experienced the strongest typhoon to hit the Earth. No amount of preparation is enough to survive such wrath from Mother Nature. Before Yolanda hit the Philippines, a lot of typhoons passed the country. These typhoons left behind destructed homes and dead people as a result severe flooding brought about by non-segregation and throwing of trash anywhere. Illegal logging also contributed to flash floods. All these are reasons why we should start being concerned not only for the businesses we are part of but also its neighbouring communities. Sustainability should be the one goal of all businesses. It is a prerequisite for economic growth and poverty reduction in Asia and the Pacific. The market has shown an increase of concern for sustainability and its impact to the environment and because of this, companies have created new processes economically, socially and more importantly environmentally. This study aims to look at the optimism of Philippine businesses on the adaptation of cleaner operations for sustainable development. A lot of environmental laws has been passed the last few years both from......

Words: 2717 - Pages: 11

Premium Essay

Term Paper

...Algebra 1: Simplifying Algebraic Expressions Lesson Plan for week 2 Age/Grade level: 9th grade Algebra 1 # of students: 26 Subject: Algebra Major content: Algebraic Expressions Lesson Length: 2 periods of 45 min. each Unit Title: Simplifying Algebraic Expressions using addition, subtraction, multiplication, and division of terms. Lesson #: Algebra1, Week 2 Context This lesson is an introduction to Algebra and its basic concepts. It introduces the familiar arithmetic operators of addition, subtraction, multiplication, and division in the formal context of Algebra. This lesson includes the simplification of monomial and polynomial expressions using the arithmetic operators. Because the computational methods of variable quantities follows from the computational methods of numeric quantities, then it should follow from an understanding of basic mathematical terminology including the arithmetic operators, fractions, radicals, exponents, absolute value, etc., which will be practiced extensively prior to this lesson. Objectives • Students will be able to identify basic algebraic concepts including: terms, expressions, monomial, polynomial, variable, evaluate, factor, product, quotient, etc. • Students will be able to simplify algebraic expressions using the four arithmetic operators. • Students will be able to construct and simplify algebraic expressions from given parameters. • Students will be able to evaluate algebraic......

Words: 692 - Pages: 3

Free Essay

Constructing Formulas for Mathematical Operations in Excel (Basic Tips and Techniques)

...Constructing Formulas for Mathematical Operations in Excel (Basic Tips and Techniques) Michelle A. Applequist Computer Information Systems (CIS105) Professor Hari Dhungana Strayer University September 1, 2009 Constructing Formulas for Mathematical Operations in Excel Microsoft Excel uses formulas to construct mathematical operations in a worksheet. After data have been entered into the worksheet, you can perform calculations, analyze data, and create charts. An Excel formula (calculations you create) and functions (formulas pre-existing in Excel) calculates the data entered in the worksheet. Formulas calculate numbers in a particular order. “Excel has one of the most comprehensive set of formulas, not only to perform calculations but also to manage data and records. It also has the ability to instantaneously re-calculate the results as the raw data changes” (Khoo, 2006-9, para. 2). To construct a formula after you have entered data, you must click in the cell that you want the results to appear in, and then type the formula. You can construct formulas by using the sum function, and editing numbers in a cell. It is stated that: Sum is an Excel function—a prewritten formula. Sum indicates the type of calculation that will take place (addition). When the sum function is activated, Excel looks above the active cell for a range of cells to sum. If there is no range above the cell, Excel will look to the left for a range of cells to...

Words: 694 - Pages: 3

Free Essay

Mathematical Operations of Gs1140 Numbers and Simplifying Algebraic Expressions

...Mathematical Operations of Numbers and Simplifying Algebraic Expressions Section A.: Mathematical Operations of Numbers 1.) 8+((12+5) x 4)/2= 8+(17x4)/2= 8+68/2= 8+34= 42 2.) ((3+4)²+4)-2= (7²+4)-2= (49+4)-2= 53-2= 51 3.) ((12+7)+(8/4)²) (19)+(2)² 19+4 23 4.) ½ + ¼ - ⅓= 6/12+3/12-4/12= 9/12-4/12= 5/12 5.) 2/3 x 3/5 = Multiply straight across 2/3 x 3/5 = 6/15 Find common denominator Reduce to lowest term 6/15 ÷ 3/3 = 2/5 6.) ⅓ ÷ ½ = Multiply by reciprocal ⅓ x 2/1= 2/3 7.) 3/2 ÷ ( 1/5 + 6/10) = 3/2 ÷ (2/10 + 6/10) = 3/2 ÷ 8/10 = Multiply by reciprocal 3/2 x 10/8 = 30/16 = 15/8 = 1 7/8 Section B.: Simplifying Algebraic Expressions 1.) 2x + 3x - 5x + x = 5x - 5x + x = 0 + x = x 2.) 2(6x + 5) = 2(6x) + (2x5) = 12x + 10 = 3.) (14x - 7) /7 = 14x - 7 ÷ 7 = 14x ÷ 7 = 2x -7 ÷ 7 = -1 2x - 1 4.) -(-15x) - 3x = 15x - 3x = 12x 5.) 5(3x+4) - 4 = 15x + 20 - 4 = 15x + 16 = 6.) 5(3x-2)+12x = 15x -10+12x = 27x - 10 = 7.) 4(2y-6)+3(5y+10) = 8y-24+15y+30 = 23y-24+30 = 23y+6= 8.) (x+1) (x-2) = Multiply the first 2, outside 2, inside 2, last 2 xx - 2x + 1x - 2 = xx - 2x + x - 2...

