Free Essay

Pengaruh Tingkat Kepatuhan Atas Norma Dan Prosedur Terhadap Independensi Opini Audit

In:

Submitted By iqbalrpihatna
Words 1592
Pages 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut (Herliansyah, Yudhi 2008) Auditor adalah profesi yang bertugas untuk melayani kepentingan masyarakat yaitu dengan melaksanakan audit atas laporan keuangan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam tugasnya memeriksa laporan keuangan perusahaan, auditor dituntut untuk bersikap profesional yang akan memberikan pendapatnya sesuai dengan kenyataan yang ditemuinya selama audit berlangsung.
Berkembangnya profesi auditor telah banyak diakui oleh banyak kalangan. Kebutuhan dunia usaha atau pemerintah dan masyarakat luas akan jasa auditor adalah pemicu perkembangan tersebut. Dalam penelitiannya (Winarna, Jaka 2005) nyatakan : Berkembangnya profesi auditor juga diikuti dengan meningkatnya kekhawatiran tentang menurunnya independensi auditor, yang didasarkan adanya suatu sikap skeptis tentang bagaimana hubungan yang erat antara auditor dan manajemen dari klien audit tanpa menciptakan, baik dalam fakta ataupun dalam persepsi, suatu hubungan kepentingan yang dapat merusak independensi auditor.
Auditor tidak dapat memihak, baik untuk kepentingan klien ataupun pihak ketiga. Auditor bertugas untuk membuktikan kewajaran suatu laporan keuangan klien dan tidak memihak karena auditor tidak hanya mendapat kepercayaan dari klien tapi juga pihak ketiga. Namun sering kali kepentingan klien dan pihak ketiga bertentangan,
Dalam penelitiannya (Manggala S. Sulaiman dan Hutapea V. Jenny 20017) nyatakan : Pada saat ini kebutuhan akan etika cukup penting, karena dengan beretika semuanya akan berjalan secara teratur. dengan mematuhi kode etik profesional maka diharapkan profesi auditor agar berprilaku pantas dan profesional serta melaksanakan audit beserta jasa-jasa terkait dengan mutu yang tinggi. Selain itu seseorang auditor harus mempunyai kepatuhan yang tinggi untuk pengetahuan, pemahaman, dan penerapan etika secara memadai dalam pekerjaan profesionalnya. Pekerjaan profesional harus dikerjakan dengan sepenuhnya melandaskan pada norma profesional dan prosedur auditing. Hal ini diperlukann agar tidak terjadi pelanggaran etika yang dilakukan oleh para auditor.
1.2 Rumusan Masalah
Tidak semua opini seorang auditor dalam suatu audit adalah relevan dengan kenyataan dan bukti-bukti audit. Oleh karena itu tema sentral dalam penelitian ini adalah menguji pengaruh tingkat kepatuhan auditor atas norma dan prosedur auditing terhadap independensi auditor. Dengan demikian permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah:
Apakah ada pengaruh tingkat kepatuhan auditor atas norma dan prosedur auditing terhadap independensi auditor?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian Independensi merupakan standar kualitatif yang diperlukan oleh auditor untuk bertindak dengan integritas dan objektivitas dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Bagi auditor keharusan memelihara dan atau mempertahankan kepatuhan yang tinggi terhadap norma profesional dan prosedur auditing dalam rangka memenuhi tanggung jawab profesionalnya adalah hal yang essensial.

