Free Essay

Teror Di Dunia Kerja

In:

Submitted By martinkyde
Words 1256
Pages 6
Labor Relations Abroad
Biasanya saat sebuah perusahaan membuka cabang di luar negeri, mereka akan menghadapi praktek relasi labor di setiap negara ternyata berbeda. Sebagai contoh, serikat pekerja di Eropa bisa disebut sangat berpengaruh, dengan beberapa isu untuk melihat karakteristik pekerja Eropa seperti di bawah ini: a. Centralization
Negosiasi antara pekerja dengan perusahaan cenderung industry-wide (artinya mencakup seluruh tipe bisnis) b. Employer Organization
Pekerja cenderung untuk tawar-menawar melalui asosiasi/serikat. c. Union recognition
Tidak bersifat formal d. Content and cope of bargaining
DI Eropa, setiap pekerja bebas untuk mendiskusikan berapa terms yang dia inginkan.

Terrorism, Safety, and Global HR
Tidak ada negara yang benar-benar aman dan dapat menjamin keselamatan orang-orang yang bekerja di sana, karena itulah kenapa perusahaan perlu memikirkan cara untuk mengevakuasi atau paling tidak menjamin kerugian yang timbul akibat aksi terorisme atau kekacauan. Apalagi biasanya ekspatriat sering jadi sasaran tindak kejahatan karena penjahat tahu berapa banyak yang dapat mereka dapatkan dengan melakukan tindak kejahatan terhadap ekspatriat. Apa yang bisa dilakukan perusahaan? a. Taking protective measure
Banyak dari perusahaan global yang menyewa agen intelligence untuk keperluan penanganan kejadian semacam yang kurang diinginkan, termasuk di antaranya penculikan sampai huru-hara. Ini adalah salah satu kewajiban untuk perusahaan terkait menjamin keselamatan pekerjanya. b. Kidnapping & Ransom (K&R) Insurance
Menyewa crisis team mungkin mahal, tapi beberapa perusahaan besar percaya bahwa menjamin keselamatan pekerja sangat penting. Karena itu beberapa perusahaan membayar asuaransi K&R. Nah asuransi ini gunanya buat mengcover setiap kali ada kejadian yang mengancam keselamatan pekerja, termasuk di antaranya penculikan, pemerasan, dan penahanan.
Meski begitu, perusahaan tentu nggak mau dong hal-hal semacam itu terjadi. Nah buat mengantisipasi hal-hal tersebut, ada beberapa saran buat business traveler agar hal itu nggak terjadi: * Perlu untuk menginformasikan kepada ekspatriat tentang traveling dan daerah tujuan, sehingga mereka menjadi lebih paham dengan situasi di negara lain. * Memberi tahu kepada mereka untuk tidak memakai atribut negara asal, agar tidak mencolok. * Sebisa mungkin orang yang akan berpergian sampai di bandara sedekat mungkin dengan waktu keberangkatan. * Memasang peralatan keamanan di mobil dan rumah ekspatriat. * Menyarankan kepada pekerja untuk menempuh rute ke tempat kerja yang bervariasi. * Menjaga body language, biasanya orang yang terlihat bingung dan kurang percaya diri adalah sasaran empuk kejahatan.