Words: 252 - Pages: 2

Premium Essay

Business

...Aaron Sura June 2, 2014 Wiley plus exercise Question 1. (a). $181,500 (b). $41,200 (c). 38,000 (d). 19,200 (e). 9,500 (f). 63,400 Question 3. In its first month of operation, Maze Company purchased 100 units of inventory for $6, then 200 units for $7, and finally 150 units for $8. At the end of the month, 180 units remained. Compute the amount of phantom profit that would result if the company used FIFO rather than LIFO. The company uses the periodic method. FIFO: $1,410 150 units multiplied by $8 equals $1,200 30 units multiplied by $7 equals $210 $1,200 plus $210 equals $1,410 LIFO: $1,160 100 units multiplied by $6 equals $600 80 units multiplied by $7 equals $560 $600 plus $560 equals to $1,160 Therefore, the phantom profit would be $250 if the company were to use the FIFO rather than LIFO. Question 4. Compute the lower of cost or market valuation for O'Connor's inventory. 12,500(camera)+9,000(camcorders)+12,800(DVD’s)= $34,300 Question 5. Establishment of responsibilities: Only cashiers may operate registers. Segregation of duties: The duties of receiving cash, recording cash, and having custody of cash are assigned to different individuals. Independent and internal verifications: Daily cash counts are made by cashier department supervisors. Human resource control: All cashiers are bonded Physical controls: All over-the-counter receipts are registers. Question 6. Segregation of duties: 3 Establishment of......

Words: 259 - Pages: 2

Premium Essay

Earth Buddy

...yDylan Dissanayake Student ID : 15223568 Session 1 : Earth Buddy 10/01/12 Q1. How many Earth Buddies can Ben count on producing in one shift? How many if the factory works 2 shifts? Three shifts? How many if it operates three shifts a day, seven days a week? Which operation is the bottleneck? TASK | TIME | NUMBER OF OPERATORS | a.BUDDIES/HR | b.BUDDIES/SHIFT | c.BUDDIES/ "2" SHIFTS | d.BUDDIES/ "3" SHIFTS | e.BUDDIES/ "3" SHIFTS - 7 DAYS | FILLING | 1.5 | 6 | 240 | 1680 | 3360 | 5040 | 35280 | MOULDING | 1.6 | 3 | 225 | 1575 | 3150 | 4725 | 33075 | EYES | 1.2 | 2 | 300 | 2100 | 4200 | 6300 | 44100 | EYE GLASS | 1.2 | 1 | 300 | 2100 | 4200 | 6300 | 44100 | PAINTING | 1.5 | 1 | 240 | 1680 | 3360 | 5040 | 35280 | PACKING | 1.98 | 2 | 363 | 2541 | 5082 | 7623 | 53361 | a. Buddies/hr =          60minutes x Operators                                  time/task b. Buddies/shift =      60minutes x Operators x Productive hrs                                  time/task  c. Buddies/ 2 shifts = 60minutes x Operators x Productive hrs x No. Of Shifts                                  time/task d. Buddies/ 3 shifts = 60minutes x Operators x Productive hrs x No. Of Shifts                                  time/task e. Buddies/ 3 shifts = 60minutes x Operators x Productive hrs x No. Of Shifts x Days     7 Days                   time/task Bottleneck = Lowest output (Moulding) Theoretical Capacity/hr = Operators x         60min                    ...

Words: 991 - Pages: 4

Free Essay

Sustainable Development

...What is Sustainable Development? The concept of Sustainable Development has been staged globally as a political and ethical guideline for dealing with the world’s environmental and social crisis in the last two decades. Its growth is often associated with the numerous environmental movements, more popularly by the World Commission on Environment and Development, also known as the Brundtland Commission in 1987. But some studies have found out that its history can be further traced back as early as the European Enlightenment when German Kameralists began to be concerned about handing down “undiminished” dynasties to future generations. In the 1987 Brundtland Report dubbed as Our Common Future, Sustainable Development is defined as development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs. For the business enterprise, sustainable development means adopting business strategies and activities that meet the needs of the enterprise and its stakeholders today while protecting, sustaining and enhancing the human and natural resources that will be needed in the future. Just like a system, the world we live in connects us in space and time. America’s decisions a long time ago, for instance, will not just affect its present and future generations but also even people outside of its continent. Hence, most definitions of sustainable development emphasize the need to recognize how our decisions and actions......