BAB II
KAJIAN TEORI
2.1.1 Pengertian Auditing
Definisi mengenai auditing yang diungkapkan (Mulyadi , 2002), sebagai berikut :
Auditing adalah suatu proses sistematik untuk meperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.
Dari definisi diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa auditing merupakan suatu kegiatan untuk meyakini kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan oleh pihak yang berkompeten dan independen, sehingga dapat dijadikan sumber informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan itu sendiri.
2.1.2 Prosedur Audit Prosedur audit menurut (Mulyadi , 2002) adalah instruksi rinci untuk mengumpulkan tipe bukti audit tertentu yang harus diperoleh pada saat tertentu dalam audit. Prosedur yang disebutkan dalam Standar Pekerjaan Lapangan ketiga meliputi : inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi. Disamping memakai prosedur audit yang disebut dalam Standar Pekerja Lapangan ketiga, auditor juga melaksanakan prosedur audit lain dalam mengumpulkan bukti audit yang akan dipakai sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. Prosedur tersebut meliputi : penelusuran, pemeriksaan bukti pendukung, penghitungan dan scanning.
Dengan demikian prosedur audit yang biasa digunakan oleh auditor meliputi :
a) Inspeksi (inspection)
Inspeksi merupakan pemeriksaan secara rinci terhadap dokumen atau kondisi fisik sesuatu. Dengan melakukan inspeksi terhadap sebuah dokumen, auditor akan dapat menentukan keaslian dokumen tersebut. Dan dengan melakukan inspeksi terhadap kondisi fisik suatu aktiva tetap misalnya auditor akan dapat memperoleh informasi mengenai eksistensi dan keadaan fisik aktiva tersebut.
b) Pengamatan (observation)
Pengamatan merupakan prosedur audit yang digunakan oleh auditor untuk melihat atau menyaksikan pelaksanaan suatu kegiatan. Contoh : kegiatan yang biasa diamati oleh auditor dalam auditnya adalah penghitungan fisik sediaan yang ada di gudang klien, pembuatan dan persetujuan voucher, cara penyimpana kas yang ada ditangan klien.
c) Konfirmasi (confirm)
Konfirmasi merupakan bentuk penyelidikan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari pihak ketiga yang bebas. Prosedur yang biasa ditempuh oleh auditor dalam konfirmasi adalah sebagai berikut :
Auditor meminta kepada klien untuk menanyakan informasi tertentu kepada pihak luar. Klien meminta kepada pihak luar yang ditunjuk oleh auditor untuk memberikan jawaban langsung kepada auditor mengenai informasi yang ditanyai oleh auditor tersebut. Auditor menerima jawaban langsung dari pihak ketiga tersebut.
d) Permintaan Keterangan (enquiry)
Permintaan keterangan merupakan prosedur audit yang dilakukan dengan meminta keterangan secara lisan. Bukti audit yang dihasilkan dari prosedur ini adalah bukti lisan dan bukti dokumenter. Contoh : permintaan keterangan auditor mengenai tingkat keusangan sediaan yang ada digudang, permintaan keterangan yang diajukan kepada penasihat hukum klien mengenai kemungkinan keputusan perkara pengadilan yang sedang ditangani oleh penasihat hukum tersebut.
e) Penelusuran (tracing)
Auditor melakukan penelusuran informasi sejak awal data tersebut direkam pertama kali, dalam dokumenter dilanjutkan dengan pelacakan pengolahan data tersebut dalam proses akuntansi. Prosedur audit ini terutama diterapkan terhadap bukti dokumenter.
f) Pemeriksaan Dokumen Pendukung (vouching)
Pemeriksaan dokumen pendukung merupakan prosedur audit yang meliputi : Inspeksi terhadap dokumen-dokumen yang mendukung suatu transaksi atas data keuangan untuk menentukan kewajaran dan kebenarannya. Perbandingan dokumen tersebut dengan catatan akuntansi yang berkaitan. Prosedur ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh bukti audit mengenai kebenaran perlakuan akuntansi terhadap transaksi yang terjadi.
g) Penghitungan (counting)
Prosedur audit ini meliputi : Penghitungan fisik terhadap sumber daya berwujud seperti kas atau sediaan yang berada ditangan. Prosedur ini digunakan untuk mengevaluasi bukti fisik kuantitas yang ada ditangan. Pertanggungjawaban semua formulir bernomor urut tercetak. Prosedur ini digunakan untuk mengevaluasi bukti dokumenter yang mendukung kelengkapan catatan akuntansi.
h) Scanning
Scanning merupakan review secara cepat terhadap dokumen, catatan dan daftar untuk mendeteksi unsur-unsur yang tampak biasa yang memerlukan penyelidikan lebih mendalam
i) Pelaksanaan Ulang (reperfoming)