Repatriation: Problem and Solutions
Salah satu hal yang dikhawatirkan oleh perusahaan adalah banyak dari ekspatriat yang pulang kembali ke negara asal (atau disebut repatriate) memilih untuk keluar. Kalo dihitung-hitung dengan berapa biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk training dan mengirim pekerja ke luar negeri, jelas ini akan merugikan. Karena itu perusahaan butuh program untuk repatriate juga, study menunjukan bahwa 22% pekerja yang kembali ke negara asal akan keluar jika perusahaan tidak memiliki program untuk repatriat ini. Lalu kenapa kok repatriate ini memilih untuk keluar? Bisa jadi karena pengalaman mereka kurang dihargai ketika mereka kembali dari negara lain.
Oleh karena itu, perusahaan AT&T mempunyai repatriation program yang dibagi dalam 3 tahap: a. Tahap 1: Sebelum pergi ke luar negeri
Jadi di tahap ini, seorang psikologi akan membimbing pekerja dan keluarganya sebelum pekerja itu pergi ke luar negeri. Di tahap ini, psikolog akan mendiskusikan kira-kira tantangan apa aja yang bakal dihadapi, termasuk di antaranya bagaimana untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Beberapa perusahaan malah memberikan semacam perjanjian akan berapa lama dia ditugaskan di luar negeri dan pekerjaan apa yang akan ditugaskan setelah dia kembali. b. Tahap 2: Sewaktu di luar negeri
Perusahaan memastikan bahwa dengan bekerja di luar negeri, pekerja itu bukan berarti akan langsung putus hubungan dengan kantor negara asal. Pekerja tersebut diyakinkan bahwa dia masih berhubungan dengan negara asal. c. Tahap 3: Setelah pekerja kembali ke negara asal
Kemudian tahap terakhir adalah mempersiapkan kepulangan ekspatriat tersebut. Dengan beberapa di antaranya menggunakan seminar dan membantu mempersiapkan karir mereka selanjutnya.

Managing HR Locally: How to Put Into Practice a Global HR System
Perusahaan saat ini lebih memilih untuk mempekerjakan pekerja local ketimbang ekspatriat, beberapa hal yang mendasari di antaranya adalah adanya perbedaan kultural. Sehingga bisa dibilang sekarang, isunya adalah bagaimana membuat standar yang dapat dipergunakan di seluruh dunia? Bagaimana membuat sebuah system yang dapat diterima di berbagai belahan dunia dan yang bisa diimplementasikan secara efektif. Jadi ada 3 ketentuan untuk dapat melakukannya, yaitu: a. Mengembangkan Global HR system yang lebih efektif
Buat sebuah network global, manajer di berbagai dunia perlu mengetahui bahwa mereka adalah bagian dari sebuah jaringan manajemen global dari sebuah perusahaan. Perlu untuk menganggap local manajer sebagai partner. Faktor paling kritis di sini adalah, “membuat sebuah jaringan di seluruh dunia yang digunakan untuk support, untuk aktivitas local organisasi dan membantu memahami system serta tantangan.” b. Membuat Global HR system dengan mudah diterima * Sebagai sebuah perusahaan global, diperlukan manajer-manajer untuk bekerja sebagai tim global. Satu lagi, untuk mengidentifikasi, merekrut, dan menempatkan tenaga kerja dilakukan secara global. Sebagai contoh, Shell menekankan jika kalian mau bekerja di sini, kalian akan direkrut di sini (Amerika). * Perlu untuk mengetahui isu apa yang terjadi di tempat-tempat tertentu dan mau untuk melakukan sedikit penyesuaian bila memang diperlukan. * Perlunya company culture, perusahaan yang mempunyai culture kuat di dalamnya lebih mudah untuk membuat pekerjanya setuju dalam beberapa hal. Misal dalam perusahaan P&G, tidak dikenali kata “saya” namun berlaku “kita”. Hal ini diperlakukan di seluruh dunia dan membuat lebih mudah dalam implementasi human resources practice secara global. c. Implementasi Global HR System
Yang perlu diperhatikan di sini adalah komunikasi dengan setiap pengambil keputusan di setiap negara adalah sangat penting. Perlu juga untuk memberikan sumber daya yang mencukupi bagi setiap local management office.