Words: 521 - Pages: 3

Premium Essay

Introduction of Acer

...*Gartner Q2 2007 Sustainable World In the late twentieth century, rapid development of information technology and products such as the PC, satellite and Internet became a driving force of globalization. The impact of globalization is reflected on weakening world governments in terms of decision-making and influence, and on the increasing power of multinationals. Data from the World Economic Forum (WEF) shows that among the largest 100 global economies, 51 of them are transnational groups and the rest are national states. Although businesses represent the lifeblood of a nation's economy, they place excessive demand on the natural environment in pursuit of growth and stress the earth's ecosystems. As a result, earth-protection groups are calling on transnational groups to take up environmental, moral and social responsibilities. "Sustainable Development" is widely considered the challenge facing corporations in the 21st century. One of the prerequisites to achieving sustainable development is by sincerely carrying out corporate social responsibility (CSR). In the past, a company’s responsibility was about maximizing profits for shareholders and fulfilling CSR through the tax paying mechanism; that was all about social responsibility. Nowadays the definition of CSR has shifted from acting egoistic to altruistic. For example, the World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) defines CSR as "a business' commitment to contributing to sustainable economic......

Words: 845 - Pages: 4

Premium Essay

Nestle Study Case

...food, bottled water, breakfast cereals, coffee, confectionary, dairy products, ice cream, pet foods and snacks. Nestlé employ around 330,000 people in over 150 countries and have 461 factories or operations in 86 countries. Nestlé history begins back in 1866, when the first European condensed milk factory was opened in Cham, Switzerland, by th founder, Henri Nestlé. The company grew significantly during the First World War and again following the Second World War, expanding its offerings beyond its early condensed milk and infant formula products. In 2011, Nestlé was listed No.1 in the Fortune Global 500 as the world’s most profitable corporation. The Nestlé Corporate Business Principles are at the basis of the company’s culture, developed over 140 years, which reflects the ideas of fairness, honesty and long-term thinking. 2. Case analysis from following article : Nestle's commitment to sustainable business practices is part of the company's global business philosophy, Creating Shared Value. Core to the business model is working to ensure that the company is environmentally responsible and mindful of water and the other natural resources. (http://www.reliableplant.com/Read/24226/Nestle- commitment-sustainable-practices). “At Nestlé, we define sustainable development as the process of...

Words: 1037 - Pages: 5

Premium Essay

Csr Journal Summary

...Summary Journal 1 CSR and sustainable community development in Nigeria: WAPCO, a case from the cement industry. In conclusion, this research paper is talking about How WAPCO reaction to the CSR and sustainable development in Nigeria. WAPCO is producer of cement industry in Nigeria and was in the Nigerian stock exchange since 1979. This paper has shown not only the extent in CSR activities but also include sustainable development in their business operation country. The different stakeholders have different objective in order to get the benefit from CSR activities. This research was conduct 15-factor to determine cover three areas of sustainable development: economic, society and environment. As from the research paper, it can be clearly seen that WAPCO are good in practice on welfare and pension costs, safety etc. But the author suggests WAPCO should highly emphasize on clear strategy in environmental and code of conduct on bribery and corruption with Nigeria government (Evidence is not enough). In the same way, Health (HIV/Malaria) is the significant for WAPCO to push more CSR activities and budget in this area. Admittedly, CSR is the important role on society the polluting company like WAPCO and other firms should be aware to adjust 15-factors framework to sustainable development for long-term effectiveness. Remark: The reason why I choose this journal because the topic is related with my team project (Oil & Gas) and Nigeria is poorest country. The information from...

Words: 259 - Pages: 2

Free Essay

Mcdonalds and Organisational Culture

...Question 1(word count 897) From its humble beginnings the McDonalds organisation has continuously looked to engage everyone within the business to help identify and solve problems and has made the elements of leadership, participation, team-based structures, strong adoptive cultures, employee empowerment and the open sharing of information key pillars in which it has built itself from the ground up. Sustainable development has also been at the forefront of the McDonalds organisation and is an integral part of the continued success of the organisation and its ability to weather the storm from critics regarding the quality of its “fast food” in recent years and stay ahead of its competitors. McDonalds has a rich heritage of leadership and investing in its leaders. In 1961 Hamburger University was established in Elk Grove, Ill to train restaurant staff and management in the consistent procedures of the restaurants operations and create a culture that has continued. The 2008 CEO Jim Skinner worked his way up from Trainee Manager. Skinner is also a man of values and ethics: When McDonald’s was blamed for the obesity problem, he helped direct the company to take responsibility and help create a solution rather than pass the blame. Thus, Skinner can be seen as a moral leader. McDonalds prides itself on leading from the top down but also encouraging ideas and innovation from the bottom up. Ray Kroc has encouraged a participative strategy at McDonalds from the beginning with......