Prosedur audit ini merupakan pengulangan aktivitas yang dilaksanakan oleh klien. Umumnya pelaksanaan ulang diterapkan pada penghitungan dan rekonsiliasi yang telah dilakukan oleh klien. contoh : penghitungan ulang jumlah total dalam jurnal, penghitungan ulang biaya depresiasi, biaya bunga terutang, perkalian antara kuantitas dengan harga satuan dalam inventory summary sheets, dan penghitungan ulang penjumlahan dalam rekonsiliasi bank.
2.1.3 Etika Profesional
(Arthur, 1978) menyatakan etika secara umum didefinisikan sebagai prinsip dan moral, perilaku etis atau perilaku yang sesuai dengan etika diperlukan oleh masyarakat untuk kondisi masing-masing. Kebutuhan akan etika dalam masyarakat cukup penting karena pada dasarnya berhubungan dengan hukum meskipun sebagian nilai etika dalam masyarakat tidak dapat dihubungkan dengan hukum, karena hakekat dari pertimbangan tertentu. Jadi etika berhubungan dengan idependensi, disiplin diri, dan integritas moral dari setiap anggota profesi. Etika suatu profesi, seperti melindungi terhadap ketidakpercayaan masyarakat atas profesi yang dijalankannya.
2.1.4 Independen
(Arthur , 1978) menyatakan bahwa indenpensi mempunyai dua arti yang berbeda. Pertama, independensi dikelompokkan ke dalam pengertian yang kurang baik yaitu, ketiadaan hubugan. Kedua, independensi dikelompokkan ke dalam pengertian kualitas yang baik yaitu kebebasan dari kekuasaan. Arthur mengemukakan bahwa independensi professional adalah konsep fundamental dari profesi auditor. Independensi secara esensial merupakan sikap pikran yang memiliki ciri-ciri adanya pendekatan integritas dan objektivitas dari tugas professional. Meskipun integritas dan objektivitas tidak dapat diukur dengan pasti, tetapi keduanya merupakan hasl mendasar bagi profesi auditor. Integritas merupakan prinsip moral yang tidak memihak, jujur, memandang, dan mengemukakan fakta seperti apa adanya. Sedangkan objektivitas merupakan sikap tidak memihak di dalam mempertimbangkan fakta, terlepas dari kepentingan pribadi dari kepentingan fakta yang di hadapi. (Kell , 1989) menjelaskan bahwa integritas berarti jujur dapat dipercaya, sedangkan objektivitas berhubungan dengan kemapuan auditor untuk mempunyai sikap adil dalam segala hal yang berkaitan dengan tugas profesionalnya.
2.1 Hasil Riset Sebelumnya menurut castellani, justinia 2008 hasil pengujian hipotesis mengenai pengaruh kompetensi auditor terhadap kualitas audit, terbukti bahwa kompetensi yang diukur melalui pendidikan formal, pengalaman serta pelatihan teknis secara signifikan mempengaruhi kualitas audit baik dari segi proses maupun hasil audit. independensi auditor dalam melaksanakan pemeriksaan (in fact) maupun menurut persepsi masyarakat (in appearance), secara signifikan mempengaruhi kualitas audit baik dari proses maupun hasil audit. baik dari segi proses maupun hasil audit, independensi auditor berpengaruh lebih dominan terhadap kualitas audit dibandingkan kompentensi auditor. menurut ulum s.akhmad 2005 hasil pengujian hipotesis mengenai pengaruh orientasi etika terhadap hubungan antara time pressure dengan perilaku premature sign off prosedur audit, berbukti varibel relativisme dalam penelitian ini memoderasi hubungan antara time pressure sign-off prosedur audit, interaksi dengan time pressure berpengaruh positif signifikan terhadap sign-off prosdur audit. artinya, semakin tinggi time pressure yang dialmi oleh BPK-RI, maka semakin tinggi terjadi sign-off prosedur audit, terutama jika semakin tinggi sifat relativisme yang dimilikinya.
2.2.1 Kerangka Pemikiran dari hasil riset sebelumnya di atas menunjukkan bahwa independensi auditor dalam melaksanakan pemeriksaan (in fact) maupun menurut persepsi masyarakat (in appearance), secara signifikan mempengaruhi kualitas audit baik dari proses maupun hasil audit. baik dari segi proses maupun hasil audit, independensi auditor berpengaruh lebih dominan terhadap kualitas audit dibandingkan kompentensi auditor. dan interaksi dengan time pressure berpengaruh positif signifikan terhadap sign-off prosdur audit. artinya, semakin tinggi time pressure yang dialmi oleh BPK-RI, maka semakin tinggi terjadi sign-off prosedur audit, terutama jika semakin tinggi sifat relativisme yang dimilikinya. mulyadi mengatakan bahwa audit adalah proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan, serta menyampaikan hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. berdasarkan hasil riset sebelumnya di atas maka hipotesis yang diajukan adalah
Ha1 : terdapat pengaruh positif tingkat kepatuhan auditor atas norma dan prosedur auditing terhadap independensi auditor
-----------------------
1