Mini case: Carter Cleaning Company
Jack pergi liburan ke Mexico dan mengunjungi Mexico City. Di sini, dia terkejut dengan sedikit sekali cleaning service di kota tersebut, padahal tingkat polusi di kota tersebut cukup tinggi. Kemudian dia pulang ke Texas dan berfikir apakah mungkin untuk membuka jaringan Carter Cleaning Company di Mexico? Pertanyaannya adalah: 1. Asumsikan mereka membuka satu atau dua toko di Mexico, apakah tantangan utama terkait HR yang Jack dan Jennifer harus selesaikan? 2. Bagaimana kamu akan memilih manajer? Apakah kamu akan merekrut penduduk local atau salah satu dari toko yang sudah ada? Kenapa? 3. Biaya hidup di Mexico lebih rendah dari tempat toko Carter Cleaning Company sekarang. Bagaimana kamu mengembangkan rencana pembayaran untuk manajer baru jika kamu memilih untuk menggunakan ekspatriat? 4. Jelaskan factor yang kalian pertimbangkan dan harus dipunyai ekspatriat untuk menjalankan toko di Mexico!
Jawab!
1. Tantangan utama adalah manajemen HR secara global. Carter Cleaning Company harus melihat perbedaan kultur, kebiasaan, sampai aturan. Jack dan Jennifer harus membuat sebuah system HR global yang efektif dan diterima di dua negara yang berbeda. 2. Karena perbedaan kultur, bahasa dan kebiasaan di dua negara, saya akan memilih untuk mempekerjakan penduduk local karena sudah memahami karakteristik dan budaya setempat. Dengan catatan, pekerja local ini harus mempunyai skill yang memang dibutuhkan untuk menjadi manajer. Dengan kata lain mendekatan pendekatan geocentric adalah keputusan yang tepat di kasus ini. 3. Dengan menggunakan balance sheet approach, yaitu menyamakan gaji dengan daya beli setempat. Hal ini perlu dipertimbangkan agar ekspatriat mendapatkan standar kehidupan yang sama dengan apa yang akan dia dapatkan bila dia tetap bekerja di negara asal. 4. Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah: a. Cultural factor: melihat apakah orang yang akan dikirim ke luar negeri mempunyai kemampuan beradaptasi dengan baik atau tipikal orang yang tidak bisa jauh dari rumah dan keluarga. Dengan kata lain perlu dilakukan adaptability screening. b. Performance: apakah selama ini kinerja pekerja sudah baik dan dapat diberikan tanggung jawab yang lebih besar> c. Motivasi: perlu dilihat apakah pekerja yang akan dikirim mempunyai motivasi untuk peningkatan jenjang karir yang lebih tinggi? Atau hanya ingin menjadi karyawan tingkat menengah saja?

Similar Documents

Free Essay

Jihad

...3. Arti Kerja 6 4. Etos Kerja dalam Islam 7 5. Posisi Kerja dalam Kitabullah 8 6. Kualitas Etnik Kerja berdasarkan Al Quran 9 7. Jihad sebagai Etos Kerja 12 8. Foto Jihad dan Etos Kerja 13 C. PENUTUP Kesimpulan 14 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ‘Jihad dan Etos Kerja dalam Islam’ dengan baik. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini berkat Allah SWT dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan, baik dari materi maupun penyajiannya. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan Malang, Oktober 2011 Penulis A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Kata jihad sudah kita kenal sejak mendalami pembelajaran agama baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun yang lainnya. Jihad biasanya diidentikkan dengan sebuah peperangan, atau perjuangan besar melawan orang-orang kafir demi mempertahankan keutuhan Islam. Fenomena yang terjadi di lingkungan kita saat ini yaitu mengaplikasikan arti jihad yang sesungguhnya di era perkembangan zaman. Salah satu contohnya adalah bom-bom bunuh diri yang banyak terjadi, juga adanya teror-teror ketika ada...