Words: 2065 - Pages: 9

Free Essay

Review Performance Management Infrastructure

...Organizations such as BHP would operate a number of different performance appraisal methods. In order to ensure the success of the method implemented certain processes need to be in place. Outline the processes and documentation an organisation such as BHP would need to have in place to successfully implement performance management * Firstly, BHP would need to assess whether all positions within their organisation are documented and available in current and accurate position descriptions. * Investigate whether managers have provided all BHP staff with performance indicators to be used in the current appraisal period, ensuring they are consistent with each staff members key role requirements, as outlined in each position description. * Assess BHP’s performance management policy and procedures to determine whether performance appraisal meetings are being held at a frequency in-line with BHP’S policy requirements (i.e at least once a year). BHP can also use the policy to check whether all performance documentation has been completed , recorded and signed off by both manager and employee. * Investigate whether all BHP staff are subjected to appropriate organisational policy and procedures for rewarding good performance as well as addressing underperformance. * Assess how disagreements about performance apprasials outcomes are managed, investigating whether BHP has a clear and consistent policy and procedure for the dispute settlement process. Also, whether the issue......

Words: 1938 - Pages: 8

Premium Essay

Sustainbale Media Journal

...Sustainability Media Journal 111857253 Xuxu Miao The concept of sustainable development spread first into the mainstream in the 1980s. These years, driven by internal and external factors, many corporations are beginning to integrate sustainability into their business models to gain competitive advantage in today’s market. This essay will introduce what forces the corporation to become sustainable and what corporation can do to achieve sustainability while listing an example of an ideal corporation in this term. Both of the external and internal drivers accelerate transformation towards sustainability for corporation. The worsening environment in China is prominent power for moving to sustainability currently. The push to clean up the country's air, land and water has forced company to transform its developing model. Though China has become the world's second- largest economy, it is still in the lower part of the world's industry chain and has a lot of industries with excessive energy consumption and high pollution. Due to social and economic factors, Hebei provincial government in January this year has banned approvals of new steel, cement, glass and nonferrous metal plants-these industries are both environment killers and economic drivers in Hebin (Jin Haixing 2014). It can be seen that these industries have to change their way of operation, which can add the most value with the least use of resources and pollution. Meanwhile, increasing public awareness of......

Words: 1971 - Pages: 8

Free Essay

Critical Path Whistler Ski Resort

...Sustainable Companies Sustainable development is a concept that looks to meet “the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs” (Lawrence & Weber, 2011, p. 223). Weyerhaeuser and The Stow Company are two companies that are known for their production of sustainable products and their commitment to social responsibility. Weyerhaeuser has been in the business of making wood products for over 100 years. During this time, their commitment to the sustainability of the environment has been unwavering. Weyerhaeuser has always been concerned with the sustainability of the forests that they log and as environmental concerns have arisen and technological advances have been made, they have adapted their sustainability goals to include such things as a 10 percent reduction of waste water discharge, a 40 percent reduction of emissions, a 20 percent energy efficiency improvements in their facilities, a 10 percent reduction in solid waste, and a supplier code of ethics (Progress towards sustainability, 2011). Weyerhaeuser’s efforts to improve their social responsibility commitments has helped them to increase their net sales, revenues, and net earnings despite the housing market slump over the past 5 years (Financial results, 2011). Weyerhaeuser’s vision and mission statement is “to release the potential in trees to solve important problems for people and the planet. We do this through strong leadership, unwavering values,...

Words: 1016 - Pages: 5

Free Essay

Sustainable Development

...What is Sustainable Development? The concept of Sustainable Development has been staged globally as a political and ethical guideline for dealing with the world’s environmental and social crisis in the last two decades. Its growth is often associated with the numerous environmental movements, more popularly by the World Commission on Environment and Development, also known as the Brundtland Commission in 1987. But some studies have found out that its history can be further traced back as early as the European Enlightenment when German Kameralists began to be concerned about handing down “undiminished” dynasties to future generations. In the 1987 Brundtland Report dubbed as Our Common Future, Sustainable Development is defined as development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs. For the business enterprise, sustainable development means adopting business strategies and activities that meet the needs of the enterprise and its stakeholders today while protecting, sustaining and enhancing the human and natural resources that will be needed in the future. Just like a system, the world we live in connects us in space and time. America’s decisions a long time ago, for instance, will not just affect its present and future generations but also even people outside of its continent. Hence, most definitions of sustainable development emphasize the need to recognize how our decisions and actions......

Words: 521 - Pages: 3