1

Similar Documents

Free Essay

Laporan Liberisasi

...1|ASC FISIP UI Laporan Penelitian ASEAN Study Center Universitas Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Makmur Keliat, Ph.D Asra Virgianita, MA Shofwan Al Banna Choiruzzad, Ph.D Agus Catur Aryanto Putro, S.Sos 2013 2|ASC FISIP UI KATA PENGANTAR Laporan penelitian ini merupakan hasil penelitian tentang Tenaga Kerja Terampil Indonesia dan Liberalisasi Jasa ASEAN yang dilakukan oleh ASEAN Study Center Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Tema penelitian ini menjadi tema penting mengingat urgensinya untuk menata kesiapan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Penelitian ini mengkaji kondisi delapan sektor yang telah disepakati di dalam Mutual Recognition Arrangement atau Mutual Recognition Agreement Framework. Analisis dirancang untuk: (1) mendapatkan gambaran mengenai nilai strategis berbagai sektor jasa yang disepakati di dalam ASEAN MRA dan MRA Framework; (2) memetakan daya saing pekerja terampil Indonesia di berbagai sektor tersebut; (3) mengidentifikasi tantangan-tantangan yang akan muncul berkaitan dengan liberalisasi sektor jasa ASEAN di masing-masing sektor jasa. Dengan kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pada pembuatan kebijakan berkaitan dengan liberalisasi sektor jasa ASEAN dengan tentu saja menempatkan kepentingan nasional Indonesia sebagai pertimbangan...

Words: 37778 - Pages: 152

Free Essay

Green

...No. Nama Perguruan Tinggi AKADEMI AKUNTANSI PGRI JEMBER Nama Pengusul Sisda Rizqi Rindang Sari Program Kegiatan Judul Kegiatan 1 PKMK KUE TART CAENIS ( CANTIK, ENAK DAN EKONOMIS) BERBAHAN DASAR TAPE 2 AKADEMI FARMASI KEBANGSAAN Nensi MAKASSAR AKADEMI KEBIDANAN CITRA MEDIKA SURAKARTA AKADEMI KEBIDANAN GIRI SATRIA HUSADA AKADEMI KEPERAWATAN KERTA CENDIKA SIDOARJO AKADEMI KEPERAWATAN KERTA CENDIKA SIDOARJO AKADEMI KEPERAWATAN KERTA CENDIKA SIDOARJO Putri Purnamasari PKMK LILIN SEHAT AROMA KURINDU PANCAKE GARCINIA MANGOSTANA ( PANCAKE KULIT MANGGIS ) 3 PKMK 4 Latifah Sulistyowati PKMK Pemanfaatan Potensi Jambu Mete secara Terpadu dan Pengolahannya sebagai Abon Karmelin (Karamel Bromelin) : Pelunak Aneka Jenis Daging Dari Limbah Nanas Yang Ramah Lingkungan, Higienis Dan Praktis PUDING“BALECI”( KERES) MAKANAN BERSERATANTI ASAM URAT 5 Achmad PKMK Zainunddin Zulfi 6 Dian Kartika Sari PKMK 7 Radita Sandia PKMK Selonot Sehat (S2) Diit untuk Penderita Diabetes 8 AKADEMI PEREKAM Agustina MEDIK & INFO KES Wulandari CITRA MEDIKA AKADEMI PEREKAM MEDIK & INFO KES Anton Sulistya CITRA MEDIKA AKADEMI PEREKAM Eka Mariyana MEDIK & INFO KES Safitri CITRA MEDIKA AKADEMI PEREKAM MEDIK & INFO KES Ferlina Hastuti CITRA MEDIKA AKADEMI PEREKAM Nindita Rin MEDIK & INFO KES Prasetyo D CITRA MEDIKA AKADEMI PEREKAM MEDIK & INFO KES Sri Rahayu CITRA MEDIKA AKADEMI PERIKANAN YOGYAKARTA PKMK Kasubi Wingko Kaya Akan Karbohidrat...

Words: 159309 - Pages: 638