Words: 2611 - Pages: 11

Free Essay

Cinta Suci Zahrana

...telah memilih sirna dari dunia. Ujian yang ia derita sangat berbeda dengan orangorang seusianya. Banyak yang memandangnya sukses. Hidup berkecukupan. Punya pekerjaan yang terhormat dan bisa dibanggakan. Bagaimana tidak, ia mampu meraih gelar master teknik dari sebuah institut teknologi paling bergengsi di negeri ini. Dan kini ia dipercaya duduk dalam jajaran pengajar tetap di universitas swasta terkemuka di ibukota Propinsi Jawa Tengah: Semarang. Uziek Collection Uziek Collection Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahrana Satu Tidak hanya itu, ia juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai dosen paling berdedikasi di kampusnya. Ia sangat disegani oleh sesama dosen dan dicintai oleh mahasiswanya. Ia juga disayang oleh keluarga dan para tetangganya. Bagi perempuan seusianya, nyaris tidak ada yang kurang pada dirinya. Sudah berapa kali ia mendengar pujian tentang kesuksesannya. Hanya ia seorang yang tahu bahwa sejatinya ia sangat menderita. Ada satu hal yang ia tangisi setiap malam. Setiap kali bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. Ia menangisi takdirnya yang belum juga berubah. Takdir sebagai perawan tua yang belum juga menemukan jodohnya. Dalam keseharian ia tampak biasa dan ceria. Ia bisa menyembunyikan derita dan sedihnya dengan sikap tenangnya. Ia terkadang menyalahkan dirinya sendir kenapa tidak menikah sejak masih duduk di S.l dahulu? Kenapa tidak berani menikah ketika si Gugun yang mati-matian mencintainya sejak duduk di bangku kuliah itu mengajaknya...

Words: 12833 - Pages: 52

Free Essay

Agree

...Truedee Books X Patrakomala no. 57, Bandung 40113, Indonesia Tel/Fax. 62-22-4213691 http://www.truedee.com E-mail: Dooks@truedee.com Hotfine Customer Service: 081-22141015 Pre-press Polar Repro Bandung Percetakan Gpta Cekas Grafika - Bandung Osakanl : Februari 2001 /CefakanU -Maret 2001 hafalan IH : April 2001 Cetakan IV :Juni2001 **«anV ; November 2001 Katalog Dalam Terbitan i ¦fe^'S ^ Bi,Mn* BMK,un8: T»*, Books; 200. $&96257-0-X JudulEngkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup.Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara. Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus di sini. Mencintaimu. Entah kenapa. (catatan di satu pagi buta di atas atap rumah tetangga) Sanksi Pelanggaran Pasat 44: Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 6 tahun 1982 Tentanq Hak Cipta Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak 8p 100.000.000 (seratus juta rupiah). 2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana toaksud dalam ayat (l), dipidana dengan pidana penjara paung lama 5 (lima) tahun dan/atau denda...

Words: 53406 - Pages: 214

Free Essay

Midnight Sun

...u n g k i n b a g i k u i n i l a h ‘t i d u r ‘ j i k a d i d e f i n i s i k a n s e b a gai bentuk berdiam diri disela aktivitas harian. Aku menatap rekahan di pojok kafetaria, membayang kan bentuk-bentuk abstrak. Itu salah satu cara memelank an suara-suara riuh di kepalaku. Beratus suara ini membuatku mati kebosanan. Jika menyangut pikiran manusia, aku telah mendeng ar segalanya, dan lagi, hingga ratusan kali. Hari ini, se mua tercurah pada sebuah peristiwa sepele, kedatangan s eorang murid pindahan. Tidak terlalu sulit menyimpulka n pikiran-pikiran itu sekaligus. Aku telah melihat sosok nya berulang-ulang, dari pikiran ke pikiran, dari segala sudut. Cuma perempuan biasa. Kegemparan akibat kedata ngannya mudah ditebakµsama seperti menunjukan benda berkilau pada anak kecil. Setengah laki-laki hidung bela ng bahkan sudah ingin bermeseraan dengannya, hanya kar ena ia anak baru. Aku mesti lebih keras mengacuhkan me reka. Hanya empat suara yang coba kuredam demi kesopan an dan bukannya karena tak suka: milik keluargaku, yang terbiasa tanpa privasi disekitarku hingga tak perduli lag i. Aku coba menjaga ruang pribadi mereka sebisanya. Be rusaha tidak mendengarkan, kalau itu mungkin. Berupaya sekuatnya, tapi tetap saja...aku tahu. Rosalie sedang memikirkan, seperti biasa, tentang d irinya. Dia mendapati pantulan dirinya di kaca mata sese 4 orang, dan puas pada...

Words: 78164 - Pages: